Cinta Tuan Casanova

Cinta Tuan Casanova
Bukan Malam Pertama


__ADS_3

Dua minggu kemudian . . .


Ujian sudah berakhir, kini Devan, Yocelyn dan kedua orang tua mereka tengah di sibukkan dengan persiapan pesta yang akan di selenggarakan dua hari lagi.


Alexander, Jova dan twins pun sudah mendarat di London baru saja. Kini keluarga kecil Alexander sudah berada di Mansion Opa.


Dan besok adalah jadwal kedatangan keluarga dari Singapura.


Jova yang pertama kalinya mengenal Yocelyn pun sudah terlihat sangat akrab. Selain usia mereka yang tak jauh berbeda, juga karena mereka akan menjadi ipar.


Yocelyn pin terlihat sangat menyayangi twins. Karena Yocelyn memang menyukai anak - anak.


"Baby Queenara, ikut Mom Yocelyn jalan - jalan yaa.." ucap Yocelyn menimang baby Queenara di lengannya dan membawanya ke taman belakang mansion.


Devan yang melihat itu, segera mengambil baby Qiandra dan mengikuti istrinya ke taman belakang. Menimang baby Qiandra di lengannya juga.


"Kamu pengen nggak punya anak kembar?" tanya Devan pada istrinya.


"Pengen banget!" jawab Yocelyn cepat. "Pasti akan sangat lucu seperti mereka berdua!" ucap Yocelyn dengan wajah berbinar.


"Nggak takut kwalahan?" tanya Devan.


"Nggaklah! kan ada kamu!" ucap Yocelyn sembari menjulurkan sedikit lidahnya.


"Kalau aku pas kerja!"


"Kan ada baby sitter nya"


"Iya, sih!" Devan tersenyum, dia sendiri tidak sabar ingin memiliki anak.


# # # # # #


..."Saya terima nikah dan kawinnya Yocelyn Charlotte Anderson binti Keanu Anderson dengan mas kawin tersebut di bayar tunai!"...




Akad itupun di ulang dengan Keanu sebagai wali. Dan kali ini pernikahan mereka sah di mata agama dan hukum.


Hati Yocelyn begitu bahagia saat memegang sebuh buku nikah, dan satu buku lagi di tangan Devan.


"Are you happy?" tanya Devan lirih saat mereka berdiri berhadapan di back drop yang sudah di siapkan untuk mengabadikan momen bahagia mereka.


"So happy!" jawab Yocelyn lirih pula. "Terima kasih, suamiku!" ucap Yocelyn memeluk Devan.


"Akulah yang harusnya berterima kasih, Sayang!" ucap Devan. "Kamu ikhlas menerima ku yang sempat gila ini!" lanjut Devan sembari mencium punggung tangan Yocelyn.


Yocelyn menatap dalam mata Devan, dengan seulas senyuman manis.


"Aku tidak butuh masa lalu kamu, aku hanya butuh masa depan kamu!" ucap Yocelyn tulus.


"Kita akan selalu bersama!" ucap Devan.


"Janji?" Yocelyn menunjukkan jari kelingkingnya.


"Janji!" balas Devan meraih kelingking Yocelyn dengan kelingkingnya.


Momen itu pun tak luput dari jepretan kamera sang fotografer. Pose - pose natural mereka benar - benar terlihat sangat romantis di mata para tamu undangan.


"Selamat ya Devan!" ucap Jova yang menggendong Qiandra.


"Thank you kakak ipar!" jawab Devan, kemudian mencium pipi gembul Qiandra.


"Selamat ya Yocelyn!" ucap Jova pada Yocelyn.


"Terima kasih Kak Jova!" balas Yocelyn.


"Panggil Jova aja!" ucap Jova.


"Tidak boleh, harus Kakak!" ucap Yocelyn.


"Ya sudahlah, terserah kamu"

__ADS_1


Yocelyn menyempatkan mencium pipi Qiandra. Juga pipi Queenara yang di gendong Alexander.


"Bikin sekalian dua gini loh!" ucap Alexander menggoda Devan. "Jangan satu - satu!"


"Mau nya sih gitu, brother!" jawab Devan.


"Terserah Tuhan ngasih berapa!" sahut Yocelyn memeluk lengan Devan.


"Betul!" sahut Devan dengan senyum menawan ala Devan.


Alexander menyebikkan bibirnya. Dalam matanya terdapat ketidakpercayaan jika saudara kembarnya sudah menikah.


Semua anggota keluarga tau siapa Devan. Sebagian dari mereka tidak percaya jika Devan akan menikah. Dan sungguh tidak menyangka ada gadis sepolos Yocelyn yang mau menerima Devan dengan masa lalu buruknya.


# # # # # #


Perhelatan pesta pernikahan Devan dan Yocelyn pun di gelar sangat mewah di sebuah gedung mewah di kota London.


Momen bersatunya dua konglomerat London itu tak lepas dari kamera wartawan. Karena pernikahan itu di anggap oleh sebagian masyarakat sebagai jalan untuk memperbesar bisnis kedua perusahaan.


Tanpa mereka ketahui, jika pernikahan itu murni karena cinta yang tulus dan penuh perjuangan.


Tamu undangan yang datang lun bukan hanya dari London. Melainkan dari berbagai kota di Inggris.


Kebanyakan dari mereka adalah rekan bisnis, dan para petinggi di anak cabang perusahaan.


Zayn dan Alfred, sahabat sejati Devan dan Alexander pun tak luput dari pesta meriah itu.


Entah bagaiman awal mulanya, tiba - tiba Zayn sudah duduk berdampingan di di kursi tamu dengan Erina.


Yocelyn yang melihat sempat tak percaya. Yocelyn tau Zayn dan Alfred adalah sahabat terdekat suaminya. Tapi Yocelyn benar - benar tidak tau tentang kedekatan mantan asistennya dengan sahabat suaminya.


"Sayang, sejak kapan Erina mengenal Zayn?" tanya Yocelyn pada Devan.


Mereka tengah duduk di atas pelaminan yang di hias megah dan mewah.


"Aku tidak tau, Sayang!" jawab Devan. "Tapi aku pernah dengar, jika Zayn menggarap proyek baru dengan Papa Keanu!" lanjut Devan.


"Mungkin sejak itulah mereka saling mengenal!"


"Menurut kamu, apa mereka cocok?" tanya Yocelyn.


"Kalau mereka saling suka, aku tidak masalah!" jawab Devan. "Sebenarnya Zayn juga sama seperti ku dulu, tapi semua manusia pasti bisa berubah kan?" ucap Devan.


"Berubah jadi hulk?" canda Yocelyn.


"Hahahaha!" Devan tergelak. "Sayang! kita bicara serius kamu malah bercanda!"


"Ya siapa tau Zayn malah jadi hulk! hihi!"


"Kalau aku berubah, berubah jadi apa?" tanya Devan.


"Jadi ..." Yocelyn tampak berfikir di tengah suara lagu - lagu yang menggema di gedung itu. "Jadi pangeran aku aja!" jawab Yocelyn tersenyum manis pada Devan.


"Haha! kamu jadi princess nya!"


"Betul!" jawab Yocelyn.


Mereka kembali berdiri, karena tamu undangan semakin banyak. Semua tamu undangan pasti ingn berjabat tangan dan melihat langsung wajah CEO FG Group dengan putri Keanu.


Beberapa jam berlalu . . .


"Capek!" keluh Yocelyn pada suaminya.


"Kita ke kamar saja yuk!" ajak Devan.


"Iya!" jawab Yocelyn.


Dengan permohonan maaf kepada keluarga dan para tamu undangan, Devan membawa Yocelyn untuk beristirahat di kamar pengantin yang sudah di sediakan.


"Mau makan?" tawar Devan setelah mereka sampai di kamar mereka.


"Eemm.. iya!" jawab Yocelyn sembari duduk di kursi meja rias.

__ADS_1


"Tunggu ya, nanti aku bantu!" ucap Devan.


Devan menghubungi seseorang agar mengantarkan makan malam untuk mereka.


Setelah itu Devan membantu Yocelyn untuk menghapus make up, dan juga melepas hiasan di rambut Yocelyn.


Terakhir, Devan membantu Yocelyn melepas gaun pengantin berwarna rose gold yang begitu terlihat mewah di tubuh Yocelyn.


"Ingat! ini bukan malam pertama kita!" ucap Yocelyn pada Devan yang menatapnya mesum.


"Hahaha!" Devan tergelak. "Memangnya kenapa, Sayang?" tanya Devan menatap tubuh Yocelyn yang hanya berbalut pakaian dal*m itu.


"Nanti kamu tanya siapa yang ambil keperawanan ku!" ucap Yocelyn.


"Hahahahah!" Devan semakin tergelak.


Devan menarik pinggang Yocelyn dengan satu tangannya. Dan mendudukkan Yocelyn di pangkuannya.


"Memangnya siapa yang ambil keperawanan kamu?" tanya Devan menggoda istrinya.


"Ck!" Yocelyn berdecih. "Sapi!" jawab Yocelyn kesal.


"Hahahaha!" Devan semakin tidak dapat menahan tawanya. Batinnya, istrinya begitu lucu malam ini. "Kok kamu mau sih, di perawanin sapi!" ucap Devan yang masih tertawa.


"Sapinya tampan sih! jadi ya susah nolaknya!" jawab Yocelyn.


"Hahaha!" Devan semakin gemas dengan istrinya. "Setampan apa?" tanya Devan.


"Setampan kamu!" jawab Yocelyn mencium singkat pipi Devan.


"Jadi kamu bilang suami kamu itu sapi!" tanya Devan setelah berhenti dari tawanya. Menatap gemas pada istrinya itu.


"Kan kamu rakus kayak sapi!" ucap Yocelyn sembari menjulurkan sedikit lidahnya.


"Berani nya kamu bilang suami kamu sapi, kamu tidak takut menyesal mengatai suami kamu sapi!" tanya Devan dengan tatapan yang sudah lapar akan tubuh istrinya itu.


"Tidak! kenapa menyesal?"


Devan tersenyum mesum pada istrinya. Tentu saja Yocelyn sudah hafal dengan senyuman itu.


"Siap?" tanya Devan.


"Apa sih!" Yocelyn menutup mata mesum suaminya.


"Siap nggak?" tanya Devan sambil menyingkirkan tangan istrinya.


"Dasar mesum!" ucap Yocelyn.


"Hahaha! mesum bersama mu itu ibadah, Sayang!" ucap Devan sembari mengangkat tubuh Yocelyn dan meletakkannya lembut di atas tempat tidur yang di penuhi bunga - bunga berwarna merah itu.


.


.


.


.




Jangan lupa tinggalkan like, komentar dan jika tidak keberatan follow Author dong Kakak 🥰🥰🥰


Biar Author semangat buat up 🤭🤩



Terima kasih,



Salam Lovallena.

__ADS_1


__ADS_2