Cinta Tuan Casanova

Cinta Tuan Casanova
Karma Bukan Sih?


__ADS_3

Yocelyn duduk di samping Papanya di dalam mobil yang sebelumnya membawa sang Papa menuju perusahaan Devan. Keanu tampak menarik dan membuang nafas dengan sangat berat. Tatapannya tajam keluar jendela pintu mobil, dengan tangan yang mengepal kuat.


Yocelyn menelan saliva nya dengan tubuh yang sedikit bergetar. Aura yang keluar dari sang Papa benar - benar membuat tubuhnya terasa membeku. Saat melihat tangan sang Papa yang mengepal, mata Yocelyn seolah sulit untuk berkedip.


Sebenarnya siapa Devan, kenapa Papa begitu murka saat menemukan aku bersama Devan! batin Yocelyn di penuhi tanda tanya.


Karena setahunya Devan dan sang Papa adalah rekan bisnis. Bukankah rekan bisnis biasanya akan saling berbaik hati dan saling menguntungkan.


"Papa, sakit!" seru Yocelyn menahan sakit pergelangan tangannya yang di genggam sang Papa.


"Papa!" seru Yocelyn lagi.


Keanu menarik tangan putrinya dengan kasar memasuki mansion nya yang megah. Sang Mama yang mendengar suara putrinya segera keluar dari kamar utama di lantai bawah. Dan matanya membulat sempurna saat mendapati suaminya menarik tangan Yocelyn dengan kasar menaiki tangga yang meliuk dengan megahnya.


"Yocelyn?" pekik Mama dengan menyimpan rasa lega di hatinya. Bisa kembali melihat putri kesayangannya.


Dan momen itu tak luput dari mata para pelayan dan penjaga Mansion yang tengah bertugas. Mereka lega sang Nona muda di temukan, tapi juga penasaran kenapa Tuan besar sampai menariknya secara paksa.


"Papa! ada apa ini?" tanya Mama panik berjalan dengan cepat, buru - buru mendekati suaminya yang sudah di tengah - tengah tangga dengan menarik paksa tangan putrinya.


Clekk!


Braaak!


Dengan kasar Keanu membuka pintu kamar Yocelyn yang hampir dua bulan tidak ada yang menempati.


Keanu menghempaskan Yocelyn ke atas tempat tidur dengan menahan geram luar biasa. Tampak dari nafas yang menggebu dan raut muka yang di penuhi amarah.


"Papa!" seru Mama yang langsung menghampiri Yocelyn yang terlempar di tempat tidurnya. "Sayang, Mama rindu!" ucap Mama memeluk tubuh putrinya.


"Kenapa Papa bersikap seperti ini?" tanya Mama menoleh pada Keanu yang giginya mengerat.


Alih - alih menjawab pertanyaan istrinya, Keanu justru melempat tatapan tajam pada Yocelyn.


"Katakan! sejak kapan kamu mengenal Devan!" tanya Papa berapi - api.


Sebelum menjawab Yocelyn melihat ke arah Papanya. Dan tubuhnya seolah membeku melihat mata Papanya, membuatnya ragu untuk menjawab.


"Jawab!" bentak Keanu yang mana suaranya dapat di dengar dari luar kamar Yocelyn.


"Sejak Yocelyn kabur dari penjagaan pengawal!" jawab Yocelyn menunduk. "Secara tidak sengaja Yocelyn masuk ke mobil Devan" jelas Yocelyn dengan rasa takut.


Mama tampak bingung dengan apa yang di bahas suaminya. Setahunya, Devan adalah rekan bisnis suaminya. Mereka beberapa kali bertemu saat ada acara pesta sesama kolega.


"Jadi selama ini dia yang menyembunyikan kamu!"


"Bukan menyembunyikan!" elak Yocelyn, "tapi Yocelyn sendiri yang bersembunyi di balik kekuasaan Devan!" ucap Yocelyn yang tidak ingin Papa nya membenci Devan.


"Apa kalian tinggal bersama?" tanya Papa menyelidik.


"Emm..." Yocelyn ragu untuk menjawab, dia melihat Papa dan Mamanya bergantian.


"Yocelyn! jawab pertanyaan Papa!" teriak Keanu menggemparkan kamar Yocelyn.


"I..iya!" jawab Yocelyn tanpa berani melihat orang tuanya.


"Apa!" pekik Mama lirih, shock mendengar putrinya tinggal bersama laki - laki yang bukan suaminya.


Spontan Keanu memejamkan matanya dalam. Dia seolah tak sanggup membayangkan kehidupan putrinya selama hampir dua bulan ini. Tinggal bersama seorang Casanova yang begitu banyak di gilai para wanita. Berjuluk Casanova, jelas otaknya tak jauh dari selang*kangan.

__ADS_1


"Apa kau tau siapa Devan?" tanya Papa lirih menahan kecewa dan menyesali kelalaiannya sebagai sosok Papa yang memiliki anak perempuan.


"Devan laki - laki yang baik! dia selalu melindungi Yocelyn, memberikan Yocelyn tempat tinggal yang nyaman dan aman!. Mengajak Yocelyn jalan - jalan sesuka Yocelyn. Memenuhi semua kebutuhan Yocelyn dengan baik. Dan Devan selalu memperlakukan Yocelyn dengan baik!" jelas Yocelyn dengan menahan senyum membayangkan wajah tampan kekasihnya.


Keanu semakin menggeleng - gelengkan kepalanya melihat ekspresi polos putrinya. Dunia seolah runtuh tepat di atas kepalanya. Sebagai mantan Casanova dia pun pernah melakukan itu pada gadis - gadis yang masuk ke dalam hidupnya. Dan putrinya ini adalah gadis polos. Dengan perlakuan seperti itu sudah pasti membuatnya melayang - layang.


Sementara Mama merasa sesak dan sakit pada dadanya. Bagaimanapun putrinya adalah gadis muda yang tidak mengenal cinta dan laki - laki asing sebelumnya. Tiba - tiba tinggal satu rumah dengan seorang pria.


"Mama awasi dia!" ucap Papa yang sudah tidak sanggup lagi untuk berkata - kata.


Kemudian melangkahkan kakinya dengan langkah gontai dan tatapan kosong, keluar dari kamar putrinya.


"Jelaskan pada Mama, Yocelyn! apa hubungan kamu dengan Devan?"


"Sekarang Devan adalah kekasih Yocelyn Ma!" jawab Yocelyn memasang wajah memohon untuk di izinkan di depan sang Mama.


"Yocelyn, bukankah Mama sudah bilang jangan menjalin hubungan dengan laki - laki yang baru kamu kenal?" ucap Mama lirih.


"Tapi Ma, Devan sangat baik! dan Yocelyn sangat mencintai Devan, Ma!"


"Apa yang kamu tau tentang cinta, Nak?"


"Emm..." Yocelyn tersenyum membayangkan wajah tampan Devan, laki - laki yang mengajarinya nikmatnya berciuman dengan lembut dan penuh cinta. "Cinta itu ketika hatiku merasa sangat bahagia dan nyaman saat bersama Devan!" jawab Yocelyn dengan wajah polosnya. "Dan Devan memperlakukan Yocelyn dengan sangat lembut!" lanjutnya.


"Nak, tidak semua laki - laki asing itu baik!" ucap Mama, "bisa saja dia baik dan lembut sama kamu karena ada maksudnya!"


"Tidak Mom! Yocelyn dan Devan saling mencintai! Yocelyn yakin!" ucapnya. "Yocelyn yakin Devan tidak memiliki maksud buruk pada Yocelyn!" eyel Yocelyn.


"Kamu belum pernah jatuh cinta sebelumnya, Sayang!"


"Justru karena belum pernah, sekarang Yocelyn jadi tau dan bisa membedakan mana cinta dan mana bukan cinta!"


"Mama... Devan laki - laki yang baik!" ucap Yocelyn meyakinkan sang Mama. "Biarkan Yocelyn menikah dengan Devan ya, Ma?" mohon Yocelyn menggoyangkan lengan Mamanya.


"Yocelyn, menikah keputusan bukan kecil, Sayang!"


"Tapi Yocelyn cuma mau menikah sama Devan, Ma!" rengek Yocelyn.


Mama menggelengkan kepalanya, dadanya sedikit terasa sakit, merasakan kepolosan sang putri yang tiba - tiba bicara tentang pernikahan.


"Jawab Mama terlebih dahulu!" ucap Mama. "Apa kamu pernah melakukan hubungan di luar batas, Nak?"


"Maksudnya?"


"Apa kamu tinggal di kamar yang sama dengan Devan?" tanya Mama yang mempersiapkan jantungnya untuk mendengar jawaban sang putri.


Yocelyn mengangguk pelan, dengan bibir yang di majukan seolah tak merasa bersalah sedikitpun.


Bagai tersambar petir, jantung sang Mama semakin sakit. Mama memegangi dadanya yang terasa sesak.


"Sayang, kamu itu gadis polos yang tidak tau apa - apa. Jangan sembarangan tidur dengan laki - laki!" tutur Mama. "Tidak semua laki - laki itu baik! apa lagi baru kenal!"


"Tapi Maa..."


"Istirahatlah, Sayang!" ucap Mama mengusap kepala putrinya. "Mama harus menemui Papa!"


"Hemm" Yocelyn mengangguk pelan.


Mama keluar setelah mencium kening putri tunggalnya itu. Mama mengusap dadanya intuk membuat jantungnya lebih rileks.

__ADS_1


# # # # # #


Sementara di ruang kerjanya, Keanu seolah tidak sanggup untuk bernafas. Hatinya di penuhi rasa penyesalan atas luputnya pengawasan pada sang putri.


"Papa macam apa aku ini!" gumamnya lirih.


Pikirannya melayang - layang. Dia bahkan tidak sanggup untuk bertanya pada putrinya, apakah Devan merenggut kesucian sang putri.


Apalagi dengan mata kepalanya sendiri, Keanu memergoki sang putri tengah berciuman dengan Devan. Pikiran Keanu di buat kacau balau oleh kenyataan yang dia dapatkan hari ini.


"Devan brengs*k!" umpat Keanu. "Kepar***!"


Keanu kembali memejamkan matanya dalam, dan menyandarkan kepalanya di sandaran kursi kerjanya. Ingatannya kembali saat Devan bertanya balik padanya.


*Kalau aku brengs*k lalu kau apa*!


Keanu benar - benar di buat skakmat oleh kalimat Devan.


"Apa ini sebuah Karma?" gumamnya lirih dengan mata yang masih terpejam, dan tubuh yang terasa lemas.


Keanu seolah menyesali perbuatannya di masa muda dulu. Dimana dia sama seperti Devander. Keanu Anderson di kenal sebagai Casanova kaya raya. Yang banyak di datangi perempuan. Baik gadis yang menjual keperawanannya karena butuh uang, maupun tidak perawan yang datang untuk sama - sama menguntungkan.


"Apa yang harus aku lakukan? aku tidak rela melepas putri ku berhubungan dengan Casanova!" gumamnya.


"Tapi aku juga seorang Casanova yang menikahi gadis polos!" lanjutnya gelisah.


"Mungkin inilah perasaan mertua ku dulu! saat aku bersusah payah mendapatkan istriku!" gumamnya sambil memukul meja kerjanya.


"Yocelyn ..." lirihnya.


.


.


.


.


.




**Selamat membaca** . . .



**Jalan cerita masih panjang ya**..



**Budayakan untuk selalu meninggalkan** ***Like*** **dan** ***Komentar*** **ya Kakak**!



**Terima kasih**,


__ADS_1


**Salam Lovallena**.


__ADS_2