Cinta Tuan Casanova

Cinta Tuan Casanova
Ayra vs Cleo


__ADS_3

Hari sudah menjelang malam, matahari hampir sampai di peraduannya. Kini tubuh Cleo terkulai lemas di atas ranjang, di balik selimut tebal. Ia baru saja melakukan percintaan yang cukup panjang dengan laki - laki yang kini ikut terbaring di sampingnya itu.


Mereka berada di sebuah apartemen yang tidak terlalu luas, tapi cukup elegan. Hanya memiliki satu kamar, dua kamar mandi, satu wardrobe, satu ruang tamu dan pantry kecil itu.


"Janji ya, jangan bilang Ayra!" ucap laki - laki itu. "Dia bisa membunuhku kalau kami sampai bertemu!"


"Janji! asal besok saat pulang kuliah, sebelum kamu kembali ke Jerman, kita shopping lagi!"


"Ok!"


"Om Asher sih, mau aja mengukuti perintah Tuan Devan!"


"Tuan Devan membayar mahal atas itu!" jawab Asher. "Lagi pula aku dapat menikmati tubuh gadis itu secara gratis berkali - kali. Jadi mana mungkin aku menolak!"


"Tapi Om benar - benar tidak merekam kita kan?" tanya Cleo.


"Mana mungkin, baby! untuk apa aku merekam percintaan kita? hemm?" ucap Asher lembut dan meyakinkan.


"Siapa tau mau Om jual!" ketus Cleo.


"Kalau aku menjual rekaman kita, sama artinya aku menjual diriku!"


"Sama aja kan!" ucap Cleo. "Om mau di rekam oleh kamera tersembunyi Tuan Devan!"


"Itu hanya Tuan Devan dan asistennya yang melihat!"


"Om nggak malu?" tanya Cleo.


"Kenapa malu? aku dapat uang milyaran dari Tuan Devan!"


"Ih! kalau aku sih malu tubuh ku di lihat laki - laki lebih dari satu dalam waktu bersamaan!" jawab Cleo.


"Jadi kamu belum pernah coba threesome?" tanya Asher.


"Belum lah, Om!" jawab Cleo. "Berdua gini aja capek!" jawab Cleo.


"Mau coba nggak?"


"Big No!" jawab Cleo cepat. "Memalukan!"


"Haha!" Asher tergelak. "Kamu sering bermain dengan laki - laki seusia ku?" tanya Asher.


"Pernah waktu itu dengan ... " Cleo menggantung kalimatnya.


"Dengan siapa?" tanya Asher.


"Ada deh pokoknya, rahasia perusahaan!" jawab Cleo tergelak.


Dengan Om nya Ayra! Uncle Clift!


Ucap Cleo dalam hati.


Cleo kembali teringat dengan percintaan dirinya dengan Clift. Saat itu, Cleo menginap di rumah Ayra, karena orang tua Ayra tengah pergi keluar negeri. Di sana juga ada Clift yang tengah menginap.


Saat tengah malam, Cleo mengambil minum ke dapur karena haus, dan dia di kejutkan dengan tangan kekar yang tiba - tiba memeluknya dari belakang.


Dan dengan gerakan lembut Clift menarik Cleo masuk ke kamar tamu yang dia tempati di rumah Ayra. Mereka sudah sering terlibat tatapan mata sebelumnya. Sehingga saat Cleo di tarik Om Ayra itu, dia mau mengikutinya. Tapi sejak saat itu dia tidak pernah lagi melihat Clift. Berdasarkan cerita Ayra, Clift pindah ke Amerika.


"Apa dia juga sekuat aku?" tanya Asher memotong lamunan Cleo.


"Iya! dia juga bayar mahal akan itu!" jawab Cleo. "Saat itu aku belum terlalu berpengalaman!" sambung Cleo.

__ADS_1


"Wah! malah aku kadang ingin coba bermain dengan mereka yang belum berpengalaman!"


"Kenapa?"


"Ada yang bilang rasanya masih nyes!"


"Ih!" pekik Cleo memukul dada laki - laki berumur itu.


"Haha! ya udah! mandilah!" ucap Asher.


"Hemm!"


Dengan tubuh telanj*ng Cleo berjalan ke arah pintu kamar mandi. Sementara Asher menatap tubuh sexy tanpa tertutup benang sehelai pun itu.


Dengan mata keranjangnya, akhirnya Asher mengikuti langkah Cleo. Saat Cleo akan menutup pintu, ia di kaget kan dengan Asher yang menahan pintu.


"Om?" panggil Cleo.


Dengan gerakan lembut Asher masuk ke dalam kamar mandi dan langsung memeluk tubuh polos Cleo.


Mereka kembali terlibat ciuman manas. Asher mengarahkan Cleo ke bilik shower. Lama kelamaan ciuman panas itu berubah menjadi hawa panas yang menjalar.


Asher kembali menikmati bukit kembar Cleo. Sebelum akhirnya memasukkan senjatanya kembali ke milik Cleo yang sudah basah.


Berbagai gaya mereka lakukan di bilik shower itu. Sampai Cleo benar - benar mendesah hebat di dalam bilik itu.


Hentakan - hentakan hebat dari pinggul Asher membuat Cleo semakin menggila. Di tambah lagi guyuran air shower yang di nyalakan Asher.


Sampai akhirnya Asher melakukan pelepasan dengan menyemburkan sperm* nya ke punggung Cleo yang tengah menungging.


# # # # # #


Ting!


Lift terbuka di lantai apartemen milik Asher. Seketika Cleo membulatkan matanya dan reflek menutup mulutnya menggunakan satu tangannya, saat melihat siapa yang berada di dalam lift.


"Kalian!" pekik Ayra melihat kedekatan Asher dan Cleo. Dan membulatkan mata, saat melihat tangan Asher yang melingkar di pundak Cleo. Di tambah tangan Cleo yang menenteng banyak paper bag.


"A.. a..ayra!" ucap Cleo terbata - bata.


Ayra menatap kedua orang itu secara bergantian. Bagai tersambar bara api, tanpa aba - aba Ayra keluar dari dalam lift dan mendaratkan tinju di wajah Asher. Kemudian dengan cepat mendaratkan persatuan lima jarinya di pipi mulus Cleo.


"Akh!" pekik Cleo kesakitan, sambil memegang pipinya yang terasa panas.


"Bangs*t!" ucap Ayra pada Asher. "Pengkhianat!" seru Ayra tepat di wajah Cleo.


"Ayra!" panggil Cleo.


"Apa!" jawab Ayra dengan amarah yang memuncak. "Kau mau bilang kalau kalian habis enak - enak di belakang ku!" ucap Ayra dengan nada tinggi.


"Bukan begitu, Ayra!" ucap Cleo.


"Pengkhianat!" ucap Ayra.


"Ayra?" panggil Asher.


"Apa!" jawab Ayra pada Asher. "Kau mau bilang kalau juga menyimpan rekaman kita!" bentak Ayra.


"Ayra, aku minta maaf!"


"Laki - laki brengs*k!" pekik Ayra. "Bagaimana rasanya menikmati tubuh dua gadis yang bersahabat dengan cara berkhianat?" tanya Ayra sinis. "Enak?" ejek Ayra.

__ADS_1


Asher tidak menjawab, Asher sungguh tidak berkutik.


"Bagaimana rasanya bermain di belakang sahabatmu?" tanya Ayra pada Cleo. "Ku tau kan, selama ini aku mencari dia!" bentak Ayra. "Kau tau selama ini aku marah karena rekaman itu!" nada suara Ayra semakin tinggi.


"Ra, aku minta maaf!"


"Maaf katamu?" tanya Ayra sinis. "Kau menemukan laki - laki ini kembali dan diam saja! kalau kau benar - benar sahabat ku, harusnya kau menyerahkan laki - laki ini padaku!" ucap Ayra. "Bukan malah bercinta dengannya!" bentak Ayra di lorong apartemen itu.


"Ra?" panggil Cleo lirih.


"Apa!" bentak Ayra lagi. "Karena kau menginginkan barang - barang ini, jadi kau lebih memilih mengkhianati sahabat mu?" tanya Ayra kesal.


"Bukan begitu, Ra!"


"Lalu apa!" sahut Ayra.


"Aku hanya ...." Cleo bingung harus menjawab apa.


"Sudahlah! aku tau itu tujuanmu!" ucap Ayra. "Sudah berapa kali kalian bermain?" tanya Ayra sinis. "Tiga kali? lima kali? atau setiap hari!"


"Tidak, Ra!"


"Berapa kali?"


"Empat!" jawab Cleo.


"Kapan?" tanya Ayra.


"Saat malam kamu tidak di jemput dia, semalam, dan barusan dua kali!" jawab Cleo jujur.


"Pengkhianat!" teriak Ayra tepat di wajah Cleo. "Kau tau Cleo? kau di bayar menggunakan uang yang dia dapat dari hasil menjebak ku!" ucap Ayra, "menjebak sahabatmu!" ulang Ayra dengan nada lebih tinggi.


"Ayra?" panggil Cleo. "Aku minta maaf!"


Ayra tidak menghiraukan ucapan Cleo, ia kembali mendaratkan tinju di wajah Asher, dan satu tamparan di pipi Cleo. Sebelum akhirnya Ayra meninggalkan dua orang paling berdusta di hidupnya itu.


"Ayra!" teriak Cleo mencoba menghentikan langkah Ayra.


"Om?" panggil Cleo lirih.


"Sorry, Cleo!" ucap Asher.


"Hanya maaf?" tanya Cleo heran.


.


.


.


.




Ingat ya! jangan pernah mengkhianati sahabat! 🥰🥰



Happy reading 🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2