
"SAH!" seru dua orang saksi yang kemudian di ikuti beberapa orang di sekitarnya, bahkan hampir seluruh bibir di gedung itu ikut mengucapkan satu kata sakral itu.
Pernikahan dengan mas kawin berupa uang sebesar 19 ribu dollar itu telah selesai di lakukan. Ivander begitu fasih mengucap janji sucinya di depan penghulu dan Daddy Darren. Ia tak gentar walau di saksikan seluruh tamu di sana, termasuk para sepupu ya g lebih tua darinya.
Little Charla terharu, ia menunduk dan hampir saja meneteskan air matanya.
"Selamat ya sayang!" ucap Mommy Yocelyn memeluk gadis yang kini resmi menjadi menantunya itu. "Mommy bahagia kalian sudah menikah!"
"Terima kasih, Mom!" ucap Charla membalas pelukan ibu mertuanya.
"Selamat ulang tahun selamat atas pernikahan kalian" ucap Daddy Devan berganti memeluk Charla.
"Terima kasih, Dad!" ucap Charla membalas pelukan Devan.
Jesselyn, Queenara dan beberapa sepupu dan sahabat yang menjadi bridesmiad dalam acara itu pun, menggiring Charla untuk bertemu dengan Ivander yang juga tengah di giring oleh groomsmen menuju tengah dari gedung itu.
Mata mereka terus bertemu di sepanjang langkah. Charla menatap kagum pada Ivander yang terlihat sangat tampan. Apalagi laki - laki itu sudah memberinya kejutan luar biasa seperti ini.
Tap!
Langkah kaki mereka berhenti di jarak kurang dari satu meter. Ivander menekuk lututnya, dan satu lagi di jadikan tumpuan pada kaerpet, lalu mengulurkan tangannya ke atas menatap lekat pada wajah Charla yang terlihat begitu cantik di matanya.
Dengan jantung yang berdebar, Charla mengulurkan tangannya dan menyatukan telapak tangannya mereka.
"Happy birthday!" ucap Ivander lirih.
Charla tersenyum senang, "terima kasih, suami ku sayang!"
Ivander merasa desiran bangga dengan status yang baru saja ia sandang itu.
Kemudian Ivander membawa Charla untuk menuju pelaminan. Dimana di sana sudah ada para Daddy dan Mommy Yocelyn untuk menyambut kehadiran mereka.
...π Happy Wedding π...
...Ivander Gibran...
...dan...
...Little Charla Caroline...
...πΊπΊπΊπΊπΊπΊ...
__ADS_1
Setelah acara akad nikah yang di gabung dengan pestanya sekaligus, kini keduanya dalam keadaan lelah. Bukan hanya keduanya, tapi seluruh anggota keluarga.
Kerabat dan rekan bisnis dari Devan dan Darren pun berdatangan silih berganti. Charla sampai melepas high heels nya, saking capeknya. Sejam subuh hingga kini jam tiga sore, barulah ia bisa meminta izin untuk beristirahat di kamar pengantin yang sudah di siapkan. Dan acara akan berakhir satu jam kemudian.
Dengan bantuan Ivander, Charla melepas baju pengantinnya, menyisakan pakaian dalam saja. Lalu Ivander memakaikan jas nya untuk Charla, agar tidak terlihat mencolok.
Dengan sabar ia membantu mengembalikan rambut Charla yang kaku akibat proses hair stylish di depan meja rias.
Sehelai, dua helai rambut pun pada akhirnya kembali lebih lembut. Sisa make up pun sudah di bersihkan.
"Ih, kamu kok bisa sih?" tanya Charla menatap Ivander dari cermin di depannya.
"Aku tanya sam periasnya tadi" jawabnya santai. "Selesai!" ucap Ivander meletakkan semua alat bantu di tangannya.
"Thank you!" ucap Charla.
Ivander kembali melepas jasnya dari tubuh Charla. Dan kemudian mengangkat tubuh pengantinnya.
"Sekarang waktunya mandi bersama, sayang" ucap Ivander penuh kemenangan.
Charla tersenyum malu dengan ulang Ivander. Sedang Ivander justru menjatuhkan kecupan bertubi - tubi di wajah cantik itu.
Setelah itu ia melepas semua bajunya, menyisakan CD saja dan barulah ia ikut masuk ke dalam bathub. Ia duduk di belakang Charla. Kemudian menarik tubuh Charla ke belakang, sehingga punggung Charla menempel sempurna di dada Ivander.
Sebelumnya memang mereka sering berendam bersama. Dengan Charla yang berbikini di balik busa tebal yang ada di dalam bathub. Tapi kali ini rasanya akan jauh berbeda. Ivander bisa bebas melakukan apapun yang ia inginkan.
Untuk sesaat hanya keheningan yang ada. Ivander menyandarkan kepalanya pada tepi bathub dengan mata yang terpejam. Sedang kepala Charla berada dadanya. Satu tangan Ivander memeluk perut ramping Charla. Tangan lainnya bersiku pada tepian bathub.
Lama kelamaan, tangannya yang berada di perut Charla bergerak ke atas. Menyisir kulit polos itu. Sampai berhenti pada bagian tubuh Charla yang selalu menghangatkan setiap waktu.
Ivander meremas benda kenyal itu. Meskipun masih tertutup br*, tetap saja dapat menimbulkan gairah tersendiri.
Ivander mulai membuka mata dan melirik Charla yang masih menikmati busa bathub dengan menjadikan dadanya sebagai bantal ternyaman yang pernah ada.
Ivander mulai mendaratkan kecupan di rambut kepala Charla. Charla mendongak Ivander, dan tanpa aba - aba bibir mereka kembali bersentuhan. Keduanya memejamkan mata dan berciuman dengan lembut.
Tangan kiri Ivander masih aktif dia dada Charla, sedang tangan kanannya mulai bergerak ke punggung Charla. Hanya dengan satu tarikan, pengait br* itu terlepas.
Br* tanpa tali itu pun langsung tertangkap tangan kirinya dan membuangnya ke luar bathub. Buah kenyal itupun menyembul di balik busa putih yang harum.
Dengan bibir yang masih bertaut, kedua tangan Ivander sudah mulai bekerja. Bekerja sama untuk memberi rangsangan pada yang empunya buah.
__ADS_1
Jari - jarinya bekerja sama mengapit put*ng yang berwarna ranum itu. Puas bermain dengan buah kenyal itu, tangan Ivander bergerak turun. Melepas sepasang tali yang mengikat CD Charla. Kini tubuh molek itu telah telanjang bulat di balik busa.
Ivander memperdalam ciumannya, karena gairahnya memuncak, saat tangannya yang meraba seluruh tubuh Charla berlabuh pada bulu - bulu halus di pangkal paha Charla.
Sedang Charla sendiri pun mulai terbawa suasana dan merasakan desiran yang membuatnya merasa nyaman dan terus menginginkan perasaan seperti itu.
Ivander melepas pautan bibir mereka, dan langsung mengangkat tubuh Charla. Membilas tubuh mereka di bawah air shower. Ivander belum mau melihat bagian tubuh Charla yang sangat membuatnya penasaran.
Setelah bersih, Ivander memakaikan handuk kimono pada Charla. Begitu juga dengan dirinya.
Tanpa aba - aba kedua tangan Ivander kembali mengangkat tubuh Charla dan membawanya keluar kamar mandi.
"Kamu tidak ingin melakukannya?" tanya Charla yang berada di gendongan Ivander dengan tangan yang melingkar.
"Tentu saja, sayang!" jawab Ivander tersenyum penuh hasrat.
"Sekarang?"
"Kamu maunya kapan?" tanya Ivander sembari meletakkan tubuh Charla di atas ranjang dengan pelan.
"Terserah kamu"
Ivander hanya tersenyum misterius. Ia setengah berbaring menatap wajah cantik Charla yang terlihat begitu menggoda di atas ranjang hanya dengan berlapis handuk kimono berwarna putih dengan talinya yang mengikat di bagian perut.
Dan semakin terlihat menggoda, saat melirik garis tengah bagian paha tersingkap hingga hampir sampai pada bagian inti istrinya.
Ivander kembali menautkan bibirnya dengan bibir Charla. Spontan Charla merengkuh leher suaminya.
Satu tarikan saja, tali handuk Charla sudah terbuka. Ia mulai menyingkap ke kanan dan ke kiri handuk kimono itu. Memperlihatkan body goals seorang gadis 19 tahun itu.
Tangan Ivander meraba setiap inchi dari tubuh putih mulus itu. Dan kembali berakhir di bukit kembar Charla. Kedua tangan Ivander kembali bermain asyik di sana.
Merengkuhnya menggunakan telapak tangan, meremas beberapa kali lalu memutarnya. Dan tak lupa memainkan jari - jemari di puncak rangsang*n bagi seorang perempuan.
.
.
πͺ΄πͺ΄πͺ΄
Sabar... cut dulu π
__ADS_1