
**LIKE 👍
FAVORIT ❤
VOTE ⭐
note: untuk para pembaca yang setia, harap bersabar ya. Cerita kehidupn tentang Riesta dan Juna akan ada sebentar lagi jadi mohon bersabar ya! 😊🙏**
“ Iya, masa aku berbohong padamu sih? Oh, by the way! Sekarang kau datang bersama pacarmu?” tanya Yoshiro pada Dina. Dan tentu saja Yoshiro menduga bahwa sekarang Dina sedang berkencan bersama sang pacar.
“ Dia bukan pacarku, dia hanya seorang klien dari tempat kerjaku. Kau tahu sendirikan . . Aku sangat jarang mendapatkan waktu ME TIME.” jawab Dina yang mengenalkan William pada Yoshiro, dia pun mulai bercurat pada teman SMA nya itu.
“ Haha! Sabar . . Sabar! Oh benar, aku mencoba untuk menghubungimu tapi tidak bisa. Apa kau ganti nomer?” sahut Yoshiro mengusap lembut kepala Dina, dan terlihat William yang masih duduk di samping nya hanya menatap tajam Yoshiro yang mengusap-usap kepala Dina.
“ Iya! Nomerku yang dulu sudah tidak bisa terpakai.” sahut Dina.
“ Teman SMA kelas kita ingin mengadakan acara Reuni, jadi mereka berusaha untuk memberitahumu tapi kata mereka. Nomor mu sudah tidak bisa di hubungi lagi.” tambah Yoshiro yang memberitahu pada Dina bahwa teman SMA nya akan mengadakan Reuni lewat telepon tetapi ternyata nomer Dina sudah tidak aktif.
“ Reuni? Kapan? Sudah beberapa tahun tidak bertemu dengan teman SMA.” tanya Dina. Menyanggah dagu nya di atas kedua tangan nya, lalu ia menatap Yoshiro. Kedua mata nya terlihat bersinar-sinar ketika Yoshiro memberitahu Reuni itu.
“ Nanti akan di beritahu lebih lengkap nya. Jadi sekarang aku masukkan kamu ke grup kelas.” ujar Yoshiro. Dia pun segera meminta nomer Dina agar segera di masukkan dalam group.
“ Baik!” Dina mengambil ponsel nya di tas milik nya, lalu Dina memberi ponsel nya ke Yoshiro.
William hanya melihat pria yang bernama Yoshiro dengan wajah yang serius, di dalam hati William dia merasakan perasaan seperti terkena pisau, dan rasanya sedikit sakit, tidak nyaman. Berbeda dengan saat William merlihat Riesta bersama dengan Juna, tetapi William tidak tahu perasaan apa yang sedang di landanya.
“ Huh! Pria ini menyebalkan! Dia berani sekali memuji nya! Dan malah bertukar nomor telepon! Kenapa dengan diriku ini!!” gerundel pelan. Dalam hati, William terlihat tidak senang jika ada seseorang pria yang terlihat akrab dengan Dina, tetapi William tidak tahu apa yang di perasaan apa yang di rasakan saat ini.
BUUF!!
Setan kecil dan juga peri kecil pun datang secara bersamaan. Dan seperti biasanya setan kecil pun berkomen sembari memainkan tongkatnya.
“ Itu di sebut JEALOUS. Tuan! Kenapa kau juga tidak memuji nya, atau meminta nomor telepon nya. . . Jangan di sia-siakan kesempatan ini Tuan.” bisik setan kecil yang datang secara tiba-tiba
__ADS_1
“ Finally! Finally!! Akhirnya Tuan selama ini merasakan perasaan Jealous . . . Saya turun senang!”
“ HUH! Sejak kapan kalian muncul! Dan aku tidak cemburu! Aku hanya sebal saja melihat pria teman SMA nya!”
“ Ah? Masa sih?? Tuan . . Tuankan belum mengenal pria itu, kenapa Tuan bisa sebal terhadapnya? Dan yang tuan rasain saat ini disebut dengan JEALOUS. Cemburu saat melihat wanita yang Tuan sukai di puji-puji, tertawa bersama pria lain, lihatlah Tuan senyum perempuan itu. Dan reaksi nya saat mendengar pria teman SMA nya mengundang ke Reuni SMA. Dan tentu nya saat-saat SMA dimana awal nya mereka hanya menyembunyikan perasaan suka nya, terus akhirnya salah satu di antara mereka menyatakan perasaan terhadap Dina. Tuan mungkin akan kalah telak!”
“ Aku tidak cemburu! Tidak mungkin! Dina hanya menyukai pria yang bernama Renald! Dan juga tidak mungkin hanya satu kali pertemuan pria ini menyatakan perasaan nya kepadanya!”
“ Dan aku malah lebih cemburu saat melihat Riesta dan Juna!”
“ Tuan . . . Tuan! Seperti nya anda tidak mengetahui perbedaan Cemburu sebagai pria, dan juga Cemburu sebagai seorang kakak.”
“ Huh? Maksudmu apa peri kecil?”
“ Oh! Benar! Peri kecil coba kau jelaskan saja perbedaan itu kepada Tuan kita! Sebelum dia menyesal di kemudian hari.”
“ Uhm! Baiklah!”
“ Aku akan menjelaskan lebih dulu tentang perasaan Cemburu sebagai seorang kakak. Saya tahu bahwa anda selalu saja bilang aku menyukai Riesta kan?”
“ Begini Tuan. Saya akan jelaskan! Pertama kita bahas cemburu sebagai seorang kakak! Tuan kan pernah berkata kalau Tuan tidak ingin perhatian yang Riesta berikan menghilang, dan Tuan juga pernah di titipan pesan oleh mendiang orang tua Riesta. Beliau meminta Tuan untuk menjaga, melindungi dan menyayangi Riesta. Tetapi saat perhatian Riesta menghilang, dan Riesta sudah tidak perhatian seperti dulu lagi. Tuan tidak terima, karena semua perhatian Riesta yang sekarang sudah di berikan oleh Juna. Itu yang di sebut rasa cemburu sebagai seorang Kakak saat perhatian sang adik sudah hilang.”
“ Dan saat ini yang hati Tuan sakit seperti terkikis pisau, saat melihat Dina berbincang akrab dengan teman pria saat SMA. Dalam hati Tuan, Tuan tidak suka saat melihat Dina tersenyum kepada pria lain. Tuan hanya ingin Dina berbicara dan tersenyum hanya untuk Tuan, hanya Tuan yang boleh melihat senyum hangat nya. Itu baru di namakan cemburu sebagai seorang pria. Begitulah Tuan perbedaannya.”
“ Eh? Kau benar juga! Tapi? Kenapa aku baru merasakan rasa cemburu ini? Dan padahal aku hanya menyukai Riesta! Seharusnya rasa cemburu sebagai seorang pria hanya untuk Riesta, bukan dengan wanita kanguru ini!”
“ Haizz . . . ! Tuan! Sekali saja jujur dengan perasaanmu! Lihatlah wanita cantik yang ada di sebelah Tuan . . Bukannya dia berbeda dari wanita yang selalu mengejar Tuan untuk memanfaatkan keluarga Tuan, wanita yang selalu memakai topeng mereka. Tapi wanita ini tidak memakai topeng, atau memiliki topeng. Jadi, sekarang Tuan harus fokus untuk mendapatkan hati wanita ini! Apakah Tuan tidak sakit hati lagi, bila Tuan kalah dalam hal percintaan untuk ke 2× nya?”
“ Uhuum. . . . .! Jadi, apa yang harus aku lakukan sekarang?”
“ Hum . . .?”
“ . . . . .”
__ADS_1
“ AHA! Aku tahu! Sini . . . Sini! Aku beritahu rencana nya!”
Mereka bertiga pun berunding bersama, mendengarkan rencana yang berasal dari setan kecil. Dan tentu saja peri kecil, juga William asli pun setuju dengan ide setan kecil.
“ Tuan mengertikan?”
“ Yes, understand!”
“ Ayo! Kita lakukan!”
“ Kita percayakan sisa nya pada Tuan! Semangat Tuan, pasti Tuan bisa mencuri hati Dina!”
“ Pokoknya jangan sampai lepas ya Tuan! Ingat, ibu Tuan selalu saja menanyakan menantu nya! Dan selalu saja menyeret Tuan untuk melakukan perjodohan dengan teman ibu Tuan!”
“ Tenang saja, aku pasti bisa mencuri hati nya. Dan membuatnya jatuh cinta kepadaku, haha!”
“ Hah! Benar juga!! Baiklah . . . . Kali ini aku tidak akan mengalah!”
William pun kembali ke dunia nyata, setelah usai berbincang dengan dua versi mini William.
Dan terlihat Dina sedang melihat daftar menu makanan, lalu Dina pun bertanya kepada William.
“ Kau, mau pesan apa?” tanya Dina pada William.
“ Samain saja sepertimu. Yang penting enak!” jawab William yang masih belum menentukan menu makanan , ia pun akhirnya memilihi menu yang sama seperti Dina.
“ Oh, okay!” sahut nya.
“ Omurice 2.” ucap Dina kepada Yoshiro yang merupakan Waitres di restoran Lotte World.
“ Baiklah! Mohon tunggu sebentar.” jawab Yoshiro dengan suara lembut nya, sembari membawa kembali buku menu itu.
( **Jangan lupa tinggalkan like dan vote jika sudah membaca novel ini 🥰🥰 )
__ADS_1
Bersambung**. . . . .