Cinta Tuan Casanova

Cinta Tuan Casanova
Friday Night 2


__ADS_3

Akhirnya Joice memilih untuk pergi dari sofa Devan setelah mendapat peringatan dari orang yang di kenal sebagai Tuannya Tuan Casanova itu.


"Datang juga ternyata!" ucap Devan setelah pria itu duduk di hadapan Devan.


"Tentu saja!"


"Bukankah waktu itu anda bilang, sedang ada masalah serius?"


"Iya!" jawabnya mengangguk. "Aku mencari jalan tikus demi kalian!"


"Ah! sebaiknya lupakan sejenak!" ucap Devan, "mari kita bersulang!" ucap Devan pada semua yang duduk di sofa yang membentuk huruf U itu.


"Mari!" ucap mereka serentak mengangkat gelas masing - masing.


Ting!


Mereka saling membenturkan gelas mereka, dan meneguk isinya.


"Waaahh! lihat gadis - gadis di depan begitu menarik!" celetuk Alfred melihat beberapa gerombolan gadis - gadis yang sedang menikmati music yang di mainkan seorang DJ wanita dengan pakaian yang tak senonoh.


Spontan semua menoleh ke arah lantai dansa yang di penuhi gadis - gadis berpakaian seksi, dan beberapa laki - laki yang mulai mendekati gadis yang menjadi incaran mereka untuk malam ini.


"Aku tidak sabar menunggu jack pot yang akan di munculkan!" ucap Zayn.


"Ada berapa memangnya" tanya Devan.


"Hanya 3!" sahut Zayn. "Aku harus mendapatkan salah satunya!" lanjutnya.


"Haha! itu kalau ada yang mau denganmu!" celetuk Alfred.


"Kau juga tidak pernah mendapatkan jack pot!' ucap Zayn menjulurkan lidahnya.


"Mungkin permainan kalian kurang menarik!"


"Wah! senior! anda mengatai kami?" sahut Zayn.


"Hahaha!"


"Kami hanya kalah tampan dengan Devan!" ucap Alfred, "sehingga kami selalu gagal mendapat jack pot!"


"Kalau ada Tuan senior pasti kami akan kalah lagi!" sahut Zayn.


"Hahaha! aku hanya ingin melihat - lihat!"


"Tapi masih banyak yang melirik anda!" sahut Alfred sambil meneguk sedikit minumannya.


"Mereka hanya melirik uangmu Taun!" sahut Devan dengan senyum tipis di bibirnya.


"Keriput di wajah ku memang sudah tidak dapat menarik mereka mendekat!" ucapnya menatap gadis - gadis di lantai dansa tanpa minat mendekat.


"Hahaha!" gelak Zayn dan Alfred bersamaan.


Mereka melanjutkan candaan kecil sambil menikmati musik. Dan beberapa gadis yang berusaha menggoda mereka duduk di samping mereka tanpa di minta. Sebagai laki - laki yang terbiasa di dekati banyak gadis, tentu saja mereka menikmati berbagai godaan yang di berikan oleh para gadis itu.


Kecuali Devan, malam ini dia tampak tidak ada gairah sedikit pun dengan beberapa gadis yang mendekatinya. Bahkan sentuhan - sentuhan lembut di tubuhnya secara terang - terangan di tepisnya secara kasar. Dan itu tak luput dari tatapan heran kawan - kawannya.

__ADS_1


Bahkan Erastus yang menyapa mereka di meja mereka merasa heran dengan Devan. Akhirnya Erastus melarang gadis - gadis mendekati Devan.


"Mungkin nanti kau akan tertarik dengan jack pot yang sudah aku siapkan!" ucap Erastus berbisik di telinga Devan.


Devan hanya mengangkat kedua pundaknya dan mengangkat alisnya mendengar bisikan Erastus


"Wah! ada apa dengan mu Tuan Casanova?" tanya pria yang duduk di depan Devan.


"Nothing!" jawab Devan singkat.


"Jack pot sudah siap!" ucap Erastus dengan suara lantang.


Suara musik yang di mainkan sang DJ semakin terdengar keras menyambut satu persatu gadis yang menjadi tamu VIP malam ini. Yang tak lain adalah mereka yang baru pertama mengikuti acara seperti ini. Devan mengeluarkan ponselnya, dan mengirim pesan untuk nomor bertuliskan Yossy.


Devan : Kamu sudah makan?


Yocelyn : Siapa?


Tanya Yocelyn yang memang merasa belum menyimpan satu nomor pun di ponsel barunya.


Devan : Devan!


Yocelyn : Oh! sudah kok! kamu?


Devan : Belum!


Yocelyn : Kenapa?


Belum sempat Devan membalas, tiga gadis VIP keluar satu persatu menari mengikuti suara hentakan musik di atas podium yang sudah di siapkan. Devan hanya melirik sekilas pada gadis pertama yang muncul, lalu kembali fokus pada ponselnya.


Devan : Sebentar lagi! sudah jam 9, tidurlah.


Devan mengangkat sebelah sudut bibirnya ketika membaca kata Sayang dari Yocelyn.


*Meskipun aku tidak tau a*pa arti dari kata Sayang yang kau ketikkan ini, aku tetap senang membacanya! ucap Devan dalam hati.


Devan : Iya Sayang!


Balas Devan dengan menyungging senyum menawan di bibirnya. Karena dia pun tidak tau kenapa justru ingin membalas kata sayang dari Yocelyn. Dan senyum Devan di depan ponselnya itu tidak luput dari tatapan pria yang duduk di depannya.


Ada apa dengan Tuan Casanova muda ini? dia sama sekali tidak tertarik dengan gadis - gadis baru yang di munculkan! tanyanya dalam hati.


Sementara Alfred dan Zayn berdiri dari duduknya dan ikut menari di tempat mereka melihat gadis yang menari di atas podium dari jarak beberapa meter.


Dan seketika mereka berdua menajamkan pandangan mata mereka bahkan seketika berhenti dari gerakan tubuh mereka. Saat melihat gadis yang tidak asing di atas podium.


Sesaat kemudian mereka saling tatap saat yakin siapa yang ada di atas panggung. Seolah memiliki telepati yang kuat, mereka saling tatap dan seolah membenarkan isi otak keduanya.


"Dev!" panggil keduanya bersamaan menoleh ke arah Devan.


Spontan Devan menoleh pada dua sahabatnya itu. Pria yang duduk di depan Devan pun ikut menoleh ke arah Alfred dan Zayn yang menatap Devan dengan penuh tanda tanya. Devan membalas tatapan mereka dengan mengerutkan keningnya seolah bertanya apa?.


"Lihat!" ucap Alfred dan Zayn bersamaan menunjuk arah podium.


Devan mengikuti arah yang di tunjuk kedua sahabatnya itu. Spontan Devan berdiri tegak dnegan membelalakkan matanya, menatap tajam pada seorang gadis yang tengah menari mengikuti musik.

__ADS_1


"Charla!" pekik Devan.


Semua yang duduk di sofa membentuk huruf U itu di penuhi tanda tanya akan ekspresi Devan.


"Apa yang dia lakukan!" Dengan hati yang bergemuruh Devan melangkah cepat ke arah podium.


Alfred dan Zayn reflek mengikuti langkah kaki cepat Devan. Sementara teman - teman Devan di sofa itu menatap punggung tiga orang itu.


Seett!


Devan menarik paksa tangan Charla untuk turun dari podium. Sementara Charla yang yang tidak tau akan di tarik seketika kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh. Namun Devan berhasil menangkap tubuhnya.


Momen itu tentu tidak luput dari tatapan orang - orang yang ada di sekitar. Alfred dan Zayn berdiri di belakang Devan.


"Apa yang kau lakukan!" tanya Devan tegas saat Charla sudah menyadari keberadaan Devan.


"Kenapa?" tanya Charla santai sambil menyempurnakan berdirinya.


"Hey! dia kan belum di lelang!" ucap seseorang yang mencoba menahan Devan.


Spontan Alfred dan Zayn menyingkirkan tangan orang itu.


"Tuan Devan? apa anda menginginkan gadis ini?" tanya Erastus karena melihat Devan menarik paksa Charla.


"Aku akan mengirim uang ke rekening mu!" ucap Devan pada Erastus, "tapi biarkan aku membawa gadis ini sekarang juga!"


"Baik, Tuan Devan! anda bisa membawanya kapan saja!" jawab Erastus dengan senyum kepuasan. "1 M!" bisik nya pada Devan kemudian.


Tanpa menjawab, Devan langsung menarik paksa tangan Charla ke arah tangga. Sementara Alfred dan Zayn kembali ke sofa mereka.


"Apa hubungannya gadis itu dengan Devan?" tanya seseorang yang duduk di sofa itu.


"Rahasia!" sahut Zayn.


Membuat semua orang di penuhi tanda tanya.


Aku juga penasaran apa hubungan mereka, kenapa Devan sampai terlihat tidak terima dengan ulah gadis itu!




Selamat membaca



Semoga suka dengan jalan ceritanya.


Jangan lupa tinggalkan Like dan Komentarnya.


Jika berkesan, jangan lupa follow ya Author 🥰



Terima kasih,

__ADS_1



Salam Lovallena.


__ADS_2