Cinta Pertama Direktur

Cinta Pertama Direktur
S2 : Siapa DIA sebenarnya!


__ADS_3

LIKE          👍


FAVORIT   ❤


VOTE         ⭐


" Haiiizzz! Itu tidak mungkin sekali ya! Kamu juga dibawa serius omonganku ini, ternyata sifat seriusmu seperti mendiang tante Rose , tapi wajahmu campuran kadang kalau kamu sedang marah wajahmu sangat mirip seperti mendiang paman Rio. Oh benar aku juga ingin berkunjung ke pemakaman kedua orang tuamu, aku ingin berdoa kepada mereka. Dan aku minta maaf karena tidak bisa menjaga pesan dari tante Rose untuk selalu melindungimu dan menjagamu dengan baik.” jawab William dia pun menjelaskan kembali kepada Riesta bahwa dia tidak menyukai wanita yang bertipe seperti Tzuyu Maretha. William berbicara kepada Riesta dia sangat ingin mengunjungi sembari mendoakan paman Rio, dan tante Rose di pemakaman. Apalagi, William belum sama sekali berkunjung dan juga mendoakan kedua orang tua Riesta.


“ Oh baiklah, tapi sehabis pulang kerja. Hmm. . . Coba nanti aku minta izin Juna untuk 1 hari saja, agar aku bisa menemanimu berkeliling di Seoul. Apalagi selama 18 tahun ini kota Seoul sudah banyak berubah, kamu pasti akan terkejut. Oh dan juga semoga saja mendiang ayahku memaafkanmu apalagi tadi barusan kamu mengatakan kalau aku sedang marah mirip seperti ayahku, tentu saja beliau akan marah kalau anak nya sedang di ejek olehmu. Mungkin nanti malam kamu akan di gentayangin oleh ayahku.. heheheh . . . . Hati-hati lho Will.” jawab Riesta sembari menakut-nakuti William karena dia belum pernah mengunjung dan berdoa untuk orang tua Riesta, dan William malah mengejek-ngejek kedua orang tua Riesta yang sudah berada di alam yang berbeda. Dan tentu saja jika mereka melihat William sedang meledek anaknya tentu saja sebagai orang tua, akan membela sang anak nya.


“ Laahh. . . Ries? Kamu jangan menakut-nakuti aku seperti itu, apakah kamu tega membuat pria setampanku menjadi ketakutan sampai tak bisa tidur membuat kantong mataku menjadi hitam? Nanti bisa-bisa kharisma ketampananku luntur. . . >_<.” seru William yang sedikit merasakan angin yang berhembus di sekitar nya, dan membuat bulu kuduk William berdiri saat Riesta mencoba menakut-nakuti William.


“ Bodoh amat! Aku tidak peduli, itu juga karena Will yang memulai duluan. Hemm! Bye! Aku akan ke ruangan Juna dan meminta izin kepadanya. Nanti aku akan menghubungimu lagi, kalau aku dapat izin dari nya.” Ucap Riesta sembari melambaikan tangan kanan menghadap ke belakang wajah William yang masih duduk di meja kantin. Riesta pun pergi meninggalkan William di kantin, karena walaupun Riesta sudah bertunangan dengan Juna Sebastian yang merupakan pemilik perusahaan dan juga pemimpin Perusahaan Riesta tidak boleh malas-malasan dia harus tetap bekerja sebagai sekretaris utama di perusahaan Marsh.


Karena suatu hari Riesta ingin membangun perusahaan sendiri dengan tangan nya sendiri tanpa bantuan dari Juna, sebab dia tidak ingin menjadi seorang wanita yang hanya menunggu mentahan dari pria kaya. Dia juga ingin menunjukkan kepada semua orang yang tidak menyukai nya bahwa dia bisa melakukan sendiri dengan usaha dan jerih payah nya, tanpa mengandalkan seorang pimpinan direktur. Banyak sekali yang tidak menyukai Riesta, ditambah saat media berita mengumumkan, bahwa Juna yang sudah melamar dan sudah ada pengumuman tanggal pernikahan mereka berdua yang akan berlangsung 1 minggu lagi.


Dan banyak yang beranggapan bahwa Riesta menjual keperawanannya kepada Direktur Juna agar Riesta bisa mendapatkan julukan sebagai Nyonya muda Sebastian. Yang sudah sangat terkenal di dunia bisnis di seluruh negara Asia, dan Riesta pun pasti juga akan mendapatkan posisi yang mutlak di Perusahaan Marsh.


Dan tentu saja pasti semua wanita merasa cemburu, iri hati dan juga tidak terima dengan itu semua, banyak sekali wanita yang di luar sana dan di dalam perusahaan dengan segala macam cara berusaha untuk menyingkirkan Riesta walaupun dengan cara yang paling kotor dan kejam.

__ADS_1


Riesta harus tetap tegar meskipun banyak orang yang tidak menyukai nya, yang membicarakan dirinya keburukannya ke Riesta kepada orang lain tepat saat Riesta sedang lewat, lalu mereka pun mulai bergosip keburukan tentang Riesta dengan sengaja, menjebak nya agar Direktur Juna memutuskan untuk membatalkan pernikahan mereka berdua, dan masih banyak lagi.


Menurut Riesta sudah terlalu capek untuk meladeni orang yang seperti itu. Jika Riesta terus meladeni orang yang tidak menyukai nya orang itu tidak akan capek ataupun kapok malah akan semakin menggila. Dan kalau Riesta memikirkan hingga masuk kedalam hati nya akan membuat dirinya tersiksa lebih parah nya lagi Riesta mungkin akan depresi kembali, dan Riesta memutuskan untuk menyerah dan menolak lamaran Juna pasti wanita yang terus menjelekkan Riesta akan merasa sangat senang. Karena dia merasa berhasil mengalahkan Riesta dan membuat Riesta secara tidak langsung menghilang dari muka bumi. Dan menyerah terhadap kehidupan dunia yang sangat keras ini.


“ Laahh. . . Ries? Kamu jangan menakut-nakuti aku seperti itu, apakah kamu tega membuat pria setampanku menjadi ketakutan sampai tak bisa tidur, membuat kantong mataku menjadi hitam? Nanti bisa-bisa kharisma ketampananku menghilang!?. . . >_<.” seru William yang berteriak kepada Riesta dari kejauhan di kantin perusahaan, dan tentu saja semua karyawan yang tengah makan siang pun mendengar suara William.


“ Bodoh amat! Aku tidak peduli, itu juga karena Will yang memulai duluan. Hemm! Bye! Aku akan ke kantor Juna dan meminta izin kepadanya.” Riesta pergi meninggalkan William di meja makan sembari melambai-lambaikan tangan nya dari kejauhan.


Karyawan wanita yang tengah makan melihat William yang tengah makan seorang diri, lalu wanita itu pun mendekati meja makan William sambil membawa nampan yang terbuat dari stainles steel.


“ Haii, kamu sendirian saja?.” tanya seorang wanita yang memegang wadah persegi berukuran sedang. Dengan nada yang lembut bertanya kepada William yang terlihat tengah menghabiskan makanannya.


“ Uhm. . Bolehkah aku duduk disini?.” tanya kembali wanita itu, dan dia pun meminta izin untuk duduk kursi bekas Riesta yang berada di depan William yang terlihat sangat cuek, tapi menurut karyawan wanita itu William terlihat sangat ganteng, dan cool.


William hanya mengangguk kepala saja tanpa berbicara satu kata pun, dan akhir nya karyawan wanita itu pun duduk menghadap wajah William.


“ Pria ini sangat tampan. Kenapa setiap pria tampan selalu saja mengejar wanita ****** itu! Sih! Menyebalkan!.” gumam wanita yang hanya memandangi wajah tampan William.


“ Kamu seperti nya mengenal Riesta? Apa kamu memiliki hubungan yang spesial dengannya?.” tanya Wanita itu dia pun dengan sengaja membuka kancing blouse nya, dan tangan nya diam-diam memajukan sedikit demi sedikit agar bisa meraih tangan kiri William diatas meja makan yang terbuat dari kayu.

__ADS_1


Tap!


Jari wanita itu berhasil menyentuh sedikit telapak tangan kiri milik William, William terkejut karena dia merasa wanita didepan nya sedang mencoba menggoda nya. William pun menarik tangan kiri nya itu dan membuat tangan kanan wanita di depan nya kembali memegang sumpit dan di samping nya terdapat sebuah mangkuk putih yang masih panas bisa di lihat mata telanjang, ada sedikit uap yang mengepul di atas mangkuk berwarna putih.


“ Tch!.” wanita itu berdecak kesal. Setelah dia tidak berhasil menyentuh tangan William, sebab William langsung menjauhkan tangan kiri nya. Wanita itu terlihat memiringkan bibir bawah nya ketika William menolak saat wanita itu menyentuh tangan William. William yang diam-diam melihat Wanita itu kesal karena dia gagal merayu William. William pun sudah tahu wanita didepan nya ini mencoba merayu nya, sudah sangat banyak sekali wanita yang merayu, menggoda William sewaktu dia berada di Tokyo. Dan saat ini William pun sedang di rayu oleh karyawan wanita di perusahaan milik Juna.


“ . . . .”


“ Siapa wanita ini sebenarnya? Mengganggu selera makanku saja!.” batin William karena membuat selera makan William menjadi hilang, setelah melihat wanita itu seperti sengaja menggoda nya.


“ Seperti nya aku baru melihat kamu? Namaku Sera. Siapa namamu?.” Wanita itu memperkenalkan namanya kepada William, sembari menunjukkan senyuman palsu nya.


“ Dan dari penampilanmu seperti nya kamu bukan dari kalangan karyawan ataupun asisten terlihat seperti seorang tuan muda, lalu kenapa anda datang ke perusahaan Marsh?.” lanjut Sera melontarkan sebuah pertanyaan yang tentu saja mengganggu William.


“ Dan sepertinya tadi aku melihat kamu sedang mengobrol bersama sekretaris Riesta, terlihat sangat akrab. Apakah kamu punya hubungan spesial dengan Sekretaris Riesta? Atau jangan-jangan kamu selingkuhan Sekretaris Riesta?.” sahut Wanita itu yang masih menatap William, dan omongan yang di sampaikan oleh wanita itu membuat William sangat kesal, William sangat ingin sekali memukul wajah wanita yang sudah berbicara sembarangan.


“ . . . . . .” William mulai mengerutkan dahi nya sembari menyipitkan mata setelah mendengar wanita itu berkata seenak nya, dan menuduh bahwa Riesta sedang berselingkuh. Tangan William mulai geram dia sangat ingin sekali membuat wanita yang menjelek-jelekkan Riesta menghilang dari muka bumi.


( *Jangan lupa tinggalkan like dan vote jika menyukai novel ini 🥰🥰 )

__ADS_1


Bersambung*. . . . .


__ADS_2