Cinta Pertama Direktur

Cinta Pertama Direktur
S2 : Semangat!


__ADS_3

Tiba-tiba ada seorang pria yang membuka pintu kamar itu, dan membuat kedua wanita yang berada di dalam sangat terkejut. Dan dengan secepat kilat Riesta menyembunyikan kotak itu di laci tepat dimana dia duduk.


“ Kenapa kalian lama sekali?” tanya Juna dengan suara tegas, ia pun segera berjalan mendekati dua orang wanita cantik yang sedang duduk di sofa.


“ Oh anakku sayang, ibu tadi hanya mengobrol dengan Riesta. Karena sudah sangat lama sekali kami mengobrol.” jawab ibu Wendy yang langsung berjalan mendekati Juna, wajah ibu Wendy terlihat biasa saja berbeda dengan Riesta yang terlihat masih sangat gugup takut setelah tadi menyembunyikan hadiah dari ibu Wendy.


“ Lalu? Kenapa kalian malah mengobrol di dalam kamar?” tanya Juna yang memiring kan kepala nya, sembari memegang dagu seperti sedang menginterogasi kedua wanita cantik yang sedang menyembunyikan sesuatu dari nya.


“ Uhm. . Tadi aku bertanya kepada ibu, apakah ada bajuku yang tertinggal di sini? Hehe. Tidak mungkin sekali aku tidur memakai pakaian kantor? Benarkan bu?” ucap Riesta yang mengaruk kepala nya yang sebenarnya tidak gatal itu, senyuman Riesta terlihat sedikit canggung.


“ Hah! Iya betul. . Karena keasyikan mengobrol kami sampai lupa, oh benar ayahmu ada di mana?” jawab sang ibu menepuk kedua tangan nya, lalu ia pun berusaha untuk segera pergi dari pasangan pengantin baru. Sebab, ia tidak ingin mengganggu mereka berdua.


“ Ayah ada di ruang buku.” ujar Juna singkat.


“ Oh begitukah. Ya sudah ibu pergi dulu ya, kalian berdua istirahatlah. Kalian berdua pasti sangat capek pulang dari kantor terus langsung ke rumah ibu. Selamat malam dan selamat Istirahat!” sahut ibu Wendy. Ia pun segera pergi dari kamar Juna, dan ia pun tak lupa mendekati Riesta menantu yang sangat ia sayangi.


Ibunda Juna sembari mencolek tangan menantu dan berbisik kepada menantu nya.


“ Semangat!” bisik ibu Wendy. Dan membuat kedua pipi Riesta merona, setelah ia mendengar sebuah kata yang di bisikan oleh ibu mertua. Riesta langsung tahu apa yang di maksudkan sang ibu mertua, tetapi mau bagaimanapun Riesta sangat malu jika ia melakukan hubungan intim dengan Juna saat di rumah mertua nya. Menurutnya, sangat berbeda saat melakukan itu dengan Juna di rumah mereka, sebab Riesta bisa leluasa berteriak semaunya.


Riesta pun terlihat sangat gugup saat ibunda Juna mengatakan satu kalimat, kedua tangan Riesta yang memegang rok nya terlihat gemetar. Dan ibunda Juna pun mulai berjalan menjauh dari kamar milik Juna, lalu ibunda nya pun menutup pintu dengan pelan.


Riesta yang semakin canggung karena di kamar itu hanya tersisa mereka berdua, Juna yang mulai berjalan mendekat ke Riesta sembari melepas dasi berwarna coklat. Riesta pun semakin gugup karena tiba-tiba pria yang sudah menjadi suami nya melepas dasi dan membuang ke sembarang tempat, dan terlihat juga pria itu membuka kancing kemeja nya. Semakin membuat Riesta semakin gugup dan jantung Riesta berdegup terus menerus.


DEG . . . !

__ADS_1


DEG . . . !


DEG . . . !


Akhirnya Juna sudah berada di depan Riesta, pria itu semakin mendekatkan wajah nya ke wajah wanita cantik yang sudah menjadi Istri nya. Kemudian Juna membisikkan sesuatu kepada Istri nya itu.


“ Kamu ingin mandi duluan? Atau kita mandi bersama?” tanya Juna dengan suara serak dan sexy nya mendekat sang istri yang nampak malu-malu.


Wajah wanita itu sangat merah sudah seperti tomat merah. Lalu wanita itu pun mendorong pria yang baru saja membisikkan hal yang membuat wanita cantik itu malu.


“ Ak. . . Aku duluan! Jangan masuk sebelum aku selesai!” jawab Riesta spontan. Ia pun segera meminta pada sang suami untuk di larang masuk ketika ia sedang mandi, sembari mengerucut bibir nya, memalingkan wajah nya dari sang suami.


Riesta pun langsung beranjak dari sofa dan berjalan seperti robot, dan lalu wanita itu pun masuk ke kamar mandi.


Pria itu pun duduk di sofa yang tadi baru saja di duduki istrinya. Juna pun tersenyum geli saat melihat tingah laku istrinya yang terlihat malu-malu dan wajah merah nya yang seperti tomat.


Di dalam kamar mandi. Riesta yang sedang membasuh wajah nya di wastafel dan memandangi wajah nya, dia masih terngiang-ngiang bisikkan dari suami nya dan suara sexy campur serak yang keluar dari bibir Juna.


“ Ahhh!! Kenapa bisikkan itu masih saja terngiang-ngiang di telingaku! Bagaimana bisa dia masih memikirkan hal seperti itu, apalagi ini di rumah mertua!” ujar Riesta mengacak-ngacak rambut nya, ia pun merasa kedua pipi nya mulai panas karena masih mengingat bisikan Juna.


“ Huuft!! Kamu harus tenang Riesta! Atur nafasmu baik-baik!.” batin Riesta, melakukan meditasi pernapasan.


“ Ah. . . . Huuf. . . . .” tarik nafas, buang nafas.


Riesta pun mulai membuka semua pakaian yang ia kenakan, dan dia pun mulai merendamkan tubuh nya di bath tub. merelaksasikan tubuh nya akibat lelah bekerja, rambut nya yang di gulung agar tidak terkena air. Tapi saat dia merelaksasikan tubuh nya, dia baru saja mengingat bahwa kotak itu di sembunyikan di laci meja yang tidak jauh dari sofa yang baru saja dia duduki.

__ADS_1


“ GAWAT!! Aku menaruh kotak itu di laci meja! Semoga saja Juna tidak membuka ataupun menemukan nya. Ahh! Lebih baik aku cepat mandi.” teriak Riesta memegang kedua pipi nya, ia pun baru teringat tentang kotak hadiah dari sang ibu mertua yang masih belum di sembunyikan di tempat aman.


Akhir nya pun Riesta mempercepat mandi nya, ia langsunh memakai handuk kimono berwarna putih bersih yang sudah di siapkan di meja kamar. Sebab, dia takut kalau Juna sampai menemukan kotak yang merupakan pemberian ibu mertua nya dan di dalam isi kotak itu adalah satu set lingerie yang sangat sexy. Berbahan mesh transparan, lingerie itu pun berwarna pink salem dengan hiasan pita di dada dan juga Renda yang melingkar di bagian dada nya.


Krek!


Riesta membuka pintu kamar mandi, dan dia pun melihat Juna yang terlihat sedang membuka laci meja yang berada di samping sofa yang saat ini dia duduki. Lalu Riesta pun tanpa berpikir panjang dia masih menggunakan handuk kimono berwarna putih bersih, Riesta segera melejit dengan sangat cepat untuk menghentikan Juna agar tidak membuka laci meja yang merupakan tempat bersembunyian hadiah dari ibu mertua nya.


HAP!


Riesta pun berhasil menahan tangan kanan Juna yang sudah menyentuh gagang laci meja itu, Riesta pun segera memberitahu Juna untuk segera menyegarkan tubuh nya akibat lelah bekerja.


“ Hum! Suamiku, air hangat nya sudah siap. Dan tadi aku sudah memberi wangi aroma lavender untuk merelaksasikan dan membuat tubuh menjadi lebih segar.” ucap Riesta yang tersenyum canggung dan menyuruh Juna untuk segera mandi.


“ . . . .”


“ Suamiku! Kau cepatlah mandi. Nanti air nya keburu dingin.” perintah Riesta kedua wajah nya berubah menjadi mode serius ala sekretaris Riesta.


“ Heee. . . Sepertinya Istriku sudah tidak sabar ya?” bisik Juna yang tidak sengaja melihat belahan buah dada Riesta yang terlihat dari handuk kimono yang ia kenakan. Juna pun terlihat tersenyum menyeringai melihat Riesta, tak lupa Juna mengecup kening Riesta.


CUP!


Kedua pipi Riesta pun dengan sangat cepat merah sudah seperti sayuran tomat. Riesta pun menutupi kedua pipi nya menggunakan tangan nya, dan dia pun menatap tajam suami nya yang sedang berjalan melewatinya.


( **Jangan lupa ya kakak-kakak ! Tinggalkan LIKE dan VOTE jika sudah membaca novel ini 🥰🥰 )

__ADS_1


Bersambung. . . . .


THANK YOU 😍😍**


__ADS_2