Cinta Pertama Direktur

Cinta Pertama Direktur
S2 : Memotret Wanita Kanguru


__ADS_3

JANGAN LUPA TETAP !


πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡


LIKEΒ Β Β Β Β Β Β Β Β  πŸ‘


FAVORIT   ❀


VOTE         ⭐


PENGUMUMAN !!


γ€Š Kakak2 yang baik hati tolong ya. VOTE terus karya author mau seberapa pun itu sangat berharga bagi author 😭😭. apalagi di musim pandemi, banyak karyawan yang kena PHK termasuk author 😭😭😭. jadi mohon sebantu2 nya nge vote poin bisa di dapat secara GRATIS πŸ˜Šγ€‹


γ€Š Sekarang penghasilan dari novel itu hanya berdasarkan pemberian VOTE dari pembaca 》


{Jadi please. . . . jangan lupa VOTE novel ini πŸ™πŸ™.}


Dina yang masih duduk, tiba-tiba dia merasa sangat lelah sekali dia pun memutuskan untuk tidur. Dina pun menundukkan kepala nya, Dina mulai memejamkan kedua mata nya. Dia pun tertidur dengan sangat cepat.


Zzzz . . . . Zzzzz


William pun yang melihat wanita kanguru nya tertidur, William diam-diam melihat wajah kanguru yang terlihat sangat kelelahan.


β€œ Heem? Dia tertidur? Apakah dia tidak takut kalau aku melakukan sesuatu hal yang buruk terhadap nya apa? Dia benar-benar wanita yang sangat cuek sekali, tidur di tempat umum seperti ini. Untung saja aku pria yang baik hati, kalau tidak. . . !.” ujar William yang melihat Dina yang tertidur pulas, William pun terheran-heran kenapa ada seorang wanita yang tidak memiliki kewaspadaan sama sekali. Padahal bisa juga jika William berniat jahat kepada nya seperti mengambil barang bawaan nya atau membius nya dengan obat, tetapi William tidak akan memiliki pemikiran jahat seperti itu.


β€œ Lebih baik aku potret wajah nya yang sedang tertidur. Hihihi.” Williiam mendapatkan sebuah ide di saat dia sedikit bosen karena Dina tertidur di kereta, lalu kemudian ia mengambil ponsel nya yang berada di saku kemeja nya. Dia mengambil ponsel nya dengan sangat pelan-pelan agar tidak membangunkan Dina yang sedang tertidur.

__ADS_1


William pun mengambil ponsel nya yang di simpan di saku celana.


Cekrek!!


William pun diam-diam memotret wanita kanguru yang tidur anteng.


β€œ Hehehe. . . . . Maafkan aku ya wanita kanguru, wajahmu yang sedang tertidur terlalu lucu. Hingga membuatku ingin memotretmu dan menyimpan nya di ponselku.” ujar William yang sudah berhasil mendapatkan foto Dina yang sedang tertidur dengan mimik yang lucu, lalu William pun menyimpan beberapa foto Dina lainnya yang sedang tertidur.


Saat William sudah mengambil foto Dina secara diam-diam, dia pun kembali memainkan ponsel nya. Dan membalas satu persatu chat dari karyawan, klien perusahaan TM yang bertanya tentang pertemuan untuk membahas kerja sama antar kedua perusahaan itu.


β€œ Euh!.” gumam Dina yang mengerutkan dahi nya, dan kepala Dina bergerak ke samping yang tidak ada sama sekali untuk bersandar. Lalu dengan tanggap William memegang kepala Dina dan menggesernya dengan sangat hati-hati untuk bersandar di bahu William.


β€œ . . . . .”


β€œ Kau lebih baik meminjam bahuku, daripada kepala mu terbentur-bentur tiang besi.” ucap William yang menggeser pelan-pelan kepala Dina agar posisi Dina terlihat nyaman, dari pada dia kepala nya terluka karen terbentur tiang besi. Lebih nyaman bersandar pada salah satu bahu William.


William pun mulai menguap.


Hoaaam!!


β€œ Kenapa aku merasa mengantuk, lebih baik aku tidur sementara.” William pun ikutan tertidur dia bersandar di atas kepala Dina. Lalu mereka berdua tertidur dalam kereta.


20 menit kemudian. Pengumuman kereta yang akan sudah tiba di tujuan mereka, dan Dina pun sontak dan terbangun tanpa melihat kalau di atas kepala nya, William sedang tertidur tepat di atas kepala Dina.


Duuk!


β€œ Aduuh! Kepalaku sakit!.”

__ADS_1


β€œ HEYY! Kau seharusnya kalau bangun lihat situasi! Kau membuat daguku sakit! Kepalamu terbuat dari batu yah? Keras dan kuat!.” protes William sembari mengusap dagu milik nya yang terkena benturan kepala milik Dina yang menurut nya sekeras batu.


β€œ Lah! Kenapa kau menyalahkanku? Kenapa kau malah tidur di atas kepalaku, dan kenapa aku bisa bersandar di bahumu?.” jawab Dina yang membalik protes William.


β€œ Kau seharusnya berterima kasih kepadaku . . . Kau mau kepalaku terbentur ke tiang besi? Jadi aku sebagai seorang pria sudah menjadi tugasku untuk melindungi wanita. Kau juga kenapa malah menyalahkan ku?.” sahut William yang masih mengusap dagu milik nya yang masih terasa sakit.


β€œ Apa? Berarti selama aku tidur aku bersandar ke bahu nya?? Dan . . . Pantas saja aku merasa ada yang mengusap lembut kepalaku, tadi dia orang nya!!.” batin Dina yang baru menyadari nya, dan itu tentu saja membuat Dina tidak enak hati karena dia tadi habis menyalahkan William yang sudah berbaik hati pada nya. Tetap saja Dina masih curiga dengan William, dia pun membayangkan hal yang aneh yang di lakukan William di saat dia tertidur.


β€œ Kau . . . Kau! Tidak menyentuhku kan? Atau melakukan hal yang di luar batas kan? Jawab! Jawab!!.” tanya Dina kedua tangan nya berusaha menutupi bagian pundak nya yang terbuka. Dan kedua mata nya terlihat menginterogasi kembali William.


β™‘


β€œ Humm . . .” Dina mulai menunjukkan wajah marah nya, kerutan yang berada di atas dahi Dina sangat terlihat jelas. Bola mata Dina hanya memfokuskan menatap William.


β€œ Aku tadi . . . . Menyentuh . . . .” jawab William yang mau menjelaskan yang sebenarnya, tetapi saat di akhir kalimat Dina memotong penjelasan William.


β€œ HAHHH!! KAU! KAU MENYENTUHKU?? DASAR SEMUA LELAKI SAMβ€”.” seru Dina suara nya sangat lantang, hingga membuat penumpang yang berada di dalam kereta menengok ke sumber suara Dina. Dan tentu saja membuat kehebohan di dalam kereta, seluruh penumpang mulai menatap William dengan pandangan yang seperti sedang memberikan peringatan kepada William untuk segera turun dari kereta


β€œ UUHHMM!!.” desah Dina yang bibir nya sudah di tutupi oleh telapak tangan kanan milik William. Dia pun tetap kesal dengan William, Dina pun berusaha untuk tetap bisa berbicara tetapi akhirnya William pun mulai menjelaskan nya.


β€œ Sstt. . . . Diamlah, kau jangan berpikir yang tidak-tidak. Mana mungkin aku melakukan hal kotor kepadamu, apalagi sifatmu yang seperti preman.” perintah William dan meminta Dina untuk tetap diam jangan bersuara, maka dia akan menjelaskan apa yang terjadi di dalam kereta tadi.


β€œ Uhm...” jawab Dina sembari mengangguk kepala nya. Dan bibir nya masih di tutup oleh William.


( *Jangan lupa tinggalkan like dan vote jika sudah membaca novel ini πŸ₯°πŸ₯° )


Bersambung*. . . . .

__ADS_1


__ADS_2