Cinta Tuan Casanova

Cinta Tuan Casanova
Kembali Membaik


__ADS_3

Yocelyn keluar dari kamarnya, setelah tak lagi mendengar suara pergerakan Devan di luar kamarnya. Mata Yocelyn menangkap satu box sarapan yang di tinggalkan Devan untuknya.


Yocelyn mendekati meja makan, dan mengambil setangkai bunga mawar yang di tinggalkan Devan di atas box sarapan milik Yocelyn.


Good morning, honey! I love you! ucap Yocelyn dalam hati, membaca tulisan di kertas kecil.


Yocelyn mencium bunga mawar merah asli yang entah dimana Devan membelinya sepagi ini. Mungkin Christ lah yang harus susah payah mencarinya, pikir Yocelyn.


Yocelyn duduk di kursi yang sebelumnya di duduki Devan. Membuka box sarapan yang ternyata berisi menu kesukaannya di resto favoritnya. Di mana dia pernah mengajak Devan ke sana beberapa waktu lalu.


"Sepertinya resto itu tidak buka 24 jam!" gumam Yocelyn, "bagaimana dia bisa mendapatkan ini sepagi ini?" lanjutnya dengab wajah yang tampak berfikir.


Kemudian seutas senyum terbit dari bibir manisnya. Tapi ada bayangan sedikit kesal di antara raut wajah yang sedang dia tunjukkan.


"Sepertinya Devan sangat pandai meraih hati wanita!" gumamnya lirih sambil memanyunkan bibirnya.


Yocelyn mengambil sendok dan garpu yang sudah di siapkan Devan di samping box. Dengan lahap Yocelyn memakan makanannya. Ada perasaan senang saat menyantap makanan itu.


Tapi Devan sangat peka! dia bahkan berusaha penuh untuk mengambil hatiku di pagi ini, dengan cara seperti ini! Dia bahkan tau, aku hanya pura - pura tidur tadi! ucap Yocelyn dalam hati sambil mengunyah makanannya.


# # # # # #


Devan melajukan mobil sportnya meninggalkan apartemen dengan perasaan bingung dan takut.


"Untung, aku menempatkan Yocelyn di apartemen lain!" gumamnya sambil terus memacu mobil dengan kecepatan sedang.


"Kalau saja Yocelyn tinggal di apartemen ku, bisa - bisa Charla akan mengotori pikiran Yocelyn!"


Tak terasa mobil Devan sudah sampai di depan lobby kantornya. Devan turun bersamaan dengan Christ yang muncul dari belakang Devan.


"Christ! perintahkan pengawal untuk mencegah wanita bernama Charla masuk ke gedung apartemen!" ucap Devan lirih pada Christ sambil berjalan masuk ke dalam gedung perkantoran itu.


"Siap, Tuan!"


"Nanti aku kirim fotonya!"


"Baik, Tuan!" jawab Christ yang selalu cekatan dengan tugas yang di berikan Devan.


# # # # # #


"Proyek kita berjalan sukses!" ucap Keanu saat meeting bersama Devan dan beberapa pemegang saham lainnya di ruang meeting FG corp. Selaku pemegang saham terbesar.


"Bersulang untuk kesuksesan kita!" sahut pemegang saham lainnya sambil mengangkat gelas.


Ting!


Suara benturan beberapa gelas yang di benturkan dengan sengaja.


"Aku tidak menyangka akan sesukses ini!" ucap yang lainnya.


"Mr. Devan memang pebisnis handal! rancangan kerjanya selalu memuaskan!" ucap Keanu.


"Itu juga berkat beberapa ide mu, Tuan Keanu!" sahut Devan dengan senyum misteriusnya.


"Haha!" gelak Keanu yang sebenarnya terasa hambar bagi Keanu sendiri.


"Bersulang untuk Tuan Keanu!" ucap Devan mengangkat gelas.


Ting!

__ADS_1


Beberapa gelas kembali berbenturan.


Kesuksesan ku dalam bisnis tak sesukses aku menjaga putri ku! putri ku satu - satunya! ucap Keanu dalam hati, dengan ekspresi wajah datar setengah berfikir.


Devan yang sebenarnya sedari tadi mengamati raut muka Keanu, paham dengan apa yang di rasakan Keanu. Dia bahkan tau jika Keanu memperketat pergerakannya dalam pencarian putrinya.


Belum saatnya aku memunculkan putri mu, Ken! masih banyak yang harus aku lakukan, agar putri mu sendiri yang tidak mau berpisah dengan ku, jika kau keras kepala menentang ku! ucap Devan dalam hati dengan senyum sinis.


# # # # # #


Menjelang makan siang, dengan sengaja Devan pulang ke apartemen. Kali ini dia membawa makan siang yang dia pesan secara khusus dari sebuah resto terkenal di London. Sebuket bunga bertuliskan kata maaf pun sudah ada di jok penumpang.



Devan turun dari mobil, dan memarkirkan mobil di depan lobby karena dia pulang hanya untuk makan siang. Tangan kanannya membawa kantong makanan, dan tangan kirinya membawa buket bunga.


Ting!


Bel pintu apartemen Yocelyn berbunyi, Yocelyn yang tengah bersantai di depan TV berdiri setelah mendengar dentingan bel. Tidak mau ceroboh, Yocelyn mengintip melalui lubang kecil di pintu. Dan matanya menangkap sosok laki - laki yang menutupi wajahnya dengan buket bunga bertuliskan kata maaf.


"Pasti Devan!" gumam Yocelyn lirih.


Clekkk!


Yocelyn membuka pintu utama apartemen, dan benar saja. Devan berdiri dengan buket bunga yang di tutup kan ke wajahnya. Mereka berdiri di ambang pintu, dengan posisi Devan yang masih di luar.


"Maafkan aku, Sayang!" ucap Devan di balik buket bunga.


"Apaan sih!" jawab Yocelyn bingung dengan ulah Devan.


Devan menurunkan buket bunga yang menutupi wajah tampannya.


Yocelyn mengangkat sebelah sudut bibirnya. Seutas senyum kembali di munculkan untuk Devan. Melihat itu Devan merasa sedikit lega.


"Terima ini ya! please!" ucap Devan menyerahkan buket bunga bertuliskan kata maaf.


Yocelyn menatap bunga dan wajah sendu Devan bergantian.


"Iya!" jawab Yocelyn menerima buket bunga Devan dan mencium harum bunganya.


"Yes!" seru Devan yang langsung masuk dan menutup pintu. Menyambar tubuh Yocelyn dan mencium pipinya dengan gemas berkali - kali.


"Devaaan!" seru Yocelyn karena Devan memeluknya terlalu erat.


"Haha! aku harus percaya padaku, Sayang!" ucap Devan kegirangan.


"Iya, iya!" jawab Yocelyn yang masih berada dalam dekapan erat Devan.


Devan kembali mendaratkan kecupan di pipi Yocelyn, dan barulah melepas pelukannya. Kemudian meletakkan kantong makanan dan kembali mendekati Yocelyn yang masih berdiri di dekat pintu sambil mencium harum bunga yang di bawakan oleh Devan. Devan kembali meraih pinggang Yocelyn.


"Sayang, jika suatu hari, sengaja Yocelyn atau tidak sengaja kami bertemu dengan Charla, aku harap kamu tidak akan mudah percaya dengan perkataannya. Baik buruk nya yang akan di katakan Charla, kamu harus mencari kebenarannya!" tutur Devan. "Kamu cukup perlu tau, kalau aku sangat mencintaimu, Sayang!" ucap Devan dengan nada serius. "Demi kamu aku melupakan masa - masa terburuk ku!"


"Aku percaya!" jawab Yocelyn tersenyum manis dengan membalas pelukan Devan.


"Terima kasih, Sayang!" bisik Devan sambil mengusap lembut rambut kepala Yocelyn.


"Hemm!" Yocelyn mengangguk di dalam pelukan kekasihnya.


"Sayang, boleh aku tanya sesuatu?" ucap Devan lirih.

__ADS_1


"Apa kamu merindukan orang tua mu?"


"Iya!" jawab Yocelyn yang masih memeluk tubuh Devan dengan satu tangan, sedang tangan satunya masih memegang buket bunga.


"Apa kamu berencana untuk pulang?"


"Belum!" Yocelyn menggeleng.


"Kenapa?" tanya Devan mengangkat wajah Yocelyn untuk menatap matanya.


"Aku masih mau di sini!" jawab Yocelyn, "sama kamu!" lanjutnya.


"Hemm" Devan mengangguk pelan dan menerbitkan senyum lega. Setidaknya dia masih punya waktu untuk membuat Yocelyn semakin mencintainya, jika sewaktu - waktu Keanu berhasil menemukan Yocelyn.


"Devan?" panggil Yocelyn.


Devan mengangkat kedua alisnya, sebagai tanda mau mendengar apa yang ingin Yocelyn katakan.


"Kamu menjalin hubungan baik dengan Papa kan?"


Devan mengangguk dengan sedikit berfikir apa maksud dari pertanyaan Yocelyn.


"Memangnya kenapa?"


"Aku hanya takut Papa tidak menyukaimu, jika Papa tau kita berpacaran!"


"Suka atau tidak Papa mu pada ku kelak, bagiku itu tidak terlalu penting. Yang penting kamu mantap bersama ku!" jelas Devan. "Aku pasti bisa mendapat restu dari Papa kamu dengan cara ku!"


"Hemm" Yocelyn mengangguk dengan menerbitkan senyum senangnya.


Mereka kembali berpelukan, sebelum akhirnya menghabiskan makan siang yang di bawa Devan dengan saling menyuapi satu sama lain. Sampai Devan kembali ke kantornya.


.


.


.


.


.




Happy reading!



Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya ya Kakak 🥳



Terima kasih,



Salam Lovallena.

__ADS_1


__ADS_2