
🍄 Satu minggu setelah pernikahan . . .
Ivander dan Charla sudah kemabli ke Oxford. Mereka tinggal di apartemen Ivander. Saat ini mereka tengah bersantai di ruang tengah, sembari melihat kabar dunia melalui berita di layar televisi.
Dengan santainya Ivander merebahkan kepalanya di paha istri kecilnya. Ya, mereka adalah pasangan suami istri kecil. Menjadi sepasang suami istri di 19 tahun usia mereka.
Ting! Bel pintu berbunyi.
Ivander yang merasa memesan sesuatu segera beranjak dari sofa.
"Siapa, Kak?" tanya Charla yang merasa tak sedang memesan apapun. Ataukah sepupu mereka?
"Sebentar, sayang!" jawab Ivander melangkah cepat ke arah pintu utama.
Beberapa saat kemudian, ia kembali dengan membawa paper bag ukuran sedang berwarna merah polos.
Charla memicingkan matanya, mencoba menebak apa isi dari paper bag itu.
"Apa itu, Kak?" tanya Charla.
"Rahasia" jawab Ivander tersenyum misterius, sembari menjatuhkan tubuhnya di samping kanan Charla.
"Apaan sih, Kak?" Charla semakin penasaran.
"Ini urusan laki - laki, sayang!" jawab Ivander masih menahan senyuman.
"Kasih tau nggak!" ancam Charla ingin merebut paper bag yang di sembunyikan di sisi kanan tubuhnya.
"Nggak!" jawab Ivander dengan senyum misterius.
"Lihaaat!" rengek Charla menggoyang tangan Ivander.
"Nggak ada, sayang! ini urusan laki - laki!"
"Main rahasia - rahasiaan ya!" ucap Charla cemberut.
"Bukan begitu sayaang.. nanti kamu malu atau jijik lihat isinya!" jawab Ivander.
"Pokoknya liat!" kekeh Charla. "Foto cewek itu pasti!"
"Nggak ada! apain nyimpen foto cewek!" sahut Ivander secepat kilat.
"Terus kenapa itu rahasia laki - laki?"
"Yaa... karena untuk laki - laki, sayang" jawab Ivander santai.
"Liat! titik!" kekeh Charla sembari menerobos tangan Ivander yang menghalangi tubuhnya.
"Baiklah.. baiklah.. baiklah.." jawab Ivander menangkap tangan Charla dan menguncinya. "Yakin mau tau?" tanya Ivander.
"Iya!"
"Baiklah, jangan memberontak!"
Ivander melepas tangan Charla. Lalu meraih paper bag merah itu kembali.
Charla mengamati setiap pergerakan tangan Ivander. Dia sungguh tidak sabar ingin tau apa isi paper bag itu.
"Yakin mau lihat?" tanya Ivander yang masih mengunci paper bag menggunakan tangan.
"Iyaaa!" jawab Charla ngeyel.
__ADS_1
"Baiklah, tapi janji! jangan kaget atau pun risih apalagi malu lihatnya!"
"Iyaaa.. cerewet!" Charla tidak sabar melihat isi paper bag itu.
*Seperti**nya itu surprise buat* aku!
Ucap Charla dalam hati.
"Satu... dua.. tiga!" Ivander membukanya dan menunjukkan isi paper bag itu.
Charla mengerenyitkan keningnya. Mencoba mencerna apa isi di dalam box - box kecil, dengan box yang berwarna - warni dan ukuran yang berbeda - beda.
"Apa itu?" Charla tampak bingung.
Sedang Ivander tersenyum gemas melihat ekspresi Charla yang lucu dan terlihat sangat polos.
"Apa itu kak!" tanya Charla tidak sabar.
"Lihat sendiri lah!" jawab Ivander tersenyum misterius.
Charla mengambil satu box berwarna merah, berukuran kecil. Charla mengamati dan memutar box itu.
"Strawberry?" Charla memikirkan barang apa itu, kenapa ada tulisan strawberry. "Maksudnya rasa strawberry?"
"Iya!" jawab Ivander mengulum senyum. Ia tau istrinya itu belum mengerti benda apa yang sedang di amati olehnya itu.
"Permen?" tanya Charla dengan polosnya. "Atau apa?" Charla masih bingung sendiri.
"Hahaha!" Ivander mulai terkekeh.
"Apaan sih, Kak? jawab dong!" Charla gemas sendiri dengan Ivander yang hanya tertawa.
"Mau coba nggak?" tanya Ivander tersenyum nakal.
Ivander mengulum senyum, ingin sekali rasanya mencabik - cabik bibir sang istri yang terlihat sangat menggemaskan.
"Enak banget, sayang!" jawab Ivander. "Kamu saja sampai ketagihan, kan?" Ivander tersenyum nakal.
"Ketagihan?" tanya Charla, "emang aku pernah makan ini?"
"Semenjak kita menikah kamu suka makan itu, sayang!" jawab Ivander mulai berwajah mesum.
"Kapan?"
"Setiap hari, sayang! kemarin malah tiga kali!" jawab Ivander.
"Kok aku nggak inget?"
"Mau aku ingatkan?"
"Iya!" Charla mengangguk, "eh tapi tunggu! apaan sih ini?"
"Ini k*nd*m, sayang! pengaman saat kita bercinta! kamu suka makan ini kan?" tanya Ivander dengan senyuman nakal.
Sedang Charla membuka mulutnya lebar dan reflek melempar box merah kecil itu ke tubuh Ivander.
"Hiii kenapa nggak bilang dari tadi!" seru Charla yang melompat ke pojokan sofa.
"Hahahaha!" Ivander tertawa terbahak - bahak melihat tingkah istrinya. "Nggak usah sok jijik deh! kan kamu suka makan ini!"
"Ngarang kamu! aku nggak suka makan itu! itu tidak untuk di makan!" seru Charla meninju pelan lengan Ivander.
__ADS_1
"Hahaha! emang sih mulut kamu nggak suka makan ini. Yang suka makan ini kan lubang di bawah situ!" Ivander menunjuk bagian inti Charla.
"Dasar mesum!" celetuk Charla kesal.
"Hahaha! sudahlah sayang! jangan malu - malu! kenyataannya aktivitas seperti itu memang sangat nikm*t bukan?" Ivander menyodorkan tubuhnya pada Charla yang bersandar di pojok sofa.
"Ihh.. jangan ngomong gitu - gitu deh! geli!" Charla bergidik.
"Kalau ngomong sama suami itu nggak masalah, sayang!" jawabnya, "justru semakin menambah gairah cinta kita!"
"Beneran kamu 19 tahun?" tanya Charla yang heran dengan kalimat - kalimat Ivander.
"Menurut kamu?"
"Kamu pantes nya umur 25 tahun! belum genap 20 tahun udah pintar sekali bahas begituan!"
"Hahaha! ini ilmu yang bisa di pelajari tanpa harus kuliah, sayang!"
Charla menyebikkan bibirnya kesal.
"Terus sebanyak itu untuk apa?" tanya Charla sinis.
"Untuk persediaan, sayang!" jawab Ivander santai. "Ini ada banyak rasa dan banyak merek. Jadi setiap hari kita bisa ganti rasa dan merek!"
"Kita melakukan sebanyak itu?" Charla melongo tidak karuan, membayangkan jumlah per pcs nya dalam satu box.
"Heheh.. yaa di cicil lah sayang! minimal sehari dua kali lah! mumpung pengantin baru!" ucap Ivander tersenyum mesum.
"Tega sekali kamu!" celetuk Charla, "kayak minum obat aja dua kali sehari! padahal sampai sekarang saja masih terasa sakit!"
"Tega bagaimana? ini enak sayang! aku bahkan wajib memberi mu nafkah batin, bukan? kalau urusan sakit, itu wajar di awal - awal sayang! namanya juga perawan ting - ting! tapi lama kelamaan kamu akan merasakan nikmat tanpa rasa sakit! kalau pun sakit, itu sakit yang aahh... nikmaaatt!" Ivander menutup mata membayangkan apa yang seminggu ini menjadi daya imun tersendiri baginya.
"Tapi tidak begitu juga! dasar otak mesum!" ucap Charla yang kembali mendelik melihat paper bag merah itu.
Selama ini Charla hanya melihat Ivander membawa sebungkus saja, tanpa tau jika bungkus - bungkus di kemas dalam box kardus tipis dan berbentuk kotak dengan rasa - rasa yang berbeda.
"Hahahahaha" Ivander tertawa lepas. Seolah bahagia menggoda sang istri yang begitu polos.
Charla memukul wajah Ivander yang tertawa mesum itu dengan bantal sofa.
"Sekarang kita cobain, yuk!" ajak Ivander menggoda. "Kamu mau rasa apa, sayang? grape, bubble gum, durian, banana juga ada!"
"Iiihh... telinga ku geliiii!" teriak Charla menutup telinganya karena ocehan Ivander sangat menggelitik.
Meskipun sudah melakukan itu selama satu minggu, tapi membicarakan secara langsung dengan nada seperti itu, masih terdengar aneh.
"Di sini juga ada pelumas, sayang! barang kali kamu mau coba mainin punya ku pakai pelumas!"
"Aaaakkkkhhh!" teriak Charla semakin keras. "Berhentiii!"
"Hahahahahahah!" Ivander semakin terkekeh berhasil menggoda istrinya.
.
.
🪴🪴🪴
Wah! ngadi - ngadi nih pengantin baru 🤭🤣
Happy reading kakak 🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan dukungannya 🤩