Cinta Tuan Casanova

Cinta Tuan Casanova
Cleo!


__ADS_3

Malam hari di sebuah klub malam . . .


Bukankah itu sugar daddy nya Ayra!


Ucap Cleo yang tengah duduk di meja bar.


Cleo melihat Asher yang tengah berdansa dengan seorang gadis malam di lantai dansa.


Bukannya Ayra masih jalan dengannya!


Ucap Cleo dalam hati, saat melihat Asher yang begitu intim dengan gadis malam itu.


Namanya juga om om genit, pasti sugar baby nya bukan cuma satu!


Batin Cleo lagi.


Asher yang menyadari ada yang menatapnya, segera menoleh sumber tatapan. Seulas senyum licik terbit dari bibirnya, saat mendapat Cleo, sahabat Ayra yang menatapnya.


Cleo melepas gadis yang tengah berdansa dengannya. Kemudian mendekati Cleo yang duduk sendiri menunggu temannya.


"Halo!" sapa Asher yang langsung duduk di samping Cleo.


"Hai!" balas Cleo dengan sedikit senyuman.


"Kamu temannya Ayra, kan?" tanya Asher.


"Iya! om bukannya masih jalan sama Ayra ya!"


"Sudah tidak!" jawab Asher sembari memesan minuman.


"Tapi tadi pulang kuliah Ayra bilang akan di jemput sama Om!"


"Aku tidak sempat menjemputnya!" ucap Asher memasang senyum menawan. "Lagi pula kami sudah tidak bersama!"


"Oh!" Cleo mengangguk.


"Sendirian?" tanya Asher.


"Nunggu temen, tapi gak tau kenapa tidak datang - datang!" jawab Cleo.


"Aku temani saja, boleh?" tawar Asher.


"Boleh!" jawab Cleo.


"Mau dansa dengan ku?" tanya Asher.


Cleo menatap ragu pada Asher.


"Sebentar saja!" ucap Asher.


"Emm.. yasudah ayo!"


Asher membawa Cleo ke lantai dansa. Keduanya mengikuti hentakan musik yang di mainkan seorang DJ.


Semakin lama tangan Asher semakin nakal di tubuh Cleo. Dari menyentuh pinggang, sampai akhirnya memeluk erat pinggang Cleo yang menari di depannya.


Semakin lama Asher semakin berani, dengan mencium pundak Cleo yang terbuka. Cleo merasa biasa saja dengan hal itu, karena sudah terbiasa tapi tidak segila Ayra.


Asher mulai membawa Cleo agar terbuai di tengah - tengah lantai dansa itu. Hingga akhirnya Cleo benar - benar terbuai dengan sentuhan Asher yang semakin menjadi - jadi. Kegelian mulai di rasakan Cleo.


"Om!" pekik Cleo saat buah dad* nya di remas oleh Asher.


"Kita lanjut di kamar mau?" tawar Asher.


"Tapi Cleo tidak terbiasa bermain dengan daddy sugar milik teman Cleo!" ucap Cleo.


"Semua bisa di atur, baby!" bisik Asher di tengah suara keras music yang sedang dimainkan.


Cleo tampak berfikir, tapi hawa panas mulai menjalar di sekujur tubuhnya. Karena Asher terus berusaha memberi sentuhan dengan bibirnya di pundak, dan tengkuk lehernya.


"Aku akan memberikan apa yang kamu inginkan!" rayu Asher.


"Baiklah!" jawab Cleo yang tidak berfikir panjang.

__ADS_1


Asher tersenyum licik, dan langsung mengarahkan Cleo untuk naik ke lantai 3 klub itu. Dimana di sana terdapat beberapa kamar yang terbagi menjadi 5 tipe kamar. Diamond, Platinum, Gold, Silver dan Bronze. Asher memesan satu kamar Gold.


Apa - apaan, daddy sugar seperti dia pesan kamar tipe gold! bukankah waktu itu Ayra di bawa ke hotel bintang lima dengan kelas terbaik.


Batin Cleo di penuhi pertanyaan.


Asher segera membawa Cleo menuju kamar sesuai nomor di kartu itu.


"Kenapa Om pesan kamar gold?" tanya Cleo saat Asher membuka kamar.


"Kamar diamond dan platinum sudah penuh, baby!" jawab Asher sambil menciumi pipi Cleo. "Sepertinya banyak pasangan yang sedang menikmati hangatnya malam ini!" bisik Asher sembari menarik tubuh Cleo untuk masuk ke dalam kamar.


Asher segera mengunci pintu kamar itu. Dan tanpa basa - basi lagi, Asher langsung menarik pinggang Cleo. Asher tidak pernah mengajak lawan mainnya berciuman, sehingga dia hanya menciumi leher dan dada atas Cleo yang terbuka.


Dengan perlahan, Asher mendorong tubuh Cleo ke atas ranjang. Dengan gerakan cepat, Asher melepas kemeja hitam yang melekat di tubuhnya. Kemudian mengungkung tubuh Cleo di bawahnya.


Asher kembali menciumi leher, pundak dan dada, dengan kedua tangan yang mulai merem*s dua squishy kembar milik Cleo.


Perlahan Asher menurunkan baju lengan sabrina yang di pakai Cleo. Memperlihat dua gumpalan kenyal yang tertutup br* kemben berwarna putih.


Asher langsung melepas bra kemben itu dan menatap dalam penuh gairah pada buah terindah di dunia itu.


Asher menggerakkan kedua ibu jarinya tepat di puncak pink yang sudah menegang itu. Dengan perlahan mulai melahap salah satunya. Memainkan lidahnya di puncak itu.


"Ahh!" desah*n Cleo mulai tak beraturan saat Asher mengisap kedua puncak secara bergantian seperti bayi kelaparan.


Asher terus menyesap, menarik dan melepaskan kemudian kembali menghisap, terus menerus seperti itu.


Cleo mencengkeram rambut Asher saat sampai pada pelepasan pertamanya. Pelepasan yang membuatnya seakan melayang - layang di udara.


Asher turun ke bagian perut dan menciumi perut ramping itu, sekaligus menurunkan sisa dress yang di pakai Cleo. Menyisakan CD berwarna putih.


Asher memainkan lidah di area itu, sambil pelan - pelan melepas CD yang sudah basah oleh pelepasan pertama Cleo.


Asher memasukkan kepalanya ke sela - sela paha mulus Cleo. Dan dengan lincah memainkan lidahnya di sana. Dengan gerakan lembut sesekali dengan gerakan kasar. Kemudian di susul memasukkan jari tengahnya ke inti Cleo yang basah.


Gerakan cepat antar lidah dan jari Asher membuat Cleo kembali merasa terbang di udara. Melintasi cakrawala, bahkan dengan seseorang yang pantas dia panggil Papa itu.


"Aaakh!" Cleo mencengkeram punggung Asher saat merasakan sebuah benda masuk secara sempurna di intinya.


Asher mulai menggerakkan pelan pinggulnya saat Cleo sudah mulai kembali normal. Semakin lama gerakan pinggang Asher membuat Cleo menggila dan menikmatinya.


Asher menggerakkan pinggulnya dengan cepat, sambil menikmati ekspresi Cleo, dan gerakan buah kenyal milik Cleo.


Puas dengan posisi itu, Asher meminta Cleo untuk menungging. Dan kembali memasukkan senjatanya dari arah belakang. Asher menghentakkan pinggulnya dengan kuat membentur bok*ng mulus Cleo.


Asher sudah tidak tahan, tapi sayang jika harus keluar sekarang. Akhirnya Asher mengganti posisi mereka, dan meminta Cleo memimpin permainan.


Cleo dengan cepat mulai duduk di atas Asher, dan menggerakkan pinggulnya. Sementara Asher menikmati pemandangan indah di atasnya.


Asher meremas dan sesekali kembali menghisap buah yang bergerak naik turun itu. Cleo dengan lincah bergoyang di atas pria berkumis tipis itu.


Asher menarik tubuh Cleo ke arah dadanya, dan membaringkan Cleo di sampingnya tanpa melepas penyatuan mereka. Asher kembali memimpin permainan karena dia sudah tidak mampu menahannya.


Hentakan demi hentakan ia berikan pada milik Cleo, saat akan mencapai puncaknya, Asher menarik senjatanya dan membuang cairannya tepat di buah dad* Cleo sebelah kiri.


"Kamu sering bercinta, baby?" tanya Asher saat keduanya sudah ambruk di atas tempat tidur.


"Kalau ada yang menarik perhatian saja, Om!" jawab Cleo.


"Oh! sekarang kamu mau tidur di sini atau keluar?" tanya Asher.


"Keluar saja, Om!" jawab Cleo.


"Baiklah!"


Keduanya membersihkan diri di kamar mandi. Kemudian memakai baju masing - masing. Cleo kembali memperbaiki penampilannya.


"Sekarang kamu boleh bilang, kamu mau apa?" ucap Asher.


"Emm.." Cleo memikirkan sesuatu.


"Begini saja! berikan aku rekening mu!" ucap Asher karena Cleo tak kunjung menjawab.

__ADS_1


"Baiklah!" Cleo memberikan nomor rekeningnya.


Asher langsung mentransfer sejumlah uang ke rekening Cleo. Mata Cleo berbinar melihat jumlah uang yang di transfer Asher.


Pantas saja Ayra bertahan dengan om om satu ini. Uangnya banyak!


Sorry ya, Ra! aku ikut nimbrung!


Ucap Cleo dalam hati dengan seulas senyum misterius.


"Om, jangan bilang Ayra ya, kalau malam ini kita main!" ucap Cleo saat mereka berjalan keluar kamar.


"Tentu saja, baby!" jawab Asher.


Mana mungkin aku bilang, baby! besok aku sudah tidak di kota ini lagi! Dan sialnya uang ku harus terkuras oleh tubuh mu! Untung saja tubuhmu lebih indah dan lebih rapat dari gadis itu!


Ucap Asher dalam hati.


# # # # # #


Keesokan harinya . . .


"Ayra!" sapa Cleo pada Ayra yang baru turun dari sebuah mobil.


"Hai Cleo!"


"Siapa?" tanya Cleo menunjuk mobil yang baru saja mengantar Ayra.


"Papa!' jawab Ayra.


"Kemana supir kamu?"


"Kecelakaan, di rawat di rumah sakit!"


"Oh! kok nggak di antar sugar daddy kamu?"


"Dia menghilang sejak kemarin siang!"


"What!" pekik Cleo.


"Eh, semalam aku ketemu Gladys, dia bilang janjian sama kamu di klub, tapi kamu malah nggak dateng katanya! kamu kemana?" tanya Ayra.


"Oh! sebenarnya aku datang!" Cleo bingung mencari alasan. "Tapi gara - gara ketemu teman lama trus ngobrol, akhirnya makan malam keluar! aku nunggu dia lama banget!"


"Oh! gitu!" Ayra mengangguk tanpa rasa curiga.


Sorry ya Ra, aku bohong! aku tergoda dengan sugar daddy mu! Dia cukup hot, dan duitnya juga tebel, jadi aku pengen deh!


Ucap Cleo dalam hati.


Kemudian mereka masuk bersama. seperti biasanya.


.


.


.


.


.


.


•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√


Jangan lupa tinggalkan like, komentar juga favoritkan ya kakak.


Jangan lupa juga, baca novel baru Author, judulnya..


...* AKU PELAKOR? *...


Pantaskah dia di sebut pelakor? sedangkan dia datang di tengah kesunyian sebuh hati yang telah lama retak.

__ADS_1


__ADS_2