
Di tengah kegalauan Ayra dan Cleo, Yocelyn tengah bermanja - manja dengan suaminya di kantor.
Devan baru saja selesai meeting, dan langsung menghampiri istrinya yang sudah menunggu di ruang kerjanya.
"Sayang! kapan kamu bisa fitting baju pengantin?" tanya Yocelyn yang saat ini duduk manja di pangkuan Devan.
"Lusa, Sayang!" jawab Devan setelah berfikir dan mengingat - ingat jadwalnya yang cukup padat akhir - akhir ini.
"Aku sudah tidak sabar!" ucap Yocelyn.
"Apa sih yang bikin kamu tidak sabar? hmm?" tanya Devan sembari mengusap pipi istrinya menggunakan punggung jarinya. "Lagi pula kita sudah suami istri!"
"Kamu bilang kalau kita sudah menikah secara sah, kita bisa punya baby!" jawab Yocelyn.
"Oh, jadi kamu pengen punya baby!" tanya Devan sembari mengusap perut rata Yocelyn.
"He'em!" Yocelyn mengangguk beberapa kali. Terlihat sangat antusias ketika membahas tentang baby.
"Sebentar lagi kan kamu semester delapan, apa tidak akan mengganggu kalau kamu hamil?" tanya Devan dengan yang masih mengusap perut istrinya dengan lembut.
"Emm.." Yocelyn tampak berfikir. "Apa hamil itu memang mengganggu kuliah?" tanya Yocelyn dengan polosnya.
"Bukan mengganggu, Sayang!" jawab Devan. "Tapi lebih tepatnya, terkadang bawaan bayi itu beda - beda. Aku hanya kasian sama kamu kalau kamu harus kelelahan kuliah di saat sedang hamil!" jelas Devan. "Kasian kamu dan baby kita nantinya!"
"Oh!" Yocelyn tampak kecewa. Dia memanyunkan bibirnya menatap arah luar jendela dengan menyandarkan lengannya di dada bidang suaminya.
Devan sungguh peka dengan perasaan istri kesayangannya itu. Dia segera memeluk erat tubuh Yocelyn.
"Sesuai ucapan aku, kita akan berusaha bersama untuk menghadirkan baby disini setelah pesta pernikahan!" ucap Devan lembut sambil mengusap perut istrinya.
Seketika senyuman terlukis di bibir istri kecilnya itu. Yocelyn menoleh Devan yang tersenyum manis padanya.
"Beneran?" tanya Yocelyn.
"Iya, Sayang!" jawab Devan. "Tapi kamu harus janji untuk bisa mengatur jadwal dan tidak kelelahan sama sekali!"
"Siap, suamiku!" jawab Yocelyn beralih memeluk erat leher Devan.
Devan membalasnya dengan mengusap lembut punggung Yocelyn.
"Oh ya!" pekik Yocelyn melepas pelukannya. "Sayang, kamu tau! Ayra yang pernah kita antar pulang? tadi dia tidak seperti biasanya!"
"Maksudnya?" tanya Devan.
"Entahlah! dia seperti sedang ada masalah!" jelas Yocelyn. "Diem terus, mukanya masam!"
"Sayang, jangan terlalu ikut campur urusan mereka!" tutur Devan. "Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka! lagi pula kamu belum mengenal jauh siapa mereka kan?"
"Iya sih!" Yocelyn mengangguk.
"Sayang, aku harus menyelesaikan pekerjaan sebentar, kamu mau ngapain?" pungkas Devan, supaya Yocelyn tidak membahas Ayra.
"Aku tidur di kamar saja boleh?" tanya Yocelyn.
"Boleh dong!" jawab Devan.
"Selamat bekerja, suami ku tersayang" ucap Yocelyn sembari meninggalkan kecupan di pipi kiri Devan.
"Iya, Sayang!" jawab Devan. "Tidur yang nyenyak!" ucap Devan.
"Ok!" jawab Yocelyn sambil berdiri dan langsung berjalan ke arah pintu kamar pribadi Devan yang ada di ruang kerja Devan.
Sedangkan Devan melanjutkan pekerjaan nya yang menumpuk akibat proyek - proyek baru yang di kembangkan FG corp.
__ADS_1
Ayra! apa dengan begitu kau masih berniat mengkhianati istriku?
Ucap Devan dalam hati.
# # # # # #
Jam pulang kerja tiba, Devan dengan hati - hati membangunkan Yocelyn yang tampak tertidur dengan sangat pulas di kamar pribadinya.
"Sayang?" panggil Devan lirih sembari mengusap lembut pipi istrinya.
"Sayang?" panggil Devan lagi, karena Yocelyn hanya menggeliat sedikit.
"Sayaang?" panggil Devan lebih panjang.
"Emmm!" akhirnya Yocelyn menggeliat, meregangkan ototnya pasca tidur. Tapi dia belum membuka matanya.
"Sudah waktunya pulang, Sayang!" ucap Devan.
"Oh ya!" pekik Yocelyn yang seketika membuka matanya lebar, mencari keberadaan jam dinding. "Jam setengah lima?" tanya Yocelyn pada Devan yang duduk di tepi ranjang.
"Iya, Sayang!" jawab Devan.
"Aku tidur selama itu?"
"Iya, memangnya kenapa?"
"Aaahh .. kenapa tidak di bangunkan?" tanya Yocelyn yang langsung duduk. "Bagaimana kalau nanti malam aku tidak bisa tidur?" tanya Yocelyn.
"Kalau kamu tidak bisa tidur ya kita bikin abby saja, Sayang!" canda Devan.
"Kamu tuh ya!" Yocelyn memukul dada Devan. "Suka bikinnya tapi nggak mau di jadiin baby!"
"Hahahah!" Devan tergelak dengan penuturan Yocelyn.
"Ya sudah! ayo pulang!" ucap Yocelyn.
Mereka berdua meninggalkan kamar itu dengan tujuan untuk bisa segera pulang.
# # # # # #
Di sisi lain kota London, Ayra kembali menatap lembaran foto bug*l dirinya. Dan beberapa foto dirinya yang tengah bercinta dengan Asher. Yang mana Ayra ingat, Asher selalu memasang wajah penuh nafsu pada tubuhnya.
Kurang ajar! ternyata itu jebakan!
Umpat Ayra dalam hati.
Ayra melihat etalase tempatnya menaruh barang - barang mewahnya. Dia ingat betul apa yang dia dapatkan dari Asher waktu itu.
*Apa yang harus aku lakukan! gagal total untuk mendapatkan kesempatan memiliki Tuan Devan! walau hanya sesaat!
Kenapa aku tidak hati - hati*!
Ucap Ayra dalam hati.
Dia tengah sendirian di kamar yang sunyi itu. Dia bahkan melewatkan makan siangnya. Sedangkan Cleo sudah pulang sejak satu jam yang lalu.
"Mau tidak mau, aku harus jadi sahabat yang baik untuk Yocelyn!" gumam Ayra. "Dari pada semua ini menyebar! akan sangat memalukan!" lanjutnya lirih.
Ayra kembali menatap jijik pada fotonya sendiri. Apalagi foto yang sedang bercinta dengan Asher. Dimana Asher tengah menghis*p buah dad* nya dengan sangat lahap. Dan jelas terlihat dirinya sendiri menikmati hisap*n Asher yang memang sangat memabukkan kala itu.
Dan foto lainnya, dimana Asher memainkan kedua bu*h dad* Ayra, dan menatap buah dad* itu dengan tatapan lapar, sangat lapar.
Ada pula foto dimana Ayra tengah menjil*t senjata Asher seperti tengah menjil*t ice cream yang lezat. Dan begitu juga sebaliknya, foto dimana Asher menikmati bagian bawah tubuhnya dengan lidah.
__ADS_1
Dan masih banyak lagi foto menjijikkan yang tercetak dari rekaman video itu. Ayra di buat pusing sendiri dengan foto - foto itu.
Salah satunya saat Asher sudah memasukkan senjatanya ke dalam inti milik Ayra. Terlihat jelas wajah keduanya sangat menikmati penyatuan itu.
Kalaupun aku bakar! Asisten Tuan Devan itu pasti masih punya file aslinya!
Ucap Ayra dalam hati, sembari merutuki kebodohannya sendiri yang mudah tergiur uang dan brand mahal.
"Ah! malam ini kan aku punya janji dengan Erastus!" ucap Ayra. "Tak dapat Tuan Devan, balik jadi sugar baby Erastus juga tidak masalah!" ucap Ayra.
"Erastus juga kaya raya! hanya saja jauh lebih tua dari Tuan Devan yang tampan itu!"
# # # # # #
Di dalam kamar yang berbeda, ada Cleo yang tengah di buat khawatir. Dia juga takut jika percintaan mereka waktu itu di rekam.
"Tapi aku kan tidak punya masalah dengan Tuan Devan! aku tidak pernah berniat buruk pada Yocelyn!" gumam Cleo.
"Tapi bagaimana kalau Asher sendiri punya niat buruk padaku!"
"Bagaimana ini!" gumam Cleo, "aku kapok mengkhianati sahabat! walau sesaat tapi akibatnya bisa fatal!"
Cleo bersandar di sandaran tempat tidur, dengan pikiran yang kemana - mana.
"Dimana Asher sekarang?" tanya Cleo. "Kenapa batang hidungnya tidak pernah muncul!"
"Dasar laki - laki brengsek!" umpat Cleo.
.
.
.
.
.
.
Happy reading πΉπΉπΉ
Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya ya kakak ππ€©
Dan juga mampir ke novel baru Author, judulnya ...
πΊπΊπΊ **AKU PELAKOR? πΊπΊπΊ
"Mana ada sih istri sah di sebut pelakor?"
__ADS_1
Yuk! baca**, ***Aku Pelakor***?
**Sebuah kisah nyata yang sedikit di modifikasi**.