Cinta Tuan Casanova

Cinta Tuan Casanova
Mengejutkan


__ADS_3

"Aku tidur dimana, kak?" tanya Charla pada Ivander yang masih menggenggam tangannya saat menaiki tangga.


"Di kamar ku, sayang!" jawab Ivander tanpa menoleh Charla.


"Lalu kamu?" tanya Charla.


"Ya tidur sama kamu, di kamar ku!"


"What!" pekik Charla. "Nggak! nggak!" ucap Charla berusaha melepas jari jemarinya yang menyatu dengan jari jemari Ivander.


"Memangnya kenapa kalau tidur denganku?" tanya Ivander yang semakin mengeratkan jari jemarinya yang mengikat tangan Charla.


"Nanti kamu apa - apain aku lagi!" jawab Charla.


"Kalaupun aku apa - apain kamu, memangnya kenapa? bukankah kita akan menikah, sayang!" ucap Ivander. "Apa yang kamu takutkan?"


"Tapi kan belum waktunya! nanti kalau Daddy tau aku tidak lagi perawan, bisa di marahiiii" rengek Charla.


"Baiklah, aku janji nggak akan ambil keperawanan kamu."


"Mana mungkin!" sahut Charla tak percaya.


"Janji!" Ivander mengangkat tangan kanannya.


"Bener?" hadir Charla.


"Iyaa sayaaang!" jawab Ivander.


Charla akhirnya menurut, dan kembali mengikuti langkah Ivander untuk menaiki tangga. Dan masuk ke dalam pintu kamar Ivander yang di kunci memakai finger.


"Kak, aku kan nggak punya baju ganti." ucap Charla. "Antar aku apartemen aku aja deh!" Charla mencari alasan.


"Siapa bilang!" Ivander menarik tangan Charla, dan membawanya ke walk in closed.


Srett!


Ivander menggeser sebuah pintu almari berwarna putih dengan lapisan cermin yang hampir memenuhi pintu.


"Ini baju kamu, sayang!" ucap Ivander.


"Haaa?" Charla membuka mulutnya lebar. Menganga tak percaya jika Ivander sudah menyiapkan cukup banyak baju untuknya.


Sreett!


Ivander menggeser satu pintu lagi. Dan Charla menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Matanya membulat sempurna.


"Kamu tinggal pilih, sayang! mau pakai yang mana!"


Charla masih menatap tak percaya dengan banyaknya baju baru untuknya di depan mata. Charla menyentuh, menggeser dan melihat - lihat. Berbagai baju keluaran terbaru dari brand kelas atas pun tak luput menggantung di sana.

__ADS_1


"Darimana kamu tau ukuran baju aku, Kak?" tanya Charla yang masih menyusuri satu persatu baju di sana. Dari baju santai, formal, untuk kuliah, dan baju tidur tertata lengkap dan rapi di almari dua pintu itu.


"Dari sekretaris Daddy Darren!" jawab Ivander santai.


"Lalu yang menata di sini?"


"Dia juga, di bantu oleh office girl yang membersihkan seluruh apartemen di lantai ini!"


"Wow!" seru Charla.


"Kamu mau tidur pakai baju yang mana?" tanya Ivander sembari memeluk perut Charla dari belakang.


"Eemmm?" Charla tampak berfikir dan mengamati jajaran piyama tidur untuknya. "Ini sajalah!" ucap Charla menarik satu set piyama dengan celana panjang dan lengan pendek berwarna pink bergaris.


"Kenapa pink sih sayang! masa aku pakai pink!" celetuk Ivander.


"Emangnya harus sama?" tanya Charla melirik Ivander di pundak kanannya.


"Iya dong! sayang!"


"Kalau kamu nggak mau pakai warna pink, kenapa di sini ada piyama warna pink untukku?"


"Kan tadi aku sudah bilang! sekretaris Daddy Darren yang membelinya!"


"Hemm! kalau gitu mau warna apa?" tanya Charla sembari mengembalikan piyama itu.


"Merah sangat pas untuk menghabiskan malam ini!" jawab Ivander.


"Iya sayang! kita kan tidur di kamar berdua! kita bebas melakukan apapun!" bisik Ivander.


"Eitz! kamu sudah janji untuk tidak macam - macam ya!" hardik Charla mencubit lengan Ivander yang melingkar di perutnya.


"Sayang, aku kan berjanji untuk tidak mengambil keperawanan kamu! bagian inti yang masih suci di bawah sana!" Ivander menunjuk bagian bawah Charla.


"Terus melakukan apa yang kamu maksud?"


"Bercumbu selayaknya sepasang kekasih, sayang!"


"Nggak ah! nanti kebablasan!" Charla mencoba melepaskan diri dari lilitan erat tangan Ivander. Namun apalah daya, tenaganya tak sebanding.


"Sayang, lagi pula jika Daddy Darren tidak mengizinkan kamu tinggal bersamaku, mana mungkin dia mengirim sekretarisnya untuk menyiapkan baju untuk kamu di sini!" ucap Ivander. "Sayang, Daddy kita juga pernah muda bukan? Jadi hal seperti ini mereka pasti sudah biasa!"


Charla tenggelam dalam celotehan Ivander yang menghanyutkan telinga dan hati para gadis.


"Apa lagi Daddy Devan!" celetuk Charla.


"Hahaha!" Ivander tergelak.


"Kalau sampai kamu seperti Daddy Devan, aku sumpahin senjata kamu itu menua sebelum waktunya dan layu!"

__ADS_1


"Hahah! aku pasti berbeda dengan Daddy, sayang! jangan berfikiran seperti itu dong! aku akan selalu setia sama kamu!" ucap Ivander yakin, sembari mencium pipi Charla dengan sayang.


"Kalau kamu berkhianat?" tanya Charla.


"Maka do'a buruk dari mu untuk ku akan terkabul!" jawab Ivander kembali menciumi pipi Charla.


Charla mengerucutkan bibir tipisnya itu, tapi berharap ucapan Ivander adalah benar.


***


Setelah berganti baju tidur, mereka kembali kamar. Charla merasa canggung dengan suasana itu. Berada di kamar seorang laki - laki yang tak lain adalah tunangannya.


Dia tidak tau harus berbuat apa. Akhirnya dia memilih duduk di ranjang dan bersandar pada sandaran tempat tidur. Mengambil benda pipih kesayangannya. Dan berselancar di dunia maya.


Sedangkan Ivander terlihat santai meskipun sebenarnya ini kali pertama di apartemennya ada seorang gadis. Dia terlihat tengah sibuk di depan sebuah laptop di meja belajar yang berada tak jauh dari tempat tidur.


Jam sembilan malam, jam yang masih sore bagi anak muda untuk tidur. Ivander mengerjakan tugas kuliahnya dengan sangat jeli dan teliti.


Ivander melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul sepuluh malam waktu Inggris. Dia menoleh ke arah tempat tidur. Terlihat Charla sudah terlelap, dengan ponsel yang masih berada di genggaman.


Sepertinya gadis itu tertidur di saat menghadapi rasa canggungnya.


Ivander berjalan mendekati tempat tidurnya. Mengambil ponsel Charla dan meletakkan di atas nakas. Memperbaiki selimut Charla, lalu di duduk di tepi ranjang. Menatap wajah cantik Charla dengan seksama.


Aku tidak menyangka, sekalinya jatuh cinta, langsung di nikahkan! Menikah di usia semuda ini?


Sungguh lucu sayang!


Tapi itu lebih baik, dari pada sekalinya jatuh cinta, tapi tak terbalas!


Aku sempat berfikir, kelak akan menikah di usia seperti para Daddy, dan Uncle. Tapi nyatanya, kita akan menikah saat usia kita belum genap 20 tahun.


Terlalu dini memang! tapi dari pada hanya di pacari tanpa di nikahi.


Selamat tidur, sayang! mimpi yang indah!


Ivander mendaratkan kecupan dalam di dahi Charla. Kemudian mengangkat sedikit kepalanya, menatap wajah Charla lagi. Dan kembali mencium lembut setiap inchi dari wajah Charla.


Ivander beranjak dari tepi ranjang, dan kembali berkelut dengan tugas kuliahnya. Karena dia berniat menyelesaikan prodi sarjananya dalam waktu 3 tahun. Tentu dia jauh lebih sibuk di banding Charla.


.


.


🪴🪴🪴


Gitu doang mereka saat berada di kamar? 🤔


Kok nggak kayak emak bapaknya dulu?🤔

__ADS_1


Ya, karena dari awal sifat Daddy Alexander sedikit menurun padanya.


Happy reading 🌹🌹🌹


__ADS_2