Cinta Pertama Direktur

Cinta Pertama Direktur
S2 : Maaf nona, apakah anda melihat Pria ini ?


__ADS_3

“Manis sekali !” ujar Gavin dengan nada suara seksi.


“EEEHHH!? Kenapa anda mencium bibirku?”


“Bukannya tadi kau yang bilang untuk membuktikannnya? Hum?”


“Ta—Tapi bukan seperti itu juga! Apalagi mencium bibir, itu hanya bisa di lakukan oleh sepasang kekasih yang di mabuk cinta. Dan—”


“Maksudmu? Kita harus menjalin hubungan asmara baru aku boleh mencium bibirmu lebih puas lagi?”


“Oh! Tidak! Lupakan apa yang saya katakan Pak Gavin, dan nanti lebih baik anda turunkan saya di depan halte bus sana.” jawab Soo Min yang menunjukkan jari nya ke arah halte bus.


“Kau yakin?”


“Iya!”


“Tidak! Aku tidak akan membiarkanmu untuk turun! Lebih baik kau beritahu alamat rumahmu!”


"Oh! Pak Gavin turunkan saja aku di tempat salon yang bertulisan EDDY Beauty and Boutique"


"Bukannya kau tinggal di apartement?"


"Iya! Tenang saja, nanti aku bisa menginap di rumah nya."


"APPA!? KAU MENGINAP DI RUMAH SEORANG PRIA?"


"Sudahlah Pak Gavin, anda tidak perlu khawatir!"

__ADS_1


Gavin pun menuruti permintaan Soo Min. Beberapa puluh menit kemudian mereka berdua tiba di tempat salon Eddy, di dalam pun Eddy menyambut hangat Gavin dan Soo Min.


"Ooh! Soo Min!" sapa Eddy dengan nada lemah gemulai. Dan Gavin yang berdiri di samping Soo Min hanya bergidik geli.


"Oh,, anda adalah Tuan Gavin Sebastian kan? Benar yang di katakan oleh banyak orang, kau cukup tampan juga!"


"Haaiizz lepaskan aku!"


"Gaviin sayang! Jangan pergi!"


"Pffft!!". batin Soo Min yang tertawa kecil melihat Gavin yang berlari terbirit-birit.


Beberapa hari kemudian . . . .


Setelah pulang kerja Soo Min pun berjalan untuk segera menuju ke kos-kosan nya karena jam sudah menunjukkan pukul 10 malam jalanan di lingkungan tempat itu sangat sepi, untung ada lampu jalan bisa memberi cahaya sedikit jadi tidak tampak menakutkan. Soo Min berjalan biasa semua pungung Soo Min sangat pegal karena harus bolak-balik menyiapkan berkas untuk launching Jewelry produk baru, dia harus memastikan bahwa stok Jewelry, dan melihat segala detail ukiran Jewelry tersebut takut ada yang cacat atau pengait kalung nya sedikit kendor, menurut Soo Min inilah hal melelahkan dalam hidupnya. Karena tugas Soo Min paling sulit daripada rekan kerjanya, kadang Soo Min juga harus stand by selama 24 jam kalau CEO nya memanggilnya walaupun posisi Soo Min berjarak sangat jauh dari kantor CEO nya, Soo Min harus tiba secepat kilat ketika CEO nya memanggilnya, teman kerja Soo Min yang masih bisa sedikit bersantai hanya menggelengkan kepala mereka sedikit merasa kasihan kepada gadis muda itu.


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


DRAP!


DRAP!


DRAP!

__ADS_1


Sekelompok pria memakai seragam jas hitam dan juga kacamata hitam tampak berhenti dan didepan Soo Min, gaya pria itu seperti pengawal karena tubuh mereka yang besar. Pria itu bertanya sambil mengeluarkan sebuah foto yang di simpan di jas hitam mereka


“Maaf nona menganggu anda, apakah anda melihat pria ini?” pria pengawal itu menunjukkan selembar foto difoto itu seorang pria yang tampan dengan senyum ceria menghiasi wajah nya senyumnya seperti matahari yang sangat terang. Soo Min pun melihat foto yang di tunjukkan oleh pria yang bergaya seperti pengawal itu.


“Maaf saya tidak pernah melihatnya” jawab Soo Min memang dia tampak asing dengan foto yang di tunjukkan oleh pengawal itu karena seperti nya dilingkungan perumahannya itu dia tidak pernah melihat pria itu.


“Oh begitu ya, oh iya kalau nona melihat pria ini tolong kabar saya. Ini kartu nama saya, saya mohon bantuan dari anda” pria itu tak lupa mengeluarkan kartu nama perusahaan Fante.co perusahaan itu merupakan perusahaan musik yang baru berumur 4 tahun tapi sudah menghasilkan karya yang luar biasa seperti aktor,aktris dan grup band yang sangat terkenal. Moon Chae-Won.


Soo Min melihat kartu nama yang diberikan oleh pria pengawal itu. Soo Min terkejut ketika melihat nama perusahaan yang tertera di kartu nama tersebut


“Bukan nya agensi ini juga menaung nona Moon?” batin Soo Min. Tapi Soo Min sedikit penasaran siapa yang dicari oleh para pengawal itu apalagi Soo Min sudah sangat ketinggalan berita tentang dunia selebritis. Karena Soo Min selalu sibuk untuk menyiapkan segala keperluan perusahaan dan juga Boss nya itu yang ribetnya minta ampun.


Pria yang berpenampilan seperti seorang pengawal pun pergi meninggalkan Soo Min yang masih berdiri di jalan itu, pria itu seperti nya masih mencari seseorang yang berada di foto itu.


“Aku merasa kasihan kepada pengawalnya, seperti nya dia memiliki waktu yang buruk daripadaku” gumam Soo Min yang melihat dari kejauhan pria pengawal itu mencari seseorang di malam hari yang seharusnya waktu yang paling pas untuk segera mengistirahatkan anggota tubuh nya setelah seharian bekerja.


\= \= \= \= Tuk \= \= \= Tuk \= \= \= Tuk \= \= \= \= Tuk \= \= \=


\= \= \= \= Tuk \= \= \= Tuk \= \= \= Tuk \= \= \= \= Tuk \= \= \=


Soo Min pun kembali berjalan agar dia semakin cepat untuk sampai di kos-kosan nya. Soo Min sangat ingin berbaring di kasur nya itu, setelah Soo Min berada di gang sempit dia melihat seorang pria yang dengan gerakkan yang mencurigakan pria itu seperti menengok kanan kiri memakai masker untuk menutupi wajah nya dan juga tudung hoodie beserta kacamata hitam. Pria itu terlihat seperti sedang bersembunyi, Soo Min yang sedikit penasaran terhadap pria itu mencoba mendekati nya tak lupa untuk berjaga-jaga Soo Min melepaskan sepatu high heel nya yang menurut nya bisa juga digunakan sebagai senjata kalau terjadi apa-apa pada dirinya. Soo Min terus mendekati pria yang mencurigakan itu, tanganya sedikit gemetar


“Hey!! Kamu siapa? Apa kamu seorang pencuri?” teriak Soo Min yang berbicara dari kejauhan dengan pria yang masih bersembunyi di gang sempit. Pria itu pun berdecak sebal karena tiba-tiba seorang wanita berteriak hingga membuat para pengawal yang masih berada di sekitar situ pun mulai bergerak setelah mendengar suara Soo Min yang cukup keras.


“Sstt!!” Pria itu tiba-tiba menarik tangan Soo Min dan membungkam mulut Soo Min mengunakan tangan kanannya. Hingga membuat Soo Min tak bisa berteriak dan mata Soo Min belalak ketakutan karena pria itu terlihat sangat menakutkan, tangan gemetar Soo Min yang masih memegang high heel nya pun terjatuh dari genggaman nya. Kedua sepatu Soo Min kini tergeletak di jalanan aspal, Soo Min tidak bisa berkutik sampai pria itu akhir nya melepaskan kacamata beserta masker hitam yang menutupi wajahnya.


JANGAN LUPA LIKE DAN FAVORIT KAN AGAR ADA NOTIF KETIKA UPDATE DAN TERUS DUKUNG AUTHOR ❤❤

__ADS_1


__ADS_2