Cinta Tuan Casanova

Cinta Tuan Casanova
Tamu Tak di Undang!


__ADS_3

Beberapa hari kemudian . . .


Tok tok tok


"Masuk!" teriak Yocelyn dari dalam kamarnya.


"Silahkan, Nona!" ucap salah seorang pelayan pada seseorang yang ingin menemui Yocelyn.


"Hemm!" jawabnya acuh.


Clekk


Yocelyn yang tengah menonton drama korea itu spontan menoleh pada pintu yang terbuka tapi pelayan justru berdiri membelakangi pintu. Yocelyn mengerutkan keningnya, menduga - duga siapa yang tengah bicara dengan pelayan yang mengetuk pintu.


Seketika mata Yocelyn membulat sempurna, manakala matanya menangkap sosok perempuan cantik, berkulit putih mulus dengan dress lengan sabrina, masuk ke kamarnya.


"Mau apa kamu kemari!" tanya Yocelyn sinis dan menatap benci pada perempuan itu.


Perempuan itu mengangkat sebelah sudut bibirnya, sambil berjalan pelan mendekat pada Yocelyn bersandar di tempat tidurnya. Sementara pelayan meninggalkan kamar Yocelyn.


"Kamu masih ingat aku?"


"Siapa yang mengizinkan mu masuk ke kamarku!" hardik Yocelyn lagi tanpa menjawab pertanyaan yang terlontar padanya.


Perempuan berdiri dengan jarak 1,5 meter dari tempat tidur Yocelyn.


"Tentu saja orang tua mu, Nona manis!"


"Bagaimana kau tau aku tinggal di sini?"


"Sangat mudah untuk mencari tempat tinggal mu"


"Untuk apa kau mencari ku?"


"Yocelyn? bagaimana kalau kita berteman?"


"Cih!" seketika Yocelyn berdecih kesal.


Perempuan itu tersenyum dengan sangat elegan.


"Aku tidak mau berteman dengan perempuan penggoda seperti mu!" ucap Yocelyn memalingkan mukanya.


"Perempuan penggoda?"


"Ya! kau datang ke apartemen Devan dengan pakaian kurang bahan untuk menggoda Devan kan?" tanya Yocelyn kesal.


Charla berjalan mendekati Yocelyn, dan tanpa izin langsung duduk di tepi ranjang Yocelyn. Lalu menundukkan tubuhnya mendekati Yocelyn. Jelas Yocelyn kesal dan membuang pandangan matanya.


"Yocelyn, Tanpa aku berpakaian kurang bahan sekalipun, Devan sudah sering melihat tubuh polos ku!" bisik Charla dengan intonasi yang sangat menyebalkan di telinga Yocelyn.


Spontan Yocelyn menoleh pada Charla dengan mata yang membulat menatap tajam wajah Charla yang menyungging senyum sinis setengah bangga.


"Kenapa Yocelyn kamu kaget?" tanya Charla santai.


"Pembohong!"


"Yocelyn..." panggil Charla santai dan lembut. "Bukankah Tuan Keanu sudah bilang, kalau Devan adalah seorang Casanova?"


"Huh!" Yocelyn membuang nafasnya kasar.


"Kamu tau Yocelyn, tempat tidur yang kamu tempati bersama Devan selama tinggal di apartemennya itu sudah pernah kami pakai untuk bercinta," ucap Charla dengan senyum devil nya. "Menghabiskan malam yang panjang dnegan beberapa kali percintaan panas!" lanjutnya tanpa malu.


"Menjijikkan!" seru Yocelyn menatap tajam perempuan yang dia anggap j*l*ng itu.


"Kalau orang melihat itu mungkin memang menjijikkan, tapi bagi kami yang sedang di landa birahi itu sangat nikm*t!" ucap Charla. "Kamu saja yang belum pernah merasakan hal itu!" Charla tersenyum mengejek. "Dan hanya kamu seorang gadis yang di bawanya ke apartemen, tapi belum pernah di sentuh! apa kamu yakin dia mencintai kamu?"


Mendadak hati Yocelyn serasa terbakar mendengar kalimat panas Charla.


"Padahal jika seorang laki - laki mencintai seorang gadis, pasti dia ingin melakukan hal itu pada kekasihnya!" ucap Charla. "Sementara kamu, dua bulan bersama tapi belum pernah di ajaknya bercinta!" ejek Charla. "Sementara aku, sudah puluhan kali di ajak bercinta oleh Devan!" lanjutnya bangga.


"Tapi Devan bilang kamu bukan kekasihnya!" hardik Yocelyn.


"Memang! kami tidak ada ikatan cinta!" jawab Charla. "Tapi hanya dengan ku dia mau berciuman! bukankah itu karena aku spesial?" lanjut Charla bangga.

__ADS_1


"Dia juga mau berciuman dengan ku!" seru Yocelyn dengan polosnya.


"Hanya sekedar berciuman! kamu belum pernah di ajaknya untuk melayang - layang melintasi cakrawala bukan!" ucap Charla. "Sebaiknya kamu pikirkan lagi untuk tetap bersama Devan! sepertinya dia hanya berpura - pura cinta padamu!"


"Dia tidak pernah bilang dia mencintaimu kan!" seru Yocelyn.


Spontan jantung Charla seperti tertusuk, karena memang iya. Sejauh dia menyerahkan tubuhnya pada Devan, tak sekalipun Devan mengatakan cinta. Hanya sekedar bercinta tapi bukan cinta sesungguhnya. Keduanya hanya melakukan untuk saling mendapatkan kepuasan dan mencapai puncak bersama.


Tapi Charla mencoba untuk menguasai dirinya. Dia berusaha untuk tetap terlihat lebih dari siapapun di hadapan Yocelyn.


"Bukan tidak pernah, tapi belum!" ucap Charla, "sebentar lagi dia pasti akan bilang cinta padaku!"


"Percaya diri sekali!" ejek Yocelyn kesal. "Dia sudah berkali - kali mengatakan cinta padaku!" ucap Yocelyn bangga. "Kau itu hanya pemuas nafsunya saja!" ejek Yocelyn mencoba menguatkan hatinya.


"Jaga mulutmu!" hardik Charla.


"Memang iya! dia tidak akan bilang cinta padamu! karena lubang mu pasti sudah membosankan!"


"Kamu!" bentak Charla dengan nada tinggi.


"Kenapa marah? kalau kamu marah berarti memang iya! lubang mu sudah basi di mata Devan!" ucap Yocelyn melirik bagian milik Charla dengan senyum mengejek.


"Beraninya kau berkata seperti itu!"


"Memang itu benar, Nona!"


"Kau salah! Devan bilang sangat menyukainya, hanya milik ku yang bisa memberinya kepuasan maksimal!" seru Charla tidak tau malu. "Kamu tau gadis polos yang lugu? Devan sangat suka memainkan lidahnya di sini!" ucap Charla menunjuk miliknya dengan jari telunjuk. "Dia bilang milik ku sangat terawat! dan sangat pas untuk miliknya! karena aku pun mengeluarkan banyak uang untuk merawatnya, agar Devan semakin menyukainya!"


Sekuat tenaga Yocelyn menahan rasa jijik yang menyelimuti pandangannya. Rasanya dia ingin muntah mendengar kalimat anarkis Charla.


"Sayangnya Devan sudah tidak mau menyentuhmu lagi!" ucap Yocelyn menemukan kalimat yang pas untuk membalas Charla.


"Diam kamu!" bentak Charla, "itu karena kehadiran mu yang menggagalkan rencana ku!"


"Rencana?" pekik Yocelyn merasa ada yang aneh dengan ucapan Charla.


Charla merasa salah bicara. Secepat kilat Charla mencoba menguasai dirinya.


"Mimpi!" bentak Yocelyn dengan hati yang bergetar.


"Dasar bocah!" ucap Charla yang langsung berdiri dan meninggalkan kamar Yocelyn dengan hati dongkol pada gadis polos yang bisa - bisanya punya kalimat jitu untuk membungkam mulutnya.


Yocelyn menatap kesal pada Charla yang berjalan keluar. Sementara Charla menatap tajam mata Yocelyn sebelum menutup pintu kamar Yocelyn dengan keras.


Yocelyn kembali sendiri di kamarnya, memikirkan ucapan Charla. Dan membayangkan kalimat - kalimat kotor Charla yang menceritakan tentan Devan.


Kenapa *Devan melakukan hal itu?


Apa benar dia melakukan hal menjijikkan seperti itu dengan Charla*?


"Huekk!" Yocelyn seolah ingin muntah membayangkan hubungan aneh sepertu itu.


*Apa benar Devan hanya pura - pura cinta pada ku? Dia memang tidak pernah sekali pun menyentuh tubuhku?


Apa aku tidka secantik Charla*?


Yocelyn berdiri dan langsung masuk ke walk in closed. Menghadap cermin besar, meneliti wajahnya juga memutar tubuhnya.


"Aku cantik!" gumamnya.


"Tubuhku juga tidak jauh berbeda dari si Charla sialan itu!" lanjutnya.


"Tidak jauh berbeda bagaimana? jelas - jelas dada si Charla itu lebih besar dari dadaku!"


"Yocelyn... Yocelyn!" gumamnya menggelengkan kepalanya.


Yocelyn keluar dari walk in closed, dan kembali melanjutkan menonton drama korea yang dia hentikan saat Charla datang.


Beberapa saat kemudian dia terpikir sesuatu. Ingatannya pada cara percintaan Devan dan Charla.


Akhirnya dia keluar dari kamarnya. Mengendap - endap mencari orang yang bisa membantunya. Setelah memastikan si Charla sudah pergi dan tidak mendengar suara orang tuanya. Yocelyn hendak turun tangga, dengan mata celingak celinguk ke kanan dan kiri.


"Ada yang bisa saya bantu, Nona?" tanya Erina di ujung bawah tangga yang mengagetkan Yocelyn.

__ADS_1


Sial! kenapa dia di situ sih!


Umpat Yocelyn dalam hati, melihat Erina dan dua orang pengawal yang berdiri di kanan kiri tangga.


"Aku ingin mencari mu!" ucap Yocelyn berbohong.


"Saya akan naik, Nona!" ucap Erina.


Erina menaiki tangga, dan membawa Yocelyn kembali masuk ke dalam. Yocelyn kembali memutar otak, bagaimana caranya untuk bisa keluar dari kamar dan mencari seseorang yang bisa membantunya. Tapi pucuk di cinta ulam pun tiba.


"Nona, saya numpang ke kamar mandi!" ucap Erina menahan rasa mulas.


Erina meletakkan ponselnya di atas nakas Yocelyn. Dan langsung lari ke walk in closed.


Senyum devil muncul di bibir Yocelyn. Yocelyn mengikuti Erina masuk ke walk in closed. Hendak mengunci Erina di dalam kamar mandi.


Sial! kunci kamar mandi kan di dalam! batin Yocelyn.


Ah! aku punya ide! seru Yocelyn dalam hati.


Yocelyn mengunci pintu walk in closed, supaya Erina tidak bisa keluar dari sana.


Clek clek!


Suara pintu walk in closed yang di kunci Yocelyn tak begitu terdengar dari dalam kamar mandi.


Ah! kamu memang terbaik Erina! batin Yocelyn.


Dengan cepat Yocelyn meraih ponsel Erina di atas nakas. Dengan mudah Yocelyn tau sandi ponsel Erina, karena Yocelyn sering meliriknya. Hanya saja tidak pernah ada kesempatan.


Jari jemarinya berselancar di dunia maya. Berbagai situs dia kunjungi. Dan jarinya berhenti saat berhasil mencari situs film blue yang menjijikan.


Yocelyn membulatkan matanya melihat cara orang - orang melakukan hubungan suami istri dari yang biasa hingga yang liar. Dia sengaja mempercepat filmnya karena dia sudah merasa tidak tahan. Hanya sekilas saja sudah membuatnya ingin kencing tidak karuan.


Clekk clekk!


Tok tok tok!


"Nona!" teriak Erina dari dalam walk in closed.


Dorr dorr dorr


"Nona! buka pintunya!"


"Ck! cepat sekali!" gumam Yocelyn, yang langsung menghapus riwayat dan mengembalikan ponsel Erina ke tempat semula. Dia juga sempat membuka informasi lainnya yang membuatnya tercengang.


"Aku hanya iseng!" ucap Yocelyn saat kembali membuka kunci.


"Nona, benar - benar!" ucap Erina.


"Minggir!" ucap Yocelyn yang langsung masuk ke walk in closed dan meluncur ke kamar mandi.


Apa iya, Devan dan orang - orang sepertinya melakukan hal menjijikkan seperti itu! gumam Yocelyn selama di kamar mandi.


.


.


.


.


.


# # # # # #


Happy reading 🌹🌹🌹


Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya ya Kakak.


Terima kasih,


Salam Lovallena.

__ADS_1


__ADS_2