
Dan Riesta pun sudah mengikuti program kehamilan, dan juga akhirnya sepupu Riesta, yang merupakan anak dari adik kandung perempuan mendiang ayah nya bertemu kembali setelah 12 tahun lama nya mereka lost kontak, apalagi saat keluarga suami dari tante Celine pindah dari Seoul ke kota Yokohama. Dan itu merupakan kesedihan Riesta untuk kedua kali nya setelah William pergi, memang tidak sering sekali mereka datang, karena memang sepupu Riesta tinggal di kota Icheon. Namun saat liburan tahun baru keluarga Aileen selalu datang berkunjung ke rumah Shaenatta dan merayakan tahun baru bersama, menonton festival kembang api bersama tiga keluarga. Termasuk keluarga William.
Sepupu Riesta yang masih berumur 26 tahun, lebih muda Riesta 4 tahun. Dan sekarang Riesta yang sudah menginjak usia 30 tahun, dan di umur 27 tahun Riesta menikah dengan Juna Sebastian. Dan tidak terasa 3 tahun usia pernikahan mereka berdua.
Dret. . . !!!
Dret. . . !!!
Ponsel Riesta yang di taruh di atas meja lampu bergetar, dan Riesta pun segera mengambil ponsel itu dan melihat layar ponsel nya yang bertuliskan nama.
"Reina Aileen."
Riesta pun menyentuh tombol telepon berwarna hijau pada ponsel yang di genggam nya saat ini. Dia pun mengangkat telepon dari sepupu nya itu.
"Halo, Rei."
"Halo, kak Riesta. Maaf mengganggu pagi kakak, kakak apakah kak Riesta ingin mencari kado untuk pernikahan kak Will?."
"Iya ini, kakak lagi bersiap-siap. Kamu sudah dapat kado untuk William?."
"Uhhm. . . Sebetulnya aku belum dapat kak, ibu tidak mau menemaniku memilih kado untuk kak Will."
"Bagaimana kalau kita mencari nya bersama-sama? Sekalian biar bisa jalan bertiga. Bagaimana apakah Rei mau ikut mencari bersama-sama?."
"Humm. . . Apakah suami kak Riesta ikut? Aku tidak mau menjadi seperti seekor serangga di antara kalian berdua."
"Ishh. . . Kamu ngomong nya aneh banget deh. Kamu ga bakal jadi seekor nyamuk/lalat. Malah biar nambah seru, dan biar kak Riesta ada teman nya. Kamu tau sendiri kan? Suami kakak masih saja belum menyukai William."
"Hihihi. Kak Juna lucu sekali, padahalkan kak William akan menikah. Oh benar kenapa kak William menikah dengan Kakak galak seperti nya?."
"Dan juga aku merasa Kak Dina tidak menyukai kedatanganku, apa lebih baik aku tidak usah datang ke pernikahan kak Will ya?."
__ADS_1
"Hahaha, yang Rei katakan ada benarnya. Entah Kak Juna masih saja cemburan dengan kak William. Oh benar, kenapa kamu berkata seperti itu? Kak Dina sebenarnya sangat baik, mungkin saja dia belum terbiasa dengan orang asing. Kamu harus datang kepernikahaan William dong, kalau kak William sampai tahu kamu tidak datang kak William akan kecewa. Bukan nya sewaktu pas kamu masih umur 7 tahun, kamu sangat dekat dengan kak Will kan? Dia pasti akan sedih kalau Rei tidak datang. Apalagi di hari bahagia kak Will."
"Uhmm. . . Tapi Rei takut kalau membuat istri kak Will marah, kak Riesta tau kan! Setiap aku mampir ke tempat kerja kak Riesta, kak Dina selalu memandangiku dengan tatapan seperti tidak suka kepadaku."
"Mungkin hanya perasaanmu saja. Reina."
"Tidak kok! Rei melihat nya sendiri, dan saat Rei menyapa kak Dina. Dia menjawab nya dengan nada yang tidak senang kayak gitu, kak Riesta."
"Sebetulnya kak Riesta, dia kenapa seperti tidak menyukaiku? Kan Rei baru mengenal kak Dina."
"Kak Dina mungkin lagi banyak pekerjaan, jadi Rei merasa kak Dina tidak menyukaimu. Nanti Kak Riesta akan bilang kepada nya agar bersikap ramah kepada Rei."
"Okey. Makasih kak Riesta, kakak mau berangkat mencari kado untuk kak Will kapan? Biar kakak ga perlu repot-repot menjemputku."
"Hari ini. Kamu tunggu saja di rumah, nanti kakak dan kak Juna menjemput mu dirumah tante Celine. Tidak mungkin kak Riesta membiarkan Rei berangkat sendirian. Kakak tutup telepon dulu ya, kakak Riesta akan bersiap-siap."
"Tapi Rei ga mau merepotkan kak Riesta dan kak Juna."
"Ga ngerepotin kok, kakak akan marah kalo Rei menolak tawaran kakak lho. . ."
"Sama-sama Rei! Bye."
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= END CALL \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
Di kediaman keluarga Aileen.
Seorang wanita muda yang baru saja selesai mengobrol dengan sepupu nya, dia pun tersenyum menyeringai, tepat di samping wanita muda yang bernama Reina ada seorang wanita paruh baya yang juga terlihat tersenyum sinis bersama anak perempuan nya.
Reina pun berdecak sebal, dan kemudian wanita itu pun bercerita kepada ibu nya.
"Mom! Kita sampai kapan harus bersikap manis kepada si Riesta itu! Aku benar-benar sudah jijik terhadapnya!."
__ADS_1
"Sabar. . . Sabar! Anakku sayang, kamu tetap harus berpura-pura baik kepada nya. Dan suatu hari nanti kamu pasti bisa mendapatkan Juna Sebastian. Tunggu saja mommy sedang memikirkan rencana agar membuat Juna membenci Riesta, melupakan kenangan nya manis antara dia dan Riesta."
"Benarkah? Apa yang mommy dikatakan? Aku bisa mendapatkan suami kak Riesta?."
"Iya! Demi anak kesayangan mommy, pasti akan mommy turuti apa yang anak mommy minta, sekarang kamu bersiap-siaplah! Dandan yang sederhana! Jangan terlalu seksi, nanti rencana kita gagal semua oleh Juna. Karena dia pria yang cerdas dan peka."
"Alaa!! Kenapa aku harus tetap berpakaian yang bukan seleraku banget! Mom?."
"Kamu harus tetap sabar anakku sayang, kamu harus menunjukkan nilai kesopananmu terhadap Juna. Mommy sudah mengecek data tentang Juna Sebastian, kenapa dia bisa jatuh cinta terhadap si Wanita seperti Riesta."
"Lalu aku harus berpakaian seperti selera kak Riesta? Iihh itu jadul banget mommy!."
"Bingo! Anak mommy pintar, tapi kamu harus tetap sabar! Apalagi si wanita yang akan menikah dengan William dia seperti nya sudah mulai curiga terhadapmu. Kamu harus hati-hati terhadap wanita yang bernama Kang Dina Hee, dia sedikit pintar daripada Riesta."
"Oke! Mommy. Reina akan berhati-hati terhadap wanita preman itu! Dan kenapa juga kak William menikah dengan wanita yang sifat nya seperti preman. Aku benar-benar tidak menyukai wanita itu! Dia juga sudah merebut kak William dariku!."
"Tapi sejak bertemu dengan kak Juna, dia benar-benar tipe pria idamanku banget. Udah tampan, keren, tinggi, dan tubuh atletis nya. . . . Aku ingin secepat nya memeluk dan memiliki nya. Mom!."
"Iishh. . . Anak mommy! Kemarin kamu tergila-gila terhadap William, sampai-sampai saat mendengar William menyukai Riesta. Kamu ingin memiliki William sepenuhnya, sekarang melihat pria tampan lainnya langsung melupakan William?."
"Hehehe. . . Itu sudah lama mommy! Sekarang biarkan saja kak William menikah dengan wanita preman seperti nya, saat ini prioritasku mendapatkan hati kak Juna Sebastian!."
"Iya. . . Iya. Sana cepat kamu siap-siap! Ingat jangan sampai membuat rencana kita gagal karena kecerobohanmu! Jaga sikapmu! Jangan membuat Riesta mengetahuinya rencana yang sebenarnya."
"Siap! Mom! Aku siap-siap dulu ya."
"Kak Juna aku menunggumu! Kamu akan menjadi milikku selama-lamanya, dan kamu akan melupakan kenangan manis bersama kak Riesta."
"Na. . . Nana. . . Nana. . ."
**Jangan lupa ya kakak-kakak ! Tinggalkan LIKE dan VOTE jika sudah membaca novel ini 🥰🥰
__ADS_1
Bersambung. . . . .
THANK YOU 😍😍**