Cinta Pertama Direktur

Cinta Pertama Direktur
S2 : DIA cukup Populer


__ADS_3

LIKE          👍


FAVORIT   ❤


VOTE         ⭐


Wajah Dina tertunduk melihat lantai keramik yang berwarna putih bersih, mengkilap dan tanpa ada nya noda yang menempel di lantai keramik itu.


William pun menengokkan kepala nya dan mulai curiga kenapa cewek kanguru ini tiba-tiba diam tanpa kata.


“ Dan? Apa?.” tanya William karena Dina tiba-tiba berhenti berbicara, dan terlihat wajah Dina yang sedikit murung.


“ Heh? Tidak apa-apa.” jawab singkat Dina. Tetapi William masih melihat nya dengan pandangan yang curiga, tentu saja Dina tahu kalau William pasti tahu tentang kejadian tadi pas jam istirahat di kantor.


“ Oh benar. Ayo berangkat apalagi kalau Direktur Juna masih melihatku yang belum berangkat akan lebih gawat lagi! Kita nunggu bus dulu, atau kau ingin naik kereta?.” lanjut Dina dia pun mulai mengahlikan pembicaraan nya. Dengan senyum canggung yang ditunjukkan nya.


“ Hmm... Terserahmu saja.” jawab William singkat.


“ Okey!.” seru Dina yang mulai bersemangat kembali.


Akhirnya mereka berdua pun meninggalkan perusahaan Marsh dan Dina pun memilih untuk menaiki bus dan menunggu di halte bus, karena akan lebih menyenangkan. Sebab bisa melihat toko-toko, jalan sekitar kota Seoul saat belum jam pulang kantor.


Tak lama mereka berdua menunggu bus di halte bus, dan Dina mengeluarkan kartu khusus pembayaran bus, men-scan kartu itu 2x karena satu nya lagi untuk William. Setelah sudah selesai melakukan pembayaran bus, di dalam bus banyak sekali penumpang dari berbagai umur, gender. Saat Dina menarik tangan William agar dia tidak ke dempet-dempet penumpang lainnya, ada beberapa gadis yang memakai baju seragam sekolah + melihat ke arah William.


“ Oppa yang bersama kakak itu ganteng sekali!.” teriak gadis remaja yang membuat satu bus heboh saat melihat William yang tengah berdiri di antara penumpang lainnya.


“ Eunu oppa! Oppa ganteng itu mirip seperti seorang idol.” seru gadis remaja yang melihat William seperti idol boyband yang saat ini tengah naik daun, gadis itu pun kemudian berjalan mendekati William yang tidak jauh dari tempat gadis itu berdiri di dalam bus.

__ADS_1


“ Aku ingin minta foto dengan oppa itu!.” seru para gadis remaja lainnya yang mulai histeris dan ingin meminta berfoto bersama William.


Para gadis pun langsung berjalan mendekati William yang tengah bersama Dina, tiba-tiba dengan kecepatan penuh para gadis itu pun membuat keributan di dalam bus. Genggaman tangan Dina yang memegang tangan William terlepas, dan Dina pun tersempil-sempil para gadis yang memakai seragam sekolah.


TUUD!!


“ Oouuch!!.” Desah Dina yang terjatuh karena para gadis remaja itu terus-menerus mendorong nya.


“ Para anak sekolah tidak tahu tempat dan situasi untuk membuat keributan.” lanjut Dina yang berusaha untuk bangkit agar tidak terinjak-injak oleh para penumpang lainnya.


Dina yang jatuh akibat ke dorong oleh para gadis sekolah, hingga membuat Dina seperti duduk di lantai bus. Saat Dina beranjak untuk bangun, tiba-tiba sepatu high heel sebelah kiri Dina patah dan membuat Dina kesulitan untuk berjalan, mendekati tempat duduk yang masih kosong.


“ Iishh!! Lebih baik aku melepas sepatu saja.” Dina pun melepas sepatu nya yang hak nya sudah patah dna tentu saja tidak bisa di gunakan lagi.


Setelah Dina melepas kedua sepatu, dan dia pun berjalan tanpa alas kaki sama sekali. Untung saja tidak ada yang terluka ataupun terkilir, tetapi Dina pun bingung tidak mungkin dia berjalan-jalan tanpa alas kaki.


“ Huuhff! Padahal ini sepatu yang sangat aku sukai, masa aku harus membeli sepatu baru?.” batin yang melihat sepatu milik nya yang sudah tidak di gunakan lagi.


“ Tapi pria aneh ini cukup populer, padahal baru saja berada di kota Seoul sudah banyak para gadis yang meminta foto bareng.” Dina terheran-heran kenapa baru pertama kali William datang ke Seoul dia sudah populer dk kalangan para wanita. Dina pun berpikir mungkin di tempat kerja nya dia populer seperti ini.


Dina pun memegang sepatu nya dan meletakkan nya di pangkuan paha nya, tak lama kemudian William yang sudah selesai berfoto-foto dengan para gadis sekolah mendekati Dina, dan dia pun duduk di sebelah kursi samping Dina.


“ Hey! Kenapa kau tidak membantuku menolak para gadis itu?.” William yang sudah berdiri di depan Dina, dan terlihat ada keringat di pelipis kepala William. Dia pun memandang wanita yang tengah duduk terdiam di dalam bus.


“ Kenapa kau tidak menolak nya langsung? Karena kau juga sepatu kesayanganku jadi rusak!.” bentak Dina yang menunjukkan sebelah sepatu nya. Dan tentu saja Dina hanya memiliki satu sepatu hak tinggi yang saat ini sudah rusak, dan tidak bisa di gunakan lagi.


“ Benar-benar sial! Kalau aku harus berhadapan denganmu.” lanjut Dina yang membentak William.

__ADS_1


“ Maafkan aku. Karena aku, membuat sepatumu jadi patah. Nanti aku beli kan baru.” jawab William. Dan tentu saja William akan membelikan sepatu yang baru sebagai permintaan maaf nya karena telah membuat sepatu nya jadi rusak.


Saat William mengobrol dengan Dina, mata nya pun melihat ke pusat perbelanjaan yang cukup besar. Kemudian secara tiba-tiba William menarik tangan Dina, dan lalu mereka berdua pun turun dari bus.


“ HEY!! Kenapa kita turun di Mall LFG? Ini bukan tujuan utama nya!.” tanya Dina yang semakin kesal dengan William. Apalagi ini bukan tempat yang di tuju oleh Dina


SSSHH . . .


“ Diam saja! Kalau ingin jalan-jalan wajib pakai alas kaki kan?.” jawab William sembari meletakkan jari telunjuknya menunjukkan ke kedua kaki Dina yang telanjang tanpa memakai alas sepatu apa pun, dan terlihat Dina mengerakkan jari kaki nya.


Lalu Dina pun melihat ke bawah, dan dia menyadarinya dan setuju dengan omongan pria aneh yang berada di sampingnya.


“ Itu memang benar, tapi kalau hanya beli sepatu di mall sebesar ini pasti harga nya 3x lipat nya! Apalagi aku tidak punya uang hanya untuk beli sepatu.” ujar Dina karena dia tidak pernah membeli sepatu di tempat mall, apalagi mall LFG yang sudah terkenal dengan semua barang-barang nya di jual dengan harga tinggi dan tentu saja Dina sangat tahu diri tidak mungkin dia bisa membeli barang-barang dari mall LFG.


“ Sudah . . . Sudah, anggap aja ini ganti rugi saat di bus tadi.” kata William dia pun akan membelanjakan sepatu untuk Dina sebagai permintaan maaf karena sudah membuat Dina mendapatkan kerja tambahan dari direktur Juna.


“ Ayo masuk!.” William pun mengajak Dina untuk ikut masuk bersama nya ke dalam Mall LFG, sembari menarik tangan Dina yang masih berdiri tanpa memakai alas sepatu. Dan tentu saja William yang meminta sepatu Dina yang di pegang oleh Dina.


“ Ehh? Baiklah.” jawab Dina yang menyerahkan kedua sepatu nya kepada William, dia pun ikut masuk ke dalam Mall LFG yang tidak pernah di kunjungi oleh Dina, dan tentu saja ini pertama kali nya bagi Dina berkunjung dan juga berbelanja barang di Mall terbesar di Seoul.


Mereka berdua pun masuk ke dalam mall LFG. Mall terbesar di kota Seoul dan tentu saja harga setiap barang-barang dari mall LFG adalah barang branded yang harga nya sangat fantasik, menurut Dina gajian 5 bulan tidak akan mampu untuk membayar barang-barang yang ada di mall LFG.


***Note : Maaf author update 1 chapter dulu, nanti kalau para pembaca rajin VOTE poin. author akan update lebih lagi 😊.


Di sini kita simbiosis mutualisme ya kakak, A.K.A saling menguntungkan. Author menghibur para pembaca, tapi kakak jangan lupa VOTE poin kakak, biar Novel author bisa masuk rangking.😊***


( *Jangan lupa tinggalkan like dan vote jika menyukai novel ini 🥰🥰 )

__ADS_1


Bersambung* . . . . .


__ADS_2