
Devan masuk ke dalam kamar Yocelyn, setelah menghabiskan sebatang rokoknya. Dengan hati - hati Devan membaringkan tubuhnya di samping istrinya. Memiringkan tubunya dengan menggunakan satu lengannya sebagai bantal.
Matanya menatap teduh penuh penghargaan pada kecantikan sang istri. Tangan kirinya dan menyingkirkan anak rambut yang bertebaran di wajah sang istri.
Punggung jari telunjuknya menyusuri setiap lekuk dari wajah Yocelyn. Wajah dengan kulit putih mulus tanpa make up itu terlihat sangat indah di mata Devan.
Devan mengangkat kedua sudut bibirnya setelah puas memandangi wajah cantik istrinya. Terakhir dia mendaratkan kecupan di pipi dan dahi Yocelyn. Lalu kembali pada posisi semula.
Mahar yang aku berikan padamu sama sekali tak sebanding dengan arti kehadiran mu dalam hidupku, Sayang!
Ucap Devan dalam hati, dengan mengusap bibir istrinya menggunakan ibu jari.
Aku rasa harta ku tidak akan sanggup membeli dirimu untuk diriku yang menjijikkan! I'm sorry, baby!
Lanjutnya kembali mendaratkan ciuman di dahi istrinya.
# # # # # #
"Sayang?" panggil Devan duduk di tepi ranjang, dengan hanya memakai lilitan handuk dengan rambut yang basah.
"Sayang?" panggil Devan lagi karena Yocelyn tak bergeming.
"Sayang? wake up!" ucap Devan dengan mengusap lembut pipi istrinya.
"Emmm!" Yocelyn hanya menggeliat tanpa membuka matanya.
"Sayang, ini hampir jam lima!" Devan menunduk dan dengan sengaja menempelkan rambutnya yang basah pada muka istrinya.
"Ehm!" Yocelyn mengibas - ngibaskan apa yang mengganggu tidurnya.
"Haha! ayo Sayang, nanti kamu mandi kemalaman" ucap Devan.
"Kami sudah mandi?" tanya Yocelyn membuka matanya.
"Sudah dong!" jawab Devan menggerakkan kepalanya untuk memperlihatkan rambutnya yang basah karena mandi di bawah guyuran air shower.
"Baiklah, aku akan mandi!"
Yocelyn berniat untuk segera berlari ke kamar mandi.
"Aaiih!!" pekik Yocelyn saat akan turun ranjang dengan wajah yang meringis kesakitan.
"Kenapa Sayang?" tanya Devan yang langsung panik memegangi pundak istrinya.
"Sakit!" lirih Yocelyn reflek memegangi buah dada dan bagian bawah perutnya.
Spontan Devan membalas dengan menciumi setiap inchi dari wajah Yocelyn.
"Maafkan aku, Sayang!" ucap Devan.
"Bantu aku mandi!" ucap Yocelyn dengan manja.
"Tentu saja!" Devan langsung menyambar tubuh istrinya dan membawanya ke kamar mandi.
Dengan telaten Devan kembali memandikan istrinya. Istrinya yang mendadak sangat manja itu.
# # # # # #
Yocelyn dan Devan memutuskan makan malam di balkon kamar mereka hanya berdua. Rasa sakit yang di rasakan Yocelyn pada bagian intimnya membuat Devan melarang istrinya keluar dari kamar.
"Kenapa tidak makan di meja makan saja sih Dev?" protes Mama di depan pintu kamar mereka.
"Pokoknya Devan tidak izinkan!" jawab Devan. "Mama harus mengerti!"
"Tapi Mama ini kan Mamanya Yocelyn Dev! kamu jangan kurang ajar ya!" seru Mama.
"Seperti Mama yang mengikuti peraturan Papa, jadi Yocelyn harus mengikuti peraturan Devan!" jawab Devan dengan senyum tak berdosa nya.
"Ck! apa Yocelyn sakit? kamu apakan dia?" hardik Mama.
"Terserah Devan, dia kan istri Devan Ma!" protes Devan.
"Masak iya siang tadi sempat - sempatnya kalian haha hehe!"
"Apaan haha hehe?" tanya Devan.
"Ck! laki - laki seperti kamu mana mungkin tidak paham haha hehe!"
"Oh, maksud Mama bercinta?" tanya Devan terang - terangan. "Ma, yang namanya suami istri wajar dong bercinta kapan saja!" jawab Devan tanpa malu.
"Kamu ini nggak malu ya, ngomong sama Mama mertua terang - terangan seperti itu!"
"Heheheh, Mama mertua ku sayang, kalau Devan bicara pada Mama mertua yang masih perawan mungkin Devan akan malu!" ucap Devan. "Tapi Mama kan bukan perawan, sudah pernah merasakan, jadi untuk apa Devan malu!"
"Kamu itu benar - benar ya!" hardik Mama Yocelyn yang merasa malu dengan obrolan menantunya itu.
"Peace Mom!" ucap Devan.
"Sekarang Mama mau lihat Yocelyn!" ucap Mama mencoba menyingkirkan tubuh Devan yang membelakangi pintu.
"Eits! Mama tidak boleh masuk!" ucap Devan.
"Kenapa!" hardik Mama, "ini kan kamar Yocelyn!"
"Sekarang sudah menjadi kamar Devan & Yocelyn!" ucap Devan.
"Terserah! Mama mau lihat Yocelyn! jangan - jangan dia kamu siksa lagi!"
__ADS_1
"Mana mungkin sih Maa... Devan menyiksa istri Devan sendiri!" bantah Devan. "Kalau pun Devan menyiksa Yocelyn pastilah siksaan di atas ranjang yang empuk itu Ma"
"Devan!" pekik Mama kesal.
"Hehehe, sorry Ma!"
"Minggir!"
"No!"
"Buka pintunya!" bentak Mama.
"No!"
Clekk!
Pintu terbuka memperlihat dua pelayan yang abru saja mengganti sprei di dalam kamar Yocelyn.
"Lah, ngapain kalian berdua jam segini mengganti sprei?" tanya Mama pada dua pelayan itu.
"Sprei Nona kotor, Nyonya!"
"Kotor kenapa? bukankah tadi pagi baru kalian ganti sebelum mereka datang!"
"Iya, Nyonya!" jawab salah satu pelayan dengan menunduk.
"Lalu?" hardik Mama.
Dua pelayan itu saling pandang, bingung harus menjawab apa. Mereka tau ada noda di atas sprei itu. Bahkan masih ada noda merah meskipun sudah di bersihkan menggunakan tisu basah sebelumnya.
"Pergilah!" ucap Devan pada dua pelayan itu. Sementara Mama mengangguk saat dua pelayan itu menatapnya seolah meminta izin untuk pergi menuruti perintah Devan.
"Maa? Devan kan sudah bilang, suami istri itu mau kapanpun mengotori sprei sah - sah saja!" jawab Devan yang paham kalau dua pelayan itu bingung harus menjawab apa.
"Kamu jangan terlalu menyiksa Yocelyn dong!"
"Menyiksa bagaimana sih, Ma?" tanya Devan. "Kami sama - sama suka, mana mungkin itu artinya menyiksa!"
"Jangan terlalu di kebut! tunggu Yocelyn selesai ujian!"
"Devan mana kuat menahannya, Ma"
"Haduh! taulah! Mama mau ketemu Yocelyn!" ucap Mama kembali mencoba Devan geser dari tempatnya berdiri.
"Besok saja Ma, please!"
"Huh!" Mama memukul gemas lengan Devan, "punya menantu satu, pelitnya kebangetan! cuma mau lihat Yocelyn tidak untuk tidur dengan Yocelyn!"
Devan hanya menyungging senyum manis, tak merasa bersalah sedikitpun.
"Awas kamu ya!" ucap Mama kesal sembari meninggalkan kamar putrinya yang mana biasanya dia bebas keluar masuk.
"Huh! dari pada Mama akan menuturi putrinya yang tidak - tidak, lebih baik Mama mertua yang cantik, jangan menemui putri mu lebih dulu ya? hehe!" gumam Devan.
Setelah itu Devan menarik handle pintu dan berniat untuk masuk.
"Selamat malam, Tuan muda!" sapa kepala pelayan dari arah tangga.
Devan menoleh dan melihat dua pelayan di belakang kepala pelayan membawa menu makan yang di minta Devan sebelumnya.
"Bawa ke balkon!" ucap Devan sembari melanjutkan masuk ke dalam kamarnya.
Kepala pelayan dan dua pelayan itu menata makan malam mereka di balkon kamar Yocelyn.
"Mama ngapain, Sayang?"
"Tidak apa - apa!"
"Masa sih?"
"Iya!" jawab Devan. "Kamu mau makan malam sekarang?" tanya Devan mengalihkan pembicaraan.
"Boleh!" jawab Yocelyn.
"Makan malam sudah siap Tuan muda dan Nona muda! kami permisi!" ucap kepala pelayan.
"Iya!" jawab Yocelyn.
Sementara Devan hanya mengangguk santai.
Clekk!
Pintu sudah kembali di tutup oleh kepala pelayan. Dan Devan langsung mengangkat tubuh istrinya menuju balkon.
"Aku bisa jalan sendiri!" ucap Yocelyn yang mengalungkan tangan di leher suaminya.
"Kamu kan lagi sakit"
"Kan sakit wajar, bukan sakit parah!"
"Tetap saja namanya sakit, Nyonya Devan!" ucap Devan tidak mau kalah.
Devan meletakkan tubuh istrinya di kursi dengan hati - hati. Lalu Devan beralih duduk di kursi depannya. Mereka menyantap makan malam dengan romantis di balkon kamar Yocelyn di mansion.
Yang mana setiap sudut dari kamar itu di dominasi oleh warna pink. Mulai dari kamar, walk in closed, kamar mandi, hingga balkon pun tak luput dari warna pink.
Jika bukan kamar istri tercintanya, seorang Devan pasti akan risih dengan warna yang aneh di matanya itu.
__ADS_1
# # # # # #
"Padahal sudah lama Tuan Devan membawa Nona Yocelyn! tapi aku tidak menyangka ini malam pertama mereka!" ucap salah satu pelayan yang tadi mengganti sprei.
"Iya! kamu benar! aku sampai tidak percaya berbulan - bulan mereka bersama, justru pertama kali melakukannya di mansion ini!" jawab satunya lagi.
"Padahal aku dengar Tuan Devan itu Casanova, tapi dia bisa menjaga dirinya untuk tidka melakukan sesuka hati pada Nona muda!"
"Sungguh luar biasa!"
"Betul!"
"Lagi pula Tuan Devan sepertinya baik, dia tidak terlihat galak atau pun ketus! aku sangat setuju atas pernikahan Nona muda dan Tuan muda Devan!"
"Sama! aku juga!"
"Jadi benar, berbulan - bulan mereka bersama, tapi Devan baru saja merenggut kesucian putriku?" ucap Mama yang tiba - tiba muncul di belakang mereka.
"Eh, Nyonya!" kaget keduanya bersamaan.
"Jelaskan! jadi benar putri ku baru melakukan itu kali ini!"
Kedua pelayan itu saling pandang.
"Benar Nyonya!" jawab keduanya bersamaan.
"Dari mana kalian tau?"
"Noda darah di sprei Nona muda, Nyonya!"
"Oh!" Mama menyunggingkan senyumnya dan langsung berlalu dari ruang cuci itu.
"Haduh!" celetuk keduanya saat Mama Yocelyn meninggalkan ruangan itu.
Mereka tengah mencuci sprei itu di ruang cuci. Tanpa mereka sadari setelah bicara Devan, Mama mencari mereka untuk menanyakan apa yang di lakukan Yocelyn di dalam kamar. Tidak tau nya Mama justru menemukan fakta baru.
Mama Yocelyn langsung masuk ke kamarnya untuk mencari suaminya.
Clekk!
"Papa tau?" ucap Mama tiba - tiba menghampiri suaminya yang tengah duduk di sofa dengan ponsel di tangannya.
"Ada apa, Ma?" tanya Papa yang langsung meletakkan ponsel di tangannya.
"Ternyata Devan dan Yocelyn baru saja melakukan malam pertema mereka!"
"Hah! yang benar?"
"Iya, Pa!" Mama ngotot, "Selama ini mereka bersama tapi tidak pernah melakukan hubungan suami istri meskipun mereka sudah menikah beberapa minggu!"
"Apa mungkin Devan sengaja menunggu kepastian dari Papa?" sahut Papa.
"Sepertinya, Pa!"
"Memangnya Mama tau dari mana?"
"Pelayan! tadi mereka mengganti sprei di kamar Yocelyn! padahal baru tadi pagi sprei nya di ganti!"
"Oh, ya?"
"Iya, Pa! dan kata pelayan ada noda darah di sprei itu! pasti noda darah perawan putri kita!" ucap Mama antusias.
"Apa benar begitu?"
"Mama yakin Pa! Devan sebenarnya anak yang baik! mungkin selama ini dia salah pergaulan!"
Papa tampak berfikir dengan menggigit bibir bawahnya bagian dalam.
Apa benar, Bajing*n itu baru pertama kali melakukan itu pada putriku yang sudah di bawa kabur berbulan - bulan?
Tanya Papa Keanu dalam hati.
"Papa harus segera mengurus pernikahan mereka secara hukum! Mama akan menyiapkan pesta yang meriah dan mewah untuk pernikahan putri kita satu - satunya!"
Papa Keanu hanya menatap istrinya yang tiba - tiba menyukai menantu laknatnya itu.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🌹🌹🌹***
***Maaf baru up 🤩***
__ADS_1
***Jangan lupa tinggalkan vote nya dong Kak! mumpung hari Senin... hehe 🥰***