Cinta Tuan Casanova

Cinta Tuan Casanova
Pulang Kuliah


__ADS_3

Jam kuliah sudah usai, Yocelyn beserta tiga mahasiswi yang di anggap Yocelyn sahabat berjalan keluar koridor.


Mereka berempat adalah mahasiswa jemputan. Jadi mereka pasti keluar gerbang untuk menghampiri siapapun yang menjemput mereka.


"Wah! aku sudah di jemput duluan tuh!" ucap Lolita menunjuk sebuah mobil, dimana terlihat seseorang berpakaian supir berdiri di samping pintu kemudi. "Aku duluan ya!" ucap Lolita.


"Ok, hati - hati!" jawab ketiga gadis yang tertinggal.


"Iya! bye!" Lolita melambaikan tangan dan di balas lambaian tangan juga oleh mereka.


"Kamu belum di jemput Yocelyn?" tanya Cleo.


"Belum terlihat!"


"Tumben telat lama!" sahut Ayra.


"Entahlah, mungkin suami ku sibuk!" jawab Yocelyn.


"Emm.. Yocelyn?" panggil Ayra.


"Iya?" Yocelyn menoleh Ayra.


"Kamu sudah hamil apa belum?" tanya Ayra si ratu kepo.


"Belum" jawab Yocelyn dengan santainya.


"Kenapa di tunda?" tanya Ayra lagi.


"Kata Devan, nunggu aku selesai kuliah!"


"Yakin karena itu alasannya?"


"Iya!" jawab Yocelyn yakin.


"Oh!" Ayra mengangguk. "Yocelyn, apa kamu tau kalau Devan itu punya cewek simpanan?"


"Maksudnya?" Yocelyn mengerutkan keningnya.


"Auh!" Ayra meringis mengusap pahanya karena di cubit Cleo. "Apa sih!" bisik Ayra lirih pada Cleo.


"Kalian kenapa?" tanya Yocelyn menoleh dua temannya itu. "Ngomong aja gak apa - apa!" ucap Yocelyn.


"Kamu tau tentang Charla?" tanya Ayra lirih.


"Auh!" pekik Ayra lagi karena kembali di cubit oleh Cleo.


"Oh, Charla? tau kok!" jawab Yocelyn santai.


"What!" pekik dua gadis bersamaan membulatkan matanya menatap Yocelyn yang tampak santai menyebut nama Charla.


"Kenapa?" tanya Yocelyn.


"Kamu tidak marah tentang Charla?"


"Kenapa harus marah?" jawab Yocelyn, "Charla hanya masa lalunya, dan aku masa depannya!" lanjut Yocelyn senang.


"Kamu yakin mereka sudah tidak ada hubungan?" tanya Cleo.


"Yakin!" jawab Yocelyn, "Charla beberapa kali mendatangi ku untuk menghasut ku! tapi tidak berhasil!"


"What!" pekik Ayra dan Cleo lagi.


Kalau Charla saja tidak mempan, apalagi aku!


Ucap Ayra dalam hati.


"Kamu tidak marah tentang hubungan Devan dan Charla?" tanya Cleo.


"Kenapa harus marah?" tanya Yocelyn balik. "Aku sudah pernah membahas hal itu dengan Devan. Dan sudah sampai pada titik terang. Lagi pula Charla hanya gadis yang begitu terobsesi pada Devan, sampai dia lupa diri. Dia yang bermain api, dan sekarang mungkin dia sedang terbakar!" jelas Yocelyn.


Cleo dan Ayra saling tatap, tanpa berkata sepatah katapun. Mereka seolah bingung dengan sikap santai Yocelyn.


Tin!


Bunyi klakson membuyarkan adegan saling tatap Cleo dan Ayra. Mereka bertiga reflek menoleh ke sumber suara.


"Wow! sugar daddy tuh!" ucap Cleo pada Ayra.

__ADS_1


Tampak seorang pria berusia sekitar 48 tahun, mengenakan kaca mata hitam, berada di belakang kemudi sebuah mobil mewah dengan kaca yang di turunkan. Menatap ke arah tiga gadis yang menunggu jemputan itu.


Cleo yang hafal dengan gerak gerik pria seperti itu, sudah bisa menebak, kalau pria itu pasti sugar daddy yang tengah kencan dengan sahabatnya, Ayra.


"Hehe! baru dapat semalam!" jawab Ayra berbisik pada Cleo.


"Waah! have fun ya!" ucap Cleo.


"Pasti dong!" jawab Ayra, "duluan ya Yocelyn, Cleo!" ucap Ayra sembari berdiri dari duduknya.


"Ok! hati - hati ya!" ucap Yocelyn dan Cleo bersamaan.


"Siap!" jawab Ayra.


Cleo mengedipkan satu matanya pada pria itu, Karena pria yang di sebut sugar daddy Ayra itu terus menatap Cleo dan Yocelyn bergantian. Tapi Yocelyn tampak membuang mukanya, karena merasa risih dengan tatapan mata pria itu.


Pria itu membalas kedipan mata Cleo dengan kedipan yang sama dan senyum misteriusnya. Tentu saja kejadian itu tak terlihat oleh Ayra yang berjalan ke arah pintu penumpang bagian depan.


Cleo tersenyum sinis dan licik menatap pria berambut pirang yang masih terlihat bugar di usia yang hampir kepala lima itu.


Dapat dimana si Ayra? pinter juga tuh anak! boleh dong bagi - bagi!


Ucap Cleo dalam hati dengan senyum yang belum lepas menatap pria yang tampak tengah mengobrol dengan Ayra di dalam mobil.


Tin!


Pria itu menekan klakson kembali. Sontak Cleo mengangguk melihat Ayra dan pria itu mengangguk berpamitan, lalu pergi dari area penjemputan.


Cleo mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan pada Ayra.


Cleo : Bagi - bagi dong!


Ayra : Ntar, kalau aku sudah bosan! kamu boleh ambil!


Cleo : Kelamaan!


Ayra : Kalau kelamaan cari sendiri dong, Sayang!


Cleo : Ck! mau kemana dulu tuh?


Cleo : Dikit!


Ayra : Mau nikmati duitnya dulu! kalau duitnya nikmat, baru aku kasih kenikmatan!


Cleo : Kalau duitnya nggak nikmat?


Ayra : Kalau duitnya nggak nikmat ya brarti sekali main aja!


Cleo : Bagus! jangan lupa beliin aku juga!


Ayra : Beres!


Tak berapa lama jemputan Cleo datang. Cleo berpamitan pada Yocelyn yang akhirnya menunggu sendirian.


Sepuluh menit sendirian di halte penjemputan, akhirnya Yocelyn menghubungi Devan. Karena dia merasa takut. Halte hanya menyisakan mahasiswa yang tak dia kenal.


"Halo, Sayang!" jawab Devan dari sebrang.


"Kamu dimana? aku takut sendirian!" ucap Yocelyn.


"Sendirian?" tanya Devan sambil mengemudikan mobilnya.


"Iya! hanya ada beberapa mahasiswa yang tidak aku kenal! bahkan sepertinya aku belum pernah melihat mereka menunggu jemputan di sini!"


"Oh" Devan mengangguk paham. "Lima menit lagi aku sampai!"


"Bener?"


"Yes, baby!" jawab Devan.


Benar saja, tidak lama dari itu mobil Devan berhenti tepat di depan Yocelyn.


"Sudah lama, Sayang?" tanya Devan yang langsung menghampiri Yocelyn.


"Iya" jawab Yocelyn manja yang langsung berdiri.


"Ayo kita pulang!" ajak Devan.

__ADS_1


Saat keduanya sudah di salam mobil, mata Yocelyn melihat mahasiswa yang tadi berada di halte penjemputan juga pergi.


Aneh sekali! ternyata mereka bawa mobil, tapi kenapa seolah menunggu jemputan.


Ucap Yocelyn dalam hati.


"Sayang, maafkan aku! tadi ada sedikit insiden di kantor!"


"Iya, tidak masalah!" jawab Yocelyn menoleh Devan yang tengah fokus mengemudi.


"Tadi ada yang mengganggu?"


"Tidak ada, aku hanya takut saja saat semua teman - teman sudah di jemput. Lalu aku sendirian bersama orang - orang yang tidak aku kenal!"


"Kamu pasti aman, Sayang!" ucap Devan.


Yocelyn tersenyum sekilas pada Devan.


Apa mungkin orang - orang tadi suruhan Devan?


Batin Yocelyn.


"Sudah makan siang?" tanya Devan.


"Tadi sudah makan sama teman - teman di kantin"


"Baiklah, sekarang mau pulang atau ikut ke kantor?"


"Ikut ke kantor boleh?" ucap Yocelyn manja.


"Why not?"


Mereka sudah sampai di FG corp. Devan langsung membawa istrinya masuk ke ruang kerjanya.


"Sayang, kalau aku tidur di kamar boleh tidak?" tanya Yocelyn saat memasuki ruang kerja Devan.


"Boleh dong!" sahut Devan mengarahkan Yocelyn ke kamar pribadinya yang masih berada di ruang kerjanya.


"Terima kasih!" ucap Yocelyn.


"Sama - sama!"


Yocelyn langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur setelah melepas sepatu dan meletakkan tas kuliahnya.


Sementara Devan kembali bekerja. Berkutat dengan laptop kerjanya.


Ting!


Sebuah pesan chat masuk ke dalam ponselnya. Dengan cepat Devan membuka pesan itu. Sebuah pesan disertai beberapa foto. Sebuah senyum tipis terbit dari bibir manisnya.


"Kerja bagus, Christ!" gumam Devan lirih. Dia juga mengetikkan kalimat itu di ponselnya.


Itu balasan untukmu, karena berani mencoba mengkhianati istri ku bocah ingusan!


Ucap Devan dalam hati.


Devan kembali dengan pekerjaannya yang hari ini cukup banyak.


.


.


.


.


.




Kira - kira pesan apa sih yang di terima Devan?



Jangan lupa tinggalkan Like dan Komentarnya ya Kakak 🙏

__ADS_1


__ADS_2