
LIKE 👍
FAVORIT ❤
VOTE ⭐
Langkah kaki William pun terhenti saat dia mendengar suara perempuan yang berteriak-teriak. Akhirnya Dina pun langsung menanyakan kepada pria aneh itu.
__ADS_1
"Anda mencari siapa? Apakah anda sudah membuat janji dengan pak Juna?" tanya Dina mata nya sedikit curiga dengan pria aneh itu. Karena tingkah nya terlihat mencurigakan, apalagi baju biasa bukan seragam formal seperti jas, kemeja atau sepatu pantofel.
Dina melihat penampilan pria aneh itu yang hanya memakai kaos t-shirt yang bertuliskan Balenciaga, celana panjang berwarna coklat dan juga sneaker berbrand Balenciaga. Dan wajah nya Will yang tak kalah ganteng dari Direktur Juna, hingga membuat Dina sedikit terbengong melihat pria ganteng dengan pakaian kasual yang terlihat sangat santai. Dina pun cepat sadar dari lamunannya, Dina pun menginterogasi pria aneh itu dengan pertanyaan seperti hujan yang sangat deras yang menghujani perusahaan Marsh.
"Cepat jawab! Siapa anda sebenarnya? Ada urusan apa anda datang ke perusahaan Marsh? Dan yang paling penting apakah anda seperti nya datang kemari bukan untuk menemui Direktur Juna benar atau tidak apa yang aku katakan? Cepat jawab itu sekarang juga atau aku akan panggil penjaga keamanan untuk mengusirmu dari sini!" lanjut Dina dia memang terkenal dengan sifat yang tegas, ketika tidak ada Riesta dan Juna diperusahaan.
"Oh, maafkan aku. Aku lupa memperkenalkan namaku padamu dan membuat keributan ditempatmu bekerja, namaku William Stallone. Seperti yang kamu bilang aku memang bukan ingin bertemu dengan direktur Juna, aku kemari untuk bertemu dengan gadis yang aku sukai yang ditebut dengan direktur Juna. Walaupun aku rela tetapi tetap saja hatiku terasa sangat sakit. Hik. . . Hik . . .! Apa kamu pernah merasakan apa yang aku rasakan sekarang? Walaupun memang tidak berdarah, tapi tetap terasa seperti tersayat-sayat" ucap William yang tiba-tiba memegang pundak Dina dan mengoyang-goyang kan pundak Dina, Will curhat dengan orang yang baru pertamakali dia kenal. Dina hanya memandangi dengan penuh keanehan, kedua bola mata Dina seperti ingin keluar dari kedua mata nya. Karena tiba-tiba ada seorang pria aneh yang berbicara sangat aneh, dan saat ini Dina ingin sekali membunuh pria aneh itu saat ini juga. Tangan kanan Dina mulai mengepal dengan sangat kuat hingga membuat otot ditelapak tangan atas terlihat. Dina pun mulai melemparkan sebuah tinju tangan dan dengan kekuatan tenaga dia meninju perut pria aneh itu
__ADS_1
BUK!
"Awh! Sakit!" teriak Will yang sudah menerima pukulan yang sangat kuat dari wanita yang berada didepan nya saat ini
Dina yang sangat puas karena dia berhasil membuat pria itu melepaskan pundak dia dan pria itu memegangi perut nya yang habis di tonjok oleh Wanita itu, pria itu memegang perutnya dengan kedua tangan nya.
"Hahha! Rasakan itu! Baru pertamakali bertemu sudah berani menyentuhku! Rasakan tinju tanganku yang sangat kuat ini, kamu pantas mendapatkan hadiah tinju" sahut Dina dia pun menaruh kedua tangan nya di pinggang nya, senyuman jahat nya terukir dari bibir tipis nya dengan warna lipstik yang sudah mulai memudar dari bibir nya. Dina seperti seorang petinju yang telah mengalahkan lawannya.
__ADS_1