Cinta Pertama Direktur

Cinta Pertama Direktur
S2 : Semua ucapan dia itu salah! Aku hanya membantu nya saja.


__ADS_3

LIKE          👍


FAVORIT   ❤


VOTE         ⭐


Jam 5 sore. Seperti biasa karena hari ini perusahaan tidak terlalu sibuk khusus untuk di hari Weekend, para karyawan pun segera pulang ke rumah, kosan atau apartemen masing-masing.


Dina pun menunggu di tempat yang di janjian oleh William. Di tempat yang berbeda Riesta bersama dengan Juna yang berdiri di samping nya melihat Dina dari kejauhan, Juna pun bertanya kepada Riesta yang sedari tadi mengintip-mengintip Dina di lobby utama kantor.


"Sampai kapan kita harus bersembunyi-sembunyi seperti ini?" gerutu Juna yang bersembunyi di balik tembok dinding bersama Riesta.


"Sshhh..! Kecilkan suaramu, nanti bisa ketahuan oleh Dina! Aku ingin melihat dengan siapa Dina akan pergi, tidak biasanya dia berdandan." pinta Riesta memberikan tanda isyarat untuk tetap diam pada Juna menggunakan jari telunjuk tangan nya.


"Bukannya itu hal yang lumrah? Apalagi kalangan wanita, menurutku itu tidak mencurigakan." ujar Juna yang masih saja berbicara dengan suara keras, dan membuat Riesta menatap tajam calom suami nya.


"Aku sudah mengenal Dina sudah cukup lama, dan dia sangat berbeda dari wanita-wanita yang lain. Dan dia biasanya hanya berdandan untuk Renald, tetapi semenjak kejadian itu pasti Dina sudah tidak bisa memaafkan Renald. Dan tentu saja ini berita baik!" jawab Riesta. Dia pun kemudian menjelaskan lebih detail pada Juna. Dna menyuruh nya untuk tidak berbicara hal yang tidak penting lagi.


" ???"


Riesta pun segera masuk ke dalam mobil Mercedes Benz berwarna merah bersama dengan Juna yang hari ini menyetir.


Dan sebuah mobil keluaran brand dari KIA berwarna silver yang tiba-tiba berhenti di depan Dina yang sedang berdiri menunggu seseorang. Riesta pun melihat Dina yang masuk ke dalam mobil silver itu, tak lama kemudian mobil Silver itu pun mulai melaju.


Riesta pun segera meminta Juna untuk segera mengikuti mobil berwarna silver itu.


"Sayang! Kita ikuti mobil itu!"


"HAH? Ngapain? Biarkan saja, pasti temanmu akan baik-baik saja."


"Pleaseee! Pokoknya kita ikuti saja! Nanti aku akan berikan malam yang spesial untukmu."


"Uhm? Benarkah yang kamu bilang?"


"Uh-hum!"


"Baiklah! Pakai sabuk pengamannya. Kita akan berangkat!"

__ADS_1


"Oke!!"


Juna segera menyalakan mesin mobil nya, dia pun segera menginjak gas. Kemudian mobil itu pun segera melaju mengikuti mobil berwarna silver yang sudah jalan sedari tadi.


Di dalam mobil Juna.


"Sayang, jangan terlalu dekat. Nanti bisa ketahuan kalau kita sedang membuntuti nya!"


"Iya sayang, aku tahu."


"Memang Dina pergi dengan siapa? Kelihatannya kamu begitu khawatir?"


"Uhm. . . ."


"Aku tidak tahu. Pokoknya ikuti saja, jangan sampai kita kehilangan jejak."


Di waktu yang bersamaan di dalam mobil berwarna silver William yang melihat mobil berwarna merah yang sangat mencurigakan itu, lalu Dina pun nampak aneh kenapa sedari tadi William melihat kaca spion mobil nya.


"Hey! Tetap fokus menyetir, kenapa sedari tadi aku melihat kau tidak fokus?"


"Uh? Oh aku hanya curiga dengan mobil Mercedes yang berwarna merah itu, seperti nya mobil merah itu mengikuti kita sedari tadi."


Dina pun menengok ke arah belakang, dan Dina pun langsung mengenali mobil merah yang sedari tadi mengikuti nya.


"HAH!? ITU MOBIL DIREKTUR JUNA!" sontak Dina saat menengok ke arah belakang, dan kedua mata Dina terbelalak saat melihat mobil Direktur Juna


"Lalu? Kenapa dia mengikuti kita?" tanya William.


"Entah? Pokok nya kita harus percepat lagi!" sahut Dina. Dan dia pun meminta Wwilliamnuntuk mempercepat kecepatan mobilnya.


"Ok! Serahkan padaku, aku punya ide!" ucap William.


William pun menambah kecepatan mobil nya dan tentu saja William tidak hanya berfokus pada kecepatannya, tetapi yang di lakukan sebenarnya adalah untuk meloloskan diri dari mobil milik Juna yang sedari tadi mengikuti mobil William. Tentu saja William sangat ahli dalam melarikan diri jika ada seseorang yang mengikuti nya, dia pandai menyetir cepat, melewati jalan tikus, menyalip mobil lain.


Di saat wktu yang bersamaan Juna pun melihat dari kejauhan bahwa mobil silver itu melaju cukup cepat, dia pun segera mengikuti mobil silver itu.


"Juna! Jangan ngebut! 100 km meter per jam? Itu sangat bahaya!" perintah Riesta yang langsung memegang kuat pada hendel mobil.

__ADS_1


"Tenang saja! Kamu pegangan sekuat-kuat nya, seperti nya mobil silver itu sudah mengetahui kalau kita sedang membuntuti nya." pinta Juna. Seperti yang di bilang oleh nya ternyata mobil William sudah mengetahui kalau Juna dan Riesta sedang membuntutinya.


"Baik! Semoga saja Dina tidak apa-apa!" batin Riesta yang berdoa dalam hati.


Setelah beberapa menit kemudian tanpa di sadari oleh Juna ternyata dia kehilangan jejak mobil berwarna silver.


"Sial! Seperti nya kita kehilangan mobil itu!"


"HUH!? Bagaimana bisa? Bukannya sedari tadi kita terus mengikuti ke mana pun jalur yang di ambil mobil silver itu? Dina? Semoga saja dia baik-baik saja."


"Sayang, maafkan aku. Jika terjadi apa-apa dengan temanmu pasti aku akan menghukum pemilik mobil silver itu. Kamu tenang saja, lebih baik kita pulang ke rumah. 3 hari lagi hari bahagia, jangan sampai sakit."


"Uh-hum!"


Juna dan Riesta pun segera pulang ke rumah, setelah 45 menit mengikuti mobil silver milik William.


Di jalan yang berbeda. Dina pun melihat ke kaca spion, dan ternyata mobil Juna sudah tidak mengikutinya lagi. Lalu Dina pun memuji keahlian William.


"WOOW! Mobil Direktur Juna sudah menghilang, kau benar-benar keren! Jangan- jangan kau penggemar Kyung Wook Ryu pembalap mobil yang terkenal dari Seoul yang menyamar menjadi seorang pengusaha?"


"HUM! Keren kan aku! Hahah . . .!"


"Iya. . . Iya in aja deh!"


"Kau seperti nya tidak ikhlas mengatakannya."


3 hari kemudian. Adalah hari bahagia Riesta dan Juna, hari pernikahan megah dan banyak sekali tamu undangan yang datang. Dari berbagai kalangan, seperti seluruh karyawan perusahaan Marsh, seorang klien yang sudah lama mengenal keluarga pria.


Acara pernikahan pun di akhiri dengan foto-foto bersama keluarga.


Dan setelah Dina membantu William untuk berbohong kepada semua para tamu wanita yang terus mengejar nya, dan satu persatu wanita yang mengejar William menyerah dan bubar terpisah. William akhirnya bisa bernafas lega, tetapi ada seseorang wanita cantik yang memakai gaun putih nampak mendekati William dan Dina, dengan senyuman hangat yang bibir mungil merah nya. Ya, siapa lagi kalau bukan Riesta yang saat ini menjadi seorang wanita paling bahagia.


“ Apakah itu benar Dina? Kamu akan segera menikah dengan William?” tanya Riesta wajah nya terkejut tangan kiri nya memegang bagian gaun berwarna putih tepat di bagian atas dada nya.


“ Itu tidak benar Riesta, tidak mungkin aku akan menikah dengan pria yang terlalu banyak gaya dengan tingkah kekanak-kanakan sepertinya.” sontak Dina yang menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh sahabat karib nya, dan dia pun segera melepaskan tangan William yang masih menompah di atas pundak Dina.


“ Aku hanya membantu nya saja, dan dia yang menyeretku dalam masalah nya sendiri. Jadi aku tidak punya pilihan lain dan membantu nya, jadi apa yang dikatakan oleh aku dan dia tidak benar.” lanjut Dina dia memberikan penjelasan lebih detail kepada sahabat nya yang saat ini menjadi princess sehari dan menjadi wanita paling bahagia di seluruh dunia. Karena akhirnya pria yang awal nya tidak sengaja merebut mahkota berharga milik sahabat Dina bertanggung jawab dan akan melindungi, menyayangi, mencintai apa ada nya tanpa memandang kelas sosial, status sosial dan derajat yang di miliki Riesta.

__ADS_1


( *Jangan lupa tinggalkan like dan vote jika sudah membaca novel ini 🥰🥰 )


Bersambung*. . . . .


__ADS_2