Cinta Pertama Direktur

Cinta Pertama Direktur
S2 : Mission Complete!


__ADS_3

“Party kah? Acara yang mewah, megah dan pasti melelahkan...... Huuuffh! Tuhan berilah aku kekuatan dan kesabaran!”.


Soo Min pun mulai mengerakkan kedua jari tangan nya di atas keyboard seperti sedang menari nari. Mata nya fokus pada layar komputer, dan juga dia menelepon Manager Choi lewat telepon kantor.


\= \= \= \= \= \= \= Pembicaraan Telepon \= \= \= \= \= \=


“Halo manager Choi. Apakah anda sudah mengirim file tentang Laporan Tender Proyek penjualan parfum selama 1 tahun dan pak Gavin meminta nya dalam bentuk grafik. Laporan di tunggu jam 9”.


“Baiklah, terima kasih atas info nya sekretaris Park”.


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= END CALL \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


Tiba - tiba setelah Soo Min selesai menelepon manager Choi. Petugas keamanan datang ke meja sekretaris Park dengan nafas terengah - engah.


“Maaf menganggu. Sekretaris Park di depan kantor sudah ada nona Bae datang mengamuk - ngamuk hingga membuat keributan di depan kantor. Nona Bae ingin menemui Pak Gavin, padahal saya sudah bilang kalau pak Gavin sedang tidak ada di kantor. Apa yang harus saya lakukan sekretaris Park?”.


“Biar saya yang mengatasi nona Bae, antarkam saya kepada nona Bae”. Soo Min beranjak dari meja kerja nya dan Soo Min mengikuti petugas keamanan untuk mengatasi nona Bae.


\= \= \= \= \= Tuk \= \= \= \= \= Tuk \= \= \= \= \= Tuk \= \= \= \=


Soo Min dan petugas keamanan sudah berada di dalam lift dam segera menuju ke tempat ruang tunggu yang berada di lantai 1 di gedung ini.


“Haizz....! nona Bae sifat nya terlalu ke kanak-kanakan. Pantas saja pak Gavin tidak menyukai nya”. batin Soo Min menghempuskan nafas nya seperti melakukan mediasi. Mencoba menengangkan diri nya karena hari ini kejadian aneh menganggu diri nya. Sewaktu dia dan pak Gavin berada di kamar hotel, melihat tubuh atletis pak Gavin, pak Gavin menyuruh nya untuk mencium bibir nya, berbohong kepada ibu nya untuk pertamakali nya dalam hidup Soo Min dan satu lagi yang paling ribet dalam kehidupan Soo Min adalah menghadiri party yang penuh ke glamouran.


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


Setelah beberapa menit di dalam Lift. Akhir nya lift itu berhenti dan terbuka di lantai 1 tempat pintu masuk perusahaan tempat awal sejak Soo Min berangkat bersama pak Gavin.


“Ikuti saya, sekretaris Park”. ucap sopan petugas keamanan itu memberi petunjuk ketempat ruang tunggu di mana nona Bae yang sedari tadi membuat keributan karena ingin menemui pak Gavin tunangan nya sendiri.


Di ruang tunggu. Nona Bae tampak marah - marah kepada petugas keamanan yang sejak dari tadi menahan nya. “Lepaskan aku! Aku ini tunangannya dari boss kalian! Biarkan aku ketemu dengan nya!! Pasti dia ada di kantor ini”. nada marah nona Bae yang berteriak teriak ingin menemui pak Gavin.


Soo Min pun masuk kedalam ruangan itu.


“Selamat pagi nona Bae. Mohon maaf sekali tetapi pak Gavin tunangan anda memang tidak ada di kantor ini, beliau sedang meeting dan berada di luar perusahaan”

__ADS_1


“Beritahu aku tempat nya dimana?”.


“Sekali lagi maaf nona Bae, saya tidak tahu tempat nya. karena pak Gavin tidak memberitahu saya sebelum nya.”


“Kalau begitu telepon dia! Katakan kepada nya tempat nya! Aku ingin menemui nya!”.


“Huuhft! Kamu harus sabar Soo Min!”. ucap Soo Min dalam hati dia pun mengeluarkan Hp jya dari saku rok span nya.


TUT!


TUT!


TUT!


Setelah 4x menelepon pak Gavin hanya suara operator saja yang mengangkat nya. Hingga membuat nona Bae kesal mendengar suara operator tanda bahwa pak Gavin tidak menjawab telepon nya.


Padahal sedari tadi Soo Min sudah meninggalkan teks kepada pak Gavin agar tidak mengangkat telepon nya. Untuk membuat nona Bae mempercayai nya dan membuat nona Bae pergi meninggalkan perusahaan Gavin setelah percaya bahwa orang yang dia cari sedang berada di luar perusahaan.


“Tch! Baiklah aku akan pergi! Tetapi aku akan tetap ke sini untuk menemui tunanganku”. ucap nona Bae ekspresi wajah nya masih sangat kesal. Dia pun mendorong petugas keamanan yang berdiri di samping pintu ruang tunggu. Dengan langkah kaki yang sengaja di buat lebih keras


“Huufh! Akhir nya pergi juga”. Soo Min bernafas lega karena orang penganggu yang lebih merepotkan di banding bekerja dengan pak Gavin sudah pergi dari hadapan nya.


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


“Mission Complete!”.


“Good work! Aku selalu puas dengan hasil kerjamu. Sekretaris Park”.


“Terimakasih pak Gavin atas pujian nya, apa meeting dengan pak Song sudah selesai? Tadi manager Choi sudah mengirim file rekapan ke email bapak”.


“Kenapa manager Choi tidak memberitahuku kalau file rekapan nya sudah di kirim? Malah manager Choi mengirim pesan kepadamu kalau file rekapan nya sudah selesai? Padahal aku yang meminta nya”.


“Mungkin manager Choi berpikir kalau anda masih meeting, jadi manager Choi tidak ingin menganggu anda dan dia menyampaikan pesan kepadaku”.


“Ya sudah terserah, oh iya kamu keruangan ku sekarang! Apakah kamu sudah menyiapkan satu set Perhiasan untuk nona Moon?”.


“Sudah pak! Baik saya akan segera keruangan anda”.


\= \= \= \= \= \= \= \= \= END Message \= \= \= \= \= \= \= \= \=

__ADS_1


Soo Min pun langsung meninggalkan ruang tunggu. Dia harus keruang CEO karena perintah dari pak Gavin. Soo Min kembali menekan tombol lift nomor 50 seperti biasa selalu menggunakan lift umum. Kalau sedang bersama pak Gavin, Soo Min harus pake lift khusus CEO tetapi kalau dia sedang sendirian dia lebih memilih lift umum. Walaupun pak Gavin membolehkan Soo Min sepuas nya menggunakan lift khusus nya selain supir pribadi pak Gavin ketika mereka harus meeting ke luar kota dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Pak Gavin tidak mengizinkan Soo Min untuk berkendara lama apalagi Soo Min adalah perempuan pasti akan membuat nya terlalu cape.


TING!


Lift pun berhenti di lantai 50 dan Soo Min keluar dari lift bersama karyawan lain nya yang se lift dengan dia. Soo Min berjalan kembali menuju ruang CEO


\= \= \= \= Tok \= \= \= Tok \= \= \= Tok \= \= \= \= \= \= \= \= \=


\= \= \= \= Tok \= \= \= Tok \= \= \= Tok \= \= \= \= \= \= \= \= \=


“Masuk”.


Jawab suara tegas yang berada di dalam ruang CEO dan juga sudah menunggu kedatangan Soo Min


“Permisi pak Gavin, ada apa bapak memanggil saya?”.


“Come here!”.


“Huh? Saya...?”. Soo Min menunjukkan diri menggunakan jari telunjuk nya.


“Iya kamu! Memang siapa lagi yang ada di ruangan ini? Hantu?”.


“.....”. Soo Min tidak menjawab dan dia pun mendekati pria yang duduk di sofa lembut dan nuga meja berbahan kaca di atas meja ada satu kue manis yang tadi pagi di antarkan oleh Soo Min. Soo Min pun sudah berdiri di depan pria yang masih memegang tablet dan juga pen nya hanya ada pembatas meja kaca di hadapan mereka berdua


“Makan kue itu”. perintah CEO itu menunjukkan kue manis yang ada di atas meja dengan pen nya


“Saya? Bukan nya kue manis itu milik pak Gavin? Kenapa saya yang harus memakan nya?”.


“Itu bukan milikku, kue itu milik pak Song dia tidak memakan kue itu. Jadi kue itu untukmu saja”.


Mata berbinar - binar Soo Min tampak sekali di pupil mata hitam pekat nya. Dia akhir nya bisa makan kue manis dari toko kue kesukaan nya dan juga doa nya ketika dia di pantry room terkabul.


“Baik pak! Saya akan memakan kue itu. Terimakasih pak Gavin! Kalau begitu saya permisi dulu”. Soo Min mengambil kue manis itu yang ada di atas meja dan tak lupa dia membungkukan badan nya dan berterimakasih kepada CEO yang sudah berbaik hati memberi kue manis yang di ingin kan oleh Soo Min. Soo Min pun segera pergi dari ruang CEO itu untuk segera menghabiskan kue manis itu di meja kerja nya


“Yeyy! Akhir nya aku bisa makan kue manis ini”. Soo Min mengangkat piring kecil itu dengan sangat semangat hingga membuat CEO itu melihat nya di layar CCTV pada layar tablet nya itu. Dan juga sebetul nya kue manis milik pak Song itu sudah habis kue manis yang ada di Soo Min itu adalah bagian milik pak Gavin. Pak Gavin memberi kue manis itu karena dia mendengar doa Soo Min yang masih berada di dalam ruang pantry. Pak Gavin sengaja bilang kepada Soo Min kalau kue manis itu milik pak Song kalau pak Gavin memberi tahu yang sebenar nya pasti Soo Min akan menolak nya walaupun perut Soo Min sudah mengamuk - ngamuk.


“Bagus dia memakan nya dengan wajah yang gembira”. Ceo itu tersenyum sambil memegang pelipis kepala nya. ketika melihat Soo Min menghabiskan kue manis milik nya dengan wajah yang gembira seperti anak kecil


“Yummy! Kue manis buatan Angel memang yang terbaik!”. Soo Min menghabiskan semua kue manis itu tanpa memerlukan waktu yang lama.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN FAVORIT KAN AGAR ADA NOTIF KETIKA UPDATE DAN TERUS DUKUNG AUTHOR ❤❤


__ADS_2