Cinta Pertama Direktur

Cinta Pertama Direktur
S2 : Side Story!


__ADS_3

LIKE          👍


FAVORIT   ❤


VOTE         ⭐


Dina yang merasa William terus melihat wajah nya, dia pun segera menegur William.


“ Hey! Kau kenapa melihatku terus? Lihatlah jalan di depanmu! Jangan bilang kalau kau memikirkan hal yang aneh-aneh lagi ya?.” tanya Dina yang menyuruh William untuk tetap fokus berjalan melihat arah depan, karena sedari tadi William hanya memandangi Dina. Dan tentu saja membuat Dina merasa bahwa William sedang memikirkan sesuatu yang tidak berfaedah.


“ Haizz . . . . Semua pria sama saja. Jika ada seorang pria yang terus menerus memandangi wanita, pasti ada maksud yang terselubung.” lanjut Dina sembari memegang kening nya dan menggeleng-gelengkan kepala nya. Sebab, William masih terus memperhatikan wajah nya dari samping. Dam tidak memandang ke arah depan.


William pun kemudian memalingkan wajah nya. Dia pun segera menjawab Dina sembari menyilangkan tangan nya di atas dada.


“ Aku? Melihatmu terus? HAH! Itu tidak mungkin! Dan aku tidak pernah memikirkan hal aneh yang saat ini ada di pikiranmu itu! Ooh,, aku tahu! Jangan-jangan kau yang malah memikirkan itu ya? Apalagi kan aku lebih tampan dari pria yang bernama Renald itu!.” jawab William yang menyembunyikan kebenarannya dia pun mengelak kalau sedari tadi William tidak memandangi Dina tetapi memandangi pintu exit 4. Lalu kemudian William pun tidak sengaja menyebut pria yang saat ini di benci oleh Dina dan tentu saja Dina tidak ingin mendengar nama pria jahat itu lagi selama nya!


“ BISA TIDAK JANGAN MENYEBUT NAMA PRIA ITU LAGI!! DIHADAPANKU!.” bentak Dina. Dia pun menghentikan langkah kaki nya, dan dia pun melotot in ke arah William. Lalu Dina pun kembali melanjutkan langkah kaki nya untuk segera sampai di tempat yang sudah di nanti-nantikan olehnya.

__ADS_1


William pun langsung terdiam seribu kata. Dia pun merasa bersalah kepada Dina yang telah menyebut Renald. Tentu nya Dina tidak ingin mendengar nama itu lagi, dan Dina juga tidak ingin melihat wajah pria yang tidak punya hati nurani seperti Renald. Apalagi saat William diam-diam melihat wajah murung Dina, William mengumpat diri sendiri di dalam alam pikiran nya.


Di dalam alam pikiran William terdapat 3 orang yang sama seperti William yang satu di sebut Peri William. Bentuk nya mini memakai pakaian serba putih hingga menutupi kaki nya, di atas kepala nya terdapat lingkaran berwarna kuning seperti cincin, ada sepasang sayap berwarna putih yang sangat cantik di punggung nya, dan peri itu terlihat memegang tongkat berbentuk bintang yang berkelap-kelip mengelilingi tongkat berwarna putih itu. Dan ada juga bentuk mini iblis William dan William


“ Kau bodoh ya! Kenapa kau malah menyebut pria yang membuat wanita itu sakit hati!.” Ucap Peri kecil yang terbang di samping kanan telinga William. Peri kecil dalam bentuk wajah yang sama persis seperti William, dia pun menggeleng-gelengkan kepala nya. Karena, kenapa majikan nya begitu bodoh untuk membuat wanita cantik di samping nya marah.


“ Aku tidak tahu, kenapa kau diriku sendiri malah membela orang lain? Seharusnya kau membelaku! Bukan?.” jawab William dia tidak terima dengan ucapan peri kecil yang malah membela Dina di banding diri nya.


“ Hey! Setan kecil kau yang biasanya memiliki pendapat yang berbeda dengan peri kecil, kau bela diriku dong!.” ucap William yang merengek meminta bantuan kepada setan kecil yang terbang sebelah kiri William.


“ No . . . . No . . . Untuk saat ini aku setuju dengan peri kecil. Kalau aku membelamu, lalu aku dapat apa darimu? Hahaha . . . . !.” jawab setan kecil itu sembari mengarahkan jari telunjuk nya ke arah William dan mengerakkan ke kanan dan ke kiri.


“ Riesta!! Bukan Raisa!!.” protes William di atas kepala nya keluar kepulan asap. Karena tidak terima setan kecil salah menyebut nama RIESTA menjadi RAISA.


“ Iihh kenapa harus dia?? Masih banyak wanita lainnya, yang sifat nya lebih lembut dari pada dirinya bukan?.” jawab William yang tidak mau kalau dia harus membuat Dina menjadi kekasih nya, di tambah dengan sifat Dina yang seperti seorang atlet yang sangat kuat. Kalau itu terjadi mungkin William akan segera melihat malaikat pencabut nyawa dalam waktu singkat, dan batu nisan yang bertuliskan nama William akan di buat lalu di tancap kan ke liang kubur milik nya.


“ Hehehe . . . . Bukannya barusan kau memikirkan hal mesum? Saat kau membungkam mulutnya, ekspresimu menunjukkan kau ingin mencuri bibir mungil wanita itu kan?.” Setan kecil tahu tentang yang di stasiun kereta saat Tuan nya membungkam bibir Dina, William sempat terdorong hawa nafsu untuk mencium bibir mungil nan merah muda milik Dina.

__ADS_1


“ Itu tidak mungkin! Mungkin kau yang malah memikirkan itu! Kau memang setan kecil yang tidak berguna!!.” William pun mengelak nya kembali yang di katakan oleh setan kecil itu


“ Hehehe . . . Mengapa kau malah menyalahkanku!! Aku di sini bertugas untuk menambah sedikit pikiran mesummu itu. Ya, kalau kau memang tidak memikirkan itu . . . Lalu mengapa aku malah menerima pikiran mesum mu itu!!.” ujar setan kecil dia mengatakan yang sebenarnya tentang William yang sempat memikirkan untuk mencium bibir Dina. Dan tentu saja setan kecil bisa membaca pikiran Tuan William.


“ HAHH!! KAU MEMANG BENAR-BENAR SETAN KECIL YANG MENYEBALKAN!!.” sahut William yang masih tidak mau mengakui nya. Dia tetap bersih kokoh kalau dia tidak pernah memikirkan untuk mencium Dina, lalu kedua versi William pun beradu mulut.


“ KAU JUGA! MANUSIA YANG MASIH SAJA PLIN-PLAN! MOVE ON DONG!! MASIH SAJA MENGINGINKAN DAN MEMILIKI YANG TIDAK MUNGKIN KAMU MILIKI!!.” ucap setan kecil yang mengeluarkan api besar dari atas kepala nya. Api itu terlihat seperti api unggun di malam hari, merah dan berapi-api. Membuat ruang alam pikiran William berubah menjadi panas.


“ •○•○•○•○•○•○•○•○”


Mereka pun akhirnya bertengkar karena mempermasalahkan hal yang sangat kecil dan malah di besar-besarkan. Peri kecil William hanya menggeleng-gelengkan kepala nya sembari menutup kedua telinga nya. Sebab, suara kedua orang itu benar-benar membuat telinga rusak.


Lalu sang peri kecil itu pun menjelaskan kepada para pembaca.


“ Hallo!! Aku peri kecil. Tugas ku adalah untuk mencegah setan kecil masuk ke dalam pikiran majikanku. Jadi disini aku berpesan kepada semua orang yang sedang dalam pikiran galau. Jangan biarkan pikiran anehmu menguasaimu . . . . Dan jika kamu memiliki seseorang yang kamu sukai, jangan menyakiti hati nya, jangan melukai perasaan nya, dan jangan membuat senyum hangat yang selalu dia tunjukkan kepadamu menghilang.. OKEY!!.” Peri kecil memberi nasehat kepada semua orang untuk mulai berkenalan kepada para pembaca untuk memberitahu bila anda menyimpan perasaan kepada seseorang nyatakan dan beritahu perasaan anda yang sesungguh nya, dan jangan biarkan pikiran jahat anda menguasai anda.


( **Jangan lupa tinggalkan like dan vote jika sudah membaca novel ini 🥰🥰 )

__ADS_1


Bersambung**. . . . .


__ADS_2