
LIKE 👍
FAVORIT ❤
VOTE ⭐
1 jam kemudian.
Para pelayan toko itu keluar dari ruangan khusus. Dan tak lama kemudian Dina keluar yang sudah di make over oleh para pelayan toko.
\= \= \= Ktalk \= \= \= Ktalk \= \= \= Ktalk \= \= \= \=
Suara sepatu yang terdengar menggema di toko boutique. Dina yang berjalan keluar dari ruangan make over, William yang masih terlihat sedang mengetik sesuatu di ponsel nya.
Dan akhirnya pun pelayan nya sengaja batuk agar William melihat bahwa wanita yang awal nya masih memakai blouse, rok span dan masih berjalan tanpa alas kaki, dengan polesan make up natural hanya memakai bedak sedikit dan juga lipstik pink yang sudah mulai pudar dari bibir tipis wanita tadi.
“ HUUHMM!.”
__ADS_1
Dina yang masih berdiri sangat canggung memakai tas model sling bag yang berwarna lavender, terlihat menaikkan dress sabrina bermotif bunga yang tidak terlalu ramai. Mungkin bagi Dina tidak nyaman, dan juga Dina pun terlihat memegangi rok dress model sabrina warna lavender dan berbahan sifon yang terlalu sedikit pendek bagi Dina. Dina tidak pernah memakai dress yang panjang nya di atas lutut, dia sering sekali berpakaian ala cewek tomboy di hari biasa nya. Terkecuali dia hanya memakai rok saat ke kantor, dan Dina melakukan itu. Sebab, Renald menyukai perempuan yang berpenampilan feminim. Jadi Dina rela memakai rok saat berada di kantor atau ketika Renald mengajak nya keluar, tapi mungkin Dina sudah tidak peduli lagi dengan Renald. Dan mungkin Dina tetap memakai rok tetapi panjang rok nya di bawah lutut nya.
“ Dress ini sedikit terbuka di bagian pundak, dan rok nya terlalu pendek.” ujar Dina masih sibuk menutupi bagian dada serta memegangi rok. Dina benar-benar merasa tidak nyaman memakai dress yang memang bukan model nya banget.
“ Lebih baik ganti dress saja yah??.” lanjut Dina. Dia pun mulai melangkahkan kaki nya untuk kembali lagi ke ruangan ganti, tetapi saat dia baru saja berjalan beberapa langkah. Tiba-tiba tangan Dina di tahan oleh William, dan Dina pun menghentikan langkah nya.
“ Jangan di ganti! Kamu terlihat cantik, dress itu sangat cocok untukmu.” ucap William yang beranjak dari sofa yang sengaja di sediakan untuk pengunjung di toko boutique YS. Dan William pun berjalan menuju kasir, dia pun melepaskan genggaman tangan Dina. Dina pun hanya berdiam diri, dia seperti bingung kenapa pria ini tiba-tiba malah membelikan nya satu set pakaian
William pun langsung memberi black card ke pelayan kasir. Pelayan kasir yang sudah terbiasa melihat black card dari pengunjung yang sering sekali menggunakan black card. Tapi di waktu yang bersamaan Dina yang baru pertama kali melihat kartu limited jika di tempat ia bekerja Dina hanya pernah melihat kartu itu saat Riesta membeli barang yang di butuh kan untuk Direktur Juna, tapi Dina tetap saja belum terbiasa saat melihat seorang yang membayar kartu milik nya untuk membeli barang untuk orang lain seperti Dina.
Lalu setelah William telah selesai melakukan pembayaran, William pun menarik tangan Dina dan mereka berdua pun lalu keluar dari mall LFG. Tetapi saat di luar mall, Dina akhir nya mulai membuka suara karena sejak tadi berada di mall suara Dina seperti di tahan saat berada di toko boutique tadi. Apalagi Dina masih saja terheran-heran dengan semua harga barang yang ada di toko boutique tadi.
“ Hey! Berhenti dulu!.” pinta Dina yang memegang pergelangan tangan William. Dina menyuruh nya untuk berhenti berjalan, karena kenapa tiba-tiba William malah membelanjakan satu set pakaian yang saat ini dikenakan oleh Dina. Dan tentu saja harga satu set pakaian itu sangatlah banyak, jika di hitung itu bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama 5 tahun .
“ Huuh? Kenapa berhenti? Bukan nya kita harus naik bus lagi untuk mengelilingi kota Seoul dan kau juga mengatakan ingin mengajakku ke tempat yang luar biasa.” jawab William dia pun menuruti perkataan Dina. Tetapi dia kembali mengahlikan pembicaraan.
“ Kau kenapa membelikanku pakaian, tas dan merias wajah serta mengubah model rambutku? Bukan nya tadi kau bilang hanya beli sepatu saja? Lalu semua yang aku pak—.” tanya Dina karena dia masih memikirkan kenapa William membelikan semua barang bermerek untuk Dina, padahal William baru saja bertemu dengan nya tadi siang di kantor, dan sekarang dia malah membelikan satu set pakaian untuk Dina. Seperti seorang sepasang kekasih yang membelanjakan baju untuk sang pacar, dan tentu saja Dina merasa tidak enak jika dia dibelikan barang-barang yang mahal oleh orang lain seperti William. Sebab, Dina tidak mau memiliki tunggakan utang kepada orang asing.
__ADS_1
“ Sshh. . . .!! Anggap saja itu tip dariku karena kau jadi pemandu wisata. Ya, walaupun aku sedikit kecewa karena bukan Riesta yang menemaniku. Tapi ya sudahlah, aku juga penasaran tempat yang kau maksud itu.” sahut William yang memberi isyarat jari telunjuk di depan bibir Dina, walaupun jari William tidak menyentuh bibir pink muda Dina. Tetapi tetap saja membuat Dina sedikit gugup, ketika wajah William berada di dekat wajah nya.
“ Ta . . . Tapi. . . . Bayaran Tip nya terlalu berlebihan.” ujar Dina yang merasa tidak enak karena William memberi nya satu set pakaian yang sangat mahal.
“ Menurutku itu tidak berlebihan kok. Yuuk! Saat nya berkeliling kota Seoul.” ucap William yang bersemangat untuk berjalan-jalan mengelilingi Seoul setelah 18 tahun lama nya dia tidak pernah mengunjungi Seoul.
TAP!!
William pun langsung menarik tangan Dina dan mereka pun langsung menunggu ke halte bus, untung saja tidak lama mereka sampai di halte bus. Bus sudah ada, dan mereka berdua pun lalu langsung naik ke bus itu.
Tetapi saat Dina membayar bus dengan kartu, di dalam bus sudah banyak sekali orang. Sebab, saat ini sudah memasuki jam pulang kantor. Tidak ada sama sekali tempat duduk, Dina pun menggandeng tangan William agar tidak hilang di tempat kerumunan bus sebab Dina tidak ingin membuang-buang waktu nya. Akhirnya pun Dina karena banyak nya orang di dalam bus itu dina pun memegang handle gantungan yang sengaja di siapkan di semua bus untuk penumpang agar tidak terjatuh di saat ramai nya penumpang.
William pun yang berdiri berhadapan dengan Dina, melihat wanita yang tinggi nya hanya se lengan bisep William, itu sudah di tambah dengan bantuan sepatu hak tinggi yang baru saja di beli oleh William tapi tetap saja hanya bertambah tinggi 3 cm. William terus melihat gedung-gedung di kaca bus yang jarak nya tidak jauh dengan nya saat ini.
( *Jangan lupa tinggalkan like dan vote jika sudah membaca novel ini 🥰🥰 )
Bersambung*. . . . .
__ADS_1