
Hari - hari di lalui sepasang pengantin muda itu dengan kuliah, makan dan bercinta. Tanpa berfikir kapan ingin memiliki anak, tanpa susah payah bekerja. Sungguh lucu pernikahan sepasang muda - mudi ini.
Ivander belum punya penghasilan sendiri, sehingga ia pun membiayai sang istri dengan fasilitas yang ia dapat dari orang tuanya. Apalagi sang Daddy menaikkan kartunya, dari platinum card menjadi black card.
Bisa di bilang, anggap saja anak Devan dan Yocelyn bertambah satu. Jadi harus mengeluarkan uang lebih untuk biaya anak.
Tapi berapapun yang di keluarkan Devan untuk anak - anak mereka, tidak akan terasa sama sekali. Mengingat mereka adalah salah satu konglomerat di negara Inggris.
Siang ini, sepulang dari kuliah Ivander dan Charla berjalan - jalan untuk sekedar shopping dan mengusir rasa bosan di apartemen.
Mereka masuk ke dalam galery brand kenamaan, B*lenci*ga. Charla tampak begitu asyik memilih tas, baju dan aksesoris dari brand itu.
Tak lupa, Charla pun memilihkan beberapa barang dan baju untuk Ivander, suaminya.
Setelah puas, mereka berjalan ke kasir untuk membayar semua yang tadi mereka pilih.
Belanjaan yang mencapai ratusan juta itu tidak akan terasa bagi dua anak konglomerat seperti mereka.
"Biar aku yang bayar, Sayang!" ucap Ivander mencegah Charla yang hendak mengeluarkan dompet kecilnya.
Jangan di lihat dari kecilnya dompet ya? dompet kecil itu bisa membawa pulang lamborghini dalam salam satu tarikan saja 😂
"Eh, aku bisa kok bayar semua ini" bantah Charla.
"Aku tau Daddy Darren masih memberi mu kartu tanpa batas. Tapi selama ada aku, maka aku yang harus bayar!" ucap Ivander tegas tanpa bisa di bantah sambil menyerahkan black card miliknya.
Charla tersenyum, dan membiarkan Ivander menyelesaikan belanjaan mereka.
"Suami istri macam apa sih kita? kehidupan seperti suami istri, tapi uang masih dari orang tua!" celetuk Charla saat mereka berjalan keluar dari galery.
"Hahaha!" Ivander terkekeh dengan ucapan Charla yang 100% benar. "Biar saja, salah sendiri nyuruh kita menikah! padahal usia kita masih untuk kuliah!"
"Hahaha!" Charla ikut terkekeh.
Mereka pun melanjutkan dengan makan di salah satu restauran ternama di mall itu.
Berlanjut dengan menonton bioskop, yang membuat Ivander panas dingin di dalam sana.
Bagaimana tidak, mereka tengah menonton film yang menampilkan beberapa adegan vulgar. Yang hanya boleh di tonton bagi usia 18+.
Jemari tangan Ivander yang menyatu dengan jemari tangan Charla pun mulai sedikit meremang.
"Sayang? pulang yuk!" bisik Ivander karena tubuhnya merasakan hal lain.
"Kan film nya belum selesai, kak!" jawab Charla tanpa menoleh Ivander.
"Tapi aku sudah tidak tahan, sayang!" bisik Ivander dengan mengeratkan giginya.
"Memangnya kamu kenapa, kak?" tanya Charla menoleh Ivander. "Padahal dari tadi baik - baik saja"
__ADS_1
"Badan ku panas, sayang" Ivander bersandar memelas di pundak Charla.
"Hah!" pekik Charla yang reflek mengangkat tangannya dan menempelkan di dahi Ivander. "Nggak kok!"
Ivander menyebikkan bibirnya, semakin gemas dengan istri polosnya itu.
"Bukan suhu tubuh yang panas sayaaang" gemas Ivander.
"Lalu?"
"Iniii.." Ivander menunjuk pangkal pahanya. "Dia tegang butuh kamu untuk menidurkannya lagi" bisik Ivander mengeratkan giginya.
"What!" pekik Charla.
"Ayo kita pulang, sayang! aku sangat bergairah!" bisik Ivander lirih, takut jika ada yang mendengar.
"Tapi kan tadi pagi udah!"
"Sayaang... satu bulan apa kamu belum juga mengenal baik suami mu ini. Aku sangat mudah terpancing! bahkan hanya dengan melihat wajahmu atau bahkan paha mulus mu!"
"Jangan bicara mesum deh!"
"Mangkanya ayo pulang! tugas kamu menidurkan dia kembali bukan?"
"Hemm.. ya sudah ayo!"
Ivander langsung mengunci pintu utama apartemen. Meletakkan belanjaan mereka di meja ruang tamu.
Tanpa menunggu instruksi, ia langsung melepas kaosnya sambil berjalan ke ruang tengah dan melemparnya ke segala arah. Celana panjangnya pun tak luput ia lepaskan, menyisakan ****** ***** saja.
"Kak, apa - apa an sih!" celetuk Charla.
Ivander tidak menjawab, justru ia menggiring tubuh Charla ke arah sofa ruang tengah. Ia duduk di sofa dan mendudukkan Charla di pangkuannya dengan menghadapkan tubuh Charla ke arahnya penuh. Sehingga Ivander akan mudah mengekspose tubuh sintal istrinya.
"Kak, kalau ada yang lihat gimana?"
"Tidak mungkin, sandi apartemen iki kan baru, hanya kita berdua yang tau!" jawab Ivander tidak sabar.
Ivander langsung menyatukan bibir mereka. Menciptakan dentuman - dentuman halus di dalam tubuh Charla.
Tangannya mulai bekerja melepas kancing baju Charla. Hingga semua kancing terlepas dari lubangnya. Ivander menyingkap baju Charla ke kanan dan kiri. Sehingga pundak mulus dan gumpalan berbungkus br* itu terlihat sempurna.
Tangan Ivander bergerilya di dada, sedang bibirnya mulai turun ke leher. Memberi kecupan - kecupan lembut juga jilatan - jilatan nikm*t.
"Aasssh!" desis Charla yang semakin erat menekan leher Ivander. Matanya terpejam ke atas, menikmati desiran - desiran di dalam tubuhnya.
Kecupan Ivander sampai pada bagian yang menyembul, ia berhenti dan memperhatikan buah itu dengan mata yang di penuhi dengan birahi.
Tangannya mulai tergerak melepas pengait br* yang berada di bagian depan.
__ADS_1
"Kamu pintar sekali paki br* seperti ini, sayang! aku jadi merasakan sensasi yang lain!" ucap Ivander dengan desisan - desisan berat.
Charla hanya tersenyum, ia memang mulai belajar cara memuaskan suami. Tanpa malu lagi ia menghadapkan buah padat dan kenyal miliknya itu ke wajah suaminya. Seolah mempersilahkan tuannya untuk menikmatinya.
Ivander yang sudah bergairah sejak tadi langsung menangkup dan melahap salah satu puncak dada.
"Mmhh!" lenguh Charla semakin menambah gairah Ivander.
Permainan semakin memanas, apalagi Ivander mulai membuang baju Charla. Dan kembali menikmati tubuh Charla bagian atas yang sudah polos tanpa benang sehelai pun.
Dengan rakus Ivander melahap puncak pink istrinya, hingga istrinya merasakan bagian tubuhnya di bawah sana berdenyut hebat. Hampir setiap hari Charla merasakan denyutan itu, tapi keduanya seperti tidak bosan merasakannya.
Puas dengan itu, Ivander mulai menaikan rok line A yang di pakai Charla. Menyentuh bagian yang sudah basah itu sambil bibirnya kembali meraih bibir Charla dan ********** kembali.
Ivander melepas sisa baju yang di pakai Charla dan membuangnya ke segala arah. Dan dengan pelan Ivander memasukkan adik kecilnya ke dalam sana.
"Aaakhh!" Desis keduanya saat tubuh mereka menyatu dengan sempurna.
Mereka diam sesaat, untuk meresapi penyatuan awal yang luar biasa indah. Dengan Charla yang mendekap kepala suaminya di dada.
Setelah itu barulah, Charla memimpin permainan. Charla mulai lihai bermain di atas tubuh Ivander. Gerakan - gerakan lembut dari pinggulnya membuat Ivander semakin tak berdaya dan menggila. Begitu juga dengan dirinya sendiri.
"Lebih cepat, sayang!" ucap Ivander membantu istrinya untuk bergerak lebih cepat. Dengan menjadikan pundaknya sebagai tumpuan.
Melihat istrinya mulai kelelahan, Ivander mengambil alih tugas. Ia mengangkat tubuh Charla dan berdiri tanpa melepas penyatuan mereka.
Beberapa stand bercinta mereka lakukan di ruang tengah. Tanpa peduli pada semut yang mungkin saja tengah lewat.
Setelah puas, Ivander menurunkan Charla dan membuatnya menungging di atas Sofa. Ivander meraih pengaman di dalam laci dan memakaikan pada adik kesayangannya.
Dan langsung memasukkan kembali ke bagian inti istrinya. Hentakan demi hentakan, akhirnya membuat mereka mencapai pelepasan bersama.
Ivander menciumi punggung polos Charla yang baru saja bergetar.
"Terima kasih, sayang! kamu luar biasa!" puji Ivander sembari mencabut miliknya.
Kemudian mereka akhiri sore itu dengan mandi bersama.
.
.
🪴🪴🪴
Beberapa episode lagi, novel ini akan di tamatkan ya kakak. Semoga tidak kecewa dengan jalan ceritanya. 🤩
Dan terima kasih, pada semua reader yang sudah memberikan dukungan untuk novel ini. Semoga di beri kesehatan dan rezeki melimpah, Aamiin 🤲
Happy reading 🌹🌹🌹
__ADS_1