
LIKE 👍
FAVORIT ❤
VOTE ⭐
Dan setelah beberapa menit akhirnya wahana itu berakhir. Semua pengunjung pun segera turun, termasuk Dina dan William.
Dina yang tampak segar bugar, berteriak heboh.
“ Tadi benar-benar sangat menyenangkan! Kalau saja antrean nya tidak ramai aku ingin naik sekali lagi. Hahaha. Iya kan William?” seru Dina dengan semangat 45 nya setelah habis naik roller coaster.
“ Hey! William kau dimana?” seru Dina ternyata dia baru menyadarinya bahwa William sedang berjalan lemas memegang pager tiang besi, wajah nya benar-benar pucat.
Berbeda dengan Dina yang tampak segar bugar berteriak, berloncatan. William yang masih berpegangan pada pager pembatas, berjalan sempoyongan, kedua kaki nya terlihat gemetar dan terlihat lemas.
“ Aku di . . . Sini . . Hueh . . Kaki - kakiku lemas sekali.” lirih William yang mengangkat salah satu tangan nya, dia merasa tidaak kuat untuk melanjutkan langkah kaki nya.
“ Hey! Kau terlihat pucat sekali. Ya sudah kita cari tempat makan, kau tadi kan belum makan apa pun.” ucap Dina yang menaruh tangan kanan William di bahu nya dan dia pun kembali memapah William.
Mereka pun segera berjalan untuk mencari tempat makan, dan William yang berada di samping Dina yang sedang memapah nya. Jarak antar mereka berdua sangat dekat sekali.
William pun diam-diam mencuri pandang. Dia terus memperhatikan Wanita cantik yang memakai mini sabrina dress motif bunga - bunga, rambut yang sedikit berantakkan di ikat ke samping telinga kanan nya. Dan terlihat sedikit air keringat di pelipis kepala Wanita itu, William pun terus memperhatikan wajah wanita yang terlihat serius tengah berjalan di outdoor Lotte World yang sangat luas.
Di alam pikiran William. Terlihat sekali ada dua orang William versi mini, mereka tampak memperhatikan layar besar yang saat ini sedang di alami di dunia nyata.
__ADS_1
Peri kecil yang menangis bersedu-sedu, sembari menghapus air mata serta menghapus air yang keluar dari hidung sang peri.
“ Ya tuhan . . .! Wanita itu dia benar-benar sungguh kuat sekali, berbeda dengan Majikan saya. Hiks . . Hiks . .!” ungkap peri kecil sembari menghapus air mata dan membersihkan air ingusnya saat melihat lewat layar monitor William. Dan tentu saja peri itu sedih kenapa William yang seorang pria tidak memiliki adrenalin yang kuat seperti wanita cantik itu (Dina).
“ Saya sebagai peri kecil yang berjenis kelamin laki-laki, saya merasa malu kalau harus lihat Majikan saya yang terlalu lemah. Tetapi di waktu yang bersamaan mereka terlihat sangat romantis.” tambah nya yang tiba-tiba ada cahaya berwarna pink yang menyinari sekeliling peri kecil.
Setan kecil pun yang sedang menutupi kedua telinga nya. Sebab, suara tangisan yang berlebihan. Setan kecil pun memprotes peri kecil yang sudah seperti ibu-ibu yang sedang menonton drama korea.
“ Hey! Peri kecil!! Kau bisa tidak jangan terlalu mendramatisi keadaan! Kau terlihat seperti ibu-ibu yang terhipnotis film drama.” ejek setan kecil dengan emosi yang meluap-meluap.
“ Kau kan tidak memiliki hati nurani, tidak heran kalau kau memang tidak bisa menangis ketika melihat adegan yang romantis seperti ini. Jadi lebih baik kau diam saja! Dasar setan kecil!” sahut peri kecil yang menyindir setan kecil yang tidak memiliki hati nurani seperti dirinya.
“ Memang benar sih! Yang kau bilang.” jawab setan kecil dengan tenang. Tak biasa nya setan kecil akan menerima jawaban dari peri kecil yang mengejek nya, biasa nya jika peri kecil mengejek setan kecil maka sudah di pastikan atas kepala setan kecil akan mengeluarkan api merah yang sangat besar, dan juga panas.
Mereka berdua pun mengobrol bersama, berbagi perasaan yang sama. Agar bisa mencapai tujuan yang diam-diam sudah di tentukan oleh dua orang itu tanpa melibatkan William.
“ Hah? Bekerja sama denganmu? Itu tidak . . Tidak mungkin terjadi! Apalagi kalau kau menggunakan pikiran kotormu, nanti bisa-bisa aku yang ter nodai dosamu. Huh!” jawab peri kecil dengan pemikiran logis nya.
“ Untuk saat ini aku janji! Tidak akan pernah menggunakan pikiran kotorku, bukannya kau ingin melihat Tuan kita memiliki seorang wanita kan? Dan juga seorang istri untuk masa depan? Ya kan? Benarkan?” ujar setan kecil yang mengeluarkan tangan dari dalam sakunya dan menunjukkan jari kelingking pada peri kecil itu.
“ Uhmmm . . . . . .” desah peri kecil yang sedang memikirkan ajakan kerja sama dari setan kecil.
“ Bukannya itu bisa membuat tugas kita semakin ringan? Jadi jika Tuan kita memiliki kekasih, kita tidak akan pernah mendengar seorang ibu-ibu yang terus menyuruh Tuan kita untuk datang ke acara perjodohan? Bukannya kau ingin sekali seperti itu? Aku sih sudah pusing mendengar ibu-ibu yang memaksa perjodohan!” tambah setan kecil yang mencoba untuk membuat peri kecil menyetujui kerja sama yang di buat oleh nya.
“ Uhm ... Uhm! Bener juga kamu katakan. Ha . . . Ha! Baiklah untuk kali ini kita bekerja sama!” jawab peri kecil itu.
__ADS_1
“ Nah begitu! Mari bersorak untuk Tuan kita!” sorak setan kecil.
“ Untuk kebaikan Tuan kita!” seru peri kecil.
“ Untuk kebaikan Tuan kita!! (2×).” sorak berbarengan.
YOSH!!
Di Dunia nyata.
William masih saja memperhatikan diam-diam Dina yang sedang mencari tempat makan sembari memapah William yang mengalami masalah dengan ketinggian.
Dina akhirnya menemukan yang tadi di cari nya. Dina pun segera menuju tempat makan yang sudah sering Dina kunjungi, Dina pun menaruh pelan-pelan William di kursi. Setelah William sudah duduk Dina pun ikut duduk berhadapan dengan William. Dina pun memanggil pelayan restoran yang terlihat sederhana, tetapi banyak sekali pengunjung yang tengah makan dan berbincang-bincang.
Lalu pelayan itu mendekat ke sumber suara pengunjung. Tetapi pelayan itu terkejut saat melihat Dina, dan saat Dina melihat pelayan yang sudah berdiri sembari memegang buku menu.
“ Hey! Dina!” sapa salah satu pelayan yang menyapa Dina dengan sangat akrab di restoran itu.
“ Ohh! Yoshiro! Kau kerja di tempat ini, aku kira kau sudah kembali ke Osaka.” jawab Dina. Dia pun menyapa teman SMA nya yang sudah lama tidak bertemu, dan tentu saja Dina terkejut karena tiba-tiba dia bertemu dengan teman pria nya apalagi di lihat dari pakaian yang di pakai oleh teman nya itu menandakan bahwa teman SMA Dina bekerja di tempat restoran di Lotte World.
“ Iya! Apa kabarmu Dina? Sudah tidak bertemu denganmu kau bertambah cantik saja.” tanya Yoshiro. Ia pun kemudian memuji penampilan Dina yang terlihat cantik dan sangat berbeda saat dia masih sekolah.
“ Ha . . . Haha. Baik-baik saja! Apa aku terlihat cantik? Kau bisa saja Yoshiro memujiku!” jawab Dina yang tersipu malu sebab Yoshiro memuji nya, sembari menyenggol lengan tangan Yoshiro.
( **Jangan lupa tinggalkan like dan vote jika sudah membaca novel ini 🥰🥰 )
__ADS_1
Bersambung**. . . . .