Cinta Pertama Direktur

Cinta Pertama Direktur
S2 : Sebuah Ciuman di Kantin


__ADS_3

LIKE          👍


FAVORIT   ❤


VOTE         ⭐


Juna pun kemudian merayu Riesta. Mata nya masih memandang William yang sedang menyantap makanannya.


“ Sayang, jangan menunjukkan wajah sedihmu. Wajah sedihmu itu seperti mengandung rayuan.” ucap Juna yang melihat Riesta menundukkan kepala nya dan terlihat menyembunyikan wajah sedih nya.


“ Rayuan? Aku tidak merayumu, aku hanya kasihan kepadamu karena kamu sejak pagi belum sarapan.” jawab Riesta yang yang mengambek ke Juna, sembari memalingkan wajah nya. Riesta pun memiringkan sedikit bibir nya


“ Sayang, maafkan aku. Kalau aku salah bicara. Kamu jangan ngambek lagi ya!.” pinta Juna sembari mengelus lembut kepala Riesta.


“ Humm. Ya sudah aku maafin, tapi kamu makan ya? Kan sayang lho kalau ga di makan?.” jawab Riesta memegang tangan Juna yang satu lagi. Riesta pun membujuk Juna untuk kembali makan bersamanya, sembari menarik tangan Juna untuk duduk kembali bersama Riesta.


“ Kamu ingin membuatku kenyang kan? Ya? Aku tahu cara yang lebih simple.” ujar Juna memegang dagu nya sendiri, dan Juna pun tersenyum menyeringai satu ujung bibir yang terangkat lebih tinggi dan dia pun mulai meraih dagu milik wanita cantik yang saat ini berdiri tepat di samping nya.

__ADS_1


Riesta hanya berdiri terdiam saja. Riesta tidak mengerti apa yang di maksud oleh Juna. Tetapi Riesta merasa Juna seperti memberi nya sebuah sinyal. Tetapi Riesta terus memikirkan sinyal yang di maksud oleh Juna. Sampai pada akhirnya Riesta mengerti apa yang dimaksud Juna, tanpa berpikir panjang Juna pun memegang dagu Riesta dengan sangat cepat. Juna mencuri bibir mungil nan merah muda milik Riesta lalu bibir mereka berdua pun saling merasakan kehangatan serta ada rasa manis, saat Juna langsung ******* bibir mungil milik Riesta.


CUP!


William yang melihat mereka berdua sedang berciuman. Tidak sengaja sumpit yang di pegang William terjatuh ke lantai, hati William seperti tersayat-sayat pisau ketika melihat wanita yang di sukai nya sedang berciuman dengan rival pria yang sudah dipilih oleh sahabat kecil nya. Ya, walaupun William sudah merelakan Riesta. Tetapi kadang ketika dia melihat rival pria yang dengan sengaja membuat diri nya kesal karena sengaja menunjukkan kemesraan di depan mata nya.


Riesta yang menyadari bahwa saat ini Juna mencium bibir nya, dan tanpa di sadari Riesta memejamkan kedua mata nya, Riesta seperti kebawa arus oleh ciuman yang lama-lama berubah menjadi ciuman yang bergairah. Karena ciuman itu pikiran Riesta pun hampir blank sebab Juna membuat Riesta menikmati arus ciuman lembut dari Juna.


UUHK! William tersedak ketika dia sedang makan karena dia melihat Juna yang sedang berciuman dengan Riesta. Dan William hanya terdiam melihat kedua pasangan yang sedang di mabuk cinta.


Juna yang melihat William tersedak lalu dia tersenyum menyeringai, Juna sangat sengaja membuat William melihat dia sedang berciuman dengan sahabat kecil nya.


“ Heehh!! Aku lupa kalau di depan ada William, dan juga ini bukan di rumah. Melainkan ini di tempat umum! TIDAKK!! Bagaimana ini?? Aku benar-benar ingin menghilang saat ini juga. Juna!! Kau memciumku tanpa melihat tempat dan situasi!! “ batin Riesta yang baru menyadari bahwa William melihat dia dan Juna sedang berciuman lalu Riesta menutupi Pipi nya sangat merah hingga membuat daun telinga Riesta merah. Setelah Juna yang tiba-tiba mencium bibir nya.


“ Juna! Kamu menyebalkan! Setidaknya jangan melakukan itu lagi di tempat umum. Apalagi di sini banyak sekali karyawan yang tengah makan siang.” seru Riesta sembari mendorong pelan bidang dada Juna. Dia benar-benar sedikit kesal kepada Juna, sebab Juna mencium bibir nya di tempat umum dan yang lebih parah nya William melihat nya dan sangat terlihat wajah yang sedikit menunduk, Riesta sangat tahu bahwa William sengaja tidak tahu apa-apa ataupun tidak melihat kejadian yang secara tiba-tiba ini.


Juna hanya tersenyum puas sambil mengusap bibir nya setelah mencium bibir Riesta, menurut Juna bibir Riesta yang bisa membuat mood nya menjadi lebih baik, setelah melihat William yang saat ini berada di depan mata nya dan bisa membuat mood Juna menjadi lebih buruk.

__ADS_1


William pun mengejek Juna karena sifat yang kekanak-kanakan dari Juna yang berciuman dihadapan seorang rival nya.


“ Hehm! Seperti nya rivalku masih memiliki sifat yang sangat kekanak-kanakkan, seperti anak yang baru berumur 5 tahun.” ejek William suara nya sangat kecil dan hanya terdengar oleh Juna yang berada di sampingnya.


“ Dan juga seperti nya rivalku berpura-pura sok kuat setelah melihat kemesraanku bersama Riesta, maaf atas kesengajaanku melakukan itu di depan dirimu!.” jawab Juna kedua mata nya melirik tajam ke arah William, dengan senyum smirk dari bibir tipis nya, sembari menepuk-nepuk bahu William. Setelah itu Juna pun lekas pergi dari kantin karena menurut nya menghadapi rival yang sudah kalah telak tidak penting baginya.


William menggerutu dirinya sendiri, dia memang mengakui bahwa dia kalah telak karena Riesta pada akhirnya mencintai Juna dan hanya menganggap dirinya sebagai seorang kakak yang sangat menyayangi adiknya. William pun mengobrol dengan sahabat kecil yang masih menutupi pipi merah nya karena Juna mencium bibir nya di tempat umum di saat banyak karyawan yang tengah makan siang.


“ Ries? Kamu baik-baik saja kan? Aku lihat pipi mu sangat merah. Kamu tidak lagi sakit kan?.” tanya William dia berpura-pura tidak tahu soal Juna yang tiba-tiba mencium Riesta di depan dirinya.


Riesta yang khawatir apakah tadi William melihat ciuman tadi?. Tetapi dari pertanyaan yang dilontarkan oleh William seperti nya William tidak melihat itu semua, Riesta pun sedikit lega karena William tidak melihat wajah nya ketika dia menikmati ciuman yang diberi oleh Juna.


“ Apakah tadi William tidak melihat ciuman ku dengan Juna? Syukurlah kalau tidak aku sungguh sangat malu dengan wajahku ini.” batin Riesta membayangkan adegan ciuman dari Juna dan dia masih mengingat bahwa dirinya menikmati ciuman yang diberikan dari calon suaminya


“ A-aku tidak apa - apa. Oh iya aku sungguh terkejut tiba - tiba kau kemari, sudah berapa hari kamu di Seoul? Seharusnya kamu hubungi aku kalau kamu ingin berkunjung ke Seoul, aku jadi bisa menjemputmu di bandara.” jawab Riesta dan dia sungguh terkejut setelah 18 tahun lama nya akhirnya sahabat kecil nya itu berkunjung ke Seoul. Riesta benar - benar sangat senang saat ini.


( *Jangan lupa tinggalkan like dan vote jika menyukai novel ini 🥰🥰 )

__ADS_1


Bersambung*. . . . .


__ADS_2