
Dan masing-masing dari mereka pun bubar, dan tentu saja Dina pun segera menuju kamar yang tertulis pada kartu akses untuk masuk kamar Hotel. Kegunaan nya sudah seperti kunci rumah, tetapi hanya berbeda bentuk nya saja.
Dina pun segera menekan tombol lift, lalu dia pun seger masuk lift bersama rekan tim serta pengunjung hotel lainnya.
"Kamar nomer 2021. Tetap saja, walaupun menginap di Hotel semewah ini hanya untuk sekedar Business Trip tidak bisa menikmati nya. Apalagi di tambah dengan Raja Setan (pak Moon), dan besok harus bersiap-siap berperang dengan para tender dari perusahaan yang berbeda-beda. Pasti saingan nya sangat sulit!”
"Tapi aku tidak boleh pesimis! Aku harus bisa memenangkan tender proyek ini! Kang Dina Hee kamu pasti bisa membuat keberadaanmu di akui!!”
TING!!
Lift itu pun berhenti tepat di lantai 10. Dan tentu saja rekan tim Dina sudah tidak ada di dalam lift itu, karena mereka memiliki nomer yang berbeda dan tentu saja berbeda jalur. Dina pun segera keluar dari lift itu dengan masih membawa barang bawaan nya dia mencari nomor kamar nya sesuai dengam yang tertulis pada kartu itu.
"2019 . . ."
"2020 . . ."
"2022 ??”
"Nah . . 2021 dimana? Seharusnya kan berada di samping kamar nomer 2020? Apa lebih baik aku bertanya pada petugas Hotel saja ya?”
Dina pun mencari petugas Hotel yang tidak jauh dari tempat nya dia berdiri. Lalu setelah mencari petugas Housekeeping, Dina pun segera bertanya kepada petugas itu.
"Huum . . . Maaf kalau saya mengganggu pekerjaan anda, saya ingin bertanya."
"Iya, bertanya apa Miss?”
"Saya kok tidak menemukan kamar nomor 2021 ya? Apakah kamar itu bukan berada di lantai ini?”
"Oh kamar 2021 ya? Maaf sekali Miss, memang kamar itu seharusnya berada di lantai ini. Tetapi karena sedang dalam renovasi, jadi di kamar nomer 2021 dengan kamar nomer 2022 di gabung sementara. Dan karena kamar 2021 hanya berupa kamar kecil, dan juga kamar mandi nya sering rusak. Jadi sekali lagi maaf Miss. Anda harus berada satu kamar dengan orang lain."
"Hah? Lalu apakah kartu ini bisa di gunakan?”
"Kartu itu bisa di gunakan. Miss, karena untuk sementara kamar nomer 2021 di gabung dengan kamar 2022."
"Oh begitu. Baiklah, terima kasih."
__ADS_1
"Iya Miss, sama - sama."
Dina pun berjalan kembali menuju kamar nomer 2022. Dia pun masih merasa kesal dengan pak Moon, apa karena pak Moon masih merasa kesal dengan kedatangan nya yang terlambat?.
"Haiizz . . . Kenapa harus di gabung dengan kamar orang lain! Semoga saja pengunjung kamar nomer 2022, adalah seorang wanita. Jika seorang pria botak, gendut dan jelek? Aku tidak mungkin bisa tidur!!”
"Ya Tuhan!! Kenapa aku selalu tidak beruntung?”
Dina pun sudah berada di depan kamar nomer 2022. Dia pun mulai mengeser kartu milik nya di layar kecil khusus yang telah di sediakan.
Saat pintu itu sudah berwarna biru, Dina pun mulai membuka gagang pintu kamar nya. Dan tentu saja Dina pun masuk ke dalam kamar, lalu menutup pintu kamar nya. Dan tentu saja, kamar yang sangat luas dan mewah dengan pemandangan menara Tokyo yang jauh di sana. Dan fasilitas kamar yang saat ini di tempati oleh Dina, benar - benar sangat mewah. Kasur yang berukuran super King, kamar mandi yang sangat luas melebihi rumah Dina.
"Apakah benar ini kamarku? Bukannya kata Housekeeping itu, kamar nomer 2021 ruangan nya sempit, kamar yang kecil dan kamar mandi yang sudah rusak?”
"Biarkan sajalah! Yang penting aku bisa beristirahat dengan tenang!”
Lalu Dina pun berkeliling-keliling di ruangan yang luas nya melebihi rumah nya yang di Seoul. Saat Dina berkeliling dia pun menemukan sebuah pintu kecil yang tertutup dengan gorden, lalu dia pun melihat papan yang berada atas pintu itu. Angka 2021.
"Hah? Ini kan nomer ku? Berarti? Ini kamar nomer 2022!”
KREK!.
Ruangan itu sangat gelap.
"Kenapa gelap sekali?”
Dina pun meraba-raba dinding tembok ruangan itu untuk menemukan tombol Lampu.
"Dimana tombol lampu itu? Hah! Aku menemukan nya!”
KLIK!
Dina pun menekan tombol lampu kamar milik nya, dan saat ruangan itu sudah cukup terang Dina pun sedikit terkejut saat melihat ruangan milik nya yang seperti gudang. Dimana-mana banyak sekali barang yang tidak terpakai, dan saat Dina menyentuh meja yang berada di samping nya banyak sekali debu yang tertinggal di jari telunjuk tangan Dina.
"Di sini kotor sekali! Apakah pak Moon sengaja memesan kamar ini untukku? Dia benar-benar menyebalkan! Sudah tua bangka! Tidak memiliki hati nurani!! Lihat saja besok aku akan melaporkan nya kepada Direktur Juna!”
__ADS_1
Di ruangan Hotel yang berbeda. Seorang pria tua yang sedang minum Wine bersama seorang wanita sexy yang duduk disamping nya.
"Achoo!”
"Darling! Kamu sakit?”
"Hahah! Tidak . . . Tidak! Mari kita lanjutkan!”
"O. . . Okay! Tapi kamu tidak takut kalau salah satu karyawanmu mengetahui kelakuanmu saat ini? Humm??”
"Itu tidak mungkin ada yang tahu! Aku sudah menempatkan mereka di kamar yang cukup jauh dariku! Jadi saat ini kita bersenang-senang saja. Sekalian menghabiskan uang perusahaan milik Direktur Juna. Hahahaha!”
"Hahaha. . . . Kamu sangat pintar! Baiklah! Sekarang aku akan melayanimu sangat baik!”
"Okay! Aku menunggu aksimu wanita cantik!”
Tanpa di ketahui oleh karyawan pak Moon malah bersenang-senang dengan wanita yang sengaja di sediakan di Hotel. Pak Moon sengaja membuat pengeluaran dana perusahaan Marsh lebih banyak dari yang sebelumnya, dan Pak Moon sudah diam-diam melakukan rencana ini dengan memalsukan pengeluaran Dana saat Business Trip. Bermain secara cantik walaupun sebenarnya Direktur Juna sudah lama mencurigai Pak Moon.
Di ruangan Dina kamar 2021. Dina pun segera meletakkan barang-barang bawaan nya, dan saat sudah rampung. Dina pun segera menyiapkan perlengkapan mandi, tentu saja Dina masih menggingat kata pelayannya.
" Untuk sementara kamar mandi 2021 sedang di renovasi. Jadi nona silahkan memakai kamar mandi milik kamar 2022 ."
Dina pun segera kembalo ke kamar 2022 yang berada di sebelah kamar milik dirinya. Dina harus cepat-cepat sebelum pemilik kamar 2022 datang suatu saat, ya walaupun Dina berharap kamar 2022 tidak ada yang check in.
Dina pun segera menuju ke kamar mandi.
Di waktu yang bersamaan. Di jalanan malam Tokyo, ada seorang pria yang sedang memijat pelipis nya bertanya kepada sang asisten pribadinya yang sedang menyetir di tengah malam.
“ Kau sudah membooking kamar Hotel sesuai perintah?”
“ Sudah Tuan! Saya sudah membooking kamar sesuai pesanan anda.”
“ Oh benar! Besok kita akan kedatangan karyawan dari perusahaan Marsh, besok kita harus sambut mereka baik-baik dan tunjukkan kalau perusahaan LxV tidak mudah untuk di kalahkan.”
“ Baik Tuan!”
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN FAVORIT KAN AGAR ADA NOTIF KETIKA UPDATE DAN TERUS DUKUNG AUTHOR ❤❤