Cinta Tuan Casanova

Cinta Tuan Casanova
Di Pertemukan Tuhan


__ADS_3

Devan sedikit tersentak kaget saat empat orang berpakaian bodyguard berlari cepat di sampingnya menuju parkiran yang sama dengan yang dia tuju. Devan tampak tidak peduli dengan apa yang sedang mereka kejar.


Seragam mereka kenapa terlihat tidak asing ya! siapa mereka? batin Devan menatap punggung empat bodyguard itu.


Tapi Devan tetap cuek, sambil terus berjalan santai menuju tempatnya memarkirkan mobil. Devan berjalan ke arah parkiran VIP dengan melihat empat bodyguard itu berkeliaran, tampak tengah mencari seseorang.


Tanpa rasa ingin tau siapa yang mereka cari, Devan langsung masuk ke mobil sportnya yang tidak dia kunci pintunya.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Devan yang tersentak kaget karena tiba - tiba ada gadis di kursi penumpang mobilnya, yang duduk dengan menunduk, menutupi wajahnya. Barulah Devan ingat bodyguard siapa tadi.


"Bantu aku, please!" ucap gadis itu memohon, lalu langsung berjongkok di bawah kursi, setelah melihat suasana di luar jendela.


Devan melihat sekitar tempat parkir itu dan hanya mendapati empat orang berpakaian hitam yang tampak masih mencari seseorang.


"Kamu maling!"


"Bukanlah!" jawabnya cepat. "Apa ada maling secantik diriku!" ucapnya.


Seketika Devan tergelak dengan jawaban gadis itu. Devan menahan senyum di bibirnya dengan melihat sekitar yang hanya memperlihatkan empat bodyguard itu berseliweran.


"Cepat pergi dari sini!" ucapnya.


"Kenapa?" tanya Devan santai yang belum menyalakan mesin mobilnya.


"Ayolah! aku mohon!"


"Baiklah!" jawab Devan, sambil menyalakan mesin mobilnya.


Devan melajukan mobil meninggalkan parkiran Mall itu, tanpa di curigai sedikitpun oleh empat orang bodyguard itu. Di tambah mobil Devan berkaca full hitam.


"Who is your name?" tanya gadis itu setelah kembali duduk di kursi penumpang di samping Devan.


"My name is Devan! and you?"


"Yossy!" jawabnya cepat.


"Yossy" ucap Devan mengulang.


"Heem!"


"Kenapa kamu kabur dari mereka? tanya Devan.


"Aku ingin hidup sedikit bebas!"


"Bebas bagaimana maksudmu!"


"Nanti aku ceritakan!" ucapnya, "bawa aku menjauh dulu! aku lapar!"


"Siapa kamu berani menyuruhku lagi!" ucap Devan ketus.


Seketika gadis muda itu membulatkan matanya, lalu tersenyum kikuk.


Bagaimana aku bisa lupa kalau aku sedang menumpang! aku bahkan tidak tau siapa dia! batinnya.


"Hehe!" tersenyum kikuk, "bantulah aku kabur, please!" ucapnya memohon dengan sedikit merengek.


"Membantumu kabur?" Devan mengulang permohonan aneh seorang gadis. "Kamu pikir membawa kabur anak gadis orang bukan masalah besar?" tanya Devan menoleh sekilas, lalu kembali fokus pada kemudinya.


"Lalu aku harus bagaimana?" tanya gadis itu dengan polosnya.


"Siapa yang menyuruhmu kabur!" ucap Devan cuek.


"Ayolah Tuan Devan, bantu aku!"


"Bagaimana kalau orang tuamu mencari mu? dan menemukanmu bersamaku? bisa - bisa leher ku di patahkan!" ancam Devan.


Gadis yang membawa tas ransel di punggungnya itu melihat Devan dari ujung kaki hingga ujung kepala.

__ADS_1


"Jika di lihat dari penampilan mu, dari ujung kaki hingga ujung kepala nominalnya lebih dari 1,5 M!" ucapnya, "Jam tangan mu saja berkisar 1 M lebih! jas mu puluhan juta, dasi mu juga, lalu sepatu mu, belum lagi mobil sport mu ini 20 M!"


"Lalu apa hubungannya?"


"Kalau Papa ku menemukanku bersamamu, kamu pasti bisa melawannya dengan kedudukan mu!" ucapnya, "aku yakin kamu bukan orang sembarangan!"


"Aku juga yakin Papa mu bukan orang sembarangan!"


"Siapa bilang!"


"Kalau begitu siapa nama Papa mu?" tanya Devan menyelidik.


Gawat! kalau dia tau siapa Papa ku, bisa saja dia mengenalnya. Kelihatannya Devan juga pebisnis handal! Bisa - bisa aku di pulangkan! batin gadis yang tengah berfikir panjang itu.


"Papa ku bukan orang penting kok!" jawabnya kemudian, "ya! bantu aku ya? please!" rengek nya.


"Kamu pikir aku bodoh!" ucap Devan, "kalau Papamu bukan orang sembarangan, mana mungkin dia membayar empat bodyguard untuk menjagamu!" lanjutnya, "belum lagi asisten mu! oh ya, dimana Asisten pribadimu? kenapa hanya mereka berempat yang mengejar mu?"


"Aku menguncinya di dalam toilet!" ucapnya santai.


"Apa!" pekik Devan.


"Dari mana kamu tau aku punya Asisten pribadi?" tanyanya yang baru merasa tidka pernah bertemu Devan.


"Apa kau lupa kita pernah bertemu?" ucap Devan.


"Oh ya?"


"Kita bertemu di ruang ATM dekat taman kota!" ucap Devan, "saat itu kau mengambil uang dalam jumlah yang sangat banyak dengan berbagai kartu yang kamu punya!"


"Oh! jadi kau yang mengatai aku maling!"


"Haha!" Devan tergelak, "ya seperti itulah!"


"Kenapa selalu mengatai aku maling!" tanya Yocelyn tegas dengan sedikit membentak. "Tadi kamu juga bilang aku maling!"


"Karena tingkah mu memang selalu seperti maling!" jawab Devan santai, "kau mengambil uang dalam jumlah besar, dan sesekali menoleh ke belakang melihat asisten dan pengawal mu. Lalu tadi, kau tiba - tiba ada di dalam mobilku!" lanjut Devan.


"Hehe!" Yocelyn tersenyum kikuk, "kamu benar juga sih!" ucapnya. "Maaf aku tadi membentak mu!" lanjutnya dengan senyum kikuk.


"Santai saja!" ucap Devan.


"Jadi bagaimana?" tanya Yocelyn memanyunkan bibirnya, "mau bantu aku kabur tidak?" tanyanya lagi.


Devan melihat Yocelyn yang terlihat sangat menaruh harap padanya.


"Aku akan menolong mu!" ucap Devan yang membuat Yocelyn berubah ekspresi menjadi tersenyum. "Asal kamu beri alasan yang jelas kenapa kamu kabur?"


Yocelyn kembali memanyunkan bibirnya, dan Devan mengangkat sebelah sudut bibirnya melihat ekspresi Yocelyn.


"Aku bosan!" ucap Yocelyn, "usia ku sudah 21 tahun dan selama itu pula aku di jaga seketat menjaga berlian segunung!" lanjutnya. "Kemanapun aku pergi, pasti di ikuti empat bodyguard dan satu asisten ku itu! aku tidak bisa hidup bebas! aku hanya bergelut dengan kebosanan setiap hari. Mama begitu over protective padaku, begitu juga Papa dan Kakak laki - laki ku!"


"Kau punya Kakak laki - laki?"


"Iya!"


"Dia 5 tahun lebih tua dari ku!" jawab Yocelyn, "aku ingin hidup bebas seperti orang - orang di luar sana! termasuk dirimu! mengemudikan mobil sendiri, pergi nonton sama teman - teman! jalan - jalan ke Mall! tidak selalu melulu bersama lima orang menyebalkan itu!"


Devan sesekali melirik Yocelyn yang bercerita dengan raut wajah seperti anak muda yang hidup dalam tekanan.


"Jadi aku mohon, bantu aku kabur!" ucap Yocelyn menunjukkan tampang imutnya.


"Caranya!"


"Bawa aku tinggal bersamamu!"


"Mana mungkin!" ucap Devan tegas.

__ADS_1


"Ayolah!" rengek Yocelyn.


Meskipun aku sering membawa perempuan ke apartemen, tetap saja akan repot jika harus menyimpan gadis yang kabur dari rumahnya di apartemenku! batin Devan.


"Apa kamu yakin, aku ini orang baik? sampai kamu memohon padaku"


"Yakin?"


"Kamu tidak takut, jika seandainya aku ini orang jahat?"


"Kamu kelihatan orang baik!"


"Jangan melihat dari luar ku saja!"


"Tapi aku yakin, Tuan Devan laki - laki yang baik!"


"Dari mana kamu bisa yakin!"


"Perasaanku yang bilang kamu baik!" jawab Yocelyn, "meskipun aku tidak pernah mengenal orang asing sebelumnya!"


"Sebaiknya kamu tinggal di hotel atau di manapun!" ucap Devan, "jangan ikut aku!"


"Aku mohon! kamu orang pertama yang aku temui setelah aku lolos dari lima makhluk menyebalkan itu!" ucap Yocelyn merengek, "aku yakin Tuhan mengirim mu untuk menolong ku!"


Gadis ini polos sekali! sangat bahaya kalau dia di luar! batin Devan.


"Baiklah! aku akan membawamu ke apartemen!" ucap Devan.


"Yes!"


Devan menepikan mobilnya saat berada di depan resto makan cepat saji.


"Kamu tunggu sini! aku akan membelikan mu makanan!" ucap Devan melepas sabuk pengamannya.


"Kenapa aku tidak boleh ikut!"


"Bukankah kamu sedang kabur?" tanya Devan menatap Yocelyn, "bagaimana kalau bodyguard mu lewat dan melihatmu!"


"Benar juga!" sahut Yocelyn. "Baiklah aku akan menunggumu di sini!"


"Ingat! jangan keluar!" ucap Devan sambil menurunkan sedikit kaca mobilnya. "Dan lagi! jangan di buka terlalu lebar! nanti ada orang yang melihatmu!" menunjuk kaca mobilnya.


"Oke!"


Devan turun dan berjalan masuk ke resto cepat saji itu. Yocelyn menatap punggung Devan yang terlihat sangat menawan.


"Bagus sekali postur tubuh laki - laki itu!" gumam Yocelyn yang pertama kali berkenalan dengan laki - laki. "Sepertinya keberuntunganku, Tuhan mempertemukan aku dengan laki - laki tampan seperti Devan! hihihi!" Yocelyn cekikikan sendiri di dalam mobil itu. "Eh! apa yang aku pikirkan!" Yocelyn memukul kepalanya pelan.


Di dalam resto, Devan langsung memesan banyak makanan untuk Yocelyn, dan juga cemilan lainnya. Setelah semua pesanan siap, Devan langsung membawanya kembali ke mobilnya.


"Wow! ini semua untukku?" tanya Yocelyn yang sudah kelaparan.


"Hemm!"


"Thanks ya!"


Yocelyn makan dengan lahapnya di dalam mobil. Meskipun makan dengan sangat lahap, tapi sangat jelas terlihat bahwa dia gadis yang terlatih untuk makan dengan sopan dan anggun.


Benar katamu! Tuhan yang mempertemukan kita! berhari - hari aku sengaja lewat depan kampusmu dan tidak sekalipun bisa melihatmu! ternyata Tuhan mengirim mu langsung ke mobilku! batin Devan.




Jangan lupa tinggalkan Like dan Komentarnya.


Terima kasih banyak, pada teman - teman yang meninggalkan dukungan untuk novel receh Author ini.

__ADS_1



Salam Lovallena.


__ADS_2