
LIKE 👍
FAVORIT ❤
VOTE ⭐
Lalu wanita itu pun tetap menjelek-jelekkan Riesta di depan William, sembari mencari posisi duduk yang enak wanita itu pun menyilangkan kaki nya, tangan kanan nya masih memegang sumpit dengan dandanan yang sangat menor. Penampilan nya sangat berbeda sekali dengan dua orang wanita yang William kenal.
“ Dasar wanita ******!! Dia tidak tahu malu masih saja berselingkuh ketika direktur Juna tidak ada di perusahaan ini! Lebih baik kamu memutuskan hubunganmu dengan wanita itu, dan aku pernah mendengar bahwa Sekretaris Riesta menjual keperawanan nya untuk membayar hutang perusahaan Shae milik ayah nya.” ucapan demi ucapan yang di sampaikan oleh wanita itu membuat otot urat William terlihat. Dan kesabaran William sudah mencapai pada titik maksimal, tentu saja William tidak terima jika ada seseorang yang berusaha mencemari nama keluarga sahabat kecilnya.
“ Dan satu lagi aku melihat Riesta saat di Pantry room sedang memasukkan obat ke cangkir kopi milik direktur Juna, mungkin Riesta sengaja melakukan itu agar direktur Juna mau menikahi nya apalagi kekayaan yang dimilik direktur Juna. Licik sekali sekretaris Riesta hati-hati banyak sekali pria yang di tipu oleh nya dan sudah banyak sekali pria kaya yang duit nya di peras oleh nya.” wanita itu terus menerus membicarakan kebohongan tentang sifat Riesta, waanita itu terus saja berbicara omong kosong. Walaupun William sudah menahan amarah nya, tetapi saja amarah William seperti sebuah lava gunung berapi Sakurajima yang berada provinsi Kagoshima.
“ Hiiss. . . Pendidikan boleh saja tinggi, tetapi harga diri nya sangat rendah sekali. Mungkin orang tua nya tidak mengajari cara menjadi seorang wanita yang benar yah!.” lanjut wanita itu yang terus berbicara yang tidak jelas, dan tentu saja membuat William sangat geram mendengar omong kosong dari wanita yang bernama Sera, tetapi dia harus menahan amarah nya sedikit. Karena mau bagaimana pun Sera adalah seorang wanita, dan William seorang pria. Yang dimana seorang pria tidak boleh melakukan kekerasan kepada kaum wanita.
“ Siapa sih sebenarnya wanita ini!! Berani sekali menjelek-jelekkan Riesta di depanku!! Kalau saja aku tidak memiliki hati seperti malaikat mungkin sudah aku hajar wanita ini!!.” William mengepalkan tangan nya hingga membuat otot di kening nya terlihat. Dan dia pun tersenyum palsu di depan wanita yang ada di hadapannya saat ini.
William pun menghembuskan nafas yang panjang untuk menghilangkan amarah nya terhadap wanita yang ada di depan nya ini, dan dia pun akhirnya membuka suara setelah wanita itu sudah banyak berbicara.
__ADS_1
“ Ooh, apakah itu benar?.” tanya William yang sedang berusaha menahan amarahnya, dan dia pun berusaha untuk tetap berbicara normal dengan wanita yang bernama Sera.
“ Ya itu benar sekali.” jawab Sera yang nada nya saangat bersemangat, dia mengira bahwa William percaya dengan perkataan yang diucapkanya. Tetapi Sera tidak tahu yang sebenarnya, bahwa William tidak mudah untuk di bohongin oleh orang lain tentang Riesta. Dan pasti nya itu adalah omong kosong orang-orang yang tidak menyukai Riesta, apalagi Riesta sekarang sudah menjadi Tunangan Juna Sebastian yang merupakan pimpinan Perusahaan Marsh anak dari keluarga yang terpandang.
Di tambah William sudah sangat mengenal Riesta, tidak mungkin Riesta melakukan hal yang kotor seperti itu, dan juga hati Riesta sangat bersih tidak pernah dia melakukan hal tercela untuk membuat karier nya meningkat.
“ Lalu apa kamu pernah melihat nya langsung atau punya foto sebagai bukti agar aku bisa percaya dengan kata-katamu yang barusan?.” tanya William yang mulai menatap tajam Sera, seperti seorang inspektur polisi yang sedang menginterogasi sanksi mata.
“ Eeerrr. . . Aku melihat nya secara langsung, tetapi saat itu aku tidak membawa HP ku jadi aku tidak memotret kejahatan yang di lakukannya.” jawab Sera yang mulai gugup saat tiba-tiba William menatap nya, dan tentu saja Sera tidak memiliki bukti apa pun. Dia pun berbohong jika dia tidak pernah melihat kejadian yang tadi di ceritakan oleh nya tentang Riesta yang menjalankan rencana jahat nya untuk membuat Riesta menjadi nyonya muda Sebastian.
Ekspresi wajah wanita itu pun mulai gugup, dan kedua kaki nya yang awal nya diam tak lama setelah mendengar perkataan dari William. Kaki wanita itu menghentakkan lantai terus-menerus, kedua bola mata nya yang mulai terlihat panik dengan melihat ke arah kanan dan kiri, dan kedua bibir nya yang gemetar samar. Tetapi karena keahlian William yang seperti seorang agen FBI dia bisa tahu bahwa wanita yang di depan mata nya berbohong kepada nya tentang Riesta yang memiliki sifat seperti yang di ceritakan oleh nya.
“ Aku. . Aku memang tidak mempunyai bukti foto nya, memang jika orang melakukan kesalahan dan bisa di percaya oleh orang lain harus menunjukkan bukti nya! Yang aku katakan itu benar, aku yang melihat nya dengan mata kepalaku sendiri, aku tidak berbohong. Apalagi sudah banyak sekali karyawan yang disini tidak menyukai nya, dan mungkin sebelum direktur Juna memimpin perusahaan ini sekretaris Riesta merayu pak Choi. Dan Riesta mendapatkan posisi nya sebagai sekretaris padahal baru saja dia bekerja beberapa bulan dia sudah jadi diangkat sebagai Sekretaris Utama di perusahaan Marsh.” jawab Wanita itu yang tetap saja berbohong padahal William sudah mengetahui kalau wanita yang ada di depan nya mengatakan omong kosong, William tersenyum geli ketika melihat ekspresi wajah wanita itu yang mulai gugup, nada suara nya sudah mulai berubah. Apalagi di tambah dengan suara hentakan sepatu high heels nya yang membuat suara lantai seperti ketukan palu seperti suasana saat sidang di meja pesakitan.
“ Heeh. . . Wanita ini tetap saja berbohong, apa dia tidak lelah? Semua yang di katakan terlalu mengada-ngada, sudah berbohong masih saja ngeles.” batin William menyilangkan kedua tangan nya di mengusap pelipis kepalanya, dia heran masih ada aja wanita yang berpegang teguh dengan kebohongan yang dia ucapkan. Padahal dia sudah tahu kalau melakukan sebuah kebohongan seperti saja memfitnah orang yang tidak bersalah.
Wanita itu pun tetap berbicara omong kosong hingga akhir nya kesabaran William seperti gunung api yang meletus-letus, ingin rasa nya William membuat wanita yang menjelek-jelekkan Riesta menghilang dari muka bumi dengan kedua tangan William.
__ADS_1
“ Seharusnya kamu memutuskan hubunganmu dengan Sekretaris Riesta, sebelum semua terlambat aku saja jijik melihat wajah sok polos dari nya, seharusnya dia dipecat dari perusahaan ini saja dia tidak pantas untuk bekerja di perusahaan terkenal seperti perusahaan Mar-.” sahut Wanita itu yang terlihat mulai gugup, dia pun mulai berbicara hal yang tidak masuk akal. Dan mulai menjelek-jelekkan Riesta di hadapan sahabat kecil nya William.
BRAKK!!
William memukul meja dengan sangat keras hingga membuat karyawan lainnya yang tengah mengobrol asik menengok secara bersamaan karena mendengar suara gebrakkan meja yang sangat keras, wanita yang duduk di depan William tampak terkejut.
“ Ada apa?.” tanya karyawan yang terkejut saat mendengar suara gebrakan meja. Dan karyawan itu langsung menengok ke arah William.
“ Suara apa itu barusan?.” sambung karyawan lainnya yang sama terkejut saat mendengar aemia gebrakan meja. Dan lagsung menengok ke arah sumber suara yang membuat nya terkejut. Untung saja karyawan Marsh tidak memiliki riwayat penyakit jantung atau asma. Karena sebelumnya ada seorang karyawan yang memiliki riwayat penyakit kronis, setelah pergantian direktur baru yaitu Juna Sebastian. Juna Sebastian pun memilah karyawan yang memiliki riwayat penyakit yang mungkin berbahaya bagi kesehatan, sebab jika terjadi sesuatu pada karyawan yang tidak sanggup untuk bekerja lebih keras. Atau pun jika sampai terjadi kematian akibat kelelahan bekerja maka reputasi perusahaan akan menurun, dan mungkin para klien, investor × yang bekerja sama dengan perusahaan Marsh akan membatalkan kontrak kerja sama. Dan perusahaan akan mengalami kerugian yang sangat besar jika sampai sesuatu hal yang tidak inginkan terjadi.
Jadi Juna Sebastian memecat karyawan yang memiliki penyakit kronis dengan hormat dan juga memberikan pesangon sebesar 500 juta untuk karyawan yang di pecat oleh direktur Juna. Memang itu merupakan jumlah uang pesangon yang cukup banyak, tidak jarang perusahaan lainnya akan memberikan uang pesangon sebanyak dan sebesar yang diberikan oleh perusahaan Marsh.
“ Apa akan ada pertengkaran season 2.” seru karyawan yang tadi sempat melihat peraduan William vs Juna. Dan sekarang dia melihat pertengkaran William vs Sera, tetapi dia tidak tahu apa yang di bicarakan oleh kedua orang itu.
( *Jangan lupa tinggalkan like dan vote jika menyukai novel ini 🥰🥰 )
Bersambung*. . . . .
__ADS_1