
“ Sepertinya Tuan sudah mulai serius menjalin hubungan romantis, baiklah! Saya akan mencarikan asal usul tentang nona muda tadi.”
Rui pun kembali menuju kamar milik nya yang berada tidak jauh dari kamar milik Tuan Evan. Rui pun segera mencari informasi asal usul wanita yang menyekap nya tadi, karena keahlian khusus yang di miliki Rui. Dia pun langsung menemukan informasi lengkap tentang Dina.
Rui pun segera mengirimkan informasi wanita yang di perintahkan oleh Tuan Evan.
Di waktu yang bersamaan Evan yang berada di dalam kamar mandi, terlihat dari wajah nya dia seperti sedang memikirkan sesuatu yang mengganggu pikirannya.
“ Baru pertama kali aku melihat seorang wanita yang pandai karate, dan juga baru pertama kali nya aku melihat seorang wanita menangis saat aku mencium bibirnya.”
“ Banyak sekali wanita yang bahagia ketika mereka mendapatkan ciuman dariku, tapi wanita itu dia berbeda dari wanita yang sering aku temui.”
Evan pun segera memakai handuk kimono yang sudah di sediakan di Hotel, sembari mengusap rambut basah nya menggunakan handuk kecil, ia pun segera keluar dari kamar mandi. Evan berjalan mendekat mengambil tablet milik nya, dia pun kembali duduk di sofa yang saat dia menolak dan menepis gelas berkaki yang berisi Wine dari wanita penghibur yang sudah ia usir.
Evan pun menaruh handuk kecil di leher nya, dia pun mulai menyalakan ipad itu. Evan pun melihat ada sebuah kiriman e-mail dari Rui.
Yang di beri berjudul oleh Rui. 'Selamat! Tuan Evan, saya akan mendoakan kebahagian anda.'
Evan pun membuka kiriman e-mail dari Rui dengan judul yang sangat aneh, ia pun membuka berkas dengan judul Informasi nona Dina.pdf.
Evan pun mulai membaca informasi tentang Dina, kedua mata nya terlihat berbinar-binar seperti pemandangan bintang di malam hari, senyum merekah dari sudut bibir Evan.
Sembari menyebut nama wanita itu dan melihat foto wanita yang tersenyum natural, dan tentu saja Evan melihat informasi tentang pekerjaan Dina.
“ Kang Dina Hee . . . !”
“ Besok kita akan bertemu kembali, kali ini aku tidak akan membiarkanmu lolos dariku!”
“ Oh,, jadi dia mendapat julukan Ratu Taekwondo saat dia masih berumur 10 tahun saat dia berada di Seoul Olimpiade Taekwondo.”
“ Dia wanita yang menarik!”
Dan saat Evan sudah membaca informasi tentang asal usul Dina, ternyata saat Evan menscroll layar ipad nya hingga paling akhir, ada sebuah Note yang sengaja di tulis oleh Rui.
'Aku ikut senang! Kalau Tuan Evan akhirnya serius untuk menjalin hubungan yang lebih serius dengan seorang Wanita!.'
Evan pun membalas note yang sengaja di tulis oleh Rui, dengan wajah serius nya menyentuh huruf alfabet yang tersedia di layar Ipad berlogo apple keroak. Tak lama kemudian Evan menyentuh tombol berbentuk segitiga yang berada di pojok kanan. Setelah Evan mengirim pesan tambahan untuk Rui, Evan pun segera mengistirahatkan tubuh nya di atas ranjang yang berukuran king .
Evan terus melihat layar tablet nya, lalu dia pun kembali melihat data pdf yang dikirim dari Rui. Sembari melihat foto Dina yang tersenyum natural, penampilan yang natural. Evan pun tidak menyadari dirinya sendiri, tiba-tiba Evan tersenyum kecil saat melihat foto-foto lama milik Dina.
Melihat senyuman Dina yang terlihat sangat senang saat memegang medali emas dari olimpiade Taekwondo yang melingar di lehernya.
Evan pun meletakkan tablet nya di atas meja kecil yang tidak jauh dari jangkauannya, dia pun tidak sabar untuk melihat Dina yang sudah membuat hari-hari Evan yang penuh dengan kebosanan dan hiruk pikuk wanita glamour.
Evan pun memejamkan kedua matanya. Di waktu yang bersamaan semua orang sudah tertidur, tetapi ada satu orang yang masih mendapat kerja lembur dari BOSS nya. Ya, siapa lagi kalau bukan Rui. Saat Rui membuka e-mail balasan dari Evan, dan Rui membaca isi E-mail yang membuat Rui harus mengurangi jam tidurnya.
\= \= \= \= \= \= \= \= \= You got message \= \= \= \= \= \= \= \=
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
__ADS_1
'Kerjakan kembali semua data berkas tahun 2009! Susun semua dalam urutan berdasakan bulan! Tidak boleh ada yang tertinggal, besok jam 9 pagi!.'
-Evan (L'S)
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
Rui pun berteriak.
“ Tuan!! Maafkan saya!”
Rui pun kembali mengerjakan perintah dari Evan, kedua mata Rui yang sudah sering menutup, berkedip, dan berair. Rui pun memaksakan kedua mata nya untuk tetap terbuka, sembari mengambil selotip berwarna putih, Rui merobek selotip itu menjadi dua kemudian Rui menempelkan selotip berwarna putih ke bagian kelopak mata Rui. Dia sudah dangat sering menggunakan cara seperti ini agar membuat kedua mata nya tetap terbuka ketika Rui menerima perintah untuk kerja tambahan atau sering di sebut kerja lembur tanpa kenaikkan gaji.
Klik . . . Klik!
Ktak . . . Ktak!
Jari Rui menekan tombol keyboard laptop milik nya dengan sangat cepat, lincah dan gesit. Semua huruf yang Rui tekan di keyboard sudah ketrampilan pada layar monitor laptop milik nya, dan terlihat Rui sudah menulis data di Bulan Maret 2009.
Tik . .
Tok . .
Jam dinding sudah menunjukkan pukul 1 pagi. Dan Rui masih menatap layar monitor laptop, kedua mata nya yang mulai membengkak, bekas selotip putih yang membekas di kedua kelopak mata Rui, dan kantung hitam yang melingkar di area bawah mata Rui.
Jika Rui sampai terlambat memberikan Tugas yang di perintahkan oleh Evan, mungkin Rui akan di keluarkan dari perusahaan secara tidak hormat dan yang keluar dari mulut Evan secara langsung.
HOOAMM . . . . . . !!
Rui menguap, sembari menghapus air mata yang mengalir di area mata nya. Rui benar-benar butuh istirahat. Tapi, mau bagaimana cara nya data yang di minta oleh Evan sudah harus rampung dan harus di serahkan pada waktu yang tepat, tidak boleh sampai telat.
“ AAKH!! Ouch! Tuan Evan, kenapa anda begitu tega dengan saya? Apa salah saya??” ujar Rui yang mulai berteriak, sembari meregangkan tubuh nya.
“ Padahal saya hanya mengirim doa yang terbaik untuk Tuan Evan . .” lanjut nya sembari memiringkan kepala nya.
“ Yosh!! Kamu pasti bisa mengerjakannya Rui! Semangat!!” ucap Rui menyemangati dirinya.
Rui mengoyang-goyang kan jari-jari tangan nya yang sedikit kaku saat Rui menekan salah satu huruf keyboard laptop. Sembari membunyikan tulang-tulang jari nya, setelah sudah sedikit mendingan Rui pun melanjutkan kerjaannya.
2 jam kemudian.
Rui akhirnya menyimpan data dokumen yang diminta oleh Evan. Rui pun langsung bersorak gembira, mengangkat kedua tangan nya ke atas dan mengabungkan jari-jari tangan nya. Tak lupa Rui mengerakkan pinggang nya yang sedikit kaku, dan tentu saja Rui merasakan ada bagian tubuh yang menghilang seperti terhempas oleh angin.
“ Syukurlah! Aku bisa menyelesaikannya dengan cepat! Sek . . Hoaaom. . . Aku sangat ngantuk!”
Bruk!
Rui pun segera membaringkan tubuh nya di atas kasur. Dengan sangat cepat Rui memejamkan kedua mata nya yang sudah bengkak akibat begadang mengerjakan pekerjaan tambahan.
__ADS_1
Zzzz . . . . Zzzz . . . .
Kring . . . !!!!
Bunyi alarm ponsel milik Rui yang berada di atas meja kaca, tepat di samping Laptop yang belum tertutup rapat. Rui yang masih sangat mengantuk dia pun mengabaikan alarm ponsel milik nya, Rui pun melanjutkan untuk berada di dalam alam mimpi.
Zzz . . . Zzzz . . .
30 kemudian. Alarm ponsel milik Rui berbunyi kembali, lalu Rui pun akhirnya tersadar bahwa sekarang sudah pagi hari. Dan tentu saja Rui langsung bangun, melihat jam ponsel yang sudah jam 7 pagi. Rui tentu sangat terkejut biasanya dia bangun jam 6 pagi, dan sekarang dia telat 1 jam, Rui pun segera membersihkan diri, berganti baju dan tak lupa dia menelepon petugas katering yang berada di lantai bawah hotel untuk memesan sarapan untuk kamar 2022 Tuan Evan. Pasti Rui sudah menebak saat ini Tuan nya sedang memasang wajah seperti seekor Singa yang sedang kelaparan, dan mungkin jika Rui mendatangi kamar 2022 pasti Evan akan meng÷ sangat keras.
Apalagi tidak biasanya Rui telat bangun, Rui tersadar bahwa dia melakukan kesalahan terbesar dalam hidup nya dan tentu saja Evan tidak akan memaafkan nya dan meringankan pekerjaannya.
“ Gawat! Aku harus segera menelepon petugas katering untuk mengantarkan sarapan untuk Tuan Evan, dan juga untuk menyiapkan air panas dan juga wangi aromatherapi di kamar mandinya!”
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
“ Halo! pak tolong siapkan sarapan dan juga siapkan air panas di kamar mandi untuk Tuan Evan. Dan jangan lupa beri lilin aroma terapi pada ruangan kamar mandi.”
“ Baik! Pak Rui.”
“ Oh ada satu lagi!”
“ Apa itu? Pak Rui?”
“ Jika Tuan Evan menanyakan keberadaan saya. Beritahu saja pada beliau, tadi saya bertemu dengan manajer marketing dari perusahaan Marsh. Pak Moon! Mengerti!”
“ Oh baik! Pak Rui! Oh saya lupa kemarin bagaimana apakah Tuan Evan puas dengan wanita pilihan saya?”
“ . . . . “
“ Hallo . . ? Pak Rui? Bagaimana?”
“ Uhhm . . . Soal itu! Mood Tuan Evan bertambah sangat buruk. Maafkan jadi, semalam Tuan Evan. Mengusir Wanita itu dan beliau berkata kalau Hotel ini harus segera memecat dia. Jika sampai Tuan Evan melihat wanita itu dia . . . Akan mencabut posisi anda sebagai seorang manajer di Hotel ini.”
“ Eh? Bagaimana bisa Tuan Evan tidak menyukai wanita pilihanku? Tidak biasanya Tuan Evan seperti ini? Atau jangan-jangan beliau masih marah karena saya melakukan kesalahan? Pasti beliau masih marah sebab ada salah satu tamu Hotel yang berada di kamar Tuan Evan!”
“ Uhm . . . ?”
“ Oh sudah ya pak manajer saya matikan dulu teleponnya.”
“ Oh benar! Okay! Terima kasih pak Rui atas kebaikan anda, dan saya akan berusaha untuk membuat mood Tuan Evan menjadi lebih baik!”
TUUUTT!
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
JANGAN LUPA LIKE DAN FAVORIT KAN AGAR ADA NOTIF KETIKA UPDATE DAN TERUS DUKUNG AUTHOR ❤❤
__ADS_1