
Keesokan harinya . . .
Keributan terjadi ruang utama mansion milik Keanu. Dengan beberapa bodyguard Devan berhasil menerobos penjagaan ketat pengawal Keanu di mansion nya.
"Kalau rahasia mu ingin aman di tangan ku, dan bisnis mu tetap pada posisinya, kau harus membiarkan aku menikahi putrimu!" ucap Devan tegas.
"Rahasia apa maksud mu, Devan?" tanya Mama Yocelyn yang memeluk erat lengan suaminya, karena merasa sedikit takut dengan suara Devan.
Seketika tubuh Keanu meremang mendengar istrinya yang tampak curiga. Tapi Keanu juga seorang pemimpin berdarah dingin. Tidak mungkin dia lumpuh di depan Devan begitu saja.
"Haruskah aku katakan, Keanu?" tanya Devan sinis.
"Jangan mengada - ada kau brengs*k!"
"Bagaimana mungkin seorang Devan mengarang cerita?" tanya Devan sinis, "aku bukan seorang Novelis, Keanu Anderson!"
"Jangan dengarkan dia, Ma!" ucap Keanu pada istrinya.
"Papa diam!" ucap Mama Yocelyn, "cepat katakan, Devan!"
"Bagaimana Ken?" tantang Devan mengangkat sebelah alisnya.
"Tutup mulutmu, Devan!"
"Aku hanya ingin bilang padamu Nyonya," ucap Devan menjeda kalimatnya. "Jika aku dan suami mu tidka jauh berbeda!"
"Brengs*k! keluar dari sini!" bentak Keanu.
"Papa diam!" ucap Mama tegas. "Jangan membuat teka teki, Devan! cepat katakan intinya!" ucap Mama Yocelyn pada Devan.
Devan mengangkat sebelah sudut bibirnya, menatap penuh seringai licik pada Keanu yang menatapnya tajam dengan dada yang kembang kempis menahan amarah, serta gigi yang mengerat.
"Suami mu itu .."
Buggh!
"Papa!" teriak Mama kaget atas ulah suaminya.
Sebuah pukulan mendarat tepat di pipi kiri Devan tanpa aba - aba. Kepala Devan hanya bergerak sedikit, mengikut arah pukulan Keanu. Spontan body guard Devan maju bersamaan dengan pengawal Keanu yang juga maju mendekat.
Tapi semua serentak diam di tempat, saat tangan Keanu dan Devan terangkat sedikit secara bersamaan.
"Kau takut, Ken?" tanya Devan sinis, seolah tak ada rasa sakit yang dia rasakan pada pipinya.
"Keluar!" bentak Devan.
"Aku tidak izinkan kau meninggalkan tempat ini sebelum kau katakan, apa maksud dari perkataan mu tadi!" ucap Mama tegas.
"Calon ibu mertua, apa tidak sebaiknya anda menjaga jantung anda?" tanya Devan santai.
"Jangan sembarang kau memanggil istriku!" sahut Keanu.
"Oh come on! itu pasti terjadi, Ken!" ucap Devan dengan seringai licik.
"Dari mana kamu tau punya penyakit jantung?" tanya Mama Yocelyn.
"Calon ibu mertua ku sayang, Informasi rahasia sekalipun cukup mudah untuk di dapatkan calon menantu mu yang tampan ini!" jawab Devan sombong.
Mama Yocelyn menggelengkan kepalanya sambil menarik nafas panjang.
# # # # # #
Yocelyn yang samar - samar mendengar keributan di lantai bawah mendekat pada pintu kamarnya, begitu juga Erina. Perlahan mereka keluar dari kamar, dan menguping apa yang sedang mereka bicarakan.
Begitu mendengar suara Devan di antara keributan, jantung Yocelyn tampak berdetak lebih cepat. Dia mengintip sekilas berapa banyak orang yang ada di bawah. Tak di sangka nya, cukup banyak orang di bawah yang saling sahut menyahut.
Aku sangat benci saat mengingat apa yang di ucapkan Charla, dan ingat tentang kenyataan orang - orang yang berjuluk Casanova seperti mereka. Tapi aku juga sangat merindukan Devan!
Ucap Charla dalam hati.
Suara di lantai bawah . . .
__ADS_1
"Keluar!" teriak Keanu yang sebenarnya dalam hatinya ketat ketir Devan akan mengungkap beberapa kebenaran yang tidak di ketahui istrinya.
"Aku akan pergi, jika Yocelyn yang memintanya!" ucap Devan.
"Cepat katakan, Devan!" hardik Mama Yocelyn.
"Kau ingin jalur aman atau bagaimana, Ken?" ucap Devan, "aku sudah tidak sabar ingin mengatakan apapun yang aku ketahui tentang mu!"
"Brengsek!" bentak Keanu.
Percakapan saling tantang terus terucap di antara mereka. Dan hati Yocelyn semakin bergemuruh.
Devan keterlaluan! batin Yocelyn.
Suara langkah kaki cepat menuruni tangga dengan cepat, membuat seisi orang yang ada di ruang tengah mendongak ke arah tangga.
Dengan raut wajah yang di penuhi amarah, Yocelyn menuruni anak tangga dengan langkah cepat. Sementara Erina tampak kelabakan, karena Yocelyn lolos dari pencegahannya.
"Sayang!" pekik Devan spontan.
"Berhenti Yocelyn!" teriak Papa.
Yocelyn terus berlari, hingga menerobos penjagaan. Devan yang menyadari Yocelyn berlari ke arahnya menyungging senyum manis. Meskipun dalam hatinya tidak paham dengan ekspresi Yocelyn.
Plaakkk!
Sebuah tamparan kembali mendarat di pipi yang tadi di pukul oleh Keanu. Dan itu membuat sebagian orang tercengang termasuk para bodyguard Devan. Erina berhenti di tempat, Keanu sedikit shock, tapi rasa lega menyelimuti hatinya. Setidaknya mata putrinya sudah terbuka, pikirnya.
"Sayang!" seru Devan yang menatap bingung dengan sikap Yocelyn.
Dada Yocelyn tampak naik turun karena nafas yang terengah - engah.
"Kau orang yang paling menjijikkan di dunia!" ucap Yocelyn dengan nada tinggi.
Kedua mata Devan di penuhi kepanikan, menatap dalam wajah Yocelyn. Pikirannya menjalar kemana - mana.
Bagus Yocelyn! batin Keanu.
Tapi dengan secepat kilat Yocelyn menggoyangkan kedua lengannya.
"Lepas, brengs*k!" bentak Yocelyn melepas paksa tangan Devan dan menghempaskan tangannya.
Rasakan kau, Devan! batin Keanu dengan menyungging senyum di salah satu sudut bibirnya.
"Sayang! ada apa dengan mu?" tanya Devan lirih.
"Jangan panggil aku sayang!" tegas Yocelyn. "Kau begitu menjijikkan untuk memanggilku sayang!" teriak Yocelyn lebih keras.
Tubuh Devan membeku mendengar bentakan Yocelyn. Devan tak sanggup berkata - kata jika Yocelyn yang memarahinya. Matanya hanya memandangi raut emosi dan tubuh Yocelyn yang tampak geram.
Apa Devan begitu mencintai putriku? dia tidak sedikitpun melawan putriku! ucap Mama Yocelyn dalam hati.
"Sayaang?" panggil Devan lirih.
"Stop!" bentak Yocelyn, "pergi kau dari sini, brengs*k!" teriak Yocelyn yang langsung berbalik meninggalkan Devan dengan air mata yang tiba - tiba menetes.
Erina mengikuti langkah Yocelyn, namun dengan cepat tangan Yocelyn terangkat, sebagai tanda berhenti mengikuti ku.
"Aku ingin sendiri!" ucap Yocelyn tanpa menoleh ke belakang.
Spontan Erina berhenti. Semua orang hanya menatap punggung Yocelyn yang berlari ke arah taman belakang. Dengan air mata yang menetes Yocelyn berhenti di tepi kolam.
"Kau dengar sendiri kan?" ucap Keanu.
Spontan semua orang kembali fokus menyaksikan perdebatan sengit itu.
"Putri ku sudah mengusir mu tanpa ragu!"
Devan tidak sanggup berkata - kata lagi. Bibirnya tercekat mengingat sikat Yocelyn yang berubah.
"Kau akan membayarnya, Keanu!" ancam Devan dengan nada dingin.
__ADS_1
Keanu hanya tersenyum sinis mendengar ancaman Devan.
"Sebaiknya kau cari tau siapa sebenarnya suami mu, Nyonya!" ucap Devan lalu berbalik meninggalkan ruang tengah mansion yang menjadi tempat perdebatan mereka. Bodyguard yang bersamanya mengikuti langkah Devan.
"Bajing*n kau Devan!" teriak Keanu.
"Papa!" bentak Mama Yocelyn.
"Mama jangan dengarkan apa yang di katakan bajing*n itu! Mama jelas tau siapa laki - laki brengs*k itu!" ucap Keanu panik.
Tapi istrinya hanya menarik nafas dalam tanpa mau berkomentar. Lalu kembali menatap punggung Devan yang sudah hampir sampai di pintu utama mansion.
Saat hampir sampai di pintu utama mansion, tiba - tiba mata Devan menangkap sosok yang tak asing lagi.
"Charla!" pekik Devan, menatap tajam Charla yang berjalan dengan di apit dua security masuk ke dalam mansion.
"Hai, Devan sayang!" sapa Charla dengan nada manjanya.
"Jadi kau!" hardik Devan dengan mengeratkan giginya, berdiri tepat di depan Charla.
"Kenapa, Sayang?" tanya Charla menyentuh dada Devan.
Secepat kilat, Devan menyingkirkan tangan Charla dari dadanya.
"Kau sudah melanggar ucapan mu sendiri!" ucap Devan, "jangan salahkan aku jika kau akan menyesal!"
"Sayaang, jangan habis manis sepah di buang gitu dong!"
Ekspresi Devan semakin dingin dan mencekam, giginya mengerat kuat.
"Minggir!" ucap Devan dingin.
Devan berlalu dari hadapan Charla yang menatapnya dengan kesal. Baru kali ini dia melihat Devan marah karena benci. Bukan marah karena kesalahannya.
"Devan!" Charla masih mencoba mencegah kepergian Devan.
Devan tidak menggubris panggilan Charla, dan langsung menuju mobil sportnya. Devan menatap nanar mansion Keanu, dan mencoba mencari keberadaan Yocelyn di sekelilingnya sebelum membuka pintu.
Setelah memastikan Yocelyn tidak mungkin keluar menemuinya, Devan memutuskan meninggalkan mansion Keanu. Dan memikirkan kembali cara mendapatkan Yocelyn kembali. Hatinya sudah terpaut pada gadis polos itu. Sangat sulit baginya untuk berpaling.
Devan membuka pintu mobilnya, dengan malas langsung duduk di kursi kemudi dengan menghela nafas berat. Devan menarik sabuk pengaman.
"Astaga!" Devan terlonjak kaget saat melihat kolong bawah dashboard.
"Sayang!" pekik Devan membulatkan matanya.
Yocelyn menggerakkan tangannya, seolah berkata cepat pergi. Tanpa pikir dua kali, Devan langsung melajukan mobilnya meninggalkan halaman mansion Keanu.
.
.
.
.
Selamat membaca 🌹🌹🌹
Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya ya kakak 🥰
Terima kasih,
__ADS_1
Salam Lovallena.