
“ Dan satu lagi. Kau besok harus sudah menemukan seorang gadis yang bisa di ajak kerja sama!”
“ Bukan nya kemarin saya sudah menemukan nya?”
“ Apa aku harus mengulangi perkataanku kembali!”
“ Oh. . . Tidak Tuan! Maafkan saya! Saya akan mencari pengganti nya secepatnya!”
Di Hotel Tres Spades. Mobil mercedes keluaran terbaru terlihat berhenti di sebuah Hotel, lalu seorang pria yang memakai jas hitam membukakan pintu belakang mobil. Sembari menundukkan kepala nya terhadap pria yang sangat terkenal memiliki sifat ambisius, dingin dan sadis terhadap semua orang. Dan jika ada seorang yang melakukan kesalahan maka dia akan membuang orang itu layak nya sebuah pakaian.
Pria itu pun keluar dari mobil Mercedes berwarna merah, sembari mengancingkan salah satu kancing jas berwarna Navy. Pria yang baru saja turun dari mobil itu dia pun memasukkan tangan kanan nya di saku celana, dengan wajah datar nya pria itu melihat para staf Hotel yang sudah berdiri sangat rapi di dua sisi.
Para staf itu pun langsung membungkukkan badan mereka saat melihat pria yang paling sadis di dunia bisnis.
“ Selamat datang! Tuan Evan!”
Pria itu bernama Evan Sagara. Dia merupakan pria yang sangat dingin, kejam, dan sadis. Dia juga sangat terkenal dengan julukkan “ Playboy” di seluruh penjuru kota, sering sekali Evan berganti-ganti perempuan hanya untuk memuaskan nafsu bejat nya, lalu setelah Evan merasa sudah bosan dengan salah satu wanita maka wanita itu akan di buang seperti sebuah pakaian. Tetapi walaupun Evan di takuti oleh orang-orang, tapi masih banyak sekali wanita yang mengantri untuk menjadi wanita nya. Ya, walaupun mereka tahu sifat sadis yang di miliki Evan terhadap wanita. Tapi wanita itu memilih untuk bisa mendapatkan kepopuleran di media televisi maupun media sosial, jadi para wanita itu berbondong-bondong hanya untuk menjadi wanita sementara Evan.
Di Hotel Tres Spades yang seluruh tanah nya milik Evan. Dan tentu saja para staf yang masih membungkukkan badan mereka di depan BOSS yang sangat di takuti oleh para staf Hotel. Evan pun berjalan pelan melihat para staf yang masih membungkukkan badan nya, lalu Evan menyipitkan mata nya dia melihat ada salah satu Staf yang tidak melihat penampilan nya terlebih dahulu. Apalagi di tambah dengan Evan yang sangat menyukai kebersihan dan juga kerapihan.
Evan pun segera menegur staf yang saat ini masih membungkukkan badan nya.
“ Kau! Lihatlah penampilanmu bawahmu! Sepatumu sangat kotor sekali! Tidak pantas untuk menginjakkan kaki di Hotel ini!”
Staf itu pun melihat ke arah kaki nya. Dan tentu saja sepatu hitam nya yang hanya sedikit terkena debu, lalu staf itu pun segera berlutut kepada Evan. Dia pun memohon kepada Evan Sagara.
“ Tuan! Maafkan saya! Saya tidak menyadari nya! Saya tadi tidak sempat melihat ke arah bawah, saya sangat gugup jadi karena Tuan akan menginap di Hotel ini. Jadi saya lupa untuk mengecek nya kembali.”
“ Hah? Apa aku tidak salah dengar? Kau menyalahkan kedatanganku? Kau di pecat! Dan tidak ada uang pesangon untukmu!”
__ADS_1
“ Tuan! Maksud saya bukan seperti itu!”
“ Kau barusan saja berkata seperti itu! Dan banyak sekali sanksi yang mendengar dan melihat nya kan?”
Staf yang lain pun menganggukkan kepala nya dengan cepat, dan tentu saja para staf sangat gugup, kedua tangan yang gemetar dan juga berkeringat dingin. Dan juga termasuk asisten pribadi Evan yang berdiri tidak jauh dari Evan.
“ Rui! Bawa dia pergi dari sini secepatnya! Saya tidak ingin melihat wajah nya seumur hidup saya!”
“ . . . . “
“ RUI! Apa kau tidak mendengar perintahku?”
“ Huh! Saya mendengar nya Tuan! Saya akan mengusir orang ini pergi!”
Rui pun segera memanggil petugas keamanan yang berada di Hotel Tres Spades. Dan membuat Manajer Hotel itu pun segera membukakan pintu untuk Tuan Evan Sagara, lalu salah satu staf kebersihan memberikan tissue, kemudian manajer itu pun memberikan nya kepada Evan yang sangat menyukai kebersihan.
“ Ini Tuan! Sekali lagi maafkan kelalaian saya . . . Saya janji saya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dan juga staf pekerja yang berada di Hotel ini!”
“ Tuan! Tolong jangan pecat saya! Saya akan menyiapkan wanita penghibur untuk Tuan Evan!”
“ Huh! Lebih baik kau siapkan Wanita penghibur untukku! Aku akan berada di bar! Dan ingat jika aku kembali ke kamarku! Wanita itu harus sudah berada di ruanganku sebelum aku kembali dalam waktu 10 menit! Mengerti!”
“ Ba-bai-baik . . . Tuan Evan! Saya akan siapkan wanita untuk memuaskan anda Tuan!”
Evan pun sudah menyimpan kartu kamar nya di Jas navy milik nya. Lalu Asisten yang berada di belakang nya, Rui menekan tombol Lift lantai 15 lantai dimana hanya orang-orang khusus yang bisa memasuki nya, area Dunia Kasino. Dan sering sekali Evan menghabiskan waktu nya untuk bermain di Dunia Kasino untuk menghilangkan mood jelek nya saat di perusahaan ataupun harus berurusan dengan orang yang tidak mematuhi peraturan miliknya.
“ Huh! Datang kesini malah membuat moodku menjadi jelek!”
Rui pun yang berdiri di samping tombol lift hanya tersenyum kaku.
__ADS_1
“ Tuan . . . Tuan Evan jika kau tidak mempermasalahkan kesalahan staf tadi mungkin mood anda tidak akan jadi jelek.” batin Rui ÷.
“ Hey! Rui! Apa kau sedang membicarakan tentangku?”
“ Hah! Tidak Tuan! Saya tidak berani membicarakan Tuan di belakang Tuan!”
“ Oh benar Tuan! Tuan, saya ingin menyampaikan pesan dari Nyonya besar Sagara.”
“ Nenek? Beliau menyampaikan pesan apa?”
“ Hum . . . Nyonya besar Sagara, beliau bilang Tuan harus datang menemui Nyonya besar besok malam, beliau bilang dia menjodohkan Tuan dengan Nona Irene!”
“ Tch! Grandma masih saja mengatur hidupku! Baiklah! RUI besok kau harus cari wanita untuk menolak pertunangan itu!”
“ Baik Tuan! Saya akan mencarikan wanita untuk anda!”
Rui pun segera meninggalkan Evan yang pergi ke Kasino. Rui pun segera menuju kamar 2022 untuk meletakkan barang milik Tuan Evan yang di bantu oleh staf pengangkut barang.
Rui dan staf yang sedari tadi mengikuti Rui di belakang mereka sudah tiba di kamar 2022. Tanpa kedatangan Evan yang masih berada di dunia Kasino, Rui pun segera membukakan pintu kamar itu menggunakan kartu yang di pegang oleh nya.
Krek!
Rui membuka pintu kamar itu, sembari memberi tips kepada staf pengangkut barang yang sudah membawa barang-barang milik Tuan Evan.
“ Terima kasih!”
“ Sama-sama, jika butuh bantuan panggil saya saja.”
Rui itu membalas senyuman. Lalu ia pun menutup pintu kamar Tuan Evan, sembari mendorong - dorong koper milik Tuan Evan.
__ADS_1
Sembari membuka koper milik Tuan Evan, Rui mengeluarkan pakaian milik Tuan Evan di dalam lemari. Rui memang sudah 15 tahun menjadi asisten pribadi Tuan Evan, di umur Rui yang sudah 30 tahun dia sudah sangat mengenal Tuan Evan, apa yang di sukai nya dan apa yang tidak di sukainya. Walaupun Tuan Evan selalu membuat Rui harus bekerja 2x lipat, tetapi Rui tetap setia dengan Tuan Evan, dan Rui juga berharap suatu saat Tuan Evan bisa menemukan seorang wanita yang bisa merubah perilaku Tuan Evan.
JANGAN LUPA LIKE DAN FAVORIT KAN AGAR ADA NOTIF KETIKA UPDATE DAN TERUS DUKUNG AUTHOR ❤❤