Cinta Tuan Casanova

Cinta Tuan Casanova
Ungkapan


__ADS_3

Susana meeting berjalan dengan semestinya. Meskipun mata Devan jelas terlihat tak fokus pada meeting yang mereka selenggarakan. Sesekali matanya melirik Keanu yang tampak memperhatikan sang moderator, meskipun jelas pikirannya tidak sepenuhnya berada di sana.


Seketika Devan salah tingkah dan membuang pandangannya jika tatapan matanya secara tidak sengaja bertemu dengan tatapan mata Keanu. Keanu sendiri adalah seorang bos besar, yang mana instingnya tak kalah tajam dari Devan. Sehingga dia menyadari ada yang tidak beres dengan tingkah Devan.


Meeting berakhir, Devan berjalan cepat keluar dari hotel. Sementara Keanu berusaha mengejarnya, namun tak sampai karena Devan mengendarai mobilnya sendiri meninggalkan parkiran hotel. Keanu hanya bertemu dengan Christ dan seorang pengawal.


"Christ! kenapa dengan Tuan mu?" tanya Keanu pada Christian yang juga berjalan menuju parkiran.


"Saya tidak tau, Tuan Keanu!" jawab Christ. "Mungkin ada sesuatu yang mendesak!" lanjut Christ.


Tapi apa hubungannya denganku? kenapa aku melihat dia seperti menatap ku aneh! ucap Keanu dalam hati.


# # # # # #


Devan melajukan mobilnya meninggalkan hotel dengan kecepatan tinggi. Dia ingin segera sampai di apartemen dan menemui Yocelyn.


Tanpa mengetuk pintu ataupun menekan bel, Devan masuk dengan menekan sandi yang tidak pernah di ganti oleh Yocelyn. Devan membawa kantong berisi makanan ringan. Dan tatapan pertamanya tertuju pada Yocelyn yang tengah memainkan PS 5 yang di beli Yocelyn sendiri untuk mengisi waktunya yang sering kosong.


"Devan!" ucap Yossy saat melihat Devan membuka pintu utama apartemennya.


"Hemm!" jawab Devan sambil mengunci pintu kembali.


"Kamu bukannya tadi bilang ada meeting penting?" tanya Yocelyn, "kenapa pulang lagi?" tanya Yocelyn pada Devan yang membuka jasnya dan meletakkan di sandaran sofa.


"Sudah selesai!" jawab Devan singkat, sambil merebut stik PS dari tangan Yocelyn.


"Tidak balik lagi?"


"Tidak!" jawab Devan singkat.


Yocelyn tersenyum semang, tandanya hari ini Devan akan bersamanya. Yocelyn meraih kantong yang di bawa Devan tadi dan mengambil snack kentang. Dengan menyilangkan kaki di sofa, Yocelyn memakan dengan santai snack kentang berukuran sedang.


Dan di sampingnya, Devan sedang fokus memainkan PS 5 melanjutkan permainan single player Yocelyn tadi.


"Kamu sudah makan siang?" tanya Yocelyn.


"Belum!" jawab Devan tanpa melihat Yocelyn.


"Kamu mau makan di luar atau pesan saja dari restoran bawah?"


"Pesan saja!" jawab Devan lagi.


"Ok!" ucap Yocelyn meraih ponselnya, "aku akan pesan, ini sudah jam makan siang!" lanjutnya dengan melirik Devan yang terlihat badmood.


"Hemm!" jawab Devan cuek.


Yocelyn semakin menatap aneh pada Devan, pikiran Yocelyn mulai bertebaran kemana - mana. Setelah memesan makan siang, Yocelyn kembali meletakkan ponselnya dan melanjutkan memakan cemilan di tangannya sambil sesekali melihat ekspresi Devan. Beberapa kali Devan memenangkan gamenya, dan mengulang lagi.


Ting!


Bel berbunyi, Yocelyn berjalan ke arah pintu, dan mengintip dari lubang kecil. Setelah memastikan waiters itu pergi, barulah Yocelyn membuka pintu dan menarik troli masuk ke dalam apartemennya.


"Devan! ayo makan!" ucap Yocelyn setelah menata makanan di atas meja makan.


Tanpa menjawab, Devan mematikan PS nya, dan berpindah duduk di kursi makan yang tak jauh dari sofa. Yocelyn semakin dia buat heran oleh sikap Devan yang berubah jadi dingin.


Devan mulai makan tanpa bicara apapun. Sementara Yocelyn kehilangan mood nya untuk makan, karena melihat Devan seperti patung es bergerak. Tapi dia tetap menggerakkan sendok nya ke mulut meski akan di kunyah sangat lama bercampur malas.


Setelah selesai makan siang, mereka kembali duduk di sofa dengan bersebalahan. Mereka sibuk dengan ponsel masing - masing. Tapi Yocelyn hanya berpura - pura asyik dengan ponselnya. Dia lebih sibuk melirik Devan, ingin bertanya tapi ragu.


"Devan?" panggil Yocelyn lirih, karena merasa tidak nyaman dengan suasana yang dingin itu.


"Hemm?" jawab Devan tanpa melihat Yocelyn.


"Kenapa kamu terlihat badmood?" tanya Yocelyn ragu.


Devan langsung mengalihkan pandangannya ke depan, lalu menarik nafas dalam dan membuangnya panjang. Devan meletakkan ponsel di meja dan mengangkat satu kakinya ke atas sofa, dan menghadap Yocelyn.


"Yossy?" panggil Devan lembut.


"Iya?" jawab Yocelyn yang tiba - tiba sekujur tubuhnya kaku mendapat tatapan dingin dari Devan.


"Selama kita bersama, apa yang kamu rasakan?" tanya Devan.


"Maksudnya?" tanya Yocelyn bingung.


"Kamu adalah seorang puteri yang kabur dari istana bukan?"


"Mungkin begitu, memangnya kenapa?"

__ADS_1


"Bagaimana jika sewaktu - waktu Papa mu berhasil menemukan mu! apa kamu akan melupakan aku? dan kita tidak akan bertemu lagi?" tanya Devan serius.


"Aku mau di sini saja Devan! aku mau bersama mu saja!" ucap Yocelyn menggenggam lengan kiri Devan.


"Tapi tetap saja, kamu adalah anak gadis orang!"


Spontan Yocelyn melepas tangannya dan menatap tajam pada Devan. Devan pun langsung menatap Yocelyn melihat ekspresi Yocelyn yang seperti akan marah.


"Apa itu artinya kamu akan mempertemukan aku dengan para pengawal Papa?" tanya Yocelyn mengintimidasi


"Sama sekali tidak, Yossy!" jawab Devan cepat dan yakin.


"Apa kamu sudah lelah karena aku merepotkan mu? lalu kamu mau meminta aku keluar dari apartemen ini secara halus?"


Devan membulatkan matanya mendengar ucapan Yocelyn.


"No! of course no!" ucap Devan, "Jangan salah paham Yossy!"


"Lalu kenapa kamu berkata seperti itu?" teriak Yocelyn.


"Karena kita berbeda!" ucap Devan dengan nada tinggi pula. "Kalau orang tua mu menemukan kamu bersama ku, pasti kita akan berpisah dan sulit untuk bertemu kembali" lanjutnya dengan nada rendah.


"Maksud mu aku tidak pantas jika aku ada di sampingmu?"


"Bukan Yossy! jangan salah mengartikan!"


"Devan! aku lebih bahagia bersama mu dari pada tinggal di mansion bersama para maid yang selalu melayani ku. Sementara Papa sibuk di kantor, dan Mama sibuk di butik!" Yocelyn memohon pada Devan. "Biarkan aku di sini!"


"Aku tau, aku pun akan sangat bahagia jika kamu ada di sini!"


"Lalu kenapa kamu bicara tentang perpisahan?"


Devan kembali menarik nafas dalam dan membuangnya dari mulutnya tanpa melihat Yocelyn.


"Yossy?" panggil Devan lembut meraih kedua tangan Yocelyn.


"Hemm?" jawab Yocelyn menatap Devan lembut.


"Aku mencintaimu!" ucap Devan tegas.


Spontan Yocelyn merasa shock dengan ucapan Devan.


Yocelyn mengedipkan matanya beberapa kali karena dia bingung. Dia tidak pernah jatuh cinta sebelumnya. Dan itu membuatnya bingung akan perasaannya pada Devan.


"Yossy, jawab aku! please!"


Yocelyn menatap dalam mata Devan sebelum dia bicara.


"Aku tidak tau itu cinta atau bukan," jawab Yocelyn. "Hanya saja aku sangat bahagia setiap melihatmu, bersama mu! aku jauh lebih bahagia meskipun tidak bisa berkeliaran dengan bebas di luar sana!" lanjut Yocelyn membuat Devan sedikit lega.


"Katakan kamu juga mencintai ku!"


"Tapi aku tidak tau cara mencintai! aku tidak pernah jatuh cinta!"


"Katakan saja padaku, kamu mencintai ku!" ucap Devan tegas. "Apapun yang akan terjadi ke depannya aku akan berusaha membuatmu tetap bersama ku!"


"Aku..." Yocelyn bingung, "aku..."


"Yossy, please!"


"Aku mencintai mu, Devan!" lanjut Yossy.


Spontan Devan memeluk erat tubuh Yossy. Yossy membalas pelukan erat Devan.


Ya Tuhan, nyaman sekali berada di dekapannya! ini pertama kali dia memelukku! batin Yocelyn yang seketika memejamkan matanya.


Devan mengecup kepala Yocelyn beberapa kali. Seketika kehangatan menjalar di tubuh Yocelyn. Yocelyn semakin memeluk erat Devan dan menikmati kehangatan yang dia rasakan.


"Kamu harus terus bersamaku!" bisik Devan lirih, "apapun yang terjadi kita harus berjuang bersama!" ucap Devan yakin.


"Berjuang?" tanya Yocelyn seketika membuka matanya.


"Cinta kita pasti akan di tentang orang tua mu!"


"Dari mana kamu tau?"


Devan melepas pelukannya, dan menatap dalam mata Yocelyn. Devan menangkup kepala Yocelyn dengan kedua telapak tangannya.


"Yocelyn Charlotte Anderson?" panggil Devan lembut.

__ADS_1


"Dari mana kamu tau nama asli ku?" tanya yocelyn yang langsung panik.


"Dari kartu mahasiswa mu!" ucap Devan.


"Kapan?"


"Seminggu yang lalu!"


"Apa kamu merasa aku bohongi?" tanya Yocelyn. "Aku hanya ingin agar tak banyak yang mengenalku!" lanjut Yocelyn panik.


"Aku tau!"


"Lalu kenapa selama ini kamu diam saja?"


"Kamu putri satu - satunya Keanu Anderson kan?"


"Kamu kenal Papa ku?" tanya Yocelyn meraih kedua tangan Devan karena panik.


"Aku dan Papa mu adalah rekan kerja!"


"Lalu kenapa Papa menentang cinta kita kalau kalian adalah rekan kerja?"


"Yocelyn? apapun yang terjadi, atau apapun yang akan kamu dengar tentang diriku kelak! percayalah, jika aku sangat mencintaimu! aku tidak akan pernah membaginya dengan siapapun"


"Apa kamu orang yang buruk?"


"Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya!" ucap Devan. "Tapi semua orang pasti bisa berubah! dan kamu gadis pertama yang membuat aku ingin merubah hidupku!" lanjutnya.


"Memangnya kesalahan apa yang kamu lakukan?"


Devan membuang nafasnya kasar lalu kembali menatap mata Yocelyn.


"Suatu hari nanti aku akan menceritakan semua kepadamu!"


"Kamu pernah membunuh orang?" tanya Yocelyn mengintimidasi.


"What!" pekik Devan menyipitkan matanya. "Tentu saja tidak pernah!"


"Lalu?"


"Kamu cukup tau, aku tidak pernah melakukan tindak kriminal!"


Yocelyn memicingkan matanya, mencari kebohongan dari mata Devan. Tapi tidak menemukan sama sekali.


"Kamu hanya perlu tau, aku sangat mencintaimu!" ucap Devan menangkup kepala Yocelyn dengan tatapan meyakinkan.


Bagai terhipnotis Yocelyn mengangguk pelan.


"Kamu janji tidak akan meninggalkan aku sendirian kan Devan?"


"I promise you, Darling!" ucap Devan untuk pertama kalinya memanggil Yocelyn Sayang.


Yocelyn mengangguk pelan dengan senyum di bibirnya mendengar Devan memanggilnya dengan sebutan sayang.


"Thank you, Baby!" ucap Devan dan untuk pertama kalinya Devan mendaratkan ciuman dalam di dahi Yocelyn sebelum akhirnya memeluk erat tubuh Yocelyn.


.


.




Selamat membaca! 🤩



Semoga suka dengan jalan ceritanya.


Jangan lupa juga untuk selalu meninggalkan Like dan Komentarnya ya.


Lebih - lebih dengan ikhlas follow Author, hehe 🥰



Terima kasih,


__ADS_1


Salam Lovallena.


__ADS_2