
Devan masih duduk di sofa yang sama hingga beberapa saat, dan masih menggunakan handuk kimono nya.
Ting!
Devan mendengar suara ponselnya yang ada di saku jas yang tadi dipakai Charla. Devan beranjak untuk mengambil ponsel di saku jas yang tergeletak itu.
Ada banyak pesan dari Yossy! batin Devan.
Yocelyn : Kamu pulang jam berapa?
Yocelyn : Kamu belum pulang?
Yocelyn : Kamu pasti lagi bersenang - senang! baiklah aku tidak akan mengganggumu! Have fun!
Yocelyn : Kamu sudah makan malam?
Yocelyn : Ah! maafkan aku, aku sedang bosan! dari tadi aku hanya sibuk dengan akun fake yang ku buat! 😂
Pesan terakhir yang di kirim oleh Yossy. Saat jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam lebih waktu London.
Dia bekum tidur ternyata! batin Devan
Devan : Maaf, aku baru keluar dari pesta, kamu belum tidur?
Ting! tak butuh waktu lama sebuah pesan kembali masuk.
Yocelyn : Belum ngantuk!
Devan : Bukankah kamu sangat mudah tidur?
Yocelyn : Hehe! Iya! sebentar lagi aku akan tidur!
Devan : Apa kamu membutuhkan sesuatu?
Yocelyn : Tidak ada, kamu sudah di apartemen kah?
Devan : Aku tidak pulang ke apartemen malam ini.
Yocelyn : Oh! baiklah, aku tidur dulu. Bye bye Devan!
Devan : Bye Beautiful!
Devan mencari nomor Christian, dan mengirim pesan singkat.
Devan : Kirimkan aku satu set baju untukku dan satu set baju untuk perempuan! di FG hotel kamar nomor 400!
Christian : Wah! Apa itu Nona Yossy, Tuan?"
Devan : Kau sudah bosan bekerja dengan ku Christ!
Christian : Ampun Tuan! saya akan segera sampai!
Tanpa membalas pesan Christian, Devan langsung meletakkan ponselnya di atas meja. Lalu kembali menyandarkan kepalanya di sandaran sofa. Lalu menoleh pada pintu kamar yang masih di kuncinya. Sudah tidak lagi terdengar suara Charla.
Perlahan Devan berjalan ke arah pintu kamar. Dan menempelkan telinga kanannya ke pintu yang masih terkunci itu.
Apa dia sudak tidur? batin Devan.
Clekk!
Dengan hati - hati Devan membuka pintu kamar. Pandangannya spontan mengarah pada Charla yang memakai handuk kimono dan tertidur di lantai dengan menyandarkan kepalanya pada tempat tidur.
Devan mendekati Charla yang tampak tertidur dnegan sangat lelap. Devan berjongkok menatap wajah cantik Charla. Devan mengusap lembut pipi Charla.
__ADS_1
Maafkan aku! ucap Devan dalam hati.
Dengan hati - hati, Devan mengangkat tubuh Charla dan memindahkannya ke atas tempat tidur. Devan menyelimuti tubuh Charla du tengah malam kota London yang dingin itu.
Devan merapikan anak rambut yang berantakan di wajah Charla. Lalu mendaratkan kecupan singkat di dahinya. Terakhir mengusap puncak kepala Charla, lalu dia kembali keluar dan menutup pintu kamar.
Tok tok tok
Devan membuka pintu menunjukkan sosok Christ.
"Ini pesanan Tuan!" ucap Christ menyerahkan dua paper bag pada Devan.
"Hemm!" jawab Devan menerima dua paper bag.
"Tuan butuh bantuan saya lagi?"
"Tidak!" jawab Devan cuek dan langsung menutup pintu kembali dengan kasar.
Christian menutup matanya saat pintu tertutup dengan keras tepat di depan wajahnya.
"Dasar si Bos!" umpat Christian, "tapi siapa ya yang bersama Tuan Devan?" gumam Christ. "Apa mungkin Nona Yossy? tapi Nona Yossy terlihat sangat polos. Apa Tuan tega bermain dengan Nona Yossy?" gumamnya mengusap dagu dengan jari telunjuknya.
Christ mengangkat kedua pundaknya, mencoba untuk cuek dengan urusan Bos nya. Tapi dalam hatinya dia sangat penasaran, mengingat sudah lama dia tidak melihat Bos nya berdekatan dengan gadis manapun. Christ berjalan kembali ke arah lift. Meninggalkan kamar VIP yang di tempati Devan.
Apa mungkin Boss kembali menemui Charla? batin Christ.
# # # # # #
Di dalam ruang tamu kamar hotelnya, Devan mengeluarkan baju di salah satu paper bag yang mana berisi celana, kaos dan pakaian dalam miliknya. Devan membawanya masuk ke kamar mandi dan mengguyur tubuhnya di bawah shower, lalu memakai bajunya lengkap.
Devan kembali ke ruang tamu dan membaringkan tubuhnya di sofa. Devan memejamkan matanya, berusaha untuk tidur. Tapi seketika matanya terbuka. Mengingat gadis yang mencuri perhatiannya sejak pertama kali bertemu itu.
"Good night!" ucap Devan lirih sambil mengetik nya di layar ponsel. Kemudian mengirimnya tanpa ragu pada gadis yang tak lain adalah Yocelyn.
# # # # # #
Matahari belum muncul dari peraduannya, tapi langit sudah mulai terlihat. Sepasang mata gadis cantik mengerjap di sebua kamar yang tidak terlalu luas, tapi terlihat sangat nyaman. Dengan masih sedikit mengantuk dia meraih ponselnya di atas nakas. Dan melihat notifikasi satu pesan masuk di layar utama ponselnya.
"Devan!' celetuknya setelah membaca nama pengirim pesan.
Yocelyn langsung mengangkat punggungnya dan bersandar di kepala tempat tidurnya.
"Good night!" baca Yocelyn dengan senyum di bibirnya.
Yocelyn : Good morning Kakak Devan!
"Kenapa dia tidak membalas?" gumam Yocelyn setelah beberapa saat. "Apa dia masih tidur?" lanjutnya.
Yocelyn berdiri dari tempat tidurnya. Lalu membuka gorden kamarnya. Melihat sendunya kota London saat menjelang pagi.
"Ah! hari ini Devan bilang akan membawa ku jalan - jalan buka?" gumamnya. "Eh! hari ini apa besok ya?" Yocelyn mengetuk dagunya menggunakan jari telunjuk.
"Ah! tidak sabar untuk jalan - jalan, menikmati kebebasan yang belum pernah aku rasakan!" Yocelyn meletakkan telapak tangannya di kedua pipinya untuk mengungkapkan kebahagiaan yang dia impikan.
# # # # # #
Di kamar lain, Charla pun terbangun dari tidurnya. Dia menggosok matanya, lalu mengingat sesuatu. Dia ingat kemarin dia tertidur di lantai saat menahan kesal pada Devan yang menguncinya di dalam kamar.
"Apa Devan yang memindahkan aku ke tempat tidur?" gumamnya lirih.
Charla membuka selimutnya, dan melihat tubuhnya yang masih memakai handuk kimono. Kemudian menyikap selimut tebalnya, dan turun dari ranjangnya. Charla mendekati pintu dan mencoba menarik gagang pintu.
__ADS_1
Clekk!
"Dia sudah tidak menguncinya!" gumam Charla.
Charla mengedarkan pandangannya di ruang tamu, sampai menemuka Devan yang masih terlelap di sofa.
Dia bahkan memilih tidur di sofa di banding tidur dengan ku! ucap Charla dalam hati menatap wajah tampan seorang Devander Gibran.
Ting!
sebuah pesan masuk di ponsel Devan yang tergelatak di atas meja.
Spontan Charla menatap layar ponsel yang menunjukkan sebuah nama.
"Yossy?" gumam Charla di penuhi tanda tanya.
Ponsel Devan yang terkunci membuatnya tidak dapat melihat pesan apa yang dikirim.
"Siapa Yossy?" tanya nya menatap layar yang masih menyala itu. "Apa dia gadis yang membuat Devan melupakan aku?" tanyanya sambil menatap wajah Devan yang masih tertidur pulas.
Ada yang tiba - tiba seolah terbakar di hati kecilnya. Tapi dia berusaha menepisnya, karena dia menyadari apa yang di ucapkan Devan semalam adalah benar.
Charla duduk di sofa sebrang sofa yang di tempati Devan. Charla menatap intens wajah Devan yang terlihat sangat tampan meskipun saat tertidur.
Bohong! jika aku tidak pernah menyukaimu Tuan Casanova!
Bohong! jika aku tidak pernah mengharapkan mu sama sekali!
Awalnya memang seperti itu, tapi mana mungkin selama bertahun - tahun ini tidak ada percikan cinta di hatiku untukmu, dalam setiap percintaan kita!
Sangat bohong! jika kebersamaan kita bertahun - tahun tidak menimbulkan perasaan di hatiku!
Lalu siapa Yossy? semalam kau bilang tidak ingin bercinta dengan ku atau siapapun!
Lalu siapa Yossy?
Charla mengepalkan tangannya kuat dengan menutup matanya rapat. Seolah mencoba untuk mengubur sesuatu yang ada di dalam hatinya. Dan matanya kembali terbuka saat merasakan Devan menggeliat.
Hello guys!
Menurut para Reader, Devan lebih cocok dengan Charla atau Yocelyn nih?
Komentar ya! hehe
Jangan lupa untuk meninggalkan Like, Komentar dan Dukungannya untuk novel receh Author ini.
Terima kasih,
Salam Lovallena.
__ADS_1