Cinta Pertama Direktur

Cinta Pertama Direktur
S2 : Lotte world, I'm Coming!


__ADS_3

DON'T FORGET!!


LIKE          👍


FAVORIT   ❤


VOTE         ⭐


William pun mendengar suara orang yang memanggil nama nya dan suara itu terdengar sangat familiar, dia pun mencari sumber suara yang memanggil namanya. Memang di pusat perbelanjaan sedang sangat ramai pengunjung, dan membuat sulit Dina apalagi suara-suara orang yang mengobrol, menelepon dan juga para pedagang yang sedang mempromosikan barang dagangan nya. Dina hanya menghela nafas, dia sangat heran kenapa seorang pria yang sudah berumur 30 tahun menghilang seperti seorang anak kecil. Di tambah pria itu sudah lama sekali tidak ke kota Seoul, tidak tahu jalan atau pun rute di stasiun Jamsil.


Dan tak lama Dina melihat samar-samar sosok pria yang menambah beban nya. William dan Dina pun akhir nya bertemu. Wajah William yang bersinar-sinar karena dia senang akhirnya bertemu dengan cewek kanguru nya, tapi di lain sisi raut wajah Dina yang sedang mengatur nafas nya sebab dia berlari-lari saat mengejar William yang malah tidak mengikuti Dina untuk tetap terus berada di belakang nya, dan sekarang William malah mengambil jalan yang salah dan malah semakin menjauh dari pintu exit 4.


Hosh . . . . !!!


Hosh . . . . !!!


Hosh . . . . !!!

__ADS_1


“ Akhirnya aku menemukan—.” seru William yang langsung berlari dan hampir ingin memeluk Dina. Tetapi Dina pun langsung memukul kepala William seperti seorang ibu yang sedang memarahi anak nya karena menghilang dari pandangannya.


“Oouch!.” desah William yang mengusap kepala nya sembari menundukkan kepala nya ke arah Dina.


“ KAU!! Aku kan sudah bilang kepadamu. Untuk terus mengikuti di belakangku! Kenapa bisa-bisa nya seorang pria yang sudah dewasa masih menghilang seperti anak kecil, dan di tambah lagi kenapa kau malah melamun? Aku melihat dari kejauhan kau masih saja melihat telapak tanganmu, untung saja aku menyadari kalau kau tidak di belakangku.” bentak Dina yang memarahi William seperti seorang ibu, kedua tangan nya memegang pinggangnya. Dan tentu saja membuat pengunjung yang berada di sekitar stasiun Jamsil melihat mereka berdua.


“ Heh? Apakah tadi dia melihatku sedang melamun? Aku tidak boleh memberitahu nya yang sebenarnya tentang saat aku membungkam mulut nya dan jika dia tahu kalau aku memikirkan sesuatu hal mesum pasti dia akan kembali berteriak.” batin William.


“ Hey! Jawablah! Kenapa melamun lagi? Jangan mencoba untuk menyembunyikan sesuatu dariku!.” tanya Dina dengan nada tegas nya karena sedari tadi William tidak menjawab pertanyaan dari nya, dan tentu saja membuat Dina bertambah kesal.


“ Oh! Tidak ada apa-apa tangan ku hanya merasa kram saja. Maaf kan aku karena melamun dan tidak mengikutimu, dan malah berjalan mengikuti orang lain. Hehehe.” jawab William dengan senyuman canggung nya.


“ Lotte World!! I'm coming!!.” teriak Dina yang sangat bersemangat. Sebab, dia sudah sangat jarang bermain kembali di area adrenalin. Apalagi saat dia berada di Lotte World maka Dina akan mencoba semua permainan yang membuat jantung berdebar, penuh dengan atraksi yang menenggangkan, dan pasti nya bagi Dina jika tidak mencoba semua permainan yang ada di Lotte World akan rugi.


“ Seperti nya kau begitu senang, ke Lotte World?.” tanya William yang melihat Dina yang mengangkat salah satu tangan nya ke atas dan berteriak menyebut Lotte World dengan nada yang lantang.


“ Haha. . . . Tentu saja! Aku sudah menantikan penantian ini! Karena saat ini aku masuk ke Lotte World di bayar oleh perusahaan, kalau tidak ya mungkin aku tidak bisa makan 2 bulan.” sahut Dina yang sudah sangat ingin datang kembali ke dunia fantasi di Lotte World setelah dia sudah lama tidak mengunjungi tempat itu. Sebab, tiket masuk nya yang terlalu mahal dia pun menahan dirinya. Dan tentu saja saat ini dia akan mengunjungi kembali Lotte World karena kali ini perusahaan Marsh yang membayar biaya perjalanan sebagai pemandu wisata sementara.

__ADS_1


“ Perusahaan? Bukan nya kau dapat hukuman karena telah membantuku? Kenapa kau malah menerima uang dari perusahaan?.” tanya William dia sedikit heran seharusnya dan William sedikit curiga kalau sebenarnya Dina sudah mengetahui kalau dia berakting sakit saat tadi siang di kantor agar dia bisa bertemu dengan Riesta. Dan pasti nya Juna sudah tahu bahwa William tidak memiliki riwayat penyakit.♧


“ Uhhmm. . . . . Bener juga ya! Yang di katakan kau. . . Entahlah aku tidak tahu, yang penting saat ini aku tidak perlu menghabiskan uangku. Ayo pergi! Sebelum larut malam.” ucap Dina yang tidak mau memikirkan hal yang tidak penting atau mencurigai kenapa direktur Juna masih membayarkan biaya perjalanan wisata kali ini. Saat ini di pikiran Dina adalah untuk segera sampai ke tempat Lotte World.


William pun terus menengok ke samping melihat wanita yang berada di samping nya tersenyum bahagia, wajah nya benar-benar bersinar-sinar, dan bersenandung ria menyorakkan Lotte World. William yang melihat tingkah laku wanita kanguru yang sudah berubah menjadi wanita cantik karena memakai dress cantik, riasan yang masih melekat di wajah wanita itu, dan juga model rambut yang di ikat di samping.


“ Bukannya kau yang seperti anak kecil.” gumam William suara nya sangat kecil agar membuat Dina tidak mendengar ucapannya. William pun tertawa kecil saat melihat betapa riang nya wanita ini sudah seperti anak kecil yang akan di ajak ke taman bermain, menurut William ini pertama kali nya dia menemukan wanita yang benar-benar berbeda dari wanita-wanita cantik di luar sana. Banyak sekali wanita yang tidak pernah menunjukkan ekspresi wajah mereka, setiap wajah wanita yang pernah di temui William semua sama saja. Senang, sedih, gembira, terharu, marah, dan masih banyak lainnya. Tetap saja wanita yang pernah ditemui nya hanya menunjukkan ekspresi wajah 1 saja.


William berpikir semua wanita sama saja. Walau mereka memiliki paras wajah yang cantik di luar, tapi di dalam wanita itu tidak cantik hati nya. Apalagi saat William mengetahui Riesta sudah menjadi milik Juna Sebastian, dia berpikir bahwa dia tidak mungkin jatuh cinta kembali dengan wanita. Tetapi saat dia bersama dengan Dina, semua pandangan William tentang semua wanita itu munafik berubah.


Saat William melihat senyuman hangat, tawa yang riang dan ceria, rasa sedihnya sewaktu di perusahaan. Dan saat wanita itu marah benar-benar sudah seperti seorang atlet. Semua ekspresi yang di tampilan dari wajah Dina semua nya sangat berbeda, tidak ada yang di sembunyikan.


Dan William berharap jika ada kehidupan lain di masa depan. Dia tidak akan menyakiti Dina atau pun menghianati nya, dan dia akan selalu ada di sisi wanita yang temperamennya mirip sekali hewan Kanguru.


( **Jangan lupa tinggalkan like dan vote jika sudah membaca novel ini 🥰🥰 )


Bersambung**. . . . .

__ADS_1


TERUS DUKUNG AUTHOR YA!!


__ADS_2