Cinta Tuan Casanova

Cinta Tuan Casanova
Para Pengawal


__ADS_3

Beberapa hari kemudian . . .


Waktu menunjukkan jam pulang kerja. Devan melajukan mobilnya membelah jalanan kota London yang mengarah ke apartemennya. Sebuket bunga berukuran sedang ada di jok sampingnya.


Devan berjalan menuju pintu apartemen yang menjadi miliknya itu. Tanpa mengetuk pintu Devan langsung memasukkan sandi pintu apartemennya.


Devan berjalan masuk setelah kembali mengunci pintunya. Devan berjalan pelan tanpa bersuara, dan matanya mendapati Yocelyn yang berkutat di dapur.


Apa yang dia lakukan? tanya Devan dalam hati dengan rasa penasaran yang tinggi. Pasalnya Devan tau Yocelyn tidak bisa memasak selain membuatkan Devan kopi. Itupun Devan yang mengajarinya. Tanpa aba - aba Devan memeluk tubuh Yocelyn dari belakang. Dengan sebuket bunga di tangannya.


"Ah!" pekik Yocelyn yang kaget.


"Sayaang.. apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Devan melihat Yocelyn yang tampak membuat omelette.


"Aku mencoba ingin membuatkan omelette untuk kamu" jawab Yocelyn.


"Untuk apa kamu repot - repot membuatkan aku omelette?" tanya Devan yang tidak menyangka kekasihnya sedang berusaha menjadi perempuan yang mandiri.


"Aku ingin bisa memasak untuk suami ku nanti" jawab Yocelyn sambil memindah omelette dari teflon ke piring dan mematikan kompor.


"Sayaang.. aku tidak menuntut mu untuk bisa memasak!" ucap Devan. "Aku akan membayar koki supaya memasak untuk kita!"


"Tapi bagaimana kalau ada wanita yang menggoda mu dengan masakan mereka yang lezat?" tanya Yocelyn yang berputar menghadap Devan dengan bibir manyunnya.


"Hahaha!" Devan justru tergelak gemas dengan ucapan Yocelyn. "Pasti kebanyakan nonton sinetron!" ucap Devan mentoel gemas hidung kekasihnya.


"Tidak!" elak Yocelyn.


"Sayaang.. dengarkan aku!" ucap Devan menarik pinggang Yocelyn hingga menempel sempurna pada tubuhnya. "Tidak akan ada yang bisa membuat ku berpaling dari kekasih ku ini!" lanjutnya. "Mau makanan lezat atau apapun itu!"


"Tapi di luar sana banyak wanita cantik! bahkan sekretaris mu saja secantik itu!"


"Hahaha!" gelak Devan, "mana berani Grace menggoda ku!"


"Kamu yakin dia tidak akan menyukai mu?" tanya Yocelyn menyelidik.


"Sayaang, Grace itu sudah bersuami!"


"Apa?"


"Iya!" jawab Devan. "Dia juga sudah punya satu anak!"


"Beneran?"


"Iya, Sayang!" jawab Devan. "Dan suaminya adalah teman ku kuliah! jadi mana mungkin aku mengkhianati teman ku!"


"Tapi pasti banyak rekan bisnismu yang cantik - cantik kan?"


"Kalau aku ada niat untuk menyukai salah satu dari mereka, aku pasti tidak akan memilih kamu! dan mungkin aku sudah menikah dengan salah satu dari mereka!"


"Benar kamu tidak akan tergoda dengan mereka?" tanya Yocelyn dengan tatapan sendu.


"Janji, Sayang!" ucap Devan dengan tatapan mata serius.


"Terima kasih, Sayang!" ucap Yocelyn memeluk tubuh Devan dengan erat.


Devan mengusap pundak Yocelyn dan mencium puncak kepalanya. "Aku tidak menyangka kamu berhasil membuat omelette!" seru Devan melihat omelette di piring.


"Kamu lihat berapa banyak yang gagal?" ucap Yocelyn menunjuk tempat sampah.


Spontan Devan membulatkan matanya, sesaat kemudian senyum heran setengah mengejek terbit dari bibirnya.


"Sayaang.. mulai sekarang jangan buat tangan mu kelelahan dengan urusan dapur!"


"He'em!" jawab Yocelyn dengan senyum kikuk bercampur malu.


"Kamu dapat telur dari mana?"


"Beli minimarket di bawah!"


"Oh!" Devan mengangguk mengerti.


"Ini untuk kamu!" ucap Devan menyerahkan bunga yang dia bawa.


"Hehe, thank you Sayang!" ucap Yocelyn menerima dan mencium bunga mawar asli yang di berikan Devan.


"Kita makan omelette ini!" seru Devan mengambil piring berisi satu omelette dan membawanya ke meja makan.


"Kamu saja!" ucap Yocelyn duduk di samping Devan. "Kan cuma satu!"


"Kita makan bersama!"


"Tapi.. kalau tidak enak jangan di ejek ya!"


"Tentu saja tidak, Sayang! ini adalah hasil kerja kekasihku tercinta! mana mungkin aku mengejeknya!" ucap Devan yang membuat Yocelyn tersenyum. "Lihat! sampai berkeringat!" lanjutnya sambil mencium dan menjilat keringat Yocelyn yang menetes di pelipisnya.


"Sayang, aku belum mandi!" ucap Yocelyn memukul pelan paha Devan.


"Aku juga!" sahut Devan.


"Pantes bau!"


"Sama! hahaha!"

__ADS_1


Yocelyn ikut tersenyum. Devan mengambil sedikit omelette dan memakannya. Rasanya memang biasa saja. Karena itu buatan kekasihnya, tentu saja Devan sangat menyukainya.


"Aa!" ucap Devan menyodorkan potongan omelette di depan mulut Yocelyn.


Yocelyn membuka mulutnya dan melahap omelette yang di sodorkan Devan.


"Maaf.. rasanya biasa saja!" ucap Yocelyn.


"Apapun rasanya, asal buatan kekasihku pasti rasanya sangat enak di lidahku!"


Yocelyn tersenyum kecut, merasa malu dengan hasil masakan perdananya itu.


# # # # # #


Keesokan harinya . . .


Devan tengah meeting bersama dengan beberapa bawahannya di ruang meeting. Hatinya merasa tidak setenang biasanya. Pikirannya selalu tertuju pada sang kekasih yang dia tinggal di apartemen sendirian.


Christ yang menyadari bosnya sedang di landa gelisah mengambil alih apa yang seharusnya di jelaskan oleh Devan di meeting pagi ini. Sementara Devan mengetikkan sesuatu melalui ponselnya.


Devan : Awasi kekasih ku, kemanapun dia pergi!


Kepala Pengawal : Siap, Tuan!


# # # # # #


Dengan tas kecil yang di belikan Devan, juga topi dan masker yang tak pernah lepas dari wajahnya saat di luar apartemen. Yocelyn melangkahkan kakinya keluar dari gedung apartemen itu. Dia berdiri di depan lobby, menunggu taksi online yang dia pesan.


Beberapa saat berlalu, akhirnya taksi online berwarna putih itu berhenti di depan lobby. Yocelyn masuk setelah memastikan taksi online itu benar pesanannya. Tentu saja menggunakan identitas palsunya.


Taksi online berjalan menuju restoran yang di maksud oleh Yocelyn. Pengawal yang di perintahkan Devan pun selalu setia mengikuti pergerakan Yocelyn.


Setelah makanan pesanannya datang, Yocelyn keluar dari restoran dengan menenteng satu kantong makanan. Sebelum Yocelyn masuk ke dalam mobil, Yocelyn menyempatkan berkaca pada kaca pintu mobil.


Memperbaiki rambut dan saat merapikan rambutnya tak sengaja masker Yocelyn terlepas sebelah dan dengan cepat Yocelyn memperbaikinya. Namun sayang, momen singkat itu terlihat sepasang mata yang berjaga di depan restoran itu.


"Nona Yocelyn!" pekik seseorang dari dalam mobil yang parkir tak jauh dari taksi Yocelyn.


Yocelyn yang mendengar itu, spontan melihat dari pantulan kaca mobil. Dan benar saja, itu adalah pengawal Papanya.


"Sial!" pekik Yocelyn yang langsung membuka pintu mobil.


"Cepat ke FG corp!" perintah Yocelyn pada sang supir taksi.


"Baik, Nona!" jawab supir yang langsung tancap gas, karena sebelumnya sudah menyalakan mesin mobil saat melihat Yocelyn keluar dari restoran.


Mobil yang berisi dua pengawal Papanya itu mengikuti pergerakan mobil yang membawa Yocelyn.


Sementara pengawal Devan yang menyadari mobil Yocelyn tengah di kejar berusaha menghalang - halangi.


"Tambah kecepatan!" ucap Yocelyn.


"Baik!"


"Sial!" pekik supir pengawal Keanu. "Mobil siapa ini!" lanjutnya merasakan mobil hitam di depannya sengaja menghalang - halangi pergerakan mobil pengawal Keanu.


"Cepat! lapor pada Tuan Keanu!"


"Baik!" jawab orang di sampingnya.


"Tuan! kami menemukan Nona Yocelyn di jalan Britania Raya!" ucapnya.


"Apa kalian yakin itu putri ku?" tanya Keanu


yang merasa lega putrinya di temukan.


"Yakin, Tuan!" jawabnya, "tapi ada satu mobil yang seperti menghalang - halangi kami!"


"Aku akan mengirim bantuan!"


"Terima kasih, Tuan!"


Beberapa saat berlalu, taksi Yocelyn masuk ke dalam gerbang perusahaan Group G, di ikuti oleh mobil pengawal Devan.


"Tutup gerbangnya!" teriak pengawal Devan pada security.


Mendengar perintah urgent dari rekannya, security itu langsung menutup otomatis gerbang kokoh setinggi 2,5 meter itu. Sehingga taksi yang membawa Yocelyn pun di cegah untuk keluar dari area perkantoran.


Yocelyn keluar dan langsung berlari ke area parkir mobil untuk bersembunyi. Dia tidak ingin membuat kekacauan karyawan yang sedang bekerja di dalam kantor.


"Halo?" suara Devan di sebrang sana.


"Sayang, aku ada di area parkir kantor mu!"


"Apa!" pekik Devan, spontan anggota rapat menoleh pada Devan. Devan segera berdiri dan berjalan ke arah pintu dengan memberi kode untuk tetap melanjutkan meeting.


"Pengawal Papa menemukan aku!"


"Aku akan ke area parkir!" ucap Devan yang langsung berjalan ke arah lift dan menuju area parkir.


"Cepat, Sayang! aku takut!" ucap Yocelyn.


"Iya, Sayang!" ucap Devan yang langsung mematikan panggilan ponsel Yocelyn.

__ADS_1


Sementara Yocelyn sembunyi di balik salah satu mobil. Dengan jantung berdebar, tanpa dia ketahui jikalau dia mendapat perlindungan dari para pengawal dan security Devan.


Devan berjalan menyusuri setiap lantai area parkir, dengan perasaan campur aduk.


"Sayaang?" panggil Devan di lantai satu.


Tak merasa ada jawaban, Devan naik ke lantai dua.


"Sayaang?" panggil Devan lagi, namun tak ada tanda - tanda keberadaan kekasihnya.


Tapi samar - samar Yocelyn mendengar suara Devan. Devan berjalan ke lantai 3.


"Sayaang?" panggil Devan lagi.


"Sayang! aku di sini!" teriak Yocelyn yang keluar dari persembunyiannya dengan perasaan panik.


"Sayang? ada apa?"


"Pengawal menemukan aku!" ucap Yocelyn di tengah nafasnya yang terengah - engah. "Mereka mengejar ku!"


"Jangan khawatir! pengawal ku sudah berjaga di depan!"


"Kamu yakin?"


"Iya!" jawab Devan, "mungkin sudah saatnya aku menghadapi Papa mu, Sayang!" ucap Devan.


"Tapi ..." Yocelyn bingung sendiri harus bagaimana. Karena feeling nya, Papanya akan marah pada Devan yang sudah menyembunyikannya hampir dua bulan lamanya.



"Kamu jangan khawatir, Sayang!" ucap Devan, "aku tau cara menghadapi Papa mu!" lanjutnya.


"Tetap saja aku khawatir!"


"Kita ke ruangan ku sekarang!" ajak Devan. "Kamu tenangkan nafas kamu ini!"


"Iya!" Yocelyn mengangguk dan menuruti perintah Devan.


Sementara itu di area gerbang perusahaan, terjadi drama sengit antar pengawal.


"Sial!" ucap pengawal Keanu memukul kemudi di ikuti beberapa mobil pengawal Keanu yang ternyata memotong jalan. Beberapa orang keluar dari mobil dan mendekati jajaran security dan orang - orang berpakaian pengawal.


"Siapa kalian?" tanya ketua pengawal Devan


"Kami tidak ada urusan dengan kalian!" jawab seorang pengawal Keanu. "Kami hanya ingin membawa Nona di dalam mobil putih tadi!"


"Dengan jelas Nona itu menjauhi kalian, itu artinya tugas kami melindunginya!" ucap security.


"Sebaiknya kalian jangan ikut campur!"


"Sebaiknya kalian jangan membuat onar di wilayah FG corp!" sahut kepala pengawal Devan.


Salah seorang pengawal Keanu menghubungi nomor ponsel Keanu.


"Bagaimana?" tanya Keanu dingin.


"Nona masuk ke area FG corp, tapi pengawal FG corp seperti melindungi Nona Yocelyn!"


"Apa!" pekik Keanu yang merasa heran.


"Bukankah Tuan rekan bisnis Tuan Devan, apa sebaiknya kita meminta bantuannya?" tanya pengawal ragu.


Keanu tampak berpikir, ada hubungan apa Yocelyn dengan FG corp.


Dengan perusahaannya, atau dengan salah satu pegawai FG corp, atau dengan ..? Tanya Keanu dalam hati yang membuat pikirannya melayang - layang, mengingat Devan tengah dekat seorang gadis yang sangat di lindungi nya.


"Aku akan datang!" ucap Keanu tegas.


"Baik Tuan!"


.


.


.


.


.




Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Simak terus update nya ya 🙏🥰🤩



Terima kasih,


__ADS_1


Salam Lovallena.


__ADS_2