Cinta Tuan Casanova

Cinta Tuan Casanova
Pencarian


__ADS_3

Di malam gelap, saat kebanyakan orang memilih untuk tidur. Tapi tidak di salah satu ruang kerja milik seorang Bos. Di sebuah Mansion mewah, di ruang kerja sang pemilik Mansion, berdirilah empat orang berpakaian bodyguard dan seorang Asisten pribadi, yang tak lain adalah Erina Abigail dan para bodyguard Yocelyn. Mereka kompak menunduk tanpa ada yang berani mengangkat kepalanya.


"Bodoh!" bentak sang Bos besar, siapa lagi kalau bukan Papa Yocelyn.


"Maafkan kami Tuan besar Kenau! kami benar - benar di permainkan oleh Nona sebelumnya!" jawab Erina.


"Satu gadis polos seperti putri ku bisa membodohi lima orang seperti kalian!" ucap Tuan Keanu Anderson berapi - api. "Apa sebodoh itu kalian!" bentaknya lagi.


"Kami minta maaf, Tuan!" ucap mereka serentak.


Tuan Keanu tidak menjawab, dia memutar kursinya membelakangi orang - orang yang masih gemetar itu.


"Apapun caranya, aku beri kalian waktu satu hari, satu malam untuk menemukan putriku!" ucap Tuan Keanu tegas. "Jika dalam 24 jam terhitung dari detik ini kalian tidak menemukan putriku, maka tangan ku sendiri yang akan mematahkan kaki kalian!" lanjutnya dengan nada tinggi.


"Baik, Tuan!" jawab lima orang itu serentak.


"Keluar kalian!" ucap Tuan Keanu dengan nada marah luar biasa.


Mereka berlima kompak keluar meninggalkan ruang kerja Bosnya itu. Tuan Keanu mengambil ponselnya dan mendial sebuah nomor.


"Temukan putriku secepatnya! dan cek penerbangan!" ucap Tuan Keanu singkat pada orang di sebrang.


"Baik, Tuan!" jawaban dari sebrang, "dimana terakhir kali Nona di lihat? dan berapa nomor ponsel Nona?"


"Aku akan mengirim pesan padamu!"


"Siap, Tuan!" jawaban tegas dari sebrang.


Tuan Keanu mematikan panggilannya dan segera mengirim nama Mall yang terakhir di kunjungi Yocelyn juga mengirim nomor ponsel Yocelyn juga foto Yocelyn. Tuan Keanu kembali meletakkan ponselnya dan menyandarkan kepalanya di sandaran kursi kerja mewah yang menunjukkan tingginya kedudukannya.


Apa aku ini Papa yang bodoh? apa yang tidak aku berikan pada mu Yocelyn! kasih sayang Papa selalu untukmu. Apapun yang kamu mau Papa selalu menurutinya. Setiap hari Papa selalu berusaha meluangkan waktu untukmu Nak! apa yang membuatmu ingin kabur dari Papa dan Mama yang sangat menyayangimu? ucap Papa Keanu dalam hati.


Brakk! pintu terbuka dengan kasar.


"Papa! cepat temukan putri kita!" ucap istri Tuan Keanu dengan sesenggukan.


"Mama tenang dulu! Papa sudah berusaha mencari putri kita!" ucapnya mendekati istrinya yang masih berdiri di ambang pintu dengan air matanya yang masih menetes.


"Kerahkan semua anak buah Papa! kalau perlu libatkan seluruh kepolisian di kota ini!"


"Iya, Ma!" ucap Tuan Keanu memeluk istri kesayangannya itu.


"Kalau sampai Papa tidak bisa menemukan Yocelyn, Mama tidak mau melihat Papa lagi!"


Glekk!

__ADS_1


Papa Keanu menelan ludahnya dengan sangat kasar.


"Mama jangan meremehkan Papa!" ucapnya. "Papa akan mengerahkan semua orang - orang Papa untuk menemukan putri kita satu - satunya!"


"Awas kalau sampai Papa tidak menemukan Yocelyn!" ucap Nyonya Keanu Anderson, yang tak lain adalah Mama Yocelyn, yang bernama Maura Andriana. Wanita cantik berkulit putih, dengan rambut hitam bergelombang, dan juga keturunan Indonesia asli.


"Papa berjanji! akan membawa Yocelyn kembali ke Mansion ini dengan selamat!" ucap Papa Keanu yakin.


"Hiks!" Mama Maura kembali menangis di pelukan suaminya.


Jangan panggil aku Keanu Anderson, kalau aku tidak bisa menemukan putri kesayanganku! ucap Keanu dalam hati, sambil mengusap lembut kepala istrinya.


Keanu Anderson, seorang pria berdarah Inggris dengan tubuh tinggi, tegap, berambut pirang, dengan bola mata berwarna coklat adalah salah satu pengusaha sukses di London. Keanu di kenal sebagai pemimpin yang tegas dan tidak segan membuang atau mematahkan kaki siapapun yang di anggapnya pantas untuk mendapatkan hukuman itu darinya.


Kali ini dengan kekuasaannya dia mengerahkan seluruh bawahannya untuk menemukan putrinya. Tanpa banyak tanya tentu saja orang - orang yang terlibat dalam pencarian langsung bertindak malam itu juga.


# # # # # #


Di dalam kamarnya, Devan belum tidur. Dia duduk di sofa dekat jendela kaca di kamarnya. Memandangi kelap - kelip lampu kota London. Tangan kanannya memutar ponsel yang entah sudah di putarnya berapa kali.


Dengan ketinggian apartemennya, dia bisa melihat dengan jelas lampu menara big ben yang menyala saat malam dan London Eye yang sudah berhenti berputar.



Pikiran Devan melayang bersama bayang - bayang wajah cantik gadis muda yang di simpannya di apartemen yang baru saja di sewanya.


"Aku harus mencari tau asal usul mu!" gumam Devan. "Baru kali ini perhatianku teralihkan oleh seorang gadis muda!"


Devan mendial satu nomor di ponsel yang sedari tadi di putar - putarnya sampai pusing.


"Hello, selamat malam Tuan muda! Tuan muda membutuhkan bantuan saya?" jawaban dari sebrang.


"Cari semua data Mahasiswi yang memiliki nama Yossy di London University! besok!"


"Siap, Tuan muda!" jawaban dari sebrang.


"Serahkan padaku besok pagi!"


"Siap, Tuan muda!"


Devan mematikan sambungan telpon nya.


Devan kembali terbayang - bayang wajah polos Yocelyn tadi.


__ADS_1


"Bagaimana bisa gadis polos seperti itu menarik perhatian ku!" gumam Devan. "Hahaha! Devaaannn Devaaann! apa otakmu sedang bermasalah?"


Devan mengakhiri lamunannya dengan menyungging senyum di salah satu sudutnya. Entahlah apa yang dia pikirkan.


Sesaat kemudian Devan memilih untuk masuk ke walk in closed, untuk ritualnya sebelum tidur.


# # # # # #


Menjelang pagi, saat sang Surya belum menyapa Bumi bagian London. Laki - laki tampan yang sudah cukup lama tidak melakukan hobinya itu mengerjapkan matanya di balik selimut tebalnya.


"Gadis itu benar - benar membuatku tidak bisa tidur!" gumamnya, "Perasaan ingin segera menemuinya membuatku bangun lebih cepat!" lanjutnya membuang nafasnya keheranan.


Devan menyingkap selimut tebalnya. Dan turun dari ranjangnya yang empuk dan terlihat mewah itu.


Devan mengambil jas kotor yang semalam di lemparnya ke sofa untuk di bawa ke walk in closed. Dan saat itu juga undangan yang kemarin di berikan sahabatnya terjatuh. Devan mengambilnya, memutar undangan itu.


"Friday night!" gumam Devan lirih sambil berfikir, lalu melempar undangan itu ke meja sofa.


Devan langsung masuk ke walk in closed mengambil satu set jas untuk bekerja di akhir hari kerja, ya! hari Jum'at. Lalu meletakkannya di kursi panjang tanpa sandaran yang ada di ruangan itu.


Kemudian Devan langsung mandi untuk membersihkan dirinya. 15 menit di dalam kamar mandir Devan keluar dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Devan memakai baju yang sudah dia siapkan sebelumnya. Dan langsung menyempurnakan penampilannya di depan cermin. Terakhir menyemprotkan parfum mahalnya.



"Kau memang tampan Devan! siapa yang berani menandingi ketampanan mu!" ucapnya percaya diri, menatap tajam pantulan dirinya di depan cermin.


"Kecuali Alexander! hehehe!" Devan cekikikan setelah mengucapkan kalimat terakhir.


Setelah merasa puas dengan penampilannya pagi ini. Devan langsung bergegas keluar dari apartemennya. Menuruni lift ke lantai dasar. Memasuki restauran yang buka 24 jam.


Devan duduk di kursi pengunjung dekat jendela, menikmati secangkir kopi yang di pesannya. Memainkan ponselnya sambil menunggu sarapan yang dia pesan.




Tunggu up selanjutnya.


Jangan lupa berikan dukungan pada Novel receh Author ini.



Terima kasih,


__ADS_1


Salam Lovallena.


__ADS_2