
Devan masih berada di apartemen Yocelyn. Saat ini dia tengah bermain PS 5 bersama Yocelyn. Mereka terlihat sangat lihai memainkan stik masing - masing.
"Aaaaa!" Yocelyn melempar stik di tangannya karena kembali kalah oleh Devan.
"Hahaha!" Devan tergelak sambil mengusap puncak kepala Yocelyn gemas. "Bagaimana? kamu mengaku kalah" tanya Devan merangkul pundak Yocelyn. "Skor sudah 3 - 0 Sayang!" lanjut Devan menatap wajah Yocelyn di dekapan tangan kirinya.
"Kamu ini kan seorang CEO, untuk apa sih kamu pintar - pintar dalam permainan seperti ini?" tanya Yocelyn kesal.
"Justru karena aku seorang CEO, jadi harus pintar dalam permainan apapun!"
"Harus kah?" tanya Yocelyn yang masih di dekapan Devan.
"Tentu saja!" Devan mentoel hidung Yocelyn.
"Devan?" panggil Yocelyn lirih.
"Hemm?" jawab Devan sambil menyingkirkan anak rambut di wajah cantik Yocelyn.
"Kalau Papa melihat ku bersama mu, apa kamu akan terang - terangan kalau kita berpacaran?"
"Tentu saja!" jawab Devan yakin.
"Kalau Papa memusuhi mu bagaimana?" tanya Yocelyn takut, "kalian kan rekan bisnis!"
"Aku punya cara sendiri untuk mengatasi Papa mu itu!"
"Oh ya?"
"Heemm!" jawab Devan mengusap lengan Yocelyn. "Aku sudah cukup lama mengenal Papa mu! sekitar 4 thn yang lalu, saat awal - awal aku mengambil ali perusahaan Opa!"
"Oh ya?"
"Iya, Sayang!" jawab Devan mendekap gemas tubuh Yocelyn. "Aku tau kelemahan Papa mu!"
"Apa?" tanya Yocelyn menatap wajah tampan Devan.
"Anak kecil tidak boleh tau! haha" jawab Devan sambil tergelak.
"Ish!" Yocelyn memukul paha Devan dengan kepalan tangan.
"Awh!" pekik Devan pura - pura kesakitan.
"Aku sudah 22 tahun!" ucap Yocelyn. "Aku juga sudah punya pacar!" jawab lagi dengan senyum polosnya.
"Oh ya?" tanya Devan menggoda.
"Iya lah!" jawabnya bangga.
"Hahaha!" Devan tergelak menahan gemas dengan sikap Yocelyn yang benar - benar terlihat polos. "Coba lihat mana pacar kamu?"
"Hemm!" Yocelyn menunjuk kaca apartemen yang memantulkan gestur mereka, namun tidak terlihat dengan jelas.
"Ya! kok jelek sih!" ejek Devan pada pantulan dirinya sendiri.
"Emang!" jawab Yocelyn santai.
"Eh! beraninya kamu mengakui aku jelek!" ucap Devan menggelitik perut Yocelyn.
"Hahahaha! ampun! kamu sendiri yang bilang!" teriak Yocelyn menahan geli akibat gelitikan Devan.
"Harusnya ada pembelaan dong!" ucap Devan masih memainkan jemarinya di perut Yocelyn.
"Hahaha! ampun! iya .. iyaa Tuan tampan!" ucap Yocelyn menaikkan kakinya ke atas sofa.
Devan mengakhiri gerakan jarinya, dan langsung beralih memeluk tubuh Yocelyn yang roboh di atas sofa. Devan menatap wajah Yocelyn dalam, dan membelainya dengan cinta.
Yocelyn yang tidak pernah jatuh cinta sebelumnya merasakan detak jantungnya berdetak begitu hebat. Dia kesulitan mengatur degup jantungnya saat berada di posisi sedekat itu.
Ada apa dengan jantung ku? batin Yocelyn.
"Jika Papa mu menemukan mu bersamaku, dan membawamu kembali ke mansion mu, berjanjilah untuk tetap mencintaiku!" ucap Devan lirih tapi dangan nada serius.
Yocelyn mengangguk, tanda iya.
__ADS_1
"Aku akan berusaha membawamu kembali padaku! percayalah!" ucap Devan.
"Aku percaya!" jawab Yocelyn tegas. "Kamu sama hebatnya dengan Papa ku!" ucap Yocelyn, "aku yakin Papa ku bukan lawan yang berat untuk mu!" lanjutnya meletakkan kedua tangannya di rahang Devan.
Spontan desiran godaan merasuki tubuh sang Casanova.
"Aku hanya takut, saat kita kembali bertemu, dan kamu sudah tidak mencintai ku!" ucap Devan menahan dirinya yang mulai tergoda dengan sentuhan Yocelyn yang sama sekali tidak di sadari Yocelyn.
"Aku akan terus mencintaimu Devan!"
"Boleh aku mencium mu?"
"Cium?" tanya Yocelyn mengerutkan keningnya. "Kenapa bertanya? bukankah sedari tadi kamu mencium kening ku tanpa izin juga?"
Devan mengangkat sudut bibirnya mendengar ucapan Yocelyn.
"Maksud ku, mencium bibir mu!" ucap Devan mengusap bibir Yocelyn dengan ibu jarinya.
"Bibir?" tanya Yocelyn yang di jawab Devan dengan sekali anggukan kecil. "Maksud kamu ciuman bibir?" tanya Yocelyn membulatkan matanya.
"Iya!" jawab Devan dengan nada berat.
"Seperti yang ada di film - film?" tanya Yocelyn lagi.
"Iya"
"Bibir mu dan bibir ku?" tanya Yocelyn lagi.
"Iya, Sayang!" jawab Devan gemas.
"Memang boleh di dunia nyata berciuman bibir seperti di film - film!"
Spontan Devan tergelak menahan gemas mendengar penuturan kekasih polosnya itu.
"Kalau kita saling mencintai kenapa tidak boleh?"
"Kalau di film kan boleh karena di bayar sama rumah produksi!"
"Kamu mau aku membayar mu seperti para artis?"
"Kalau kamu meminta bayaran, aku akan membayarnya dengan sisa umurku!"
"Hah! sisa umur?"
"Iya!" jawab Devan. "Harta hanya titipan Tuhan, dan itupun Opa yang membangun bisnis pertama kali! sementara yang benar - benar aku miliki hanya sisa umurku!"
"Kalau begitu aku juga!" ucap Yocelyn, "aku juga akan membayar mu dengan sisa umurku!"
Mereka saling menautkan jari kelingking dengan senyum manis di bibir masing - masing.
"Wahai Tuan Puteri yang aku cintai, apakah aku sekarang boleh mengambil ciuman pertama mu?" tanya Devan kembali membelai wajah cantik Yocelyn.
"Boleh, Pangeran yang aku cintai!" jawab Yocelyn dengan senyum di bibirnya.
Devan mulai menatap bibir Yocelyn, dan mengusapnya lembut dengan ibu jarinya. Lalu Devan menatap dalam mata Yocelyn yang juga menatapnya balik dengan tatapan bingung.
Devan mulai mendekatkan bibirnya pada bibir Yocelyn. Devan mengecup singkat bibir Yocelyn, dan seketika itu membuat tubuh Yocelyn menegang. Sebagai seorang Casanova, tentu Devan tau yang di rasakan Yocelyn sekarang. Seorang gadis polos yang tidak pernah tersentuh laki - laki.
"Rileks!" ucap Devan lirih.
Devan kembali mengecup singkat bibir Yocelyn. Bukan nya rileks, tubuh Yocelyn justru semakin kaku. Devan kembali membelai rambut kepala Yocelyn, dengan jarak wajah mereka yang hanya 5 cm.
"Rileks, Sayang!" ucap Devan lagi, "jangan buat tubuhmu menegang" lanjutnya.
Yocelyn mengangguk pelan dan mulai mencoba melenturkan tubuhnya.
Devan mencium lembut dan lama kening Yocelyn. Menyalurkan besarnya cinta yang dia miliki untuk Yocelyn. Yocelyn mulai merasa nyaman dengan yang di lakukan Devan. Naluri Yocelyn membawanya untuk menutup kedua matanya.
Devan mulai merasakan tubuh Yocelyn yang lebih rileks dari sebelumnya. Devan mulai mengangkat sedikit kepalanya dan mulai mengecup beberapa kali bibir Yocelyn.
Spontan Yocelyn mencengkeram punggung Devan yang setengah duduk. Devan mulai meraih bibir atas dan bawah Yocelyn bergantian. Kemudian membuka mulut Yocelyn dan kembali menautkan bibirnya. Devan melepas pagutan nya, saat merasakan Yocelyn kesulitan bernafas.
"Jangan ragu untuk bernafas" bisik Devan. "Bernafas lah seperti biasanya, Sayang!"
__ADS_1
"Tapi itu sangat sulit!"
Devan mengangkat sudut bibirnya dengan jawaban Yocelyn.
"Kita coba lagi!" ucap Devan.
Devan kembali meraih bibir Yocelyn.
"Nafas!" ucap Devan di tengah pagutan bibirnya.
Dengan susah payah Yocelyn menarik nafas. Devan kembali melepas pautan bibirnya sambil menyungging senyum di bibirnya.
"Kekasih polos ku!" ucap Devan mentoel hidung Yocelyn.
"Kamu mengejekku?" tanya yocelyn dengan bibir manyunnya.
"Tidak!" Devan menggeleng. "Aku justru senang memiliki kekasih seperti dirimu!" ucap Devan.
"Kenapa?"
"Karena setiap inchi dari tubuhmu belum pernah di sentuh laki - laki manapun!"
"Kamu sendiri, sudah pernah di sentuh wanita sebelumnya?"
Devan kembali tersenyum mendengar ucapan Yocelyn.
"Sudah!" jawab Devan tanpa melihat mata Yocelyn.
"Sejauh mana?" tanya Yocelyn penasaran.
"Belum saatnya kamu tau!" ucap Devan. "Dan aku berjanji! mulai sekarang, tidak akan ada lagi wanita yang bisa menyentuhku selain dirimu!"
"Beneran janji?" tanya Yocelyn.
"Janji!" jawab Devan tegas dan yakin.
"Hihihihi!" Yocelyn tertawa kecil.
"Kenapa tertawa?"
"Aku senang!" jawab Yocelyn.
"I love you!" bisik Devan.
"I love you too!" jawab Yocelyn.
Devan mengangkat tubuhnya, dan membantu Yocelyn untuk kembali duduk di sampingnya. Devan membawa Yocelyn untuk bersandar di dada. Naluri alamiah seorang perempuan mengarahkan tangannya untuk memeluk perut Devan. Dan Yocelyn melakukan itu tanpa ragu lagi.
Melihat reaksi Yocelyn yang mulai terlihat natural menerima kehadirannya, membuat Devan menyunggingkan senyum. Kemudian Devan mencium puncak kepala Yocelyn yang berada di bawah dagunya.
.
.
.
Happy reading! 🥰
Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya.
Berikan dukungan kepada Author ya kakak.
Terima kasih,
__ADS_1
Salam Lovallena.