Cinta Pertama Direktur

Cinta Pertama Direktur
S2 : Aku jadi tambah tertarik denganmu, Kang Dina Hee!


__ADS_3

Di waktu yang sama. Di kamar nomer 1101 terlihat seorang wanita yang masih tertidur dan tentu saja kamar itu menjadi sangat berantakkan. Sebab, wanita itu kala sedang tertidur dia akan berubah menjadi seekor kuda yang menendang segala sesuatu benda yang menyentuh nya termasuk Pillow, Bolster. Dan membuat sprei berwarna putih bersih yang awal nya masih sangat rapi menutupi spring bed agar terlihat rapih, tidak kotor dan nyaman. Berbeda dengan yang sekarang ranjang berukuran single itu sudah benar-benar seperti kapal pecah.


Dina pun yang masih tertidur memeluk guling yang sangat empuk, tak sadar bahwa sang matahari sudah menyambut nya. Dina pun masih melanjutkan berpetualang di alam mimpinya.


45 menit kemudian. Alarm ponsel milik Dina berbunyi, dan Dina pun mematikan sembari melihat jam yang di tampilkan di layar ponsel nya, kedua mata nya yang masih terlihat lesu, seperti ada sebuah lem perekat.


“ Hmm . . . Berisik sekali!”


“ Uhmm . .”


“ WHAT! Sudah jam set 8 lewat!! Bagaimana ini! Aku sudah benar-benar telat! Haiizz! Pasti pak Moon dan rombongan teman sudah berangkat! Aku lebih baik segera bersiap-siap! Dan aku harus cepat-cepat!”


“ Aduuh Dina! Kau sangat bodoh! Kenapa bisa-bisanya aku telat bangun!”


“ Cepat-cepat!! Pakai baju yang rapih dan sopan! Dan jangan lupa flashdisk, beserta dokumen yang kemarin sudah aku print! Jangan sampai ada yang ketinggalan!”


Dina pun segera bersiap-siap untuk berangkat. Dina pun sudah selesai bersiap-siap, lalu dia pun segera berangkat untuk ke Perusahaan LS Group. Dina pun pergi tanpa memikirkan sarapan, dia pun segera menuju ke stasiun bawah tanah.


Dina pun tiba di perusahaan LS Group. Dan di saat yang bersamaan Dina tercengang dengan karyawan wanita yang memakai pakaian terbuka, pemandangan ini sangat berbeda dengan karyawan di tempat Dina bekerja. Dina pun mengabaikan karyawan wanita yang berlalu lalang, tak lama kemudian ponsel Dina berdering. Dia pun segera mengangkat teleponnya.


'HEYY! Karyawan pemalas! Dimana kau! Cepatlah datang ke ruangan meeting di lantai 12, pemimpin perusahaan akan segera datang! Cepatlah, kalau kau sampai telat. Maka aku akan segera memecatmu!."


'Jangan pak Moon! Saya sudah sampai, dan saya akan segera datang ke ruangan meeting!.'


TUUT!!


Dina pun segera menekan tombol lift, saat lift terbuka Dina pun segera masuk ke dalam lift. Banyak sekali karyawan yang berada di dalam lift bersama nya, ada yang mengobrol tentang penampilan Dina.

__ADS_1


"Baju nya nggak banget ya?."


"Iya! Siapa sih dia? Masih saja memakai kemeja jadul, wajah nya pun sangat pucat."


"Kayak nya dia karyawan dari perusahaan lain. Benar kata mu penampilannya udah old fashion!."


Dina yang mendengarnya hanya menghela nafas panjang nya, Dina ingin sekali memasukkan gumpalan kertas ke dalam mulut wanita yang membicarakan penampilannya itu. Tetapi bagaimana pun Dina berada di perusahaan lain, bukan perusahaan Marsh tempat nya bekerja.


Dan ternyata seorang pria yang sedang mengawasi layar ipad di ruangan CEO. Tentu saja pria itu tersenyum tipis, pria itu tetap menonton dan mendengarkan karyawan nya menjelekkan Dina di dalam lift. Tetapi kemudian wajah pria paling berkuasa di perusahaan itu terlihat terkejut saat dia mendengar suara seorang perempuan dengan suara sangat tegas menegur para karyawannya melalui earphone.


"Apa salah nya memakai kemeja? Memang perusahaan ini milik nenek moyangmu apa? Dan satu lagi apakah ada yang melarang jika hanya memakai kemeja? Bukannya yang paling penting itu berpakaian sopan!."


"Oh satu lagi! Lebih baik kau lihatlah wajahmu itu, sudah seperti badut saja!."


TING!


Dan tentu saja wanita itu berteriak kesal saat diri nya tahu kalau dia tertipu oleh perkataan Dina yang menyebut kalau wajah nya seperti seorang badut hiburan.


"SIAAL! KITA KENA TIPU! AWAS AJA AKU AKAN MEMBALAS PERBUATANMU!!."


Dina pun segera berlari di koridor perusahan untuk segera menuju ruang meeting, Dina sudah membayangkan kalau saat ini manajer Moon sudah mengeluarkan 2 tanduk di atas kepala nya.


Dina pun sudah tiba di depan pintu yang bertuliskan Meeting Room. Tak lupa ia mengatur nafas nya, dia pun segera membuka pintu itu.


"Maaf saya datang terlambat!."


Seorang pria yang duduk di kursi paling, menghadap papan tulis yang cukup besar. Lalu pria itu menjawab dengan nada suara yang sedikit serak namun terdengar tegas.

__ADS_1


"Kau tidak lihat sekarang sudah jam 8! Dan kau hanyalah seorang karyawan rendahan! Dengan begitu mudah nya kau berkata-kata maaf? Lebih baik kita batalkan kerja sama proyek ini!." ucap pria yang masih membelakangi tubuh nya, sembari mengecek jam tangan di lengan kiri nya.


"Aku akan beritahu kepada pimpinanmu untuk segera memecat karyawan pemalas sepertimu ini!." ujar pria bersuara misterius.


"HUH!!." sontak kedua orang yang berdiri di tempat yang berbeda, Dina dan manajer Moon terkejut. Sebab jika proyek kerja sama yang penting ini sampai gagal mungkin Direktur Juna tidak akan memaafkan kesalahan dari karyawan yang sudah di pilih langsung oleh Direktur Juna.


Manajer Moon pun memohon kepada pria yang yang merupakan pimpinan dari perusahaan LS Group. Dan manajer Moon pun mendorong Dina untuk segera bersujud memohon agar bisa di kesempatan kedua untuk melanjutkan proyek kerja sama ini.


Duuk!


"Direktur Evan! Saya mohon . . Berikan kita kesempatan yang kedua, saya sebagai senior dari perusahaan Marsh. Saya akan memberikan hukuman untuk bawahan saya ini! Tapi, saya mohon sekali kepada anda. Jangan pecat saya!."


"Uhm!? Lalu aku dapat keuntungan apa, bila aku memberikan kesempatan kedua untuk kalian?." tanya pemimpin perusahaan LS . Lalu dia pun memutar kursi nya, saat Dina melihat pria yang sedari tadi tidak menampakkan wajah nya, sekarang pria itu pun menunjukkan wajah nya. Dina yang melihat wajah yang sangat dia kenal, pria gila yang sudah melecehkan nya semalam di kamar hotel. Dina pun dengan tatapan kesal, ia pun kembali berdiri tegap, dalam diri nya kalau dia tahu bahwa sebenarnya pemimpin perusahaan LS adalah pria gila yang semalam. Maka Dina tidak akan sudi untuk mengucapkan kata maaf!


Dina pun menatap pria yang saat ini tersenyum licik memandangi Dina, terlihat dari ujung bibir terangkat, dan kedua mata nya seperti memandang rendah diri nya (Dina).


Wajah Dina pun berubah menjadi lebih tegas, dan dia berkata sesuatu kepada Evan Sagara.


"Silakan! Anda beritahu Direktur Juna! Aku tidak peduli kalau karierku hancur! Dari pada aku harus bersujud atau pun mencium kaki anda, aku tidak sudi!."


"Oh benar! Ini data proyek kerja sama nya! Di sini aku yang bersalah, jadi jangan membuat proyek kerja sama ini batal. Kalau begitu saya pergi!!."


Dina pun segera keluar dari ruangan meeting perusahaan LS Group. Dia kembali menghela nafas nya, dan mencoba menenangkan diri nya sebab saat di ruangan itu Dina mengeluarkan emosi yang terdalamnya.


Berbeda dengan manajer Moon yang tampak sangat ketakutan saat Dina membentak habis Pimpinan LS Group. Evan Sagara hanya tersenyum sumringah, sangat jarang terjadi Evan tersenyum lebar seperti saat ini. Dan tentu saja Evan bertambah tertarik dengan wanita yang satu-satu nya memperlakukan nya seperti tadi.


"Aku jadi tambah tertarik denganmu. Kang Dina Hee!."

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN FAVORIT KAN AGAR ADA NOTIF KETIKA UPDATE DAN TERUS DUKUNG AUTHOR ❤❤


__ADS_2