Cinta Tuan Casanova

Cinta Tuan Casanova
Libur Semester


__ADS_3

Libur semester tiba . . .


Yocelyn yang bosan membuat janji untuk bertemu dengan Lolita di salah satu mall. Untuk mengisi hari liburnya yang membosankan ketika Devan bekerja.


Atas izin Devan, Yocelyn pergi ke mall dengan di antar oleh seorang supir kepercayaan Devan.


Yocelyn dan Lolita sudah berada di salah satu butik terkenal di London. Mereka dengan antusias memilih - milih baju yang pas dan cocok untuk mereka.


Mereka berpindah - pindah, dari satu butik ke butik lainnya. Beberapa paper bag sudah berada di tangan masing - masing. Tapi bukan wanita namanya jika tidak gila belanja.


Saat memasuki sebuah butik, mata Yocelyn menangkap gelagat gadis yang tak asing baginya. Meskipun gadis itu membelakanginya, Yocelyn tetap bisa mengenali gadis itu.


Namun anehnya, ada tangan seorang laki - laki yang pantas untuk menjadi Uncle atau bahkan Papa nya, melingkar di pinggang gadis itu. Bahkan mengusap - usap lekuk tubuh gadis itu. Apalagi dengan baju yang memperlihatkan sedikit bagian perutnya.


Tidak mungkin jika Papa dan anak memeluk dengan cara seperti itu!


Ucap Yocelyn dalam hati.


Dengan hati - hati Yocelyn berjalan mendekat pada gadis yang jelas terlihat sangat manja pada laki - laki yang memeluknya itu.


"Cleo!" panggil Yocelyn.


Cleo menoleh dan seketika membulatkan mata dan mulutnya menatap Yocelyn. Kemudian dengan gugup dan bingung melihat laki - laki yang terlihat menunduk setelah melihat Yocelyn.


"Yocelyn?" gumam Cleo lirih.


"Siapa dia, Cleo?" tanya Yocelyn pura - pura tidak curiga.


"Dia ..." Cleo tampak bingung memperkenalkan siapa laki - laki yang bersamanya.


"Papa kamu? atau Uncle kamu?" tanya Yocelyn.


"Dia Uncle aku!" jawab Cleo. "Dia satu - satu nya Uncle yang sangat menyayangi aku!" lanjut Cleo.


"Oh!" Yocelyn mengangguk meskipun dalam hatinya tidak percaya dengan penjelasan Cleo.


Tapi aku seperti pernah melihat laki - laki ini!


Ucap Yocelyn dalam hati.


"Yocelyn!" panggil Lolita yang sedari tadi sibuk memilih baju.


"Hai!" jawab Yocelyn.


Cleo semakin membulatkan matanya. Dia semakin di buat bingung dengan bertambahnya teman yang melihatnya.


"Cleo?" sapa Lolita yang baru mengetahui keberadaan Cleo.


"Hai, Lolita!" balas Cleo salah tingkah.


"Hai!" ucap Lolita. "Siang Uncle!" sapa Lolita pada laki - laki yang bersama Cleo.


"Siang!" jawab laki - laki itu sedikit ragu.


"Eh, aku duluan ya!" ucap Cleo.


"Oh! buru - buru amat!" ucap Lolita.


"Di tunggu Mama!" jawab Cleo.


"Oh! ok!" jawab Lolita.


"Bye, Yocelyn!" pamit Cleo.


"Bye!" jawab Yocelyn yang masih penasaran, sembari menatap kepergian Cleo dan laki - laki itu.


"Itu Papa nya Cleo?" tanya Lolita.

__ADS_1


"Dia bilang itu Uncle nya!" jawab Yocelyn. "Tapi seperti ada yang aneh!" ucap Yocelyn.


"Aneh kenapa?"


"Gelagat nya seperti bukan Uncle dan keponakan!"


"Maksudnya!"


"Masa ada Uncle usap - usap pinggang ponakannya!" jawab Cleo.


"Ah! masa?" tanya Lolita tidak percaya.


"Iya!" Yocelyn mengangguk. "Gini ya! kamu kan tau, aku sudah punya suami? jadi aku bisa membedakan mana usapan nafsu dan mana usapan sayang antar saudara!"


"What!" pekik Lolita yang mulai mencerna penjelasan Yocelyn.


"Dan aku seperti melihat laki - laki itu! tapi aku lupa dimana!" lanjut Yocelyn mencoba mengingat - ingat kembali.


"Kamu yakin?" tanya Lolita tidak percaya, mengingat Yocelyn bukan gadis suka keluyuran di tambah tidak banyak mengenal orang asing.


"Yakin, Lolita!" jawab Yocelyn.


"Ya udahlah, biarin aja! bukan urusan kita juga!"


"Iya sih!" jawab Yocelyn, "ya udah, lanjut belanja yuk! terus makan siang!"


"Eh nggak ada yang menarik minat ku di sini! gimana kalau kita makan dulu aja!"


"Emm.. boleh deh!" jawab Yocelyn.


"Yuk!"


Mereka berjalan meninggalkan butik itu. Dan mencari restoran makan siang yang cocok dengan selera mereka siang ini.


Setelah memesan makanan pada waiters yang menghampiri mereka. Mereka sibuk bercanda sambil sesekali mengecek ponsel masing - masing.


Namun pandangan Yocelyn yang sedang membaca menu di restoran sebrang, membuatnya kembali menangkap hal aneh.


"Cleo?" tanya Lolita yang mendengar gumaman Yocelyn.


Seketika Yocelyn mengikuti arah pandang Yocelyn. Saat itu juga Lolita di buat shock. Karena mendapati Cleo yang tengah makan siang romantis dengan laki - laki yang bersamanya.


Terlihat mereka saling menyuapi, bahkan sesekali laki - laki itu mencium pipi Cleo. Hingga memeluk pinggang Cleo dengan gerakan yang aneh.


"Benar kan aku bilang!" ucap Yocelyn.


"Apa Cleo berpacaran dengan Om Om?" tanya Lolita.


"Bisa jadi!"


"Ih! kok mau sih!" celetuk Lolita melihat tangan laki - laki itu yang terlihat nakal dia pinggang Cleo. Bahkan tanpa ragu mencubit paha Cleo yang terbuka, karena Cleo yang tengah memakai sweater lengan panjang dan rok mini.


"Aku juga heran dari tadi!"


"Geli aku lihatnya!" ucap Lolita. "Tapi Cleo seperti sudah biasa!"


"Haduh! kenapa kita nemu yang beginian sih!" gumam Yocelyn.


"Kalau kita tidak kenal sih nggak masalah, tapi kita kenal siapa gadis itu!" ucap Lolita.


"Kita pindah tempat atau bagaimana?" tawar Yocelyn.


"Pindah duduk aja! kita belakangi mereka!" jawab Lolita.


Mereka berdua akhirnya memilih pindah di kursi depan mereka. Yang semula menghadap luar, kini mereka menghadap dalam restoran.


Pesanan makan siang mereka sudah datang. Mereka terlihat asyik menyantap makan siang mereka.

__ADS_1


Namun sesekali Yocelyn menoleh Cleo. Karena dia masih penasaran, siapa laki - laki yang bersama Cleo. Dia benar - benar seperti pernah melihat sekilas.


"Sudah! jangan di lihatin!" ucap Lolita yang sadar Yocelyn sedari tadi masih menoleh Cleo.


"Mereka semakin panas!" ucap Yocelyn.


Spontan Lolita menoleh ke arah Cleo. Benar saja Ayra tengah duduk di pangkuan laki - laki itu sambil bercanda. Dimana tangan laki - laki itu semakin nakal di paha mulus Cleo. Mencubit, memijat bahkan mengusapnya.


"Sungguh tidak mungkin jika mereka Uncle dan ponakan!" ucap Lolita.


"Betul!"


Beberapa saat berlalu, Yocelyn dan Cleo akhirnya memilih meninggalkan restoran dan melanjutkan belanja. Sedangkan mata mereka menyempatkan melirik Cleo yang sedari tadi tak menyadari keberadaan mereka.


Mereka berdua di buat geleng - geleng kepala oleh apa yang mereka lihat. Sungguh mereka tak menyangka Cleo seperti itu.


# # # # # #


"Sudah puas belum belanjanya?" tanya laki - laki yang bersama Cleo.


"Sudah! ini sudah banyak!" jawab Cleo melirik belanjaan yang cukup banyak memang. "Thank you, Om!"


"Sekarang ke apartemen yuk!" ajak laki - laki itu.


"Om udah nggak sabar ya?" goda Cleo yang masih duduk di pangkuan laki - laki itu.


"Banget, baby!" jawab laki - laki itu. "Sedari tadi cuma bisa liat, lus - lus doang! adik Om aja sudah berdiri!"


"Ih, genit!" pekik Cleo mencubit perut sugar daddy nya.


"Semalem kan udah!" ucap Cleo.


"Baby, main sama kamu cuma sekali rasanya kurang banyak!" ucap laki - laki itu. "Pertama kali kita bertemu kita juga cuma main sekali kan?"


"Hihi! iya!"


"Mataku masih terngiang - ngiang tubuh mu waktu itu!"


"Baru sebulan lalu!"


"Sebulan serasa setahun, baby!" ucapnya, "nanti langsung tiga ronde mau?"


"Emm.. kalau uangnya Om lancar, yaa... mau - mau aja!" jawab Cleo sembari memainkan jari telunjuknya di dada laki - laki yang pantas menjadi Papa nya itu.


"Kamu tenang saja, aku sudah menjadi bos sekarang!"


"Ya udah ayuk kalau begitu!" ucap Cleo.


Mereka meninggalkan restauran dengan membawa banyak paper bag milik Cleo.


Cleo masuk ke mobil milik laki - laki itu, dan langsung menuju apartemen milik laki - laki yang pernah bercinta dengannya dua kali. Dan kali ini mereka akan mengulang apa yang pernah mereka lakukan sampai puas.


.


.


.


.


•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√


Happy reading kakak 🌹🌹🌹


Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya 🤩


Dan baca juga ....

__ADS_1


...🌸🌸🌸 AKU PELAKOR? 🌸🌸🌸...



__ADS_2