
LIKE 👍
FAVORIT ❤
VOTE ⭐
“ Bukan nya dia pria asing yang membuat pak Juna mengamuk? Dan setelah itu mereka berdua berseteru?.” Karyawan wanita (1) memakai blouse berwarna merah dan rok span di atas lutut. Rambut nya sedikit bergelombang.
“ Dan kenapa Sera ada bersama pria itu? Apa Sera mengenal pria asing itu?.” Karyawan wanita (2) blouse dengan model rufle berwarna pink muda. Rambut nya bob lurus.
“ Itu tidak mungkin. Mungkin Sera sedang menggoda pria asing itu karena pria itu dekat sekali dengan Sekretaris Riesta.” jawab Karyawan wanita (1) yang sedang memegang sumpit sembari memainkan kedua sumpit itu hingga membuat sedikit bunyi terdengar samar yang berasal dari sumpit yang di mainkan nya.
“ Aku setuju yang kamu katakan, apalagi wanita licik seperti Sera. Dia sudah banyak sekali menggoda pria tampan sifat nya sangat mirip seperti Maretha, sudah banyak sekali pria yang sudah di goda oleh nya.” sahut Karyawan wanita (2) mengganggukan kepala nya, dia pun setuju dengan apa yang di katakan oleh teman nya itu. Selain Maretha ada seorang karyawan wanita yang sama licik nya seperti Maretha, dan Sera serta Maretha sudah sangat terkenal karena kelicikan nya.
“ Kenapa wanita licik seperti dia masih dipekerjakan di perusahaan ini? Itu bisa saja membuat perusahaan Marsh jadi jelek.” geram karyawan wanita (2) dia memang sudah sangat kesal dengan Sera karena sewaktu itu pacar nya di goda oleh Sera. Dan membuat nya membenci wanita yang bernama Sera
Wajah William pun terlihat menahan amarah nya, membuat kening nya sedikit ada kerutan, bulu alis berwarna hitam pekat yang awal nya tertata rapih seperti sebuah ukiran sketsa yang sangat simetris, sekarang kedua alis yang awal nya tertata rapih saat ini bulu alis hitam itu terlihat ke bawah kelopak mata ganda pria tampan yang sangat terlihat kesal, kedua tangan nya mengepal dengan sangat erat, walaupun pria itu hanya berdiri bersandar tangan yang masih mengepal dan tampak sekali seperti menekan kuat meja kayu. Tetapi semua karyawan yang tengah memperhatikan pria tampan itu sudah mengetahui bahwa pria itu sedang dalam mood yang buruk, di tambah dengan ekspresi wajah pria tampan yang terlihat sekali sedang menahan emosi nya.
__ADS_1
“ Woow! Lihat deh! Sepertinya pria sangat kesal.” seru Karyawan pria (1) mata nya fokus melihat William dan Sera. Karena William yang mengebrakan meja kantin, hingga membuat seluruh karyawan yang tengah makan menengok ke arah sumber suara. Kecuali wanita di depan karyawan pria (1) sebab wanita itu sedang asyik menyantap makanan di depan nya. Jadi wanita itu tidak terdengar suara gebrakan meja William.
“ Ah? Mana? Dimana?? Aku tidak melihat nya.” tanya karyawan wanita (3) yang tengah makan bersama karyawan pria (1). Wanita itu duduk menghadap belakang punggung kiri William. Dan setelah teman pria itu memberitahu nya, lalu wanita itu pun menengok ke belakang. Tapi karena ada banyak karyawan lain dan menutupi pandangan wanita itu.
“ Itu lho. . . Lihat baik-baik deh, pria itu terlihat kesal kepada Sera.” sahut Karyawan pria (1) menunjukkan jari telunjuknya ke arah William dan Sera.
“ Oh iya benar. Tapi kenapa pria itu terlihat ingin meluapkan kemarahan nya ya?.” Wanita itu pun akhirnya melihat dengan jelas, dan dia pun bertanya kepada teman pria yang pertama kali memberitahunya.
“ I don't know. Mungkin Sera yang membuat pria itu kesal.” jawab karyawan pria (1) mengangkat kedua pundak nya tang juga kedua tangan yang sejajar dengan tinggi pundak pria itu.
“ Ooh itu ide yang bagus. Tapi apakah nanti tidak dimarahin oleh pak Juna? Bisa-bisa kalau kita melanggar peraturan nya kita akan di pecat.” ucap karyawan pria (1) yang mengingat peraturan yang di ucapkan oleh Direktur Juna. Dan pria itu pun tidak mau sampai dipecat.
Dan juga direktur Juna memecat para karyawan nya tanpa uang pesangon/uang jaminan, bila ada karyawan nya yang masih melanggar peraturan yang sudah pernah di beritahukan oleh Direktur Juna sendiri. Dan juga di saksikan oleh seluruh karyawan Marsh.
“ Iiihh!! Kau tidak seru. Kita kan sembunyi-sembunyi pakai cara cerdas, dan video ini akan di share ke grup yang tidak ada Direktur Juna. Video ini pasti akan Viral
! Haha...haha.” ujar Wanita itu dia tetap tidak pedul pada peraturan, dan dia lebih memilih untu tetap merekam nya dan akan mengirimkan video nya itu kepada grup karyawan Marsh, khusus untuk para karyawan Marsh dan anggota itu tidak termasuk direktur. Ya, semacam grup senang-senang tanpa anggota direktur Juna.
__ADS_1
Memang terbilang jahat. Para karyawan membuat grup chat tanpa memasukkan nama direktur Juna kedalam daftar grup chat itu, tetapi bagi mereka jika direktur Juna ada dalam suatu grup pasti dia akan terus mengirim pesan yang bertulisan “ Tangan kalian bukan di gunakan untuk bermain-main di dunia media sosial, melainkan digunakan untuk bekerja! Cepat! Kerjakan dokumen masing-masing!!.” Dan ada satu lagi “ Jika anda ingin memiliki waktu sengang, kenapa anda melamar kerja di perusahan Marsh! Anda lebih baik menjadi seorang pengangguran daripada seorang pekerja yang kerja nya hanya malas-malasan saja!!.”
Bagi karyawan yang melihat chat pesan yang di tiba-tiba muncul di grup Kaotalk sudah seperti, surat penagih kredit yang dikirimkan langsung oleh BOSS rentenir dan yang menyebut bahwa chat yang di ketik oleh Direktur Juna sudah seperti surat kematian yang dikirim langsung oleh malaikat pencabut nyawa. Dan padahal hanya sebuah teks chat tanpa suara. Para karyawan seperti mendengar suara perintah yang dikatakan oleh Direktur Juna sama persis di grup chat Kaotalk mereka, padahal Direktur Juna sedang tidak berada di perusahaan Marsh.
“ Kau sajalah! Aku tidak mau di pecat dari perusahaan ini.” sahut karyawan pria (1) dia pun memilih untuk mengamati saja, daripada memilih karier nya terancam. Hanya karena dia juga ikut serta merekam seperti yang dilakukan teman wanita nya yang saat ini sedang mengutak-utik ponsel nya. Untuk siap merekam berita yang akan Viral dalam beberapa detik di perusahaan Marsh.
“ Oke, tapi kamu tetap tutup mulutmu! Jangan beritahu Direktur Juna! Oke, kalau kamu bocorkan ke Direktur Juna aku akan menyeret menyebut namamu juga.” ancam karyawan Wanita (3) kepada teman pria yang masih duduk anteng di kursi sembari menyantap mie dingin. Wanita itu mengancam teman pria nya untuk tidak memberitahukan soal yang dia lakukan saat ini kepada Direktur Juna.
Kalau teman pria nya sampai memberitahukan ataupun sengaja membocorkan kepada Direktur Juna tentang dirinya yang sedang merekam untuk di jadikan berita di grup Kaotalk. Maka wanita itu tidak akan segan-segan kepada teman pria nya dan memberitahu kepada Direktur Juna bahwa dia yang awal nya menyuruhnya untuk merekam video itu dan mengirimkan berita itu ke grup kaotalk. Dan mungkin teman pria yang awal nya tidak menyuruh wanita itu untuk merekam, maka dia akan ikut di pecat karena pria itu sudah salah. Bukan mencegah nya tetapi malah mengabaikan wanita itu untuk tetap merekam.
“ Baiklah! Aku tidak akan membocorkannya kepada pak Juna. Just calm down. Aku seorang pria yang bisa menjaga rahasia, percayalah padaku. Okey! .” jawab Pria itu memberikan tanda jari OK. Kepada teman wanita nya yang sudah siap siaga lalu kembali mengambil ponsel nya yang di letakkan di atas meja kayu. Dan dia pun bersiap-siap untuk menjadi seorang reporter serta wartawan dadakan. Apalagi di tambah dengan semangat yang dimiliki oleh teman wanita nya, semangat nya yang sangat membara-bara sudah seperti api unggun di perkemahan.
Dan di tambah lagi orang yang akan di beritakan merupakan wanita paling licik kedua di perusahaan Marsh. Wanita yang selalu merayu, menggoda pria tampan dan serta menjelekkan seorang yang dianggap nya tidak selevel dengannya.
( *Jangan lupa tinggalkan like dan vote jika menyukai novel ini 🥰🥰 )
Bersambung*. . . . .
__ADS_1