
LIKE 👍
FAVORIT ❤
VOTE ⭐
Mata William pun bersinar-sinar seperti anak kecil yang mendapatkan sebuah mainan dari orang tua nya.
“ Itu Riesta! Dia benar-benar akan menemaniku. . Aku akan memberi nya sedikit kejutan.” William mendengar ada suara seorang wanita tepat di belakang pintu itu. Dan tentu nya William sangat senang dan tidak sabar untuk menghabiskan waktu nya bersama sahabat kecil mengelilingi berbagai tempat yang ada di kota Seoul.
“ Saya akan menunggu anda di luar, karena waktu saya tidaklah banyak.” lanjut suara seorang wanita yang masih menunggu di luar ruangan, tapi sesaat William merasa aneh dengan suara seorang wanita yang asing.
“ Tunggu! Tunggu dulu. Seingatku Riesta memanggilku dengan nama dan tidak seformal ini, ada yang aneh. Tapi mungkin Riesta juga mengerjaiku.” gumam William mengusap-usap dagu nya seperti sedang memikirkan kenapa Riesta menyebut William dengan sebutan sangat formal. Tetapi William tidak mempedulikan nya mungkin bisa saja Riesta sedang mengerjainya seperti saat semasa kecil.
KREK!
“ Riesta! Ayo kita berangkat!!.” ucap William sembari memejamkan mata nya dan memeluk wanita yang menghadap ke belakang pintu ruang tunggu.
“ Hahh! Pria ini memang harus aku beri pelajaran lagi.” batin Dina yang terkejut saat tiba-tiba William memeluk nya dari belakang dan tentu saja menurut Dina itu seperti melakukan pelecehan seksual, tentu saja Dina tidak menyukainya. Dia pun segera membanting William dengan keahlian taekwondo yang di miliki nya.
BRAK!!
BUK!
“ Ehh! Awhh!! Oouch!.” desah William yang merasa terkejut, dan juga merasakan punggung belakang nya yang sakit karena Dina membanting nya terlalu kuat.
__ADS_1
Dina membanting tubuh William dengan kekuatan yang lebih kuat daripada sebuah pukulan perut yang di terima William pagi hari tadi.
“ Kau!! Kau memang pria kurang ajar! Sembarangan saja memeluk!!.” protes Dina yang hanya memandangi William dan bawah kaki Dina, dan tentu saja Dina melihat William yang kesakitan.
Lalu William pun akhir nya melihat ke arah atas kepala nya karena dia benar-benar di banting hingga membuat tubuh nya tergeletak di lantai berwarna putih. Dia pun baru menyadari nya karena tidak mungkin Riesta memiliki keahlian karate seperti seseorang yang baru saja bersuara itu.
Tak butuh waktu lama untuk William bangun dan bangkit, saat dia menepuk-nepuk pakaian nya dan memutar-mutar sedikit punggung nya. Mata nya pun terbelalak saat melihat seorang wanita yang berdiri di depan nya dengan raut wajah yang sangat kesal, kedua tangan wanita itu memegang pinggang nya sembari menatap seperti ingin membunuhnya.
Menatap tajam pria yang berdiri di depan nya saat ini. Sorot mata wanita itu seperti mengeluarkan aura pembunuh, dan wanita itu sangat ingin membunuh pria yang tiba-tiba memeluk diri nya.
“ Sepertinya aku harus memberimu pelajaran!.” ujar Dina yang mulai mengepalkan tangan kanan nya dan seperti sedang bersiap-siap untuk menghajar wajah pria aneh yang tiba-tiba memeluknya.
“ Ehh! Jangan sakiti akuu...!!.” William memohon kepada Dina, lalu William pun langsung bersungkur sujud di bawah kaki Dina. Walaupun William seorang pria, tetapi dia tidak mau merasakan kekuatan tangan dari Dina yang mengalahkan diri nya yang terlahir sebagai seorang pria.
“ Maafkan aku... Aku benar-benar tidak sengaja memelukmu. Awal nya aku ingin memberi kejutan kepada Riesta, tetapi ternyata kau yang datang >_<.” seru William yang terus memohon maaf kepada Dina, dan William menjelaskan kenapa dia memeluk Dina dari belakang.
“ Sudahlah, aku maafin. Tapi awas aja kalau kau macam-macam lagi denganku.” ancam Dina yang mengepalkan tangan nya, gaya nya sudah seperti seorang preman yang sangat seram. Hingga membuat William menelan ludah nya sendiri, dan juga tidak akan berani mencari masalah lagi.
William pun kemudian berdiri setelah bersujud minta maaf kepada Dina.
“ Riesta? Aku seharian ini tidak melihat nya, itu aku juga tidak mau menjadi memandu wisatamu! Karena ini perintah dari Direktur Juna, dan juga demi mempertahankan pekerjaanku. Aku harus mengubur dalam-dalam masalah pribadiku!.” lanjut Dina memegang dagu nya, dia baru menyadarinya bahwa setelah terakhir bertemu dengan nya di kantin. Sampai sekarang Dina tidak melihat Riesta, di ruang kerja pun tidak ada, apalagi di ruangan direktur Juna.
“ CK!.”
William pun mendesah kesal. Sebab saat dia menunggu di waiting room, dia membayangkan bisa berjalan bersama Riesta, menaiki bus yang jarak nya tidak terlalu jauh dari kantor, dan bisa juga untuk melihat pemandangan kota Seoul saat sore hari, dan makan malam yang sudah di pesan oleh nya di tempat Restoran saat merayakan ulang tahun ke 9 tahun, William bersama keluarga nya dan keluarga Riesta sewaktu keluarga Stallone masih tinggal di kota Seoul.
__ADS_1
William sengaja menyiapkan tempat yang bisa membuat Riesta bernostalgia semasa kecil nya dulu, di tempat yang sangat indah dan tempat teristimewa bagi William. Karena hanya lah William yang tahu tempat paling indah, cantik, dan menakjubkan itu.
Tetapi semua rencana yang di buat William secara matang dan sudah sangat lama semua nya gagal. William pun sudah sangat tahu, pasti Rival nya itu tidak akan membiarkan Riesta untuk berjalan bersama dengan nya.
Dina pun yang melihat wajah William tampak sangat kecewa, hanya tersenyum samar. Dan Dina pun lekas menepuk punggung belakang William.
Puk!
“ Ayo cepatlah! Jangan kesal karena rencanamu gagal. Cepatlah aku tidak punya banyak waktu! Dan juga kebetulan aku ingin pergi ke sesuatu tempat kau mau ikut atau tidak itu bukan urusan untukku.” ujar Dina yang melihat wajah murung William dan tentu saja Dina tahu kalau William merasa kecewa karena dia tidak bisa berjalan-jalan bersama Riesta. Dina pun mengajak William ke tempat yang mungkin bisa untuk menghilangkan rasa kecewa pada diri William.
“ Eh! Ya baiklah aku ikut denganmu saja.” jawab William dengan nada yang kurang semangat. Dina pun tersenyum sebentar, lalu Dina pun mulai berjalan meninggalkan lobby utama perusahaan Marsh di ikuti oleh William yang berjalan di belakang mengikuti Dina.
“ Ngomong-ngomong kita mau kemana? Dan apa maksud dari tempat yang kau bicarakan itu?.” tanya William yang masih penasaran dia akan mau di ajak kemana oleh wanita kanguru, dan William bertanya kepada Dina tempat apa yang tadi di katakan oleh Dina.
“ Tenang saja. Pasti tempatku ini bisa membuat rasa kesalmu menghilang, ikuti aku saja.” sahut Dina tetap merahasiakan tempat yang akan dikunjungi oleh mereka berdua.
“ Kau tidak akan menjualku ke pasar gelap kan? Atau malah menjual tubuhku?.” tanya kembali William yang membayangkan hal yang tidak-tidak. Dan dia mengira bahwa Dina akan menjual nya ke pasar gelap, apalagi wajah William sangat tampan dan tentu saja jika di jual mungkin akan mendapatkan harga tinggi.
“ Ooh idemu boleh juga tuh. Lumayan dapat uang banyak, pasti kau akan laku dengan harga paling tinggi. Haha... Haha.” ucap Dina yang mengangguk - anggukkan kepala nya. Dia pun berpikir kalau mungkin jika Dina benar-benar tega menjual William, maka Dina akan membuat usaha sendiri, jalan-jalan keluar negeri bersama kedua orang tua nya, dan bisa membeli rumah seperti istana.
“ Tidaakkk! Aku tidak mau! Kau butuh uang berapa? Aku lebih baik memberikan uang berapa pun kepadamu.” seru William memegang kedua pipi nya, saat mendengar jawaban dari Dina. Dia percaya pada jawaban Dina, dan dia akan menjual William ke pasar gelap.
“ Hah...ahaha. Jangan anggap serius lah omonganku ini, kau sama seperti Riesta. Tenang aku bukanlah wanita yang gila dengan harta, status sosial dan lain-lainnya. Aku hanya ingin menjadi hidup tenang, dan . .” ucap Dina. Ketika di pikiran nya terlintas Renald yang berciuman dengan Maretha di depan mata nya, dan itu membuat Dina masih merasa kecewa dengan Renald. Padahal Dina sudah menyukai nya, rela memberikan apapun yang Renald inginkan, membuatkan makanan untuk nya. Dan juga membantu untuk mengerjakan dokumen yang harus di prestasikan di depan Direktur Juna, sampai Dina tidak bisa tidur selama 3 hari. Semua itu hanyalah untuk Renald, tetapi apa balasan Renald untuk Dina?
Renald malah menyakiti hati Dina seperti sebuah cutter yang sangat tajam, mengikis walaupun tidak berdarah. Tapi bagi Dina itu sangat sakit. Dina hanya ingin Renald membalas perasaan Dina yang sebenarnya.
__ADS_1
( *Jangan lupa tinggalkan like dan vote jika menyukai novel ini 🥰🥰 )
Bersambung*. . . . .