
"Cepat! geledah semua apartemen yang mencurigakan!" ucap ketua para bodyguard di lobby.
"Siap, Komandan!" jawab beberapa orang serentak.
Kemudian sang Komandan mendatangi ruang Customer Service. Dengan menggunakan nama Keanu Anderson, semua data penghuni apartemen bisa di dapat tanpa berbelit - belit dari sang Customer Service.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu terdengar di apartemen yang di tempati Yocelyn. Sepasang mata mengintip dari lubang kecil di pintu.
"Ternyata mereka!" gumamnya lirih.
Tok tok tok
Ketukan kembali terdengar di pintu itu karena tidak ada respon dari sang penghuni apartemen.
Ceklek
Pintu terbuka dan menampilkan sosok laki - laki yang berpakaian jas lengkap.
"Kami memiliki wewenang untuk menggeledah apartemen Tuan!" ucap sang Komandan, "karena apartemen ini di curigai di sewa oleh seorang gadis!"
"Saya tinggal sendiri di sini!" ucapnya.
"Bisa lihat tanda pengenal, Tuan!"
Dia langsung mengeluarkan KTP miliknya.
"Christian Hoshea!" ucap Komandan itu membaca nama yang tertera di KTP dengan melirik Christian.
"Iya!" ucap Christian.
"Sesuai dengan nama penyewa apartemen ini!"
"Tentu saja!" ucap Christian tegas. "Apa gadis yang anda curigai menyewa apartemen ini bernama Christian Hoshea juga?" tanyanya kesal.
"Tidak!"
"Lalu kenapa mencurigai saya!"
"Maaf Tuan, karena apartemen ini satu - satunya yang di sewa tadi malam, tepat malam Nona muda kami kabur!"
"Haduh! kesialan macam apa ini!" ucap Christian, "saya menyewa apartemen ini, karena saya ingin tinggal sendiri, jauh dari keluarga saya. Ternyata malah segaduh ini tinggal di apartemen!"
"Maafkan kami, Tuan. Tapi kami tetap harus menggeledah apartemen ini!" ucapnya, "Apartemen yang anda sewa ini satu - satunya apartemen yang kami curigai!"
"Baik, cepatlah!" ucap Christian kesal, "saya buru - buru berangkat bekerja!" ucap Christian melihat jam di tangannya kirinya.
Sang Komandan menatap dalam mata Christian, mencari kebenaran dari ucapan Christian. Sementara beberapa orang bodyguard sudah masuk untuk menggeledah sedetail mungkin setiap inchi dari apartemen.
"Lapor Komandan!" ucap salah seorang bodyguard, "kami hanya menemukan baju laki - laki yang masih berada di dalam paper bag ini!" ucapnya.
"Itu bajuku!" ucap Christian merebut paper bag di tangan salah seorang bodyguard.
"Maaf Tuan!" ucap sang Komandan, "kami sudah mengganggu jam sibuk anda!"
Christian tidak menjawab, dia hanya menatap kesal pada para bodyguard.
"Pergilah!" ucapnya ketus.
"Permisi, Tuan!" pamit mereka semua.
Flashback On . . .
"Matikan CCTV lorong lantai 12, 17, 20, 27 dan 30!" ucap Devan melalui ponselnya pada seseorang yang bertugas di kantor apartemen itu.
"Siap, Tuan!" jawaban dari sebrang.
"Hapus rekamannya sejak kemarin siang!" ucap Devan lagi. "Juga CCTV lobby!"
"Baik Tuan!"
Devan mematikan sambungan telponnya saat lift mulai tertutup dan bergerak naik ke atas.
Tanpa mengetuk pintu, Devan langsung memasukkan sandi dan langsung masuk ke dalam apartemen Yocelyn di lantai 20.
"Jalankan peranmu!" ucap Devan pada Christian, Asistennya. "Kau tau kan apa yang harus kau lakukan!"
__ADS_1
"Baik, Tuan!"
"Yocelyn!" panggil Devan saat membuka kamar Yocelyn.
"Devan?" celetuk Yocelyn melihat Devan di ambang pintu.
"Banyak anak buah Papa mu di bawah! kalau kamu masih ingin kabur, cepat ikut aku!" ucap Devan cepat.
"Iya!" ucap Yocelyn mengambil tasnya.
"Baju mu semalam!" sahut Devan.
"Eh, iya!" Yocelyn berlari ke ruang walk in closed dan mengambil baju yang semalam di pakainya kabur.
Devan menarik tangan Yocelyn keluar dari apartemen Yocelyn. Dengan Yocelyn yang hanya mengenakan kemeja Devan. Dan langsung masuk ke dalam lift dan menekan angka 30. Tempat apartemennya berada.
"Kamu tinggal saja di sini untuk sementara waktu! nanti siang aku akan pulang. Kamu bisa kembali ke apartemen mu jika sudah benar - benar aman." ucap Devan setelah masuk ke dalam apartemennya.
"Baiklah!"
"Yang jelas jangan keluar sebelum aku pulang!"
"Ok!"
"Kamu bisa menempati kamar ini!" ucap devan membuka pintu kamar tamu yang ada di lantai bawah.
"Thanks!" ucap Yocelyn.
"Hemm!" ucap Devan.
"Ini apartemen mu?"
"Iya!" jawab Devan.
"Besar, juga bagus dan sangat rapi!"
"Aku tidak suka kotor!"
"Oh, pantas saja!"
"Apa kamu butuh baju ganti?"
"Tunggu di sini!" ucap Devan.
"Ok!"
Devan naik ke atas memasuki kamarnya. Dan mengambil satu kemeja lagi untuk Yocelyn. Devan turun dengan kemeja warna merah di tangannya.
"Pakai ini saja!" ucap Devan menghampiri Yocelyn yang duduk di sofa ruang tengah.
"Ok!" ucap Yocelyn mengambil jas di tangan Devan. "kamu tinggal sendiri?" tanya Yocelyn.
"Iya!" jawab Devan, "aku tidak suka tinggal beramai - ramai!" lanjut Devan dengan senyum kikuknya.
"Emm... sepertinya aku sangat merepotkan kamu Devan!" ucap Yocelyn menunduk karena tidak enak hati.
"Hey! aku tidak merasa keberatan! jangan sungkan!"
"Sebenarnya aku kabur karena Papa menjodohkan aku dengan anak temannya," ucap Yocelyn yang masih menunduk, "tapi aku sama sekali tidak menyukainya!"
"Kenapa?"
"Kelak aku akan bercerita!" ucap Yocelyn, "apa kamu tidak terlambat ke bekerja?" tanya Yocelyn.
"Aku menunggu kabar dari Asisten ku!" jawab Devan.
"Yang tadi?"
"Iya!" Devan mengangguk, "semalam namanya yang aku gunakan untuk menyewa apartemen kamu!"
"Owh!" Yocelyn mengangguk mengerti. "Eh! bagaimana kalau mereka mengecek CCTV?" tanya Yocelyn yang seketika panik.
"Aku sudah meminta pihak Apartemen untuk mematikan dan menghapus rekaman CCTV di lobby dan juga lantai 20 dan 30 juga beberapa lantai lainnya untuk menghilangkan jejak!"
"Hah! kamu punya wewenang untuk semua itu?"
"Aku pemegang saham terbesar di apartemen ini!"
__ADS_1
"Wow!" pekik Yocelyn membulatkan matanya. "Hebat!" ucap yocelyn yang memandang kagum pada sosok Devan.
"Opa yang hebat!" jawab Devan.
"Opa?" tanya Yocelyn.
"Ya!" Devan mengangguk. "Beliaulah perintis perusahaan yang aku jalankan sekarang!"
"Owh!" Yocelyn mengangguk mengerti.
Ting!
Sebuah pesan masuk di ponsel Devan. Devan merogoh ponselnya di dalam saku celananya.
Semua orang tadi sudah bersih, Bos! pesan dari Christian
Bagus! balas Devan.
"Semua suruhan Papa mu sudah pergi, aku berangkat kerja dulu!"
"Ok!" jawab Yocelyn.
"Ingat! jangan keluar apartemen ini sebelum aku datang!"
"Baik, Bos Devan!" ucap Yocelyn dengan senyum manisnya.
Semakin gadis ini senyum, semakin aku ingin memilikinya! tapi Casanova seperti aku tak pantas untuknya! ucap Devan dalam hati.
"Jika kau butuh bantuan ku, hubungi aku menggunakan telpon itu!" Devan menunjuk telpon apartemen.
"Iya! terima kasih!"
"Hemm!" Devan mengangguk lalu berjalan keluar apartemennya.
Devan sengaja mengunci pintu apartemennya, agar Yocelyn tidak keluar juga tidak ada yang bisa masuk.
Ini benar - benar salah! aku sudah menyembunyikan anak orang! tapi kenapa perasaan ku benar - benar ingin mewujudkan apa yang dia inginkan? kabur dari rumahnya! ucap Devan dalam hati sepanjang perjalanannya.
Aku masih ingin melihatnya! kalau dia aku lepaskan, aku takut akan kesulitan mencarinya! Lalu apa yang akan terjadi, jika gadis itu tertangkap dan ketahuan sedang bersama orang seperti ku! lanjutnya dalam hati.
"Aku akan memperjuangkan mu!" gumam Devan yang seorang diri di dalam lift. "Aku belum tau siapa kamu sebenarnya, tapi perasaanku sangat nyaman dekat denganmu!" lanjutnya, "meski kamu sepolos itu!"
Devan keluar dari dalam lift dengan di sambut kembali oleh Christian yang menunggunya di depan lift.
"Tuan ingin mengemudikan mobil sendiri atau bersama saya?" tanya Christian yang berjalan di belakang Devan.
"Sendiri!" jawab Devan tanpa melihat Christian.
"Baik, Tuan!"
"Apa aku punya jadwal penting hari ini?"
"Meeting dengan Tuan Keanu Anderson jam 9 pagi, Tuan!"
"Setelah itu?"
"Tidak ada, Tuan!"
"Bagus!" gumam Devan lirih.
Lah! kenal toh!
Bagaiman terusan kelanjutannya.
Tunggu ya Kakak 😀
Jangan lupa tinggalkan Like dan Komentarnya, juga dukungan lainnya.
Terima kasih,
__ADS_1
Salam Lovallena.