
"Ya kak. Sama-sama, tentu saja Reina akan terus membela kak Riesta. Kakak tenang saja! Jika semua orang sudah mulai tidak mempercayai kakak, keluarga kami akan selalu melindungi kakak."
Riesta pun tersenyum kepada Rei. Sementara di waktu dan tempat yang bersamaan ada seseorang wanita yang terlihat membalas senyum yang di lontarkan oleh kakak sepupu nya.
Tapi setelah kakak sepupu pandangan nya sudah melihat ke samping kaca mobil, wanita cantik itu terlihat termenung, kedua mata nya terlihat menahan perasaan sedih. Apalagi sejak ada berita yang tidak benar. semua orang, teman kantor, ataupun tetangga nya mulai tidak menyukai nya dan serta terus mengolok-olok Riesta.
Tetapi wanita cantik satu lagi yang duduk di kursi belakang terlihat menunjukkan senyum menyeringai satu ujung bibir Reina terlihat terangat ke atas. Karena menurut nya berita TV yang tersebar bisa membuat nya mendapatkan keuntungan untuk membuat kehidupan Riesta hancur, Reina terlihat seperti merencanakan sesuatu dan dia pun dengan cepat mengirim pesan kepada sang ibu.
Di kediaman Keluarga Aileen
Terlihat wanita paruh baya yang sedang minum tea Inggris di siang hari. Wanita paruh baya itu sangat menyukai tea Inggris sembari memangku majalah fashion di paha wanita paruh baya itu. Tiba-tiba ponsel yang di letakkan di atas meja kaca tepat di dekat dessert menyala dan tertulis "Anda mendapatkan sebuah pesan" yang di tampilkan dari layar ponsel. Wanita paruh baya itu pun langsung meletakkan cangkir cantik dan juga tatakan cantik dengan motif yang sama seperti cangkir cantik nya.
Setelah itu wanita paruh baya itu pun mengambil ponsel nya dan membuka ponsel nya.
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= MESSAGE \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
"Mommy! Bagaimana kalau kita membuat berita tentang kak Riesta yang lebih menghebohkan?."
-Reina
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
Wanita paruh baya itu terlihat membaca pesan yang di kirimkan dari anak kesayangannya. Lalu wanita itu pun memegang dagu nya, sepertj sedang memikirkan sesuatu setelah membaca pesan dari anak perempuannya.
"Hum. . . Berita? Berita TV yang menyebarkan berita tentang Riesta yang kata nya mandul?."
"Tidak di sangka anak perempuanku tambah cerdik! Ok ibu akan kabulkan permintaan anak tersayangku."
"Baiklah! Saatnya menyebarkan berita tentang keponakkanku. (Ketawa jahat)."
Lalu ibu nya pun segera membalas pesan kepada anak tersayangnya.
__ADS_1
Di dalam mobil.
TING!
Ponsel Reina berbunyi yang saat ini sedang di pegang nya. Lalu Reina membuka ponsel yang tertuliskan di depan layar ponsel dengan wallpaper Reina yang selca miror di depan cafe cantik. "Anda mendapatkan sebuah pesan"
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= MESSAGE \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
"Oke! Mommy akan mengabulkan permintaan anak mommy yang cantik! Kamu tenang saja si wanita itu tidak akan tahu tentang identitas kita saat menyebar berita Riesta mandul."
"Oh benar! Jangan bertindak gegabah! Juna adalah pria yang tidak mudah di tipu."
-Mommy
\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=
Reina pun menghela nafas berat, sembari berdecak sebal.
"Huuuhh! Sial!."
"Rei? Kamu kenapa? Seperti nya kamu ada masalah ya?."
"Uups!! Aku lupa kalau aku sedang bersama kak Riesta dan kak Juna! Aduh GAWAT!!."
"Hahah. . . . Tidak apa-apa kak Riesta! Itu tadi aku salah mengirim pesan. Hehehe!."
Juna pun yang diam-diam melihat Reina di kaca depan mobil, wajah Reina terlihat seperti menyembunyikan sesuatu. Juna pun mulai curiga terhadap sepupu Riesta, sebab firasat Juna mengatakan kalau sepupu Reista merencanakan sesuatu hal yang tidak baik untuk Riesta.
"Dia seperti sedang menutupi sesuatu. Aku harus menyelidiki nya." batin Juna yang curiga terhadap Reina. Dan dia pun kembali ke mode serius, melihat ke arah depan jalan.
Dan setelah mereka menghabiskan 45 menit. Mereka tiba di mall LFG. Mall terbesar yang ada di kota seoul, termewah, termegah. Dan tentu pasti nya paling lengkap, setiap produk yang ada di mall LFG di bandrol dengan harga selangit. Dan Juna pun memberhentikan mobil nya di pintu utama mall LFG, dia pun meminta maaf kepada Istri nya sembari mengelus lembut rambutnya.
__ADS_1
"Istriku, maaf aku tidak bisa menemanimu. Aku ada urusan yang mendesak, kamu bisa memilih kado bersama sepupumu."
"Yahh, baiklah."
"Jangan pasang wajah sedih seperti itu lagi, lain waktu aku akan menemanimu ketempat yang kamu inginkan."
"Kak Riesta! Kan ada aku! Nanti kita bisa memilih bersama-sama. Kak Juna mungkin ingin menemani kakak, tapi karena pekerjaan jadi kak Juna tidak bisa. Kak Riesta kan tahu sendiri, masa kakak sedih seperti itu karena kak Juna tidak bisa menemani kakak?."
"Uhm . . Iya. Maaf kan aku, suamiku. Seharusnya aku bisa lebih bersikap lebih dewasa lagi, ya sudah. Semangat ya suamiku. Nanti aku akan menghubungi pak Gino untuk menjemputku, kamu selesaikan tugasmu. Terimakasih karena sudah mau mengantar."
"Ya sama-sama."
Riesta dan Reina pun mulai membuka pintu mobil, tapi dengan kecepatan yang cepat. Juna menarik tangan Riesta lalu mencium lembut kening nya, Reina yang tidak sengaja melihat dari pintu depan mobil Riesta yang masih terbuka sedikit. Kedua mata Reina tampak terkejut saat melihat Juna mencium lembut kening Riesta, Reina yang melihat itu mengepalkan tangan dia tidak terima melihat kejadian itu, apalagi saat melihat wajah malu-malu Riesta.
Reina benar-benar sangat tidak suka melihat kakak sepupu nya berbahagia di atas penderitaan yang saat ini Reina rasakan, dia ingin merebut semua milik kakak sepupu nya dan dia ingin sekali memiliki semua nya. Terutama memiliki Juna Sebastian suami Riesta, Reina sangat ingin memiliki Juna untuk selama-lamanya.
"Tch! Menyebalkan! Aku benar-benar tidak terima. Kak Riesta mendapatkan kebahagiaan, sementara aku tidak! Aku benar-benar tidak terima ini!!." batin Reina yang mengerutkan kening, sambil menggertakkan gigi dengan kondisi mulut tetap tertutup. Kepalaan tangan nya semakin kuat hingga memperlihatkan pembuluh darah berwarna hijau kebiru-biruan ditangan kiri Reina. Reina benar-benar ingin menghajar Riesta saat ini juga, tetapi akhir nya Riesta pun mulai turun dari mobil saat Juna mencium kening nya.
Saat Reina melihat Riesta yang sudah berdiri di depan nya, dia pun langsung membuang wajah kesal, dengki, marah nya. Dan dia pun menunjukkan kembali wajah polos nya kepada kakak sepupu nya, sembari memegang dagu nya. Dia pun kembali berakting menjadi wanita yang polos, baik dan lugu, lalu dia pun mengoda kak Riesta.
"Uhk. . . Uhuk! Kak Riesta, kenapa kamu masih malu-malu seperti itu? Padahal kan usia pernikahaan kak Riesta sudah hampir menginjak 3 tahun? Kakak masih malu-malu saat kak Juna mencium kening kakak, seperti orang yang baru pacaran aja."
"Hahh?? Kamu melihat nya tadi? Aduuh kakak jadi malu! Jangan ngomong seperti itu lagi dong!."
"Ini semua karena suami kakak! Pasti pipi kakak tadi merah seperti sayuran tomat ya?."
"Hahha. . . Huum. .? Iya betul kak. Kakak masih sama seperti sewaktu kecil saat kak William meniup lutut kak Riesta yang terluka. Ingat tidak kak? Aku melihat kalian berdua tersenyum malu-malu."
Juna pun yang masih di dalam mobil hendak menginjak gas, tetapi saat Reina menyebut nama William. Kedua mata Juna menyipit, dia pun membuka jendela dan mendengarkan kedua wanita yang tengah mengobrol itu.
**Jangan lupa ya kakak-kakak ! Tinggalkan LIKE dan VOTE jika sudah membaca novel ini 🥰🥰
__ADS_1
Bersambung. . . . .
THANK YOU 😍😍**