Cinta Tuan Casanova

Cinta Tuan Casanova
Amarah Yocelyn 2


__ADS_3

Yocelyn melepas dan membuang maskernya ke segala arah. Devan menatap nanar masker yang di buang kekasihnya secara kasar itu.


"Sayang, katakan padaku, ada apa?" tanya Devan lagi mendekati Yocelyn yang masih berdiri di ambang pintu dengan nafas menggebu. "Kamu kenapa?" tanya Devan menangkup wajah Yocelyn dengan kedua telapak tangannya.


Bukannya menjawab Yocelyn meletakkan baju - baju Devan dengan kasar ke sofa kecil yang ada di kamar Yocelyn. Dan hal itu membuat Devan semakin panik.


"Cepat pakai!" ucap yocelyn ketus lalu menutup kembali pintu kamar dengan keras, meninggalkan Devan yang di penuhi pertanyaan di benaknya.


Dengan kesal Yocelyn menjatuhkan tubuhnya di sofa ruang tamu dengan menyilangkan tangannya di dada. Nafas yang menggebu tak luput dari sebagian ekspresi yang di munculkan.


Tanpa banyak bicara, Devan langsung memakai baju yang di bawa Yocelyn untuknya. Devan keluar dengan celana pendek dan kaos oblongnya. Dan yang pertama kali ingin dia lihat adalah kekasihnya.


Dan matanya langsung tertuju ke arah dimana Yocelyn duduk memandangi kota London saat hari menjelang petang. Tampak gurat wajah kesal bercampur emosi. Yocelyn menyadari Devan keluar dari kamar. Tapi dia memilih untuk tidak menoleh Devan sedikitpun.


Pelan - pelan Devan melangkahkan kakinya mendekati Yocelyn. Dengan hati - hati dia duduk di samping Yocelyn. Seolah takut akan di telan hidup - hidup oleh kekasihnya.


"Sayaang?" panggil Devan lirih dan lembut.


Yocelyn sama sekali tidak bergeming dengan panggilan Devan.


"Sayang, katakan padaku, kamu kenapa?" tanya Devan mengusap lembut rambut kepala Yocelyn.


Namun dengan kasar Yocelyn menyingkirkan tangan Devan, tanpa bicara sepatah kata pun. Membuat Devan menelan ludahnya dengan sangat susah.


"Sayang, masalah tidak akan selesai dan tidak akan mendapat kejelasan kalau kamu hanya diam seperti ini!" tutur Devan lembut. "Katakan, apa yang membuat kami tiba - tiba marah padaku?"


"Katakan padaku, kamu selingkuh atau aku ini selingkuhan kamu?" tanya Yocelyn ketus dan menatap tajam mata Devan.


Devan terperanjat kaget dengan pertanyaan kekasihnya. Bagaimana bisa kekasih polosnya itu memiliki pikiran tentang perselingkuhan.


"Mana berani aku selingkuh dari kamu" jawab Devan dengan raut wajah jujurnya.


"Siapa Charla?" tanya Yocelyn lagi tanpa menoleh pada Devan.


"Charla?" pekik Devan.


"Ya!" jawab Yocelyn yang masih memandang arah luar jendela apartemennya. "Selingkuhan kamu? atau dia pacar kamu dan aku ini selingkuhan kamu?"


"Kamu adalah satu - satunya kekasih ku, Sayang! aku tidak pernah sekalipun berniat untuk selingkuh!" jawab Devan. "Walaupun aku seorang bajing*n sekalipun, aku tidak akan pernah selingkuh, jika aku sudah memiliki seorang kekasih!" jelas Devan.


"Kamu bajing*n?" tanya Yocelyn menatap dalam mata Devan dengan pikiran yang berkelana mengartikan kata bajing*n yang di ucapkan Devan.


"Maksud ku, kalaupun kamu menganggap aku laki - laki paling kejam di dunia, aku tidak akan pernah berselingkuh jika aku sudah menetapkan satu gadis sebagai kekasihku!" tutur Devan. "Kamu bahkan sudah tau, aku tidak pernah membawa gadis mana pun ke kantorku!" jelas Devan, "hanya kamu, cuma kamu satu - satunya gadis yang pertama kali aku bawa ke kantor, Sayang!" jelas Devan. "Apa itu tidak cukup membuktikan jika hanya kamu gadis yang aku miliki saat ini?"


Yocelyn memanyunkan bibirnya sambil melempar kembali pandangannya ke arah jendela dengan kasar.


"Sayang?" panggil Devan lebih lembut dari sebelumnya. "Dari mana kamu tau nama Charla?" tanya Devan meraih tangan Yocelyn dan menggenggamnya.


Yocelyn menoleh pada Devan dan menatap matanya yang menatapnya teduh. Bukannya menjawab Yocelyn justru kembali melengos.


"Dia mencari mu ke apartemen kamu!"


"Kapan?"


"Barusan lah!" jawab Yocelyn ketus.


"Dia bilang apa tentang aku?"


"Memangnya kenapa?" tanya Yocelyn curiga.


"Maksud ku apa dia mengaku sebagai kekasih ku?"


"Tidak!" jawab Yocelyn menahan kesal. "Tapi dia sepertinya sangat dekat dengan kamu! apa hubungan kalian kalau bukan pacar?"

__ADS_1


Devan tampak berfikir, memilih jawaban paling tepat untuk Yocelyn saat ini.


"Charla hanya kisah masa lalu," jawab Devan ragu, "tapi kami tidak menjalin hubungan sebagai kekasih!" lanjutnya.


"Lalu hubungan apa?"


"Sayaang... percaya padaku!" ucap Devan. "Aku sudah memilih dirimu sebagai kekasih ku! hanya kamu yang bisa membuat aku memperhatikan seorang gadis saat pandangan pertama!"


"Lalu dia?"


"Dia hanya gadis yang mendekat padaku! dan aku hanya berbaik hati padanya! kami menjalin hubungan yang baik. Tapi..."


"Tapi apa!" tanya Yocelyn tegas dan tidak sabar menunggu kalimat Devan.


"Tapi akhir - akhir ini dia seperti mengejar ku!"


"Jadi maksud kamu dia mulai menyukaimu akibat hubungan tidak jelas yang kalian jalin?"


"Mungkin begitu" jawab Devan dengan pikiran yang bingung.


"Apa setiap kalian bertemu dia selalu berpakaian seksi seperti tadi?" tanya Yocelyn dengan nada seperti menginterogasi musuh.


"Aku mana tau dia tadi pakai baju apa!" jawab Devan.


"Dia berpakaian seksi dan sangat mini!" jawab Yocelyn kesal. "Rok segini!" menunjuk paha atasnya. "Dan baju tanpa lengan!"


"Tidak!" Devan sedikit menggeleng. "Selama aku mengenalnya dia selalu berpakaian normal seperti kamu!" jawab Devan. "Hanya sekali aku melihatnya berpakaian seksi saat tidak sengaja bertemu di klub!"


"Jadi kamu pernah melihat paha mulusnya dan dadanya itu?" tanya Yocelyn dengan mata membulat.


Devan mengangkat kepalanya, menatap ngeri pada mata Yocelyn yang membulat tajam.


"Bukan begitu, Sayang!" jawab Devan ragu.


Haduh gawat! bagaimana ini? aku bukan hanya pernah melihat pahanya! tapi dari ujung rambut sampai kaki! bahkan sela - sela di antaranya! Devan - Devan! kenapa takdir mu seperti ini! ucap Devan dalam hati dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Cepat jawab!" ucap Yocelyn.


"Iya! pernah!" jawab Devan spontan.


"What!" pekik Yocelyn dengan raut muka berubah seperti ingin menangis.


"Tapi kamu harus percaya padaku, Sayang!" ucap Devan meraih kedua tangan Yocelyn ke dadanya. "Aku sudah melupakan semua hubungan ku dengan Charla! aku juga sudah tidak pernah bertemu dengannya sejak kita bersama!"


"Bohong!"


"Tidak Sayang!"


"Iya!"


"Tidak!"


Tiba - tiba Yocelyn memanyunkan bibirnya, dan air matanya menetes begitu saja dengan mendekap bantal sofa di pelukannya. Anak Mama yang manja itu tidak pernah jatuh sebelumnya. Bahkan tidak pernah berinteraksi dengan lawan jenisnya. Sehingga hatinya mudah sekali rapuh, jika laki - laki yang di cintainya menggores sedikit saja.


"Sayaang..." Devan si Tuan Casanova itu mendadak teriris melihat air mata Yocelyn. Devan merangkul pundak Yocelyn dengan lembut.


"Sayang, dengarkan aku!" ucap Devan lirih dengan mengusap air mata Yocelyn. "Semua laki - laki normal pasti sedikit banyak akan melihat apa yang menggoda mata mereka!" jelas Devan.


"Tapi untuk sebuah perasaan cinta, tidak selalu bisa tumbuh hanya karena melihat paha, atau bagian tubuh lainnya!" Devan menjelaskan dnegan sangat hati - hati.


"Kenapa harus dia! kenapa bukan aku duluan yang kamu lihat!" sahut Yocelyn cemberut.


Jujur! aku lebih baik menghadapi Keanu Papa mu, dari pada kamu, Sayang! ucap Devan membelai rambut Yocelyn.

__ADS_1


Kalau hal begitu saja sudah membuatmu menangis, apalagi kalau kamu tau siapa aku! apa kamu akan menelan ku hidup - hidup? lanjut Devan dalam hati dengan menelan ludahnya dengan sangat susah, membayangkan nasibnya.


"Jika waktu dapat di putar dan aku tau suatu hari akan mengenal kamu, aku tidak akan pernah mau berkenalan dengan Charla!" ucap Devan serius.


"Tapi skenario Tuhan berbeda, Sayang! Tuhan menghadirkan kamu di usia ku yang hampir kepala tiga ini. Beberapa bulan lagi usia ku sudah tiga puluh tahun Dan itu selama tiga puluh tahun aku hidup pasti sudah banyak yang aku lalui, Sayang!" tutur Devan membawa kepala Yocelyn ke dalam dekapannya.


"Seperti kamu yang kini masih 22 tahun dan mengenal ku!" lanjutnya sambil memberi kecupan di puncak kepala Yocelyn. "Kita pasti akan punya banyak cerita bukan?" ucap Devan melihat mata Yocelyn yang masih berkaca - kaca. "Waktu kita masih panjang, Sayang! kita lupakan masa lalu, kita jalani masa depan kita!" Devan mencium singkat kening Yocelyn lalu mengusap air matanya.


"Kamu harus percaya, aku akan selalu mencintai kamu dan kamu akan menjadi satu - satunya Nyonya Devander suatu hari nanti!"


"Jangan hanya bicara saja! Kamu pulang sekarang!" ucap Yocelyn yang melepas pelukan Devan secara paksa dengan wajah masih menyimpan ekspresi antara marah dan cemburu.


"Pulang kemana, Sayang?"


"Ke apartemen kamu!" jawab Yocelyn, "aku mau tidur sendiri!" lanjutnya tanpa melihat Devan.


"Sayang! setiap malam aku tidur bersama mu! bagaimana bisa aku tidur sendiri!"


"Aku tidak peduli!"


"Sayaang.. kamu setega itu kepadaku!"


"Cepat keluar!" ucap Yocelyn, gadis 22 tahun yang masih kekanak - kanakan akibat orang tuanya yang tak mengizinkan dia bergaul dengan teman manapun.


"Baby please!"


"Keluar!" Yocelyn memukul bantal sofa ke arah Devan.


"Baiklah, aku akan keluar!" ucap Devan pasrah. "Kamu tidur yang nyenyak!" ucap Devan mengusap kepala Yocelyn dengan sayang. "Kamu harus percaya, aku sangat mencintai mu! aku tidak akan sanggup jika harus kehilangan dirimu, Sayang!" ucap Devan dengan tulus. "Jangan pernah berfikir untuk meninggalkan aku" lanjutnya lalu mencium dalam kening Yocelyn.


Yocelyn hanya pasrah keningnya di cium oleh Devan. Dia pun sebenarnya sangat mencintai Devan. Tapi dia butuh waktu sendiri untuk mencerna bagaimana cara mengambil sikap yang tepat saat jatuh cinta untuk pertama kali. Dia tidak mau menyesal juga tidak mau ceroboh. Mengingat dirinya belum pernah menjalin cinta sebelumnya.


Devan keluar dengan sesekali menoleh ke arah Yocelyn. Berharap Yocelyn berubah pikiran, dan memintanya untuk tetap tinggal. Tapi kenyataan tak sesuai harapan Devan. Jangankan berubah pikiran, Yocelyn justru tak melihatnya sama sekali.


"Good night, Sayang!" ucap Devan sebelum menutup pintu apartemen Yocelyn.


Devan menutupnya setelah yakin Yocelyn tidak akan menggubris ucapannya.


.


.


.


.




Selamat membaca 🤩


Jangan bosan membaca part panjang ya Kakak.



Dan tinggalkan likenya yaa.. biar Author semangat 💪💪



Terima kasih,


__ADS_1


Salam Lovallena.


__ADS_2