
🍄 Apartemen Charla
Charla membuka pintu apartemennya dengan suka cita. Melempar tas kecilnya di atas tempat tidur. Dan langsung mendekati meja belajarnya. Mengeluarkan buku diary, yang selalu menjadi tempat curhatnya.
Seolah buku tebal itu yang selalu menjadi perantara percakapannya dengan sang ibu. Percakapan yang tak pernah terbalas.
Charla memasukkan pin nya, dan yang pertama kali dia lihat selalu foto sang Ibu bersama lima orang mahasiswa. Dua diantaranya adalah saudara kembar. Dan salah satunya yang baru saja dia lihat. Ya, Devander Gibran.
Charla menarik satu bolpoin berwarna pink, membuka tutupnya, dan mengarahkan pena itu pada lembar yang masih kosong.
Dear Mommy ❤️
Little Charla melihatnya, Mom!
Aku melihatnya!
Mahasiswa tampan yang kau tuliskan dalam surat mu.
Tuan Casanova berkelas, yang pernah kau cintai di masa muda mu.
Devander Gibran!
Aku melihatnya, Mom!
Aku melihatnya!
Dan aku sudah membuktikan isi dari surat mu, Mom.
Sampai usianya sekarang, beliau masih tetap tampan dan berkarisma!
Sungguh jika aku di posisi Mommy saat itu, mungkin aku juga akan mencintai nya.
Meskipun dia seorang Casanova terkenal pada masanya.
Karena nyatanya, sekarang aku mencintai putranya.
Sangat mencintai putranya!
Aku sudah membuktikan padamu, Mom!
Aku berhasil meraih cinta Ivander Gibran.
Mom! biarkan aku bersamanya, Ivander Gibran!
Sungguh informasi yang di berikan Daddy sangat membantuku untuk bisa mendapatkan putra mahkota keluarga Gibran.
Tidak sia - sia Charla berpindah dari Swiss ke Oxford.
Dan meninggalkan Daddy yang melebarkan sayapnya di London.
Anggaplah, ini keberhasilan mu yang tertunda, Mom!
Dan Mommy tau?
Nyonya Gibran, atau yang di sebut Daddy sebagai Mommy kedua ku, Mommy Yocelyn.
Dia sangat cantik, baik dan lembut.
Pantaslah jika Daddy Devan takluk olehnya, Mom!
Mom! Little Charla mu ini sedang bahagia . . .
Bertemu dengan mereka seolah bertemu dengan mu, Mom!
Terima kasih, Mom!
Mommy sudah meninggalkan banyak surat untuk Little Charla.
Meskipun aku tidak pernah melihat Mommy secara langsung, setidaknya aku akan mengenal masa muda mu.
Charla yakin, satu persatu aku akan mengenal mereka, orang - orang yang kau sebut dalam surat mu.
__ADS_1
Mommy, I love you ❤️❤️❤️
Air mata Little Charla mengakhiri tulisan tangannya itu.
"Andai Mommy masih ada, Charla akan jauh lebih bahagia."
Charla meraih box yang berisi, tumpukan surat dengan amplop berwarna - warni. Di mana di setiap pojok surat itu terdapat urutan angka, agar Charla membaca sesuai urutan.
Box surat peninggalan Mommy nya itu, ia terima dari sang Daddy, saat usianya genap 17 tahun.
Dan sejak hari itu, ia memiliki buku diary yang selalu ia anggap sebagai telinga ibunya. Apapun yang dia lakukan selalu ia tulis dalam buku itu. Seolah tengah bercerita pada sang Mommy.
Charla meraih amplop yang bertuliskan angka terakhir. Charla kembali membuka amplop itu. Entah sudah berapa kali Charla membukanya.
Amplop itu berisi cetakan foto dari sang Mommy kecil, remaja, dan masa - masa Mommy nya bersama Devan, sampai foto pernikahan Mommy dan Daddy nya.
Dan satu foto yang paling di sukai Charla. Dimana Mommy dan Daddy nya tengah berada di danau Zurich. Dengan perut Mommy nya yang sedikit membuncit.
Air mata Charla kembali menetes, melihat danau Zurich. Yang ia ketahui sebagai tempat bertemu Mommy dan Daddy nya pertama kali. Dan foto yang dia pegang itu adalah foto terakhir Mommy nya saat masih di Swiss.
"Charla ingin berbagi bahagia dengan mu, Mom!"
"Charla juga ingin seperti mereka, di dampingi oleh Mommy nya di saat - saat bahagia mereka di masa remaja."
"Mom, I love you!"
Charla mencium foto itu dengan dalam. Seolah mencium wajah Mommy nya secara langsung.
🔥 Flashback On . . .
"Daddy, tahun depan adalah ulang tahun Charla ke tujuh belas!" ucap Charla yang baru saja meniup lilin berbentuk angka 16.
"Daddy tau" jawab Darren sembari membawa putri remaja nya itu di pangkuannya.
"Hadiah apa yang akan Daddy berikan untuk Charla di usia 17 tahun?" tanya Charla, si gadis manja itu.
"Emmm.. Daddy akan memberikan hadiah terbaik untuk kamu, putri Daddy yang paling cantik!"
"Rahasia doong!"
"Daddy, Charla sudah tidak sabar!" rengek Charla yang masih memakai gaun ulang tahun.
"Kamu pasti menyukainya!" jawab Darren dengan senyum di bibirnya.
"Kalau ternyata Charla tidak menyukainya?"
"Maka Daddy akan menuruti apapun yang putri Daddy inginkan!" jawab Darren sembari mentoel hidung Charla.
"Yeay! dan Charla mau, ulang tahun Charla ke tujuh belas di adakan di hotel!"
"Ok, sayang!"
Darren senang melihat putrinya yang selalu bahagia. Apalagi yang bisa di lakukan Darren selain membuat putrinya bahagia. Mengingat putrinya tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu.
🍄 Satu tahun kemudian . . .
Dengan gaun ulang tahun berwarna biru langit, gadis itu berdiri di balik meja besar dengan kue yang di beri lilin berangka 17.
Teman - teman sekolah yang di undangnya pin sudah hadir. Pesta ulang tahun ke tujuh belas Charla itu di adakan di ballroom hotel bintang lima.
Pesta mewah itu berlangsung sangat meriah. Ya, Daddy Darren di mata Charla adalah Daddy terbaik. Yang selalu menepati janji dengan menggelar pesta super mewah.
Pesta itu berakhir tepat jam 11 malam. Di tengah malam yang dingin itu, Charla kembali ke kamar hotel yang sudah di siapkan untuknya.
Charla menghapus make up tipis yang melekat di wajah cantiknya dengan bantuan salah satu maid dari rumah.
Darren masuk dengan membawa sebuah box hadiah berwarna pink di tangan kananya. Yang di balut dengan pita berwarna fuchia dan sebuah bunga berwarna senada.
"Happy birthday, girl!" ucap Darren menyodorkan box itu.
"Thank you, Daddy!" seru Charla menerima box itu dengan suka cita.
__ADS_1
"Jangan di buka dulu!" ucap Darren saat melihat Charla hendak menarik tali pita itu.
"Kenapa?"
"Tunggu sampai kamu sendirian di kamar ini, biar tidak ada yang tau hadiah apa yang Daddy berikan untuk kamu!"
"Ok!" jawab Charla.
Setelah Charla sudah memakai baju tidur, dia langsung melompat ke atas tempat tidur, menghadap box itu.
Srett!
Tali pita yang mengunci box itu di tarik Charla. Pelan - pelan Charla membuka tutup box nya, dan Charla di buat bingung.
"Buku diary?" pekik Charla melihat buku diary seukuran buku tulis dengan sampul yang sangat cantik dan terlihat cukup mewah. Dengan di dominasi warna pink.
"Untuk apa Daddy memberiku hadiah buku diary? Emang masih jaman nulis diary?" tanya Charla bingung. "Ah, aku tidak menyukainya! udah nggak jaman! brarti aku bisa minta apapun yang aku inginkan pada Daddy!" seru Charla.
"Tapi bagus juga buku diary nya! unik!" ucap Charla.
Charla mengambil buku itu, namun seketika mata Charla terfokus pada box di bawahnya.
"Box apa ini?" gumam Charla melihat box seukuran buku tulis.
Charla mengambil box itu. Dan pelan - pelan membuka tutup boxnya. Yang pertama kali Charla lihat, adalah sepucuk surat, yang di tulis di atas kertas bergambar princess.
Happy Birthday, my baby girl!
Ya baby! meskipun hari ini usiamu tepat tujuh belas tahun. Mommy akan tetap menganggap mu sebagai baby.
Baby, saat Mommy menulis di selembar kertas ini, maka kamu tengah berusia 39 minggu di perut Mommy.
Mommy tidak tau nak, kenapa Mommy ingin menulis ucapan ulang tahun ke-17 ini untuk kamu. Padahal kamu saja belum lahir.
Mommy juga tidak tau, kenapa Mommy menulis banyak sekali cerita untuk mu. Mommy hanya ingin, di usia mu yang ke-17 kamu tau perjalanan Mommy semasa muda, sebelum bertemu dengan Daddy kamu.
Mungkin 17 tahun lagi, kertas dari surat - surat ini akan usang. Tapi Mommy harap kamu tetap mau membacanya.
Dan gunakan buku diary itu, untuk bercerita dengan Mommy di saat Mommy tidak ada di samping kamu.
Selamat ulang tahun yang ke-17 anak ku.
Mommy mencintai mu ❤️❤️❤️
From : Your Mom!
Air mata Charla menetes begitu saja. Membasahi selembar kertas yang memang sudah terlihat gambar jadul.
Sepanjang malam, Charla habiskan dengan membaca kata demi kata yang di tuliskan oleh sang Mommy.
Mulai dari masa kecil, hingga perceraian kakek nenek Little Charla yang pada akhirnya membuat sanga Mommy bertemu dengan Devan.
Kisah sang Mommy bersama sang Casanova pun tertuang dalam lembaran surat - surat itu.
Satu - satu Charla membaca surat itu, seperti membaca novel. Kadang ia tersenyum, kadang ia merasa kasian. Kadang juga dia merasa Mommy nya terlalu bodoh dalam bertindak.
Namun di surat terakhir dia kembali menangis. Saat sang Mommy berjuang agar pernikahannya dengan sang Daddy memiliki keturunan.
"I love you, Mom! I love you!"
Charla menangis sesenggukan saat jam dinding menunjukkan jam 5 pagi.
Ya! sepanjang malam Charla tidak tidur. Dia menghabiskan malam dengan membaca surat dari sang Mommy.
🔥 Flashback Off . . .
.
.
🪴🪴🪴
__ADS_1
Happy reading 🌹🌹🌹