Cinta Pertama Direktur

Cinta Pertama Direktur
S2 : Uhm . . Dimana aku?


__ADS_3

Gavin masih dalam mode menyetir mobil nya


“Soo Min dimana alamat rumah mu?”. tanya Gavin. Soo Min tidak menjawab pertanyaan itu


“Apakah kamu tidak mendengar? So Mi—”. Akhir nya Gavin menoleh ke arah tempat duduk wanita yang di samping nya sedang tertidur lelap


“Dia sudah tertidur? Apakah dia tidak sama sekali takut tertidur di dalam mobil seorang pria yang belum menikah?”. gumam Gavin memberhentikan mobil nya dan memperhatikan wajah wanita yang masih memejamkan mata dan nafas wanita itu terlihat sangat santai tanpa ada rasa takut karena tertidur di dalam mobil dengan seorang pria.


Gavin teringat kembali obrolan dia bersama Tuan Jang mengenai pasangan hidup karena umur Gavin sudah menginjak 30 tahun dan 7 hari lagi adalah hari ulang tahun nya.


“Kalau di lihat - lihat dia terlihat cantik, polesan make up yang natural dan juga bibir mungil merah muda nya”. Gavin menelan saliva setelah menatap bibir mungil Soo Min dan terpintas pikiran untuk mencium bibir yang terlihat sangat menggoda bagi nya. Dia pun diam diam mendekatkan wajah nya untuk mengambil kesempatan yang tidak datang 2x memang dia adalah pria normal yang pasti akan tergoda melihat wanita yang menurut nya menarik


Bibir mereka hampir bersentuhan, mata fokus Gavin terus memperhatikan setiap wajah wanita yang sudah sangat dekat dengan wajah nya. “Hmm! Zzzzz”. gigau Soo Min menoleh kan wajah nya ke kaca mobil sehingga Gavin tidak berhasil mencium nya.


Tiba - tiba Gavin merasa nafas nya terhenti ketika Soo Min menolehkan wajah nya ke kaca mobil walau Soo Min masih tertidur sangat lelap. Tetapi bagi Gavin itu seperti hampir tertangkap basah karena dia ingin mengambil ciuman dari bibir wanita itu yang masih tertidur


“Kenapa aku sangat gugup! Tenang lah”. batin Gavin memegang setir mobil sangat tegang. Karena hari sudah sangat malam akhir nya Gavin memutuskan untuk menginap di hotel milik keluarganya Executive Suite Hotel. Perusahaan lain yang di miliki oleh keluarga nya sebelum Ayah nya mendirikan Gavin Jewerly Group.


Ketika mereka sudah tiba di Hotel yang sangat elite itu dan juga kamar yang sangat mewah dan besar. Gavin yang mengendong Soo Min membaringkan Soo Min dengan sangat lembut untuk membuat Soo Min lebih nyaman berada di atas kasur berukuran King Size yang sangat lembut dan empuk


Gavin melepas sepatu hak tinggi Soo Min tanpa sengaja melihat luka di mata kaki Soo Min karena tadi siang Soo Min berlari - lari menggunakan high heel berhak 7 cm itu.


“Dia memang kepala batu”. gumam Gavin setelah melihat luka lecet di mata kaki wanita yang menjadi sekretaris nya. Dia pun langsung menelepon manager mall yang sangat terkenal di kota Seoul


\= \= \= \= \= Pembicaraan lewat telepon \= \= \= \= \=


“Besok kirim kan. Pakaian wanita semua nya, dan juga blouse, rok jangan terlalu pendek, sepatu high heel berhak 5cm tidak boleh lebih dari 5cm! Kirim ke Hotel Executive Suite kamar 2045”. Dan Juga pakaian kerja untukku kau tau kan ukuran ku?”

__ADS_1


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= End Called \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


Setelah semua perlengkapan pakaian kerja mereka berdua untuk besok sudah di pesan. Gavin membersihkan diri agar membuat tubuh nya sedikit rileks setelah bekerja seharian. Setelah selesai mandi Gavin memakai handuk kimono dan lekas naik ke atas kasur di samping Soo Min yang masih berada dalam mimpi indah nya


“Hari ini aku tidak akan mengganggumu, Sekretaris Park”. Gavin mencium kening Soo Min dengan lembut yang membuat Soo Min tersenyum - senyum kembali di alam bawah sadar nya. Mereka pun tidur setelah bekerja seharian yang membuat seluruh tenaga mereka habis


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


Ke esokkan pagi nya. Di kamar mewah dan berkelas, Soo Min yang masih bermalas-malasan dan merasa nyaman dalam mode MAGER nya dia tidak ingin bangun untuk kembali beraktivitas seperti biasa nya


“Hmm.. kenapa ranjangku sangat empuk, dan juga semalam si penganggu tidur ku tidak mengganggu mimpi indahku”. Soo Min bergumam walau mata nya masih tidak belum terbuka karena saking malas nya dia dan dia ingin berlanjut tidur hingga siang hari


Krucuk.....


Krucuk.....


Krucuk.....


“Eh? Di mana ini? Kamar ini sangat mewah dan tentu nya ini bukan di rumahku! Dan juga bukan nya kemarin bukan nya aku tidur di mobil nya pak Gavin? Ti-tidak mungkin! “. Soo Min melihat sekeliling dia pun refleks melihat pakaian nya setelah ia merasa bahwa ia masih berpakaian lengkap. Akhir nya dia merasa lega karena pakaian nya masih utuh. “Huuh, selamat”.


Soo Min merapikan kembali kamar tidur itu dan sedikit merapikan blouse nya yang sedikit berantakkan yang keluar dari rok span putih itu


Creck...


Seseorang keluar dari kamar mandi itu dan membuat Soo Min menengok ke arah suara pintu kamar mandi. Mata Soo Min terbelalak ketika melihat siapa yang keluar dari kamar mandi itu

__ADS_1


“Aaaahhh! Ke-kenapa pak Gavin tidak memakai baju?”. Soo Min menutup mata nya dengan menggunakan kedua tangan yang kecil dan masih terlihat mata nya mengintip . Setelah melihat tubuh atletis Gavin Sebastian, seketika Soo Min merasa diri nya sudah melihat pemandangan yang tidak pantas untuk di lihat karena membuat Soo Min sedikit tergoda dengan tubuh pria sejak diri nya tidak pernah memikirkan tentang pria. Gavin hanya menggunakan handuk kecil untuk menutupi bagian bawah perut nya. Dia pun dengan sengaja melangkah mendekati wanita di depan nya yang masih mengintip di celah celah jari mungil wanita itu.


“Seharusnya menutup mata tidak seperti itu. Itu sama saja seperti malu - malu tapi mau, benar tidak Soo Min?”. wajah di dekatkan ke telinga Soo Min seperti bisikan setan


Tubuh Soo Min semakin gemetar dan nafas nya seperti tertahan karena suara bisikan dan juga jarak nya yang sangat dekat hingga membuat hembusan nafas pria di depan nya itu menggelitik leher Soo Min. “Pa-pak Gavin kenapa anda bisa ada disini?”. suara gugup Soo Min masih menutup mata nya dengan sangat rapat hingga tidak ada celah


“Lalu? Seharusnya aku ada dimana? Dan juga karena aku tidak mau membangunkan mu dari mimpi indahmu itu, jadi aku membawamu kesini”. senyum licik terukir dari bibir Gavin karena seharusnya dia bisa membuka tas dan melihat di kartu identitas Soo Min di sana tertulis alamat rumah ibu Soo Min.


“Dia sangat licik sekali!”. batin Soo Min langsung pergi dari hadapan Gavin dan segera menuju ke kamar mandi.


TOK.....!


TOK....!


TOK....!


Seorang karyawan dari mall yang semalam di minta oleh Gavin untuk membawakan pakaian mereka.


“Permisi Tuan Gavin saya di sini untuk mengantar pesanan anda”. ucap salah satu karyawan yang memegang paper bag sehingga tangan nya membuat kedua tangan nya penuh.


“Masuklah!”. jawab tegas Gavin yang masih mengenakan handuk kecil dan masih duduk di sofa dengan tablet dan juga pen. Mata nya masih serius melihat layar tablet itu


“Taruh saja di atas meja!”.


“Baik Tuan”. karyawan itu menaruh paper bag yang sangat banyak itu dan dia lekas pergi karena Gavin sudah langsung mentransfer pembayaran untuk pakaian yang sudah dia pesan.


JANGAN LUPA LIKE DAN FAVORIT KAN AGAR ADA NOTIF KETIKA UPDATE DAN TERUS DUKUNG AUTHOR ❤❤

__ADS_1


__ADS_2