
Jam pulang kuliah tiba, Devan sudah menunggu istrinya di tempat penjemputan. Devan duduk di balik kemudi sebuah mobil yang bagian atasnya sengaja di buka. Ibu jari dan matanya sibuk pada sebuah ponsel di tangannya.
Seorang pria tampan yang sedang menunggu istrinya itu selalu menyita perhatian mahasiswi yang lewat. Selain tampan, kharismatik seorang Devan seolah susah luntur.
Apalagi jelas terlihat jika dia laki - laki kaya raya dengan stok mobil berlimpah. Yang bisa mengganti mobilnya kapan saja dia mau.
"Sayang!" seru Yocelyn mengagetkan Devan dari arah belakang.
"Sayang, kamu mengagetkan aku saja!" ucap Devan mendongak sembari menyungging senyum menyambut istrinya yang pulang kuliah.
"Hehehe! fokus amat sama ponselnya!" ucap Yocelyn.
"Kerjaan, Sayang!" jawab Devan.
"Bener?" hardik Yocelyn.
"Iya, Sayaang" jawab Devan lembut dan tatapan mata yang begitu teduh.
Yocelyn memanyunkan bibirnya seolah tidak percaya. Lalu berjalan ke arah pintu penumpang di samping Devan.
"Mau langsung pulang atau jalan - jalan dulu?' tanya Devan.
"Jalan - jalan dulu boleh tidak?" jawab Yocelyn.
"Why not?" sahut Devan mencubit lembut dagu istrinya.
"Kamu tidak balik ke kantor?"
"Di kantor tidak ada pekerjaan yang penting kok!"
"Yakin?"
"Yes, baby!" jawab Devan mengusap lembut rambut kepala Yocelyn.
"Ok! aku mau belanja baju dan barang - barang lainnya, biar seperti teman - teman ku boleh?"
"Boleh dong!" jawab Devan santai.
"Kalau belikan buat mereka bertiga juga boleh?" tanya Yocelyn menunjuk Lolita, Ayra dan Cleo yang menunggu jemputan di halte dengan gerakan kepala.
"Tentu saja boleh!" jawab Devan.
"Yeay!" seru Yocelyn kegirangan.
"Kok tumben sih?" tanya Devan.
"Kemarin Ayra jalan - jalan dan Cleo di belikan baju juga. Mungkin karena sudah bersahabat lama. Dan sekarang aku ingin memulai persahabatan dengan mereka, aku ingin membelikan mereka sesuatu juga!"
"Oh!" Devan mengangguk paham. "Jadi istri ku sekarang benar - benar ingin bersahabat dengan mereka?" tanya Devan.
"Iya!" jawab Yocelyn cepat. "Boleh?"
"Boleh dong!" jawab Devan dengan senyum manisnya.
Cup!
Yocelyn mendaratkan kecupan singkat di pipi Devan.
"Terima kasih, Suamiku!" ucap Yocelyn. yang di balas dengan senyuman oleh Devan.
Devan melajukan mobilnya meninggalkan area penjemputan setelah Yocelyn memasang seat belt nya.
Kompak ketiga gadis yang di anggap sahabat oleh Yocelyn melambaikan tangan saat Yocelyn melambaikan tangan.
"Sepertinya Tuan Devan itu baik" ucap Lolita.
"Iya ya!" sahut Cleo. "Sepertinya Tuan Devan benar - benar sudah berubah!"
"Semoga saja ya" sahut Lolita. "Kasian kalau gadis sebaik Yocelyn hanya dijadikan sebagai mainan Tuan Devan saja!"
"Sepertinya tidak mungkin!" jawab Cleo.
Ayra menyebikkan bibirnya malas mendengar ocehan Lolita dan Cleo.
# # # # # #
__ADS_1
Devan membawa Yocelyn ke salah satu mall di London, Harrods. Sebagai pusat surga belanja di London untuk kalangan atas.
Sebelum dengan aksi belanjanya, mereka memilih untuk mengisi perut mereka. Karena belanja sudah pasti akan melelahkan kaki dan mengosongkan energi di perut mereka.
Usai makan siang, Devan dengan sabar mengikuti istrinya memilih berbagai barang belanjaan. Dan semua adalah barang - barang branded.
Yocelyn sudah menenteng beberapa barang dengan branded yang berbeda - beda. Setelah berkeliling selama dua jam lebih.
Yocelyn membelikan gasper, syal, bandana dan ada juga aksesories lainnya untuknya dan sahabatnya.
Tak lupa sebuah tas keluaran terbaru yang diproduksi hanya sedikit, ada di salah satu paper bag Yocelyn. Sebuah tas yang harganya mencapai milyaran.
Devan dengan santai membayar seluruh barang belanjaan istrinya. Yang menurutnya tak seberapa itu.
"Sayang aku sudah puas belanjanya!"
"Yakin?" tanya Devan, "nggak nambah lagi?"
"Nggak ah! ini sudah sangat banyak!" jawab Yocelyn.
"Baiklah, sekarang mau pulang atau bagaimana?"
"Aku pulang saja deh, capek!"
"Baiklah, tapi aku harus kembali ke kantor sebentar!"
"Ok, sayang!" jawab Yocelyn.
# # # # # #
Yocelyn di antar Devan sampai ke apartemennya. Karena barang belanjaan Yocelyn bisa di bilang banyak.
"Aku kembali ke kantor dulu, Sayang!" ucap Devan sembari mencium kening istrinya.
"Iya Sayang! hati - hati!" ucap Yocelyn.
"Hemm" Devan mengangguk, kemudian berlalu dari apartemennya.
Yocelyn langsung membuka semua barang belanjaannya tadi. Dan memisah mana untuk nya dan mana untuk temannya.
"Ini cocok untuk Lolita!" seru Yocelyn.
Yocelyn memilih untuk berendam di bathub dengan wewangian yang menggiurkan. Hingga akhirnya dia benar - benar terlelap tanpa sengaja.
Seharian beraktivitas tanpa istirahat membuatnya tertidur tanpa sadar.
Devan yang baru pulang kerja, merasa heran saat mendapati apartemen sepi. Bahkan saat masuk ke kamar mereka.
"Sayang?" panggil Devan di dalam kamar.
Tok tok tok
Devan mengetuk pintu kamar mandi namun tak ada jawaban. Langsung saja Devan membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu.
"Oh my God!" pekik Devan melihat Yocelyn yang tertidur di dalam bathub saat jam menunjukkan pukul setengah tujuh malam.
Tanpa pikir panjang Devan langsung membuang air bathub dan berusaha membangunkan istrinya.
"Sayang?" panggil Devan mengusap pipi Yocelyn.
"Ehm!" seketika Yocelyn terkesiap menyadari tubuhnya yang masih terendam.
"Kenapa kamu tidur di bathub?" tanya Devan.
"Astaga! aku ketiduran, Sayang!" ucap Yocelyn sembari berdiri, dan dengan cepat Devan mengangkat tubuh basah istrinya dan membawanya ke bilik shower yang berdinding kaca buram di beberapa bagian.
"Aku bisa sendiri, Sayang!" ucap Yocelyn.
"Aku mau mandi sekalian!" jawab Devan.
"Mandi bersama?" tanya Yocelyn.
"Memangnya kenapa? bukankah sudah sering?" tanya Devan sambil melepas bajunya di luar bilik shower, lalu kembali masuk ke dalam bilik shower.
"Hehe iya sih!"
# # # # # #
__ADS_1
Setelah kegiatan mandi bersama kini keduanya sudah berada di meja makan untuk makan malam bersama. Devan sudah memesan makan malam dari restoran favorit Yocelyn.
"Kamu berendam jam berapa tadi, Sayang?" tanya Devan sambil mengunyah makanannya.
"Aku masuk kamar mandi jam lima an deh kayaknya!" jawab Yocelyn.
"Ck! jangan lagi ketiduran di bathub!" ucap Devan dengan nada lembut tapi tegas. "Kamu bisa sakit! belum lagi kalau tiba - tiba kalau sampai tidak sengaja masuk ke air!" tutur Devan.
"Hehe, iya Sayang! maaf!" ucap Yocelyn yang di balas oleh Devan dengan mengangkat kedua alisnya.
"Setelah makan kamu mau ngapain?" tanya Devan.
"Sepertinya aku harus belajar, Sayang!" ucap Yocelyn. "Minggu depan aku sudah mulai ujian semester tujuh!" lanjutnya.
"Butuh bantuan ku?" tanya Devan.
"Kita kan beda jurusan!"
"Mungkin saja aku bisa bantu!"
"Iya sih!" Yocelyn tampak berfikir. "Nanti kalau aku butuh bantuan jangan marah ya kalau aku ganggu!" ucap Yocelyn sembari meneguk air minum.
"Mana mungkin aku marah sama kamu! aku akan temani kamu belajar!" ucap Devan yang juga mengakhiri makan malamnya.
"Yeay! suami ku memang baik!"
Devan mengusap lengan istrinya. "Itu artinya pesta pernikahan kita semakin dekat! dan kita akan melakukan nikah ulang dengan Papa Keanu sebagai wali sah kamu!"
"Itu artinya kita bakal punya buku nikah?"
"Tentu saja, Sayang!"
"Yeay!" Yocelyn berdiri dan menghambur memeluk Devan yang masih duduk di kursi.
"Sepertinya kamu senang sekali punya buku nikah? memangnya apa bedanya punya buku nikah atau tidak?" tanya Devan sembari menarik istrinya untuk duduk di pangkuannya.
"Teman - teman akan percaya kalau kita sudah menikah!"
"Memangnya selama ini mereka tidak percaya?"
"Eeemm.... " Yocelyn tampak berfikir. "Entahlah!" Yocelyn mengangkat kedua pundaknya. "Hehehe!"
"Kita naik yuk?" ajak Devan.
"Ke kamar?"
"Bukan!" jawab Devan. "Ke atas awan!"
"Naik pesawat?" tanya Yocelyn.
"Bukan! naik kamu!" jawab Devan tergelak tanpa suara.
"Aaah..!" Yocelyn memukul pelan dada Devan.
Saat itu juga Devan mengangkat tubuh Yocelyn dan membawanya menaiki tangga. Dengan perlahan Devan membuka pintu kamar dan kembali menutupnya.
Devan meletakkan pelan tubuh Yocelyn di atas tempat tidur, dan memulai ritual yang hampir setiap malam mereka lakukan.
Di mulai dengan kecupan - kecupan lembut. Sentuhan - sentuhan lembut. Juga permainan yang lembut.
Sampai akhirnya keduanya benar - benar terbawa akan indahnya percintaan di tengah dinginnya kota London menjelang akhir tahun.
.
.
.
.
.
Happy reading kakak 🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like dan komennya ya kakak 🥰🤩